Alceena harus menelan kekecewaan saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon suami, karena ada rumor yang beredar jika dirinya mandul.
Alceena tidak merasa jika dia seperti yang diberitakan pun berniat untuk membuktikan pada seluruh orang bahwa dirinya bisa memiliki keturunan. Dia melakukan program hamil dengan metode inseminasi buatan, memasukkan sel dari bibit kehidupan seorang pria misterius yang bersedia mendonorkan sedikit cairan penting tersebut, tanpa melakukan hubungan badan.
Namun, tanpa Alceena ketahui bahwa pendonor bibit kehidupan tersebut adalah Dariush Doris Dominique, seorang pengusaha muda di Eropa sekaligus musuh dan orang yang selalu dia hindari sejak dahulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
Sementara itu, di hari yang sama. Dariush sedang duduk santai di ruang kerjanya. Menatap wallpaper di layar monitor yang memperlihatkan tubuh seksi Alceena. Bibirnya terus tersenyum. “Pasti kau akan berterima kasih padaku karena sudah membantu menghilangkan rumor yang menyangkut nama baikmu,” cicitnya sangat percaya diri.
Dariush rasanya tidak sabar ingin menantikan kedatangan Alceena ke perusahaannya secara dadakan seperti kemarin. Dia yakin seratus persen kalau wanitanya akan bertekuk lutut setelah semua pertolongan yang dilakukan, walaupun tanpa diminta terlebih dahulu.
Khayalan Dariush yang sudah terlalu tinggi itu harus terhenti sebentar karena ponselnya berdering. Dia mengalihkan pandangan dari monitor yang besar ke layar berukuran enam koma tujuh inch, membaca siapa peneleponnya. Dan decakan pun keluar dari bibir.
“Daddy baru itu untuk apa menggangguku di siang hari.” Dariush menggerutu karena Delavar membuat khayalannya menjadi setengah-setengah. Namun, tetap saja dia mengangkat panggilan.
“Apa?” tanya Dariush dengan nada sedikit kesal.
“Kau di mana?” tanya Delavar.
“Kantor.”
“Ke Hakanimen Grand Luxury Hospital, sekarang!” titah Delavar dengan suara yang terdengar memaksa.
Dariush menaikkan sebelah alis walaupun tak ada yang bisa melihat. “Untuk apa? Aku sedang bekerja. Memangnya kau tak bisa menjaga anak dan istrimu sendiri?”
Dariush sudah berpikir kalau kembarannya meminta untuk ditemani di rumah sakit. Beberapa hari yang lalu, Amartha—istri Delavar baru saja melahirkan di Hakanimen Grand Luxury Hospital.
“Baru saja aku melihat Alceena duduk sendirian di depan ruang tunggu dokter obgyn, kau tidak penasaran kenapa dia di sana saat siang hari?”
Dariush otomatis berdiri dari tempat duduknya. “Kau serius?”
“Iya, ku kirimkan fotonya jika kau tak percaya, aku tadi menjadi paparazi dadakan.”
“Oke, aku akan segera ke sana.” Final Dariush setelah melihat foto yang dikirimkan oleh Delavar.
Panggilan itu pun terputus. Dariush segera menyambar kunci mobil dan memasukkan ponsel ke dalam saku celana. Dia keluar ruangan tanpa memakai jas kerja.
“Mike, aku keluar sebentar. Kalau ada yang mencari, tolong kau temui dulu.” Sebelum meninggalkan perusahaan, Dariush berpamitan dan meninggalkan perintah pada sekretarisnya terlebih dahulu.
“Baik, Tuan. Anda ingin pergi ke mana?”
“Rumah sakit.”
Dariush segera mengayunkan kaki secepat mungkin untuk sampai ke lobby, segera duduk sempurna di dalam mobil dan melesat ke jalan raya. Dia ingin memastikan rasa penasaran, kenapa Alceena bisa datang ke dokter obgyn?
“Harusnya Alceena datang ke perusahaanku untuk mengucapkan terima kasih atas bantuanku, bukan ke rumah sakit. Untuk apa juga dia ke sana? Atau mungkin dia sungguh mandul?” Dariush bergumam seorang diri di dalam kendaraannya. “Tak masalah juga jika tak bisa memiliki keturunan, asalkan masih bisa digoyang dan menggoyang,” kelakarnya kemudian.
Dan kecepatan kendaraan yang tinggi itu membawa Dariush cepat sampai ditujuan. Dia segera memarkirkan mobil, keluar dari kendaraan, dan berjalan secepat kilat ke dalam saat melihat ada mobil dengan plat nomor khas milik Alceena yang juga terparkir di sana.
Dariush langsung bertanya pada satpam. “Ruangan dokter obgyn di mana?”
“Ada di sana, Tuan.” Orang yang ditanya pun menunjukkan arah. “Ikuti saja penunjuk arah yang ada di dinding,” imbuhnya kemudian agar tidak menyesatkan.
“Oh, oke.” Dariush mengayunkan kaki lagi dan mengikuti penunjuk yang mengarahkan pada ruangan dokter obgyn.
Dariush menengok ke seluruh penjuru arah setelah sampai di tempat yang dituju. “Tak ada Alceena, Delavar membohongiku dengan mengirim foto editan?”
Decakan pun keluar dari bibir Dariush. Dia hendak berbalik arah untuk menuju ruang VIP satu di mana istri kembarannya sedang dirawat pasca melahirkan. Namun, pintu ruangan dokter sudah terbuka dan menyembulkan seorang wanita yang sangat dia kenal.
...*****...
...Jangan lupa dukung karya ini dengan like, komen, vote, dan kirim hadiah sebanyak-banyaknya ya bestie....