NovelToon NovelToon
Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Romantis / Komedi / Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:366.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Azzura

Squal dari novel Dosenku sang Casanova dan Istri Simpanan Tuan Jeremy, author Tessa Amelia Wahyudi.

~Aku tidak pernah memilih kepada siapa jatuh cinta, karena itu terjadi begitu saja. Meski mulut berkata tidak, hati tak bisa menolak.

Aku sudah berusaha untuk mengubur dalam-dalam cintaku padamu, Dave. Kenyataannya aku tak bisa!~

Anastasia Laurencia Lemos.

~Aku tidak bohong aku mencintaimu, cinta yang berusaha kusembunyikan dalam setiap sikap dinginku, karena aku tak ingin akhirnya hanya akan menyakitimu.~

David Sanjaya Grey.

***

"Tidak apa-apa kau belum mencintai ku. Tapi, aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cintamu, Dave." Kata Ana yakin sembari memandang wajah dingin Dave yang saat ini ada didepannya.

"Silahkan, berjuanglah sampai kau merasa bosan mengejar ku. Karena sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa mencintai gadis boddoh seperti mu!" Tekan Dave sembari menoyor kening gadis cantik di depannya, tanpa memikirkan perasaan gadis itu.

Yuk simak kelanjutannya,
CEKIDOT

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gule Kambing Spesial Untuk Dave

Waktu terus berlalu, tak terasa Ana sudah menghabiskan waktu bersama Dave, di kantor nya selama setengah tahun.

Sedikit demi sedikit Ana mulai memahami apa yang di jelaskan Dave. Meski terkadang masih melakukan kesalahan, tapi setidak nya itu tidak begitu fatal.

Sikap dingin Dave masih sama seperti biasa. Walau terkadang sedikit mencair, tapi itu hanya sebentar. Karena tidak lama kemudian Dave akan kembali berubah menjadi manusia super dingin yang bahkan julukan manusia kutub saja masih kurang.

Ana juga terkadang heran melihat Dave yang akhir-akhir ini sering meninggalkan kantor di waktu jam kerja.

Padahal sebelum-sebelum nya Dave sangat profesional, ia tidak akan meninggalkan kantor sebelum jam pulang kerja atau karena memang sedang ada meeting di luar.

Dave adalah tipe laki-laki workaholic, tidak akan menyamping kan urusan kerja nya demi urusan pribadi.

Tapi akhir-akhir ini sikap Dave menjadi sangat mencurigakan di mata Ana. Terkadang baru jam istirahat Dave sudah lebih dulu pergi meninggalkan kantor tanpa memberi tahu Ana.

Alhasil Ana pulang sendiri, atau kadang pula pulang di antar oleh Davio saat mengunjungi nya.

Sebenarnya Ana heran dengan sikap Dave akhir-akhir ini, ia jadi berpikir apa mungkin Dave memiliki wanita di belakang nya. Tapi ia tak ingin berprasangka yang tidak-tidak sebelum mendapatkan informasi yang jelas.

Ana akan tetap kukuh dalam pendirian nya agar bisa menaklukkan si manusia super dingin itu.

Pagi ini Ana sengaja bangun lebih pagi karena ingin memasak untuk bekal ke kantor. Tidak hanya membawa satu, tapi Ana membawa dua bekal karena satu lagi akan ia berikan kepada Dave.

Untung saja, kedua orang tua Ana masih berada di kamar, jadi mereka tidak mengetahui perjuangan anak nya memasak seporsi gule kambing spesial untuk Dave.

Senyum mengembang menghiasi wajah cantik gadis berwajah asia ini saat menatap bekal yang akan di berikan Dave nanti. Ana berharap Dave akan menyukai masakan nya.

Ana sengaja mencari tahu makanan kesukaan Dave melalui Davio. Pertama-tama Ana berbasa-basi menanyakan makanan kesukaan Vio, kemudian bertanya makanan kesukaan Davian lalu baru saja Dave.

Sengaja menanyakan makanan kesukaan Dave yang terakhir karena tidak ingin dia terlalu menunjukkan maksud yang sebenarnya.

Alhasil, ia tahu kalau makanan kesukaan Dave adalah daging kambing. Makanan yang sangat menggelikan sebenarnya menurut Ana. Karena ia tidak menyukai jenis daging yang berbau menyengat seperti kambing dan semacam nya.

Tapi demi perjuangan cinta nya pada Dave, Ana berusaha belajar memasak daging itu.

Bagi Ana, memasak daging kambing butuh perjuangan yang luar biasa, karena gadis itu bolak-balik muntah saat menghirup bau daging kambing yang sangat menyengat di indra penciuman nya.

Sampai-sampai tubuh nya lemas dan pucat karena berulang kali muntah tapi tidak mengeluarkan apapun karena perut nya masih kosong.

Padahal ia sudah di bantu oleh beberapa juru masak yang di mansion nya, tapi Ana si gadis keras kepala ini berusaha keras mengambil alih pekerjaan para chef.

Ana hanya menyuruh si juru masak itu untuk memberi komando langkah-langkah yang di kerjakan nya agar tidak salah dan membuat masakan jadi berantakan.

Dan akhirnya, Ana berhasil memasak satu porsi gule kambing lengkap dengan nasi.

"Dave." Panggil Ana saat melihat Dave sedang mengemasi barang-barang nya di atas meja. Terlihat dari gelagat nya, seperti nya Dave akan keluar lagi.

Jam sudah menunjukkan makan siang, itu artinya sebentar lagi istirahat. Maka dari itu, ia mengentikan pekerjaan nya dan mengambil kotak bekal yang sedari tadi ia letakkan di atas meja.

"Dave." Panggil Ana lagi sembari mendekat ke arah meja kebesaran Dave. Karena laki-laki super dingin itu tak menyahuti sedikitpun panggilan Ana.

"Apa?" Tanya Dave dengan wajah datar khas nya. Seperti nya Dave sedang terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat hingga tak menoleh sedikit pun ke arah lawan bicara nya

"Dave, aku membawa bekal untuk makan siang mu." Ana menyodorkan kotak bekal yang sejak tadi ia sembunyikan di belakang nya.

Senyum Ana tak pernah luntur menghiasi wajah cantik nya, membuat wajah itu terlihat semakin manis bagi siapa pun yang melihat nya.

"Aku tidak lapar, kasih ke yang lain saja." Sahut Dave tanpa menatap ke arah nya.

Senyum yang semula terbit menghiasi wajah nya, sedikit demi sedikit mulai surut.

Lengkungan bibir yang semula ke atas membentuk bulan sabit, kini berubah melengkung ke bawah.

Sakit sekali rasanya hati Ana mendapatkan penolakan seperti ini. Meski bagi sebagian orang memasang seporsi gule itu sangat mudah, tapi tidak bagi Ana.

Bagi gadis cerewet itu, butuh perjuangan keras hingga menghasilkan satu bekal makanan itu. Tapi sikap Dave benar-benar membuat Ana merasakan sakit yang luar biasa.

Dave sama sekali tak menghargai perjuangan nya.

"Tapi aku membawakan makanan kesukaan mu, Dave. Aku membawa gulai kambing, sengaja aku memasak sendiri." Sebisa mungkin Ana menyembunyikan kesedihan nya.

Ia harus tetap terlihat ceria dan tak menampakkan rasa kecewa yang sudah Dave torehkan.

"Aku tidak sedang ingin makan, Ana. Jangan memaksa ku!" Dave semakin bersikap dingin pada nya.

"Tapi kamu harus tetap makan, Dave. Kamu bisa sakit kalau meninggalkan makan siang." Tutur Ana menasehati. Memang benar, mau sesibuk apapun seharusnya ia tak harus mengosongkan perut nya.

Karena itu akan semakin membuat kesehatan nya terganggu.

Dave menghela nafas panjang, ia sangat pusing menghadapi sikap Ana yang selalu keras kepala. "Aku sedang ada pekerjaan penting." Kata Dave sembari memperlihatkan raut tidak suka nya pada Ana.

"Memang nya sepenting apa pekerjaan mu, sampai-sampai kau ingin meninggalkan makan siang?" Tanya Ana tak habis pikir. Dave sering kali tidak menjaga pola makan nya. Yang di pikirkan hanya pekerjaan, pekerjaan dan pekerjaan.

Padahal kesehatan juga sangat penting. Karena jika kesehatan nya terganggu maka ia semakin tak bisa bekerja.

"Tenang saja, aku akan makan nanti bersama klien." Sahut Dave datar.

Dave sama sekali tak menghiraukan raut wajah gadis di hadapan nya yang berubah menjadi mendung.

"Jadi kau menolak makanan ini karena akan makan bersama klien?" Semakin sakit rasanya hati Ana. Perjuangan nya tidak di anggap apapun oleh Dave.

"Ya, setelah ini kami akan menuju restoran xxx dan makan siang di sana." Kata Dave sembari memperhatikan jam di pergelangan tangan nya.

Ana mengangguk mengerti mencoba untuk memahami Dave kali ini. "Baiklah, kalau begitu aku berikan makanan ini pada yang lain." Kata Ana. Tenggorokan nya seakan tercekat mengatakan itu.

Meski mulut nya berkata ya, tapi hati nya tak baik-baik saja. Ternyata seperti ini rasanya berjuang sendiri, mungkin kali ini Ana belum menyerah.

Tapi jika dia sudah merasa benar-benar lelah, maka ia akan melepaskan Dave dan membebaskan nya untuk hidup bahagia sesuai versi nya.

Ana berjalan ke arah pintu untuk keluar untuk memberikan bekal pada yang lain.

"Tunggu!" Cegat Dave. Padahal Ana baru berjalan beberapa langkah, tapi Dave mengehentikan nya.

Dave meraih tangan kiri Ana kemudian mengamati nya. "Kenapa dengan jari mu?!" Tanya Dave penuh selidik saat melihat dua jari kiri Ana di bungkus plaster.

"Tidak apa-apa." Sahut Ana seraya memalingkan wajah. Ia tak mau Dave memperlihatkan guratan sendu nya yang sangat kecewa pada si manusia dingin ini.

Ana berusaha melepaskan cekalan tangan Dave tapi tidak bisa, karena si manusia super dingin ini terus menggenggam nya dengan sangat erat.

Sebenarnya apa yang di inginkan laki-laki dingin ini? Selalu saja seperti ini, di saat Ana ingin menghindari Dave, tiba-tiba si manusia dingin ini datang seakan memberi harapan kalau perjuangan Ana tidak akan sia-sia.

"Apa ini karena kau memasak bekal itu?!" Tanya Dave seakan mengintimidasi Ana. Tapi gadis itu tak menjawab apapun bahkan wajah nya masih menghadap lurus ke depan membelakangi Dave.

"Jawab aku!" Tekan Dave dengan suara yang semakin dingin.

Perlahan Ana berbalik arah, memberanikan diri untuk menatap Dave. "Bukan urusan mu! Memang apa peduli mu menanyakan hal itu?!" Tanya Ana sinis.

Sebenarnya Ana tidak berniat berkata seperti itu, tapi entah mengapa tiba-tiba kata-kata itu keluar begitu saja.

Mungkin karena rasa kecewa nya pada Dave membuat ia berkata seperti itu.

"Jadi benar, kau terluka karena memasak ini?!" Tekan Dave menatap tajam Ana seraya mengambil kotak bekal yang ada di tangan Ana. Namun gadis itu menahan nya dengan kuat, hingga Dave harus menggunakan kedua tangan nya untuk mengambil kotak bekal itu.

"Mana bekal nya? Seperti nya aku mengubah niat ku." Kata Dave menatap lekat wajah gadis di depan nya.

Guratan kekecewaan itu terlihat sangat jelas di mata Dave. Ia tahu kalau kali ini dia kembali menyakiti gadis cantik di hadapan nya.

"Aku sangat lapar, bisa kah kau membagikan sedikit makanan mu untuk ku?" Tanya Dave lembut. Ia mengulangi perkataan nya saat tidak mendapatkan jawaban dari Ana.

Perlahan Ana melepaskan kotak bekal itu dari tangan nya karena sudah di tarik oleh Dave.

"Terima kasih." Kata Dave tulus. Kemudian Dave berjalan ke sofa sembari membawa bekal yang ada di tangan nya.

"Mana bekal mu?" Tanya Dave karena sejak tadi Ana masih berdiam di tempat. Ia masih mencerna semua ini.

Ana tahu, Dave melakukan nya karena merasa kasihan dengan nya. Jari nya terluka karena memasak.

Padahal menurut nya dua jari yang teriris saat memotong daging itu sangat tidak ada apa-apa nya di banding kan dengan perut nya yang terus bergejolak saat mencium aroma menyengat daging kambing.

"Ana." Panggil Dave lagi saat Ana tidak menyahuti perkataan nya.

"Iya."

Gadis itu tersadar dari lamunan nya kemudian berjalan menuju meja kerja nya untuk mengambil kotak bekal nya dan dua botol air mineral yang memang tersedia di sana.

Dengan langkah pelan ia menuju ke sofa, duduk di depan Dave.

Saat Ana membuka kotak bekal nya, Dave mengerutkan dahi. "Kenapa kau membawa menu yang berbeda?' Tanya Dave.

"Aku tidak menyukai daging kambing, jadi aku membawa ini saja." Ana kembali menampilkan senyum manis nya seakan melupakan kejadian tadi.

Dave hanya mengangguk sebagai jawaban kemudian fokus lagi pada makanan nya.

"Bagaimana rasanya, Dave?" Tanya Ana penasaran saat melihat Dave memasukan makanan nya dengan lahap.

"Lumayan, tapi masih enakan masakan mommy." Jawab Dave cuek.

"Issh ... Kau ini selalu tidak bisa membuat orang senang."

"Memang itu kenyataan, kalau saja aku tidak sangat lapar pasti aku tidak akan menyukai nya." Ia berkata dengan mulut yang di penuhi makanan. Seakan Dave memang sangat kelaparan.

Bahkan makanan nya hampir habis membuat Ana menggeleng-gelengkan kepala.

...💙💙💙...

...TBC...

See you next chapter 👋🙂

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣ᥲᥒᥱһ... 𝗍⍴ gk ᑲs
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ძᥲ᥎ᥱ ᥒᥡ mᥒ... 𝗍rs ᥲᥒᥲ 𝖿𝗍 ᥒᥡ
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sᥡᥲᥒ𝗍іk s᥊ km sᥲᥡg
uhuuyyyyyy
dave
uhuuyyyyyy
apakah dave punya sakit
🇦 🇵 🇷 🇾👎
𝑝𝑗𝑔 𝑥 𝑘𝑘
🇦 🇵 🇷 🇾👎
𝑎𝑞 𝑢𝑑 𝑏𝑐 𝑐𝑟𝑡 𝑑𝑦 𝑘𝑐𝑙 𝑑𝑖 𝑡4 𝑘𝑘 𝑡𝑒𝑠𝑠𝑎 𝑤𝑎ℎ𝑦𝑢𝑑𝑖 𝑎𝑚𝑒𝑙𝑖𝑎.... 𝑎𝑞 𝑠𝑙𝑙 𝑛𝑔𝑘𝑡𝑖 𝑛𝑦
Yunita aristya
baru mampir
Bunbun Oke
Yesss tetot aq salah menduga hehe

Sempat menduga Dave tp sambil berpikir ga mgkn ga ada background jd dosen kan

Ternyata....oh ternyata dosennya si Edo

Si kutu kupret yg sok cool kepedean hbs kalo Ana bs ditaklukan no...no...no....😛😃
punya nama
takdir tidak salah
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
tantik bgd neng ana ,,.
iy aj skeg masih datar muka ny kalau udh jatih cintrong gee berbunga bunga tuuh wajah ketemu ana,,
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
gpp jen punya anak 1 tp nnt minta byk cucu buat km am alex 😂
Muna Junaidi
David david nanti menyesal🤭🤭😂
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
aduuuuh udh ketahuan selalu bikin bencana di dapur kenapa diizinkan ke dapur,,.
duduk diem aj anak di bangku meja makan jgn buat gaduh 😒
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
aku belum baca yg pertama kalau mu lgsg kemari nnt gk paham alur ny lgi thoor 🤭,,.

tpi apapun it aku ttep mampir,,
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya
aku masukin favorit ya pasti aku baca kok 😍😍😍
yuning
keren
Ada badaknya
udh tamat nih lanjut lagi ke 2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!