NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: DARAH DI LANTAI MARMER

BAB 13: DARAH DI LANTAI MARMER

Suasana di kamar mewah itu seketika berubah menjadi medan pertempuran yang mencekam. Tara menerjang dengan kecepatan yang hanya bisa dihasilkan oleh kegilaan murni. Belati di tangannya mengayun liar, membelah udara dingin malam itu. Aarohi tetap terpaku di posisinya, berpura-pura lumpuh karena ketakutan, namun otaknya menghitung setiap inci pergerakan Tara.

"Mati kau, Aarohi! Kembali ke neraka tempat asalmu!" teriak Tara histeris.

Deep, yang didorong oleh insting pelindung yang buta, tidak membiarkan belati itu menyentuh "Anjali". Ia melompat ke depan, mencoba menangkap pergelangan tangan Tara. Namun, Tara yang sudah kehilangan kendali jauh lebih lincah. Ia memutar tubuhnya dan menyayatkan belati itu ke arah lengan Deep yang mencoba menghalanginya.

Srettt!

Darah segar menyembur, membasahi lantai marmer putih yang dingin. Deep mengerang kesakitan, memegangi lengannya yang kini robek cukup dalam. Melihat darah suaminya sendiri, Tara justru tertawa terbahak-bahak, tawanya menggema di seluruh lorong mansion yang sunyi.

"Lihat, Deep! Darahmu! Ini adalah darah yang kau tumpahkan demi wanita palsu ini!" Tara bersiap untuk serangan kedua, mengincar leher Deep yang kini sedang lengah.

Inilah saatnya. Aarohi tidak bisa diam saja jika ingin rencananya berlanjut. Ia tidak ingin Deep mati sekarang—setidaknya tidak sebelum Deep merasakan kehancuran total. Dengan gerakan yang sangat cepat namun terlihat seperti "kecelakaan karena panik", Aarohi menyambar vas bunga porselen berat dari meja rias dan menghantamkannya ke punggung Tara.

PRANG!

Vas itu hancur berkeping-keping. Tara jatuh tersungkur di kaki Deep, kepalanya membentur pinggiran ranjang. Ia tampak pening, namun masih mencoba merangkak menuju belatinya.

"Deep! Kau terluka! Tolong... seseorang tolong!" teriak Aarohi dengan nada histeris yang sangat meyakinkan. Ia segera berlutut di samping Deep, merobek bagian bawah jubah sutranya untuk membebat luka di lengan pria itu. "Tahan, Deep. Jangan tinggalkan aku!"

Deep menatap Aarohi dengan mata yang mulai kabur karena nyeri, namun rasa cintanya—atau lebih tepatnya obsesinya—pada Anjali semakin menguat melihat wanita itu "menyelamatkannya". Ia melihat Tara yang masih mencoba bangkit dengan wajah yang dipenuhi kebencian.

"Keamanan! Masuk!" suara Deep menggelegar, meskipun terdengar parau.

Dalam sekejap, pintu kamar dipenuhi oleh pengawal bersenjata lengkap. Mereka segera menindih tubuh Tara ke lantai. Tara memberontak seperti binatang buas, meludahi wajah salah satu pengawal.

"Lepaskan aku! Deep, lihat dia! Lihat matanya! Dia sedang menertawakanmu!" teriak Tara, suaranya pecah menjadi tangisan yang menyayat hati. "Dia bukan Anjali! Dia Aarohi, Deep! Dia datang untuk mengambil segalanya!"

Deep berdiri perlahan, dibantu oleh Aarohi. Ia menatap istrinya yang kini terlihat menyedihkan di lantai. Tidak ada lagi sisa cinta di mata Deep. Yang ada hanyalah rasa muak dan ketakutan akan kegilaan wanita itu yang hampir merenggut nyawanya.

"Bawa dia pergi," ucap Deep dingin. Suaranya tidak lagi bergetar. "Tapi jangan bawa dia kembali ke rumah sakit jiwa."

Aarohi menajamkan pendengarannya. Inilah momen krusial itu.

"Maksud Anda, Tuan?" tanya kepala keamanan dengan ragu.

Deep menoleh ke arah Aarohi, melihat wajah "Anjali" yang tampak ketakutan dan terluka. Ia mengepalkan tangannya yang tidak terluka. "Dia adalah ancaman bagi nyawa Anjali. Dia adalah monster yang tidak bisa disembuhkan. Bawa dia ke tebing belakang mansion... dan pastikan dia tidak pernah bisa kembali lagi untuk menyakiti siapa pun."

Aarohi merasakan kejutan listrik di sekujur tubuhnya. Deep baru saja memberikan perintah pembunuhan secara langsung. Inilah bukti terakhir yang ia butuhkan. Sambil tetap berpura-pura menangis di bahu Deep, Aarohi diam-diam menekan tombol "Stop Record" pada alat perekam kecil yang disembunyikan di balik kalung gaunnya.

"Tidak! Deep! Jangan lakukan ini! Aku istrimu!" Tara berteriak saat ia diseret keluar dari kamar. Suara teriakannya semakin menjauh, lalu menghilang saat pintu mansion ditutup rapat.

Malam itu, di bawah kegelapan malam Shimla di awal tahun 2026, Tara dibawa menuju tebing curam di belakang properti Raisinghania. Di dalam kamar, Deep jatuh terduduk di kursi, napasnya memburu. Aarohi duduk di sampingnya, mengusap punggungnya dengan lembut.

"Kau melakukan hal yang benar, Deep. Dia akan terus mencoba membunuh kita jika kau membiarkannya hidup," bisik Aarohi, memberikan racun terakhir dalam kata-katanya.

"Aku melakukannya demi kita, Anjali. Demi masa depan kita," jawab Deep, suaranya terdengar seperti pria yang sudah kehilangan jiwanya.

Aarohi menatap ke arah jendela. Ia tahu, di luar sana, Tara mungkin sedang menghadapi ajalnya. Ia tidak merasa sedih. Tara telah membunuh Aarohi yang lama, dan sekarang Deep telah membunuh Tara. Iblis sedang menghancurkan iblis lainnya.

"Tidurlah, Deep. Besok adalah hari baru," ucap Aarohi sambil membantu Deep berbaring.

Begitu Deep tertidur karena kelelahan dan efek obat pereda nyeri, Aarohi berdiri di balkon. Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Abhimanyu.

"Abhimanyu, instruksi terakhir dilakukan. Deep memberikan perintah untuk melenyapkan Tara. Aku punya rekamannya. Kirimkan timmu ke tebing sekarang. Jangan biarkan pengawal Deep benar-benar membunuhnya. Aku ingin Tara tetap hidup, tapi biarkan Deep mengira dia sudah mati. Tara harus tetap hidup untuk menjadi saksi kunci di pengadilan nanti."

Aarohi menutup teleponnya. Ia menatap bulan sabit yang menggantung di langit. Permainan ini hampir selesai. Deep mengira ia telah menyelamatkan "Anjali" dengan membunuh masa lalunya, padahal ia baru saja menyerahkan lehernya ke tiang gantungan yang disiapkan oleh wanita yang paling ia percayai.

"Selamat tidur, Deep Raj Singh," desis Aarohi. "Nikmati mimpi indahmu malam ini, karena besok, dunia yang kau bangun di atas darah akan mulai runtuh di bawah kakimu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!