Rachel, harus merelakan tubuhnya menjadi taruhan dalam pesta lajang seorang teman dekatnya demi menyelamatkan nyawa ibunya yang membutuhkan biaya besar untuk operasi.
Namun ternyata pertemuannya malam itu dengan Milano Arkana Putra membawanya untuk hidup menjadi partner ranjang dari laki-laki itu yang ternyata adalah seorang CEO di kantornya tempat dia bekerja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelakor
Rachel kembali ke kubikelnya beberapa saat sebelum makan siang. "Ra, kita mau makan siang dimana?"
"Aku ga ikut makan Nad, ga laper."
"Kamu diet ya Ra? Ya udah gue cabut dulu ya."
Rachel pun hanya tersenyum dan mengangguk mendengar pertanyaan Nadia. Sedangkan Milan di dalam ruang kerjanya tampak sibuk menelepon Rachel, namun panggilan dan pesan darinya tidak ada yang dibalas oleh Rachel.
"Sial, Rachel pasti marah padaku!" Milan kemudian keluar dari ruang kerjanya. Lantai tersebut tampak mulai sepi, hanya ada beberapa orang yang tersisa sedangkan yang lainnya sudah keluar untuk makan siang di kantin kantor.
Milan pun mendekat pada Rachel yang masih terlihat duduk di kubikelnya sambil sesekali menghapus air matanya. "Kamu kenapa ga balas pesan dariku Ra?"
"Milan kendalikan dirimu, ini di kantor."
"Kalau begitu cepat ikut aku ke basemen dan kita bicara di mobil. Jika kau tidak mau, akan kubiarkan semua orang tahu hubungan kita yang sebenarnya!" perintah Milan, kemudian dia berjalan ke basemen.
Dengan penuh keraguan, Rachel pun mengikuti langkah Milan menuju basemen dengan sedikit menjaga jarak agar tidak ada seorangpun yang curiga. Setelah sampai di basemen Rachel pun bergegas masuk ke mobil Milan agar tidak ada yang melihatnya.
Milan pun menatap Rachel dengan tajam. "Kamu sebenarnya kenapa Ra?"
"Aku ingin mengakhiri hubungan kita, lebih baik kau kembali saja pada Bella karena kita berbeda Milan, kau lebih baik memiliki istri dari kalangan yang sepadan denganmu!"
"Itu tidaklah penting, karena yang terpenting adalah rasa cintaku padamu."
"Tentu itu penting Milan, kita berbeda dan semua orang pasti akan selalu memandang sebelah mata padaku."
"Aku tidak pernah peduli pandangan orang terhadap kita."
"Itu karena kau pemilik perusahaan ini, sedangkan aku? Aku hanyalah karyawan biasa yang bisa saja mendapatkan cemoohan dari orang-orang yang bekerja di kantor ini!"
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu Ra? Kenapa kau tiba-tiba berubah sejak kedatangan Bella?"
"Ya, itu karena aku sudah memikirkan kembali hubungan kita, ternyata kau memang lebih pantas dengan Bella."
Di saat itu pula Milan mendekatkan wajahnya kemudian langsung mencium bibir Rachel. Rachel pun hanya bisa terdiam karena Milan menciumnya dengan begitu bergairah, hingga akhirnya dia mendorong tubuh Milan.
"Cukup Milan, bukankah kau juga tadi juga sudah melakukan ini dengan Bella?" sahut Rachel diiringi air mata yang mulai menetes.
"Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun dengannya."
"Jangan bohong, aku melihat sendiri bagaimana penampilan Bella saat keluar dari ruanganmu."
"Sungguh aku tak mengerti Rachel."
"Waktu istirahat sudah habis, sekarang aku harus masuk ke kantor!"balas Rachel kemudian keluar dari mobil Milan dan berjalan menaiki lift menuju ke lantai ruang kerjanya.
Sementara Milan masih termenung di dalam mobil sambil memikirkan kata-kata Rachel. "Memangnya apa yang terjadi saat Bella keluar dari ruanganku?" kata Milan sambil mengerutkan keningnya.
Dia lalu keluar dari mobilnya kemudian menghampiri salah satu karyawan wanita yang baru saja selesai makan siang.
"Hei kau bekerja di lantai berapa?"
"Lantai 8 Pak Milan."
"Jadi kau bekerja di lantai yang sama denganku?"
"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Iya, apakah kau melihat seorang wanita yang tadi masuk ke ruangan saya menjelang makan siang?"
"Maksud bapak, Ibu Bella? Bukankah dia kekasih bapak?"
"Kekasih? Oh tidak! Saya sudah tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Hei kau belum menjawab pertanyaanku, sebenarnya apa yang terjadi dengan Bella saat dia keluar dari ruanganku?"
Karyawan wanita itu pun tampak tersenyum dengan begitu canggung.
"Kenapa kau diam saja?" tanya Milan.
"Maaf Pak, saya sedikit sungkan mengatakannya pada Bapak."
"Memangnya kenapa? Sudah katakan saja!"
"Emmhhh itu Pak Bu Bella tadi keluar dari ruangan Pak Milan dengan pakaian yang sedikit berantakan dan beberapa kancing baju yang terbuka."
"Oh ****! Tidak!" Milan mengusap kasar wajahnya.
'Pantas saja Rachel begitu marah padaku,' gumam Milan dalam hati.
"Ya sudah, terimakasih banyak. Kau boleh pergi."
"Iya Pak."
"Eh tunggu, siapa namamu?"
"Nadia."
"Iya terimaksih banyak, Nadia."
"Sama-sama Pak." jawab Nadia kemudian berjalan masuk ke dalam lift. Begitu sampai di lantai tempatnya bekerja, Nadia langsung berlari kemudian memeluk Rachel.
"Rachel!" teriak Nadia.
"Ada apa Nad, kok bahagia banget."
"Rachellllll tadi aku habis ngobrol sama Pak Milan."
"Ngobrol? Ngobrol apa?" tanya Rachel sedikit terheran-heran.
"Ga banyak sih, dia cuma tanya apa yang terjadi saat Bella keluar dari ruangannya."
"Terus?"
"Ya gue jawab aja, Bella keluar dengan pakaian berantakan dan kancing yang terbuka."
"Lalu?"
"Pak Milan terkejut, bahkan berkata kasar. Tapi ada yang lebih mengejutkan lagi Ra."
"Apa?"
"Pak Milan ternyata sudah putus dengan Bella, hahahhahaha. Jadi kita semua disini punya kesempatan deketin Pak Milan," kekeh Nadia.
'Itu sih gue udah tau Ra,' kata Rachel dalam hati.
"Apaan sih kamu Nad, heboh banget."
"Itu Din, Pak Milan ternyata udah putus sama Bu Bella. Kita semua jadi punya kesempatan dong deketin Pak Milan."
"Ga usah ngarep Nad, Pak Milan udah punya pacar lagi. Lagipula mereka putus juga gara-gara pelakor!" kata Dinda sambil melirik Rachel yang kini berpura-pura sibuk mengerjakan pekerjaannya."
"Ih kok kamu tahu sih Din."
"Ya tau lah, gue kan emang lebih pinter daripada elo." cibir Dinda.
"Uuuh dasar sombong," bisik Nadia pada Rachel.
"Lagian orang kaya Dinda pake kamu tanggepin." jawab Rachel sambil terkekeh.
***
Rachel tampak berjalan keluar dari gedung yang kini mulai sepi bersama dengan Nadia.
"Kamu sih Nad, dari tadi ngajak ngobrol terus jadinya kita pulang telat deh."
"Ya maaf," jawab Nadia sambil menggoda Rachel yang kini tampak murung.
Perasaan Rachel terasa begitu kalut, saat ini dia sedang tidak ingin bertemu dengan Milan, tapi Rachel pun bingung harus pergi kemana, karena dia masih takut untuk pulang ke rumah. Saat sedang berjalan di halaman kantor, tiba-tiba sebuah mobil mendekat pada mereka. Nadia yang melihat sosok yang keluar dari mobil berjalan menghampiri mereka pun begitu terkejut sekaligus bahagia.
"Pak Milan," cicit Nadia sambil menelan ludah kasar.
'Apa dia mau deketin gue,' kata Nadia dalam hati, namun Milan hanya melewatinya dan mendekat pada Rachel kemudian mencekal tangannya.
"Lepaskan aku, Milan. Tolong kendalikan dirimu, ini masih di kantor."
"Ayo kita pulang!" kata Milan kemudian menarik tangan Rachel dan memaksanya masuk ke dalam mobilnya."
Nadia yang melihatnya pun hanya terdiam sambil menutup mulutnya. "Jadi kekasih Rachel adalah Pak Milan?"
eh Gibran cuma dimanfaatin sm bininya, krn bininya cintanya sm Arvin.
Milan lama² jatuh cinta beneran sm Rachel, untung Rachel jg cinta & nerima² aja gmn kampretnya Milan..
Smoga akhirnya kecurangan Bela & Gibran ketahuan sm Milan sih..
Milan sm Bela yg asal celap celup siih.. iiiyuuuh..
cm penisirin aja..si evan tanggung jwb k sinta gk stlh keluar dr penjara?
ap ttp gk ya...po akoh yg gk mudeng...
lawong evan gk cinta sinta y gk mw.
cinta celine tp dy yg dh gk mw...
ya..akoh berharap aj mbok si evan mo tanggung jwb
tp kok kyk sih sinta deh...
tp iyo po ora embuh...
otak ke rodo kurang pinter sitik...😄😄
biarknlah para readersss yg gk mudeng...
kl akoh sih mudeng2 wae kok...😄😄😄
hahahaha ....musuh bebuyutan jd ipar ran....
hayoloh...milih sapak....
bpke kandung ank ke apa kekasih baru yg dh inuk2...😉
soalna d judul bab pr1 ni dh ad tulisan 4thn
trs lnjt bawahnya 4 thn lg
jd ngiranya 8 thn.
ngungkapin pndpt.
hrse tulisane d atas judul aj yg 4 thn nya.
jd ben gk galfok....
mangap y thor...✌✌✌
tp tiap bab ttp ksh jempol kok....
rebes pokok ke...👍👍👍
akhirnya ktemu lg ma karya author ku ini....😊
ku sllu menanti karya2 mu thor...
sukses sllu...👍💪👄