Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malah Bertemu
Kiara segera berlari mendekati Kevin dan Sinta. Tampak jelas bahwa saat ini dia khawatir.
"Sayang, ada apa? tadi kenapa Kak Sin?" tanya Kiara khawatir.
"Tadi ga sengaja Kevin nabrak bos besar itu, Ra. Aku dah minta maaf sih, tapi ajudannya galak sekali," jawab Sinta, gugup.
"Ya sudah, ga pa Kak, yang penting bosnya ga marah dan ga minta ganti rugi. Ayo ke kantor Bunda sayang. Makasih banyak ya Kak, udah mau nganter Kevin ke sini. Maafin aku ya, udah ngrepotin kakak," ucap Kiara, merasa tak enak.
"Ish, santai saja lah. Ya udah, kalo gitu aku balik ke toko dulu ya. Sampai ketemu nanti sore anak manis," ucap Sinta sembari mengajak Kevin tos Agaknya bocah tampan ini pun paham, lalu membalas uluran tangan itu dengan tos juga.
Sinta membalikkan tubuh bersiap untuk pulang, sedangkan Kiara dan Kevin kecil mereka masuk ke dalam ruangan tempat di mana Kiara bekerja.
"Sayang, kamu duduk di sini ya, jangan ke mana-mana, Bunda mau ke atas dulu, mau anter berkas ini. Ingat, jangan ke mana-mana ya," ucap Kiara menasehati.
"Emm, Bunda," jawab bocah tampan ini.
Kiara tersenyum, memberikan kecupan kecil di pipi bocah tampan ini. Lalu ia pun langsung melangkah meninggalkan ruang kerjanya. Sedangkan di ruangan itu hanya ada Kevin saja.
Bersyukur Kevin kecil sudah terbiasa ikut ibunya bekerja, sehingga ia pun bisa jaga sikap. Tanpa memedulikan sekeliling, Kevin memfokuskan pandangannya pada layar laptop milik ibunya, menonton film kartun kesukaannya. Namun ketika bocah itu serius dengan filmnya, Tiba-tiba seorang pria datang mendekatinya. Lalu ia pun bertanya...
"Hay, kamu siapa kamu? ngapain kamu di sini?" tanya pria tampan yang ternyata adalah pria yang tak sengaja ia tabrak tadi pagi.
Kevin melongo, tak bisa menjawab pertanyaan itu. Mengingat dia pernah bersalah dengan pria itu.
"Aish, kenapa diam? Siapa namamu? Kenapa kamu ada di sini?" tanya pria itu lagi.
"Nama saya Kevin, Paman. Saya di sini tunggu ibu, maafkan kesalahan saya tadi ya, Paman," jawab bocah tampan itu, lugu.
"Oh, tidak apa. Kamu tunggu ibumu yang tadi. Ya sudah, jangan nakal. Jangan pergi ke mana-mana, jangan buat ibumu khawatir, oke," ucap pria itu lagi.
Kevin mengangguk. Lalu pria itu pun pergi meninggalkan dirinya. Kevin sendiri langsung duduk di tempat semula. Namun tanpa Kevin tahu, ada beberapa orang saling berbisik, membisikan sesuatu yang sangat unik menurut mereka, mereka berpikir wajah pria itu dan juga Kevin terlihat cukup mirip.
"Mereka mirip ya, kayak ayah dan anak," ucap salah satu pegawai yang ada di tempat itu.
"Iya, aku juga berpikir demikian, tapi mana mungkinlah, ibu anak itu kan punya suami. Lagian mereka mana mungkin kenal, tuan muda orang kaya, sedangkan ibu bocah itu cuma pelayan biasa. Ahhh, jangan samakan realita hidup dengan cerita di novel lah, astaga!" balas salah satu dari mereka lagi.
"Ya, kamu benar, aku setuju," timbal yang lainnya.
Tanpa mereka sadari, ternyata obrolan mereka di dengar oleh Kiara. penasaran dengan obrolan mereka, Kiara pun bertanya..
"Kalian lagi ngomongin apa?" tanya Kiara lembut.
"Nggak ada Bu, kami cuma terpesona sama putramu saja, hehehe," jawab salah satu satu mereka.
Kiara tersenyum, sengaja tidak bertanya lagi, meskipun sebenarnya ia bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan barusan. Kiara memilih tidak mau memperdebatkan sesuatu yang tidak penting.
Karena masalahnya dengan sang atasan sudah selesai, Kiara pun memutuskan untuk pulang.
Di dalam perjalanan pulang, pikiran Kiara terganggu dengan omongan teman-temannya di tempat kerja tadi. Mereka memang benar, mana mungkin ada tuan muda kaya yang mau dengan dirinya, sedangkan dirinya hanyalah pelayan biasa. Pun pernikahannya dengan tuan muda yang terjadi enam tahun silam. Pernikahan mereka hanyalah perjanjian di atas kertas. Pernikahan itu hanya bertujuan menyelamatkan harga saham keluarga Himawan. Pernikahan itu terjadi hanya untuk menutupi rumor bahwa tuan muda mereka B adalah seorang penyuka sesama jenis. Hanya sebatas itu.
Sama halnya dengan pernikahan di atas kertas itu, perceraian mereka juga di sembunyikan, hanya pihak-pihak tertentu saja yang tau. Yang terpenting bagi orang-orang kaya itu, harga saham mereka tetap stabil. Itu saja, yang lain, tentang hati, tentang perasaan, mereka tidak pernah peduli. Uang dan uang adalah prioritas bagi mereka, selebihnya semua hanya hiasan belaka.
Andai Kiara tidak pernah masuk ke dalam kehidupan keluaraga kaya raya itu, mungkin dia juga tidak akan pernah tau bahwa yang terpenting dalam hidup mereka hanyalah uang.
Di lain pihak...
Di dalam mobil pria tampan nan angkuh itu..
"Tuan, bolehkah saya bicara sesuatu?" tanya Asisten pribadi pria itu.
"Hemm, tanya saja," jawab pria angkuh itu.
"Saya kan kerja sama Tuan baru tiga tahun kan, emmm selain Nona Tasya, apakan dulu Tuan pernah punya wanita lain?" tanya Asisten pribadi pria angkuh ini, dengan senyum menggoda.
"Kamu gila, ngapain tanya begituan?" jawab pria ini ketus.
"Nggak sih Tuan, jangan marah dulu lah. Tuan ingat nggak sama bocah yang nabrak Tuan tadi pagi," ucap Asisten pribadi itu lagii.
"Ya, kenapa dengan dia?" balas Pria angkuh itu lagi.
"Saya perhatikan, bocah itu mirip sekali dengan Tuan waktu masih kecil. Kalian seperti pinang di belah dua, Tuan," jawab aspri itu lagi, kali ini dengan tawa yang cukup renyah.
Sayangnya tawa itu justru membuat Tuan Muda angkuh itu terdiam. Seketika ia teringat dengan ucapan mantan istrinya sebelum mereka berpisah.
Apa mungkin bocah itu anakku, eh mana mungkin, kan aku tau ibu bocah itu bukanlah Kiara, gumam batin pria angkuh ini, mencoba menepis pikiran anehnya.
Sayangnya semakin ia menipis prasangka aneh itu, semakin pikiran itu terasa kuat menghantui batinnya.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat