NovelToon NovelToon
Telepati Cinta Sang Mafia

Telepati Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Pulau Terpencil
Popularitas:301
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perubahan mika

Davin terdiam dan mengepalkan kedua tangannya .

" breng##k kau zayden , kenapa dia membawa kapal kapal gue sampai ke sana " batinnya

" tolong di pikir pikir lagi ya mas" ucap Gilbert sambil menepuk bahu saudara tirinya itu

" gue pergi dulu , jangan lupa kasih perintah pada para nahkoda lho , untuk jemput barang barang gue di dermaga Nusantara" ucapnya lalu beranjak pergi.

" belum beres masalah satu , tambah lagi masalah baru " kesal nya

" kenapa aku merasa sekarang Aurora sedang tidak baik baik saja ya " batinnya

Aurora sampai di rumah sakit ,saat ia hendak ke ruangan , dokter Adam datang menghampirinya,

" hai Ra " sapa dokter Adam

" hai dok " jawab nya

" udah sarapan belum?"

" hmm,,belum sempat sih "

" sarapan bareng yuk?" ajak Adam

" duh kayak nya gak bisa deh ,aku ada kerjaan "

" kerjaan apa , bukan nya visit 2 jam lagi ya "

" kerjaan lain "

" udah ayok " dokter Adam menarik tangan Aurora ke kantin

mika dari kejauhan melihat interaksi mereka,ia menatap kesal ke arah kedua nya ,

" mika ,kamu ngapain di sini ?" tanya seorang suster lain

" nggak apa apa kok ,ini gue mau ke toilet " ucap nya

" jangan kebanyakan bengong "

" yeeh ,,siapa juga yang bengong "

" awas aja ya kalian, kalau sampai gue dengar jadian ,gue gak akan maafin lho Ra " ucap nya

" mika , tolong kamu panggil dokter Aurora ya ,suruh ke ruangan saya , sekarang ,d

ada yang mau saya bicarakan dengan nya "ucap dokter Rani , dokter spesialis bedah

" baik dok "

" terimakasih "dokter Rani pun kembali ke ruangan nya

Mika berjalan menuju kantin untuk menemui Aurora ,namun saat akan menghampiri Aurora,dia melihat dokter Adam terus memandangi wajah Aurora , membuat hati nya terasa panas terbakar ,mika pun langsung pergi dari sana dengan rasa kesal .

" thanks ya Ra ,udah mau sarapan bareng saya " ucap dokter Adam

" iya sama sama,oh iya dok,saya boleh tanya sesuatu?"

" apa?"

" ini soal mika"

" oh , kenapa dengan mika?"

" kalau boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi kemarin waktu di mall?"

dokter Adam terdiam dan tersenyum hangat

" tidak ada yang terjadi apa apa kok ,kita cuma jalan jalan biasa " jawab nya

" oh ,gitu ya dok",

" iya , kenapa kamu bertanya seperti itu?"

" gak apa apa ,saya cuma gak enak aja sama mika ,saya dan sangat berharap dokter bisa buka hati buat dia" ucap Aurora

" soal itu ,biar jadi urusan saya ya ,"

" iya dok ,saya ngerti ,maaf"

" tidak apa apa ,gak perlu minta maaf "

" kalau begitu ,saya permisi duluan ya dok "

" mau saya antar ?"

" oh no ,,tidak usah dok ,saya bisa sendiri ,lagian sebentar lagi saya sama mika juga mau visit "

" oke , sekali lagi terimakasih dokter Aurora " ucap dokter Adam

Aurora pun pergi meninggalkan dokter Adam ,saat menuju ruangan nya dia melihat mika Mika keluar dari ruangan dokter Rani

" mika ngapain dari sana " monolognya

" mika"panggil Aurora,namun mika tak menjawab .

Aurora pun mengejarnya

" mika,kamu kenapa sih?" tanya Aurora

" mika,kamu kenapa sih dari tadi pagi menghindar terus dari aku "

mika tak menjawab

" harusnya lho bisa mikir kenapa gue kaya gini ,tapi lho malah sengaja makan bareng sama dokter Adam di kantin " ucap mika

" oh , masalah itu,mik ,gue sama sekali gak ada maksud buat deketin dokter Adam ,tadi tuh tadi gue emang ada kepentingan yang harus gue bahas sama dia dan sekalian bkita sarapan bareng ,gue udah pernah bilang sama lho , kalau gue itu gak suka sama dia apalagi tertarik ,mik , please jangan begini ,"

" heuuhhh,,, kepentingan apa ?"

" mika , kalau lho emang suka sama dokter Adam silahkan ,gue gak akan larang larang lho "

" lho tuh aneh tahu gak ,lho ngedeketin gue sama dokter Adam ,tapi lho sendiri yang jalan sama dia ,kemana mana sama dia , di perhatikan sama dia ,terus gue lho anggap apa?" kesal mika

" mika ,gue beneran gak ada perasaan apapun sama dokter Adam , kalau dia perhatian sama gue ,itu bukan urusan gue ,dan gue juga gak perduli,

tak lama suara panggilan dari dokter Rani pun terdengar.

" Aurora " panggil dokter Rani

" kenapa dok?"

" sini kamu?"

" iya dok" Aurora pun langsung menghampiri nya

" mika kamu jangan kemana mana ya , sebentar lagi kita visit " ucap Aurora,,mika pun hanya pergi tanpa menjawab

" ada apa dok?"

" Aurora ,saya sudah tunggu kamu sejam yang lalu loh"

" tapi ibu gak bilang apa apa sama saya "

" saya udah bilang ke mika untuk panggil kamu , dan dia bilang kamu sibuk dak gak mau di ganggu"

" mika gak ada bilang apa apa dok"

" duduk ," ucap dokter Rani

" Aurora saya ada tugas buat kamu "

" tugas apa ?"

" sepulang kerja nanti kamu ke alamat ini ya ?"

Aurora mengambil sebuah amplop cokelat itu

" maaf dok ,ini apa ?"

" itu hasil test salah satu pasien saya ,dan harus sampai hari ini ,kamu mau kan bantu saya untuk anterin ini , soalnya ini penting.

Dokter Rani Simatupang adalah manager di rumah sakit itu ,, selain itu dia juga seorang dokter bedah yang sudah ahli ,,

" baik dok , nanti sore saya akan antarkan ini "ucap Aurora

" terimakasih ya Aurora "

" sama sama dok , kalau begitu saya permisi keluar " yang ucap Aurora

" silahkan " dokter Rani pun mengangguk

" eh , sekarang waktunya visit ,mika mana ya ?"

Aurora pun Kembali ke ruangan nya ,dia mengambil ponsel nya dan mengetik sesuatu .

(" mika, kamu di mana ,?)"

namun tak ada jawaban

(" aku tunggu di ruang rawat melati ya)"

Aurora akhirnya memutuskan untuk pergi sendiri dan menunggu mika menyusul

" selamat pagi adek cantik " sapa Aurora

" pagi dok"

" gimana ,udah enakan ?"

" udah dok , Alhamdulillah sekarang dia mau makan " jawab ibu anak kecil itu

" Bu dokter izin periksa ya "

" silahkan dok"

Aurora pun memeriksa pasien itu

" Alhamdulillah detak jantung adek nya udah normal ya Bu , jangan capek capek dulu ya dek , kalau bisa jangan main loncat loncatan dulu ,"

" baik dok , terimakasih

" jangan lupa di minum ya vitamin nya "

" iya dok"

" dokter cantik aku mau pulang " rengek anak kecil itu

" iya ,kamu boleh pulang kok tapi harus nurut ya ,janji gak boleh loncat loncatan dulu ,harus banyak istirahat dan nurut sama mama ya ,"

" iya dokter cantik "

" yaudah kalau gitu ,ibu dokter permisi dulu ya , mau periksa yang lain"

" iya dok , makasih ya ,"

" iya Bu sama sama "

Aurora pun keluar dari ruangan dan mika berdiri di luar

" mika ,kamu kemana saja sih "?

"kaya nya lho udah bisa kan periksa pasien sendiri tanpa gue"

" mika aku tuh udah WhatsApp kamu ,tapi gak ada balasan nya , telpon juga gak di angkat, "mika ,aku harap kamu bisa profesional,dan bisa membedakan masalah pribadi dengan kerjaan " ucap Aurora

" udah sok banget lho sekarang nasehati gue , jangan mentang-mentang lho dokter ,lho bisa se enaknya sama gue" jawab mika

" astaga mika , benar benar kamu ya ,setan apa sih yang merasuki hati kamu ,sampe segitunya "

" jangan sok jadi orang benar deh lho "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!