Lin Fan merupakan seorang dewa yang hendak menerobos alam dunia keabadian berada. Namun dia tidak menyadari akan terjadi kecelakaan di lorong dimensi yang membuat tubuhnya terdampar di sebuah dunia yang asing.
Bagaimana Lin Fan menghadapi cobaan tersebut, dapatkah dirinya mengungkap misteri dari dunia asing tersebut?
Staytoon yah!!
Note : Ini adalah novel pertamaku yang kubuat sesuai imajinasiku sendiri, jika ada kesalahan kata, atau hal sebagainya mohon dimaafkan
Jangan lupa follow
ig : @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lin Zhao
Kini Lin Fan sekarang beranjak beranjak pergi dari kamarnya, tetapi saat Lin Fan sudah sampai ke pintu, tiba tiba pintu itu terbuka dan muncul sosok perempuan yang begitu cantik. Dia adalah Wang Yun yang sangat terkejut melihat penampilan Lin Fan yang saangat jauh berbeda dari sebelumnya.
Dug.... Suara jantung Wang Yun
"Ini...." ucap Wang Yun dengan wajah yang sangat memerah dan tersipu malu karena ketampanan Lin Fan yang begitu mempesona yang membuat jantung Wang Yun begetar kencang.
"Ahh Yun'er dari mana saja kamu?, aku berencana mau memanggilmu untuk mengajakmu keliling kota bersama" ucap Lin Fan yang tersenyum kepada Wang Yun. Lin Fan yakin dengan ketampanannya membuat istrinya tersebut sedikit lembut kepadanya.
"Ta..tapi aku belum bersiap siap" ucap Wang Yun yang tidak bisa berkata kata dan berkedip melihat ketampanan Lin Fan yang begitu mempesona, dan ditambah lagi Lin Fan memanggilnya dengan lembut dan memanggilnya dengan sebutan Yun'er, siapa yang tidak luluh kalau seperti itu?.
"Kalau begitu bersiaplah aku akan menunggumu, ini aku punya pakaian untukmu, kurasa kamu cocok menggunakannya" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya, tentu saja walaupun Lin Fan belum bisa menerima kenyataan dirinya bereinkarnasi dan sudah punya istri, tetapi Lin Fan berusaha beradaptasi di lingkungan tersebut.
"Ba..baiklah kamu keluar dulu, aku mau mengganti baju" ucap Wang Yun yang masih malu dan wajahnya memerah menyuruh Lin Fan keluar, siapa yang tidak tahan dengan pemandangan yang begitu tampan?, bahkan sedingin apapun seseorang akan luluh melihat Lin Fan.
"Oke aku tunggu dulu, tidak perlu terlalu terburu, aku hanya mau bersantai berjalan sama istriku" ucap Lin Fan menggoda Wang Yun. "Berisik.. cepat keluar" ucap Wang Yun yang tersipu malu dengan ucapan Lin Fan.
bukk... Pintu pun tertutup..
Kini di dalam kamar terdapat Wang Yub yang sedang memakai gaun pemberian Lin Fan, warnanya putih serasi dengan pakaian Lin Fan.
Dug... detak jantung Wang Yun..
"Kenapaa.. kenapa dia sangat begitu tampan dari sebelumnya?, apakah dia merahasiakan sesuatu padaku?, kenapa.. kenapa aku malah semakin nyaman jika dia berada di dekatku?, apa yang terjadi pada diriku ini?" bathin Wang Yun yang tersenyum senyum memegang dadanya yang berdetak sangat kencang.
Tidak lama kemudian Wang Yun telah selesai memakai gaun tersebut, kini Wang Yun terlihat sangat cantik, kulitnya putih diiringi dengan gaun berwarna putih menambah kecantikannya.
"Wahh kamu terlihat cantik, gaun itu terlihat pas untuk kamu" ucap Lin Fan menggoda Wang Yun sambil mengelus lembut wajahnya. Wang Yun pun tidak bisa bergerak karena begitu gugup di belai oleh Lin Fan.
Glupp..
"Ah sudah!, pakai topeng!" ucap Wang Yun tiba tiba melepas tangan Lin Fan dari wajahnya dan membuat Lin Fan kebingungan. "Apa maksudmu topeng?" tanya Lin Fan. "Kamu pakai topeng ya pakai, ikuti kata istimu!" ucap Wang Yun yang menyuruh Lin Fan memakai topeng.
"Kenapa aku harus memakai topeng?, jangan jangan kamu cemburu kalau aku dilihat oleh gadis lain?" ucap Lin Fan menggoda Wang Yun. "Jangan banyak bicara!, pakai topeng, kalau tidak aku tidak akan pergi bersamamu, humpt" ucap Wang Yun yang membalikkan wajahnya dari pandangan Lin Fan. Lin Fan tau kalau Wang Yun cemburu tapi Lin Fan tidak mau menambah banyak masalah dan menuruti keinginan istrinya tersebut.
"Baiklah Yun'er aku akan memakai topeng" ucap Lin Fan yang langsung memakai topeng gioknya. "Bagimana apakah topeng ini cocok denganku?.
"Itu..." ucap Wang Yun, "Astaga walaupun dia memakai topeng, tetapi aura ketampanannya masih terpancar, apa yang harus aku lakukan?, hmm awas saja kalau berani berani melirik gadis lain" bathin Wang Yun yang tidak rela ketampanan suaminya ditatap oleh gadis lain.
"Hei kenapa kamu melamun?, apakah kita jadi jalan atau tidak?" ucap Lin Fan yang sudah bisa menebak isi hati Wang Yun yang cemburu. "Ah baiklah silahkan duluan" ucap Wang Yun yang tersadar dari lamunannya.
Kini Lin Fan berjalan ke tempat ayah dan ibunya berada untuk menyampaikan bahwa mereka berdua akan berjalan jalan.
"Ayah ibu, aku dan Yun'er akan pergi berjalan jalan di kota" ucap Lin Fan yang membuat ibunya khawatir. "Tapi nak, aku takut kalau kamu keluar nanti banyak yang ingin menyakitimu" ucap Lin Meng yang khawatir anaknya di tindas oleh orang lain.
"Ibu Ayah aku akan menjaga suamiku dari orang orang yang mengganggu waktu kebersamaan kami, tenang saja ibu ayah kan ada Yun'er disini" ucap Yun'er berakting di depan orang tua Lin Fan sambil memeluk tangan Lin Fan, tetapi sebenarnya isi hatinya memang sangat ingin memeluknya, jadi ada kesempatan berpura pura seakan akan itu adalah akting tetapi memang kenyatan mau memeluknya.
"Huff nak, maafkan kami yang merepotkanmu, tetapi... kenapa aku melihat Fan'er tidak seperti sebelumnya yah?, wajahnya terlihat lebih tampan dari sebelumnya walaupun memakai topeng, Fan'er coba lepaskan topengmu" ucap Lin Hao yang dari tadi memperhatikan anaknya yang berbeda dari sebelumnya.
Lin Fan pun membuka topengnya, dan membuat orang tuanya sangat terkejut melihat ketampanan anaknya yang jauh lebih sempurna dari sebelumnya.
"Fan'er kamu sangat tampan nak, bahkan ibumu ini hampir tergoda karena ketampanmu, cepat pakai topengmu" ucap Lin Meng yang hampir tepikat oleh ketampan anaknya sendiri.
"Fan'er kenapa kamu berbeda dari sebelumnya?, bahkan ibumu hampir tergoda karena ketampananmu ini nak, lebih baik kamu pakai topeng itu terus, akan menjadi masalah jika banyak para gadis yang melihat ketampananmu itu" ucap Lin Hao yang memperingatkan anaknya tentang ketampanannya tersebut.
"Ayah ibu, itulah tadi aku menyuruh suamiku untuk memakai topeng, aku takut matanya jelalatan dan menggoda para gadis lain jika tidak memakai topeng" ucap Wang Yun yang berakting padahal memang kebenaran dari ucapannya dari hatinya yang cemburu jika Lin Fan benar benar menggoda gadis lain.
"Huff nak, katakan sejujurnya kepada ayah, apakah kamu mempunyai rahasia?, kenapa kamu berbeda dari sebelumnya?" ucap Lin Hao yang ingin mengetahui rahasia Lin Fan.
"Rahasia apa yang kamu miliki sebenarnya?" bathin Wang Yun yang masih memeluk Lin Fan. "Ayah ibu aku juga tidak tau, mungkin ada kaitannya dengan kejadian waktu aku tersambar oleh petir?, aku juga bingung karena setelah aku mandi tubuhku tiba tiba panas dan kemudian mengalami perubahan" ucap Lin Fan berbohong karena tidak mau orang tuanya dan istrinya tau kalau Lin Fan sekarang mengalami perubahan karena Lin Fan yang sekarang bukan Lin Fan yang mereka kenal dulu.
"Ahh kamu ada benarnya, mungkin kejadian aneh itu yang membuat tubuhmu seperti ini" ucap Lin Hao kepada Lin Fan yang sudah tidak curiga.
"Hmm aku masih belum percaya, cepat atau lambat aku akan mengetahui rahasiamu" bathin Wang Yun yang masih belum percaya kepada Lin Fan.
"Nak kalau begitu kalian pergilah berjalan jalan dikota, dan kalian harus berhati hati" ucap Lin Meng memperingati Lin Fan dan istrinya.
"Baiklah Ibu ayah, kalau begitu aku dan suamiku akan pergi dulu" ucap Wang Yun dan Lin Fan memberi hormat kepada orang tuanya lalu beranjak pergi.
Lin Fan dan Wang Yun tampak berjalan sambil bergandengan tangan di kediaman Lin. Tiba tiba datang seseorang pria yang terlihat arogan dan sombong mendekati Lin Fan.
"Wah wah wah, ternyata si sampah yang tidak berguna itu sedang keluar bersama istrinya" ucap pria tersebut meledek Lin Fan.
Lin Fan dan Wang Yun seakan akan tidak mendengar dan berjalan santai tanpa mendengar perkataan pria itu.
"Hey kau sampah, kenapa kau tidak mendengar ucapanku?!, apakah kau tuli?!" teriak pria itu kemudian menghentikan langkah kaki Wang Yun dan kemudian diikuti oleh Lin Fan.
"Apa kau bilang?!, berani memanggil suamiku sampah!, hey Lin Zhao apakah kamu buta yah!, kamu itu hanya anak tetua pertama, dan berani berani kau menghina suamiku yang jelas jelas anak patriak klan Lin!" ucap Wang Yun kesal suaminya ditindas oleh Lin Zhao.
"Hahaha sampah tetaplah sampah tidak berguna!, jika bukan karena kau anak patriak klan, mungkin saja aku yang akan menikah dengan istrimu itu!" ucap Lin Zhao yang kini membuat Wang Yun marah tetapi ditenangkan oleh Lin Fan.
"Sudahlah lebih baik kita pergi oke?, biarkan saja dia mengoceh seperti anjing" ucap Ljn Fan yang menatap Lin Zhao dengan tatapan tajam.
Dug..
"Apa ini?, kenapa tatapan si sampah itu begitu menakutkan!" bathin Lin Zhao sambil mengeluarkan keringat dingin.
"Kauu.. cih tunggu saja saat pertandingan antara pemuda berbakat klan Lin, aku akan menghabisimu disana, kuharap kah ikut pertadingan tersebut" ucap Lin Zhao yang kesal dan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
"Yun'er maafkan aku yang tidak berguna ini" ucap Lin Fan yang berpura pura sedih kepada Wang Yun.
"Sudahlah, itu salahmu sendiri yang tidak bisa berkultivasi, lebih baik kita lanjutkan berjalan" ucap Wang Yun yang sebenarnya tidak tega melihat Lin Fan ditindas oleh orang lain.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanannya menuju ke kota untuk berjalan jalan.
apakah setelah ketemu muridnya ling mey... lupa akan harta rampasannnya....?
hadech .
secara di kln besar taya si'yun mask gk tau xixiixixiix