Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Azwar Anugerah
🍃🍃
"Ya, Ibu?" sahut Azwa, memicingkan mata tengah menahan sengatan mentari yang menyorot ke arahnya
"Cari ibu pemilik rumah ini yaa?" tanyanya
"Eh, i-iya, bu"
"Orangnya gak tinggal disini lagi"
"Hah?? terus tinggal dimana sekarang bu?" tanya Keysha
"Dimana ya? saya lupa. maklum penyakit suka kumat dek" gerutunya
"Waduh, jadi ibu gak tau mereka tinggal dimana?" gerutu Azwa
"Saya lupa heee.."
"Ih kayakmana ini! pake lupa segala pula" bisik Azwa pada sahabatnya
"Coba ingat lagi deh bu?"
"Komplek sih, tapi lupa namanya"
"Komplek?" ucap Azwa dan Keysha serempak saling menatap
"Ho,oh. udah ya, saya permisi dulu" Ibu itu pun menyelonong pergi meninggalkan kedua gadis yang terbengong itu. memiliki penyakit alzheimer membuat wanita tua tersebut tidak mengingat apapun dengan jelas, sebab kemampuan berpikirnya telah menurun hingga tidak mengingat apapun bahkan mungkin hanya setitik memori yang terlintas.
"Gimana nih? pulang aja yuk, panas"
"Hhh .. yuklah"
Dan kedua gadis itu pun bergegas pergi meninggalkan kediaman yang tak berpenghuni tersebut. hanya membawa kebingungan yang entah bagaimana untuk menemui pria tersebut
**
"Assalamualaikum, Bu"
"Waalaikumsalam! udah pulang?"
"Udah, Bu. hhh .. capek kali Azwar, Bu. kerjaan banyak harus ngejar deadline" keluh pria itu
"Istirahatlah, tiap menuju akhir bulan memang slalu begitu, bukan? mandilah dulu dan setelah itu sholat"
"Ya, Bu"
Azwar, pria tampan yang bekerja di salah satu PT terbesar di Indonesia. PT yang berada dibeberapa titik di tanah air maupun di luar negeri. PT dibidang Industri yang menjadi bahan pokok kehidupan manusia di seluruh dunia. Azwar bekerja di kantor bagian Finance and Accounting Manager. mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan perusahaan dan laporan lainnya sesuai kebutuhan manajemen secara akurat dan tepat waktu.
Azwar Anugerah, berusia 24 tahun. berwajah tampan, berperilaku baik dan lembut. memiliki seorang kekasih bernama Siska sejak masih berada di bangku SMA. banyaknya pekerjaan yang harus dikejar menjelang akhir bulan nanti membuatnya dan staff lain harus bergegas membuat laporan keuangan.
Tubuh berkulit putih dan mulus sekaligus dada bidang hingga perut yang berbentuk, terlihat tetesan air yang masih menempel turut terjatuh dalam sekali tetesan. rambut hitam legam yang basah ia kibaskan berkali-kali hingga tetesan demi tetesan air yang melekat di rambut itu seketika buyar ke udara. tampak segar sekali pria ini, apalagi mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya, oh sungguh mempesona aura kharisma yang terpancar.
Azwar melangkahkan kaki menuju lemari pakaiannya, mengambil baju kaos rumahan dan celana jeans pendek selutut. mengenakannya dengan cepat dalam sekali gerakan.
Kewajiban dalam melaksanakan perintah agama pun tak pernah lepas dari hidup pria itu. setiap waktu masuk sholat ia selalu menjalankannya dengan khusyuk. menjadi imam untuk Ibunya setelah Ayah tiada karena penyakit diabetes yang menggerogoti tubuh hingga membawa sang Ayah harus menghadap Tuhan saat setahun yang lalu. sungguh itu membuat Ibu dan dirinya begitu terluka, ditinggali orang terkasih.
"War, sabtu besok kamu sibuk gak?" tanya Ibu, bernama Ratna. mereka tengah makan malam di meja makan
"Gak, Bu. kan libur" jawab pria itu, mengunyah makanannya dengan begitu lahap
"Iya Ibu tau. siapa tau kamu pergi jalan sama Siska" tukas Bu Ratna
Azwar memutar bola matanya, jengah.
"Capek Bu, jalan mulu" keluhnya
"Ya wajar, kalian kan jarang jumpa disaat hari bekerja. kecuali sabtu minggu"
"Bosan, Bu. enak nongkrong sama teman. sama dia itu ke Mall mulu, shopping. atau ke pantai jalan-jalan" Azwar mencurahkan isi hatinya
"Kamu ini, itu urusan kalian berdua saja deh. yang penting hubungan kalian baik-baik" doa Ibu
"Hm"
"Oya, udah ada rencana mau nikah?" Ibu bertanya.
Sontak mendengar pertanyaan itu hampir membuat Azwar tersedak akan makanan yang ia kunyah. "Uhuk-uhuk!!" sungguh pertanyaan itu mengagetkannya
"Ya Allah, hati hati. minum dulu" Azwar menurut, langsung meneguk air putih yang berada di dekatnya
"Kenapa nanya itu, Bu? Azwar belum kepikiran. lagian masih muda lho" pukasnya
"Tapi kamu sudah cukup matang, hubungan kalian juga sudah lama dan lagi pekerjaan kamu tetap, gajinya juga alhamdulillah. sudah bisa menghidupi keluargamu kelak"
"Iya sih, tapi belum siap aja, hehe"
"Baiklah, Ibu gak bisa maksain juga. semua tergantung kesiapan lahir dan batin"
Azwar mengangguk menyetujui, kembali melanjuti hidangan makan malamnya.
"Sabtu besok kita pulang yaa, Ibu mau bersihin rumah. pasti udah berdebu"
"Iya, Bu. gak di kontrakkin aja?"
"Gak usah. kamu kan tau itu peninggalan Ayahmu. tiap Ibu merindukan Ayah, Ibu pengen mendatangi rumah itu" tutur Bu Ratna, raut wajahnya berubah sedu.
Azwar menghentikan suapannya, mengelus punggung Ibu tercinta untuk menenangkan wanita parubaya tersebut.
"Jangan sedih terus, Bu. Ayah pasti sedih juga disana. sekarang kan ada Azwar" ucap pria itu
Ibu menatap lekat putranya, seolah ada rasa takut yang mendalam bila sang putra turut meninggalkannya suatu hari nanti.
🍃🍃
Like, Koment, poinnya juga ya 😊🙏
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya