NovelToon NovelToon
One Night Love Devil

One Night Love Devil

Status: tamat
Genre:Badboy / Ibu susu / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ita Yulfiana

Harap bijak dalam memilih bacaan

Iblis Cinta Satu Malam, begitulah julukan yang diberikan oleh Rania pada pria playboy bernama Kaaran Dirga tersebut.

Dengan kekuasaannya, Kaaran bisa meniduri wanita mana pun yang dia mau dan dia tunjuk, tapi tidak dengan Rania. Karena penolakannya, gadis itu terpaksa harus berurusan dengan Kaaran dan para pengawalnya. Sampai-sampai Rania harus rela kehilangan pekerjaan yang sangat dia butuhkan karena gadis itu harus terus bersembunyi dan tidak ingin ditangkap oleh orang suruhan Kaaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertahankan Atau Buang?

1 Bulan kemudian.

Semenjak kejadian waktu itu, aku tidak pernah lagi keluar rumah. Aku takut, saat aku keluar, pria brengsyek itu kembali memintaku untuk melayaninya. Beruntung karena semenjak aku tidak pernah keluar rumah, asisten Roy mau pun orang suruhannya yang lain tidak pernah ada yang menghubungiku, dan juga tidak pernah ada yang datang mencariku di rumah. Hal itu

membuat aku cukup lega.

Tapi akhir-akhir ini ada yang mengganggu pikiranku. Kalian ingin tahu apa itu? A-ku te-lat da-tang bu-lan. Dan itu sudah lebih dari 1 minggu lamanya.

Aku mulai khawatir, jangan-jangan, aku hamil. Oh my God, aku tidak bisa membayangkannya. Bagaimana reaksi ibu jika seandainya beliau tahu putrinya ini hamil. Pasti ibu akan sangat terpukul karena putrinya ini tidak bisa menjaga diri dengan baik. Padahal sudah dibekali dengan ilmu bela diri yang mumpuni.

Mungkin sebaiknya sekarang aku keluar rumah dan pergi ke rumah sakit untuk periksa diam-diam. Jangan sampai ada yang tahu mengenai hal ini. Aku harus merahasiakannya, terutamanya dari ibu dan Rina. Mereka tidak boleh tahu jika seandainya aku ini benar-benar hamil tanpa suami.

Aku mengambil kunci mobilku dan pergi sendiri tanpa ditemani oleh sopir atau pun kedua bodyguardku. Aku benar-benar ingin merahasiakan hal ini dari semua orang.

Jika seandainya aku benar-benar hamil, apa yang harus aku lakukan nanti? Ah, nanti sajalah baru aku pikirkan jalan keluarnya. Hamil atau pun tidak, aku baru akan mengetahui kebenarannya setelah memeriksakan diri pada dokter.

...***...

"Selamat, kehamilan Anda sudah memasuki usia 6 minggu," ucap dokter wanita yang baru saja selesai memeriksaku.

Dug. Jantungku seketika berdetak lebih cepat. Meski pun sudah aku prediksikan sebelumnya, akan tetapi aku tetap saja terkejut mendengarnya.

"Apa, Dok? Jadi saya benar-benar hamil?" tanyaku, ingin memastikan.

"Iya, Anda benar-benar hamil. Jadi sebaiknya mulai sekarang, Anda lebih memperhatikan kesehatan, makan makanan sehat, perbanyak istirahat, juga hindari stres, rokok, alkohol, atau apa pun itu yang bisa membahayakan tumbuh kembang janin Anda," pesan dokter tersebut.

"Baik, Dok. Terima kasih."

Dengan perasaan yang tidak menentu, aku pergi meninggalkan area rumah sakit. Aku melajukan mobilku menuju sebuah tepi danau. Di sana, aku ingin sedikit  menenangkan pikiranku.

Aku keluar dari mobilku lalu duduk di sebuah kursi panjang. Aku lalu mengusap perutku yang masih rata.

"Nak, apa yang harus Mama lakukan? Mama tidak mungkin meminta pertanggung jawaban pria brengsyek itu. Jika dia mau bertanggung jawab, mungkin bukan Mama wanita pertama yang memintai pertanggung jawabannya. Mama adalah perempuan yang kesekian ribu yang pernah ditiduri olehnya."

Selama 1 jam aku terus duduk termenung di sana. Aku memikirkan nasib janin yang ada di dalam kandunganku sekarang. Apakah aku harus menggugurkannya atau mungkin harus mempertahankannya? Di usiaku yang masih tergolong sangat muda, yaitu 19 tahun, apakah aku mampu melalui semua ini tanpa sosok seorang suami?

Setelah cukup berpikir banyak, aku pun kembali melajukan mobilku menuju rumah.

...***...

Hari-hari berikutnya, aku menjalani hari-hariku dengan lebih banyak diam dan mengurung diri di dalam kamar. Aku tetap menyimpan rapat-rapat rahasia besar ini sendirian. Beruntung karena aku tidak mengalami morning sickness seperti yang sering dialami oleh sebagian besar wanita hamil pada umumnya, jadi tidak akan ada yang curiga kalau sebenarnya aku sedang hamil.

Yang ada di pikiranku akhir-akhir ini adalah, apa yang harus aku lakukan pada janin yang ada di dalam kandunganku saat ini. Mempertahankannya atau memilih untuk mengg*g*rkannya?

Kalau aku memilih mempertahankannya, apa yang harus aku katakan pada ibu dan adikku nanti jika kehamilanku ini sudah sampai diketahui oleh mereka. Tapi jika aku memilih untuk mengg*g*rkannya, aku juga tidak tega memb*nuh darah dagingku sendiri, meski pun sebenernya aku sangat membenci papa kandungnya.

Tok tok tok! Seseorang mengetuk pintu kamarku dari luar.

"Masuk!" teriakku. Ku lihat bi Lastri muncul dari balik pintu.

"Maaf mengganggu, Nona."

"Ada apa, Bi?" tanyaku seraya bangkit dari posisi berbaringku.

"Ada tamu yang mencari Anda di luar Nona," jawab bi Lastri.

"Tamu? Siapa, Bi?" tanyaku penasaran.

Setelah tinggal selama 1 bulan lebih di sini, baru kali ini ada tamu yang datang mencariku. Aku jadi penasaran, kira-kira siapa orangnya.

"Maaf, Nona. Saya juga kurang tahu."

"Oh, ya sudah, Bi. Kalau begitu, suruh tunggu saya sebentar, saya akan keluar menemuinya nanti."

"Baik, Nona."

.

Sekitar 10 menit kemudian. Aku akhirnya berjalan keluar dari kamar untuk menemui tamu yang datang mencariku tersebut.

Sebelum sampai di ruang tamu, ku lihat ibu sedang mengobrol dengan orang tersebut. Tapi aku belum melihat orang itu dengan jelas karena dia berlindung di balik sandaran kursi yang lumayan tinggi.

Begitu aku mendekat, aku langsung bertanya pada ibu, "Bu, siapa yang datang?" tanyaku sebelum melihat sendiri siapa orang itu.

Mendengar kedatanganku, tiba-tiba saja seorang pria berdiri dan membungkuk hormat ke arahku.

"Selamat siang, Nona. Saya datang ke sini untuk menjemput Anda."

B e r s a m b u n g ...

...__________________________________________...

...Guys guys guys! Dukungannya jangan sampe kelupaan ya, biar aku makin semangat nulis😉😁...

...Haduuuh🤦‍♀️ gak tau kenapa ini gak lulus review dari pagi😩 padahal gak ada yang hat hot hat🔥🔥...

1
wang lin
bang toyib pulang rania...😁
wang lin
betul harus nurut jngan nambah beban suamimu.... 👍
wang lin
malu2 mau🤣🤣
wang lin
ini yg k 2xnya aku baca.... dah lupa ceritanya jd baca dri awal lg...😁😁
wang lin
kasi garam biar asin trus micin biar gurih jngan lupa gula biar manis... nahh udh gk hambar pastinya
wang lin
halu yang terlalu menghalu akhirnya terhalu-halu....🤣🤣🤣
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
lagi mabok duit
Dewi Soraya
yg adrian judulny p
Dewi Soraya
ko bs ank dokter n mafia jd lekong hadih gmn si ni???
Dewi Soraya
y ampun q terpesona ma karan.dr awl q sk sikap tengilny yg pemaksa
Dewi Soraya
gini klo pny istri galak n bs bela diri.
Dewi Soraya
org suaminy ketua mafia mkny u disembunyikan krn karan kuatir terjd pp.
Dewi Soraya
dr awl q dh kira klo karan itu sk m rania cm dg cr tengil
Dewi Soraya
wah hebat y karan br niru di you tube enk berarti dy bnr2 cerdas
Dewi Soraya
g da gambarny nek q ngebayangin karan itu bule hot yg tampanny minta ampun
Dewi Soraya
ayo rania tersepona m karan
Dewi Soraya
lucu amat si crtany.ayo rania tersepkna m karan
Dewi Soraya
mati kutu rania.
Dewi Soraya
q ktwa sndri liat kelakuan rania.udh trm aj itu karan.gt2 royal duitny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!