NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:155k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4🩷 Memantik api (prolog)

Dea melihat sesosok siswa dengan celana abu dan jaket jeansnya tengah menunggu di sebrang sekolah, dengan masih mengenakan helm tinta hitam ia seperti tengah mencari-cari sosoknya.

"Udah ada De?" tanya Inggrid, hari itu...Dea sengaja seperti Inggrid, membekali diri dengan liptin dan bedak. Jadi sebelum benar-benar pulang, ia touch up.

"Di depan."

Namun dengan sengaja, Dea meminta Jovanka masuk ke dalam sekolahnya, tentu saja agar semua teman-teman melihatnya.

"Di depan ada Jovanka dari SMA Angkasa. Mau ngapain?" beberapa teman di circle anak-anak famous rupanya memang notice kedatangan Jovanka, sudah jelas .....mereka yang biasa-biasa saja hanya akan menjadi penonton saja, dengan pernyataan---wew, Jovanka...

Dan gerakan pamungkas Dea selanjutnya adalah, "Jovanka!"

Membuat pemuda yang tengah disapa oleh beberapa anak basket, dan OSIS turut menoleh, "oh jemput Deanada."

Bahkan Inggrid ikut gemas dan in frame, "Jovanka! Hay! Mau jalan bareng ya?!"

Pemuda ganteng itu mengangguk, "loh motor kamu diparkir dimana?" tanya Dea lantas Jovan menunjuk ke arah samping, "warung samping, tadi liat ada siapa yang ikut main basket kemaren, Ramadhan?"

Dea cukup terkejut saat Jovanka menitipkan motornya disana, malas sekali.

"Oh, ya udah jalan sekarang nanti telat." Terpaksa Dea mengangguk sementara Inggrid, ia bersama Gibran dan Willy yang baru keluar dari kelas sebab tertinggal.

"Bye Ing!"

Dan grep, Dea mendaratkan tangannya di tangan Jovan. Ia tersenyum-senyum sendiri setelah itu, tak akan peduli jika nanti akan bertemu dengan Rama cs.

"Van, jemput...oh pantes." Rasa penasaran Gilang langsung terjawab saat melihat Dea.

Benar, Dea sebal sekali melihat mereka, saat Jovan mengambil motornya disana apalagi saat Gilang menyapa Jovan. Sementara, di gawang pintu antara warung dan rumah, seseorang tengah berdiri sambil bersidekap tangan menatapnya malas seakan tak peduli, "ian, buru lah...gue kasih ceban."

"Apaan, pulsa?" tanya Vian memastikan.

"Kon dom an jing." jawabnya santai sekali sembari melempar tatapan pada Dea.

"Ihhh, om Falll!" kini ada Tasya yang menyeru heboh bersama beberapa teman perempuan sekelasnya, Rama tertawa begitupun yang lain ikut riuh.

Dea, ia langsung membuang wajahnya ke lain arah, merasa jika saat ini Rifal justru tengah mencemoohnya. Bahkan Dea refleks merapatkan kaki-kaki diantara rok di atas lututnya dan kaos kaki sebatas bawah lutut, tangannya bersidekap tak nyaman. Segila itu aura pemuda ini, tak bisa dibayangkan bagaimana jika Dea satu kelas dengannya.

"Enak kayanya nyemil cewek girl band." Tambahnya lagi semakin membuat Dea tak nyaman, bisanya main keroyokan, nyatanya ia bukan apa-apa saat Inggrid, Willy dan Gibran tak ada, untung saja Jovanka segera menariknya, "yuk, De."

"Iya." Ia tersenyum naik ke atas boncengan Jovanka, tak mau lagi sekedar memandang.

Vian menggeplak perut Rifal, "wayauuuu! Dipandangi terus, Lo bukan pemuda idaman, mas...buru mana duitnya?!"

Rifal merogoh sakunya dan menemukan selembar uang biru dari dalamnya, "yang sekali pake, 25 giga."

"Anjirr, horang kaya beli kartu sekali pake." cibir Rio.

Lantas Tian bersuara, "ehhh, lumayan buat mabar."

"Kartu kriminal yang kaya begitu teh..." tawa Ridwan.

*Rifal*

Sebenarnya malas sekali ia pulang, namun mau bagaimana lagi....

Rumah, seharusnya menjadi tempatnya untuk pulang sebab kehangatan yang akan ia dapatkan. Pengobat rasa lelah dan tempatnya mendapatkan pelukan serta rasa nyaman.

Rifal menghentikan laju motornya, ketika menunggu jeda waktu security membuka pagar, "a.." sapanya.

Rifal hanya mengangguk sekali, pernah ia menjadi sosok paling ramah di dunia, namun dunia terlalu kejam sampai membuatnya menjadi sosok yang paling berpaling.

Baginya suram, secerah apapun penerangan bangunan ini....jika di dalamnya hanya ada----

Tanpa sambutan, perempuan itu hanya bertelfon ria dengan teman-temannya membicarakan keluaran terbaru tas dan baju. Atau sekedar tempat hangout seru lalu ia akan pergi seharian. Namun jelas itu lebih baik dibanding saat papanya sudah ada di rumah.

Hal menjijikan sering ia temui, bahkan keadaan kekerasan yang dilakukan papanya terhadap ibu tirinya itu. Bukan, Rifal tak mau menyebut wanita itu seorang ibu, baginya wanita jahat itu adalah pembu nuh.

Pembu nuh semua impian indahnya. Rifal langsung menyerbu kamar, setelah sempat mengambil sebotol air mineral dingin dari kulkas, tanpa mau melirik apalagi melihat apa yang dilakukan wanita itu, padahal sejak tadi wanita si alan itu sudah menegurnya, "tumben pulangnya siangan."

Ia lurus saja, masuk dan *bamm*! Menutup pintu. Langsung menjatuhkan badannya di kasur setelah sempat membuka sepatu dan sweater. Ia mengantuk, karena baginya yang telah kehilangan cahaya, siang jadi malam, dan malam jadi siang.

Dua buah foto berframe kecil berdiri di atas meja samping kasur.

Lantas, lembaran foto tanpa terpasang frame, namun setiap ia sandarkan di depan buku-buku yang berantakan di meja belajar adalah foto kelas MIPA 3.

Dari sekian banyaknya manusia di bumi, hanya almarhumah mama, almarhumah Hana, Thunderbolt, MIPA 3 dan Bu Wilda saja yang menganggapnya manusia. Sisanya melihat ia sebagai sampah, sesuatu yang harus dibuang, dijauhkan dan menakutkan serta menjijikan.

Getaran ponsel teredam bedcover dan jaketnya, dimana getaran menggelepar dan menyala-nyala adalah notifikasi di grup MIPA 3. Namun si empunya justru sudah masuk ke dunia mimpi.

Dea

Lagi-lagi, sekolahnya kedatangan murid baru, seorang murid lelaki bernama Kenzie, cukup ganteng sekaligus anak seorang pejabat. Tentu saja ia langsung ternotice satu sekolah terutama para gadis, tidak terkecuali Inggrid yang acap kali meminta Dea untuk mengantarnya ke kelas Kenzie.

Sekedar memberinya minuman atau makanan saat istirahat. Seperti sekarang, Inggrid sudah melakukan usaha pendekatannya pada Kenzie, ia sebenarnya cukup lelah mengikuti mau Inggrid namun.

"Ayo dong De, Kenzie tuh suka pentol level 2. Beli yuk, sekalian jajan..." ajaknya.

Dea berdecak sekilas, "suruh Naila atau Samanta aja gimana? Kok gue males ya Ing...ntar kalo gue yang beli, Kenzie malah suka gue, gimana?"

Inggrid cemberut dan sewot, "lah, kan udah ada Jovanka. Kalaupun Lo mau, kita bersaing secara sehat."

"Jovanka kelamaan nembak. Kayanya gue kejebak friendzone deh. Deal deh buat dapetin Kenzie..." jawab Dea membuat tawa Inggrid tergelak, "ya udah ayok." ajaknya.

Berjalan sambil bercanda, Inggrid sempat bertubrukan dengan Mita, gadis kelas MIPA 3 yang cukup pendiam.

Dughh!

"Ish!" Inggrid langsung bereaksi menyengit sementara Mita pun tak kalah sewot melihat keduanya.

Entahlah, Dea tak ingin berurusan sebenarnya namun saat melihatnya ia seolah melihat wajah6 mencemooh anak MIPA 3 padanya dan teman-temannya.

Bukan dirinya melainkan Inggrid yang bereaksi, "ngga punya mata ya? Pantes..." Inggrid bahkan mendorong bahu Mita yang turut bereaksi.

"Eh biasa aja dong. Gue dorong Lo ngga?" tanya Mita terlihat berusaha memberanikan diri melawan.

Inggrid dan Dea cukup dibuat melongo saat ia melawan.

"Weheyyy....nyolot." Merasa tertantang, Inggrid menyambar minuman seorang siswa yang ada disana dan menyiramkannya ke seragam, Dea hanya terdiam melihatnya namun segera menyadarkan dirinya, "Ing...Ing udah, kalo dia lapor MIPA 3 yang lainnya, repot juga."

Namun seolah tak menggubris peringatannya, Inggrid justru tersenyum menyungging dan bersidekap dada, "Lo mau lapor Rama? Rifal? Lapor sana..." Inggrid mencondongkan wajahnya, "kalo masih mikir-mikir harusnya dari tadi sebelum nyolot. Think smart." sengaknya menekan-nekan pelipis Mita yang langsung ditepis Mita.

Wajah Mita saat ini, membuat Dea mengingat kejadian lalu...bahkan saat Inggrid mencoba menyentuh dan menunjuk-nunjuk kepalanya lalu Mita melawan yang semakin membuat Inggrid gencar menekannya, dan kejadian itu disaksikan oleh banyak siswa juga...tak sekalipun Dea bereaksi...

Hatinya ribut, begitu yang terjadi....saat Inggrid sedang merundung teman-temannya, ia memilih diam menyaksikan namun turut mengeksekusi saat si korban ingin berlari kabur, seperti pada Naila.

Saat Inggrid gencar memojokannya dan mengacak-acak isian tasnya, Dea hanya diam menyaksikan sambil tersenyum kecil seperti ada kepuasan saat melihatnya. Tanpa ingin ikut-ikutan, namun saat Naila berusaha kabur dan pergi, maka yang Dea lakukan adalah menahannya untuk tetap jadi bahan bullyan Inggrid. Maka seringnya Inggrid berkata.

"Tahan De, jangan sampe dia kabur."

Apakah itu sebuah penyakit psikis? Dea menggeleng mengenyahkannya. Mencoba menarik nafas dan membuangnya.

/

Mita kembali ke kelas dengan kondisi baju seragam yang basah dan wajah memerah, praktis satu kelas MIPA 3 yang awalnya tengah bersantai ria sambil ribut tak karuan mendadak senyap.

"Mita, kenapa?"

Merry berlari bersama Dian, "Mita kenapa Lo ngga teriak atau minta tolong sih, waktu Inggrid sama Dea bully Lo?" wajah Dian bahkan sudah memerah.

"Hah? Dibully, seriusan?" tanya Bayu, memancing yang lain ikut bereaksi.

"Inggrid, Dea?" tanya Nara memastikan.

"Gue ngga apa-apa, asli deh." jawab Mita tersenyum.

"Ngga nyerang fisik?" tanya Rama digelengi Mita.

"Engga gimana, basah begini aja berarti udah ke fisik papa." Dengus Tasya yang kemudian dicibir Tian, "berisik Lo bongsor!"

"Wah anjirrr udah berani main-main sama MIPA 3 ini mah, Ram....mau digimanain?" tanya Andy serius ikut khawatir.

"Cewek euyyy masalahnya, ngga gentle atuh ngadepin cewek." keluh Rio.

"Ya udah gue aja," jawab Vina memang seberani itu.

"Gue juga," angguk Rika disetujui yang lain, "iyalah, enak aja. Ngga bisa jadi!" sewot Tasya dan Muti, "dipikir paling cantik, paling hebat gitu. Cuma karena mereka anak pemandu sorak, deket sama anak-anak OSIS, basket, ekskul, emaknya komite, Abah juga juragan daging! Bakal tau rasa kalo pas munggah atau mau lebaran daging sepasar sengaja diumpetin jadi ngga bisa ngerendang." Kelakar Muti memancing tawa yang lain.

Namun bel masuk menyelamatkan pertikaian yang akan terjadi antara mereka. Rifal menggeliat lalu merebut sisa roti dari tangan Vian, "istirahat udahan?" tanya nya dengan polosnya.

Dan keriuhan itu tak bisa lebih berisik lagi menyoraki Rifal, "telat mas!"

"Eh, kenapa ngga ada yang bangunin gue?" sementara mulutnya masih mengunyah roti milik Vian yang hanya bisa kecut, "mas...mas itu roti gue Lo sikat ampe abis."

"Telat. Roti udah jadi ta i, mas..." jawab Rifal.

.

.

.

.

1
Daisy❤️HilVi
kok gitu caranya fal, yg ada dea mlh illfeel
my
kalo kata dedy Rama "𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘢𝘶, 𝘬𝘢𝘭𝘰 𝘯𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘱𝘢𝘴𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘮𝘰 𝘬𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩𝘮𝘶🤭😄
Daisy❤️HilVi
mulut inggrid, ya emg sih bpk dea lg bangkrut🤣
Poet_Rie
to the point

saya suka 😍😍😍
Trie Heartie
ihh kak kenapa yg sama namaku jd cewek judes bin galak sih🤭🤭
Adeeva Haboo
yaelah om fal gitu amat
Vike Kusumaningrum 💜
hahhahaha Gilaaa, double kill. nembaknya ajaib, mana bisa nolak kalau gini mah, bukan bertanya tapi memberikan kepastian. hadeeeh om Fal , gasss pooolll. terima aja Dee, om Fal baik kok, walau bentar lg LDR.
Trituwani
duh senengnya klo dah kumpul begini berasa liat sirkus di pasar malem /Smirk/ nah gitulah temen yak saling canda canda manja gitu saling dukung saling menguatkan palagi klo si ing gibran ma willy balek cs an ma si papa n the gengs bakalan tambah yahudddd/Kiss/
Zayyin Arini Riza
Cerita nya nembak Dea nih Fal?
🌸🌸mommy anak2..😉😉
kerenlah bang val gentle bgt sih lo..w suka gaya lo..to the point..😍😍
berasa dipanah ga tu neng dea..syok dan ada sensasi geli2nya gt ga sih.berbunga mksdny..😄😄
YL89
Sampe sini udh ad dksh spill dikit2 SM Author,,,yg Slnjutnya gimana hubungan ABG Rifal msh penasaran
tenny hikmawati
sabar...
sabar yak om fal... jawabannya masih nunggu acc teh sin🤭
Daisy❤️HilVi
wkwk
rheisha
langsung gak pake basa basi nembak nya om fal mah....😁
Dina Okta eryanti
baru aja aku berdoa supaya teh sin up lagii,,eh beneran dong teteh udah up aja tiba-tiba... makasih banyakkk tehh❤️🥹🫶🙏
Azka M90
pertma bukan sih aku🤭🤭🤭😍😍

si pemaksa,, ini kaya bang maru cumn persi muda nya🤣🤣
Ernaaaaa
bengek beneran aku Thor ah emak2 JD mengingatkan jaman dulu xixixxii
Daisy❤️HilVi
om om labil wkwk
bunga citra
cinta abg, ganas
Shee_👚
udah g bakalan apa-apa aman pokoknya, orang yang begal pelindung dea.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!