"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapanpun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekalipun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penerus Sang Legenda
Tubuh bocah itu mendadak terbang memasuki tumpukan batu yang ternyata adalah sebuah pintu untuk masuk ke dalam goa yang nampak berusia sudah sangat tua. Namun, sebelum tubuhnya terbang memasuki goa, hal yang nampak mengerikan terjadi.
Langit mendadak gelap, gemuruh guntur dan sambaran halilintar terdengar di mana-mana. Bersamaan dengan itu, tumpukkan batu yang hanya terbuka sedikit tersebut mendadak terbuka lebar.
Bersamaan dengan itu, tubuh bocah tadi melayang memasuki ke dalam goa. Setelah memasuki goa, gemuruh guntur dan sambaran halilintar kembali terdengar. Seolah tertuju tepat kepada goa itu.
Gemuruh guntur dan sambaran halilintar perlahan menghilang, senada dengan hilangnya goa tersebut dari pandangan. Goa itu lenyap bagai ditelan bumi. Yang tersisa hanyalah tumpukan batu yang terlihat sudah berumur tua.
Di tempat lain, tetua tertinggi sekte Pemuja Iblis yaitu Raja Iblis Merah merasakan firasat buruk ketika melihat ke atas langit. Seolah kejadian seperti ini terasa tidak asing baginya, ia berusaha untuk mengingat-ingat tentang kejadian tersebut.
Setelah berpikir dan mengingat cukup lama, akhirnya Raja Iblis Merah teringat akan kejadian berberapa ratus tahun lalu ketika dirinya hampir kehilangan nyawa.
Menyadari hal tersebut, firasat buruknya semakin menjadi, seolah ini semua sebagai pertanda bahwa kematiannya tidak lama lagi.
"Celaka, pertanda ini berarti bahwa Kitab Halilintar telah ditemukan lokasinya, Aku harus bergerak cepat bertambah kuat sebelum terladi sana dia bergumam sendiri dengan serius, hatinya menjadi sangat gelisah dan pikirannya kacau tidak karuan.
Sementara di dalam kekaisaran, suasana yang tadinya tenang mendadak ricuh. Semuanya kaget dengan fenomena ini, termasuk Kaisar Wei Lhuo sendiri.
Dia tak tahu apa yang sedang terjadi, Kaisar Wei Lhuo merasa sangat khawatir. Apalagi saat ini sedang ramai sekali kekacauan yang diakibatkan oleh sekte Tengkorak Kegelapan. Dia khawatir fenomena ini ada sangkut pautnya dengan aliran hitam.
Mengingat hal itu, Kaisar menjadi semakin panik. Dia memutuskan untuk memasuki ruangan singgasananya dan bertanya kepada abdinya, siapa tahu disana ada yang mengetahui tentang fenomena ini.
"Penasihat Mu, menurutmu pertanda apakah ini semua? Apakah pertanda baik atau buruk? Aku merasa khawatir sekali. Terlebih mengingat sekarang sedang banyak terjadi kekacauan di wilayah kita," tanya Kaisar kepada penasihat yang bernama Mu Ying.
Mu Ying merupakan Penasihat Kekaisaran Wei, usianya sekitar 230 tahun. Tapi berkat kepandaiannya yang mumpuni, ia masih bisa terlihat sekitar 50 tahun. Hanya rambut dan janggutnya saja sudah putih semua, dia merupakan salah satu Pendekar Dewa tahap tiga yang ada di Kekaisaran Wei.
"Menurut hamba ini semua pertanda baik kaisar, mengingat pertarungan legenda Pendekar Guntur dengan Raja Iblis Merah dahulu kala ditandai dengan kejadian yang mirip seperti sekarang. Saya rasa, ini akan menjadi awal bahwa sang legenda telah menemukan seorang murid sebagai penerusnya."
"Namun di sisi lain kita juga harus waspada, ketika Pendekar Guntur mengangkat seorang murid maka sudah dipastikan keberadaan tentang Kitab Halilintar telah diketahui, dan sekte aliran hitam akan mencarinya untuk mendapatkan kitab tersebut. Jadi kita harus benar-benar meningkatkan pertahanan kita dan berjaga-jaga jika kelompok aliran hitam menyerang, karena saya merasa tempatnya tepat berada di hutan larangan di belakang wilayah kekaisaran," Penasihat Mu Ying menjelaskan.
"Dari mana Penasihat Mu tahu tentang semua itu?" tanya kaisar.
"Aku mengetahui semuanya dari guru hamba si Elang Hitam Zhou Zi, ciri-ciri yang diberikan olehnya sangat persis dengan yang terjadi sekarang," kata Penasihat Mu.
Mendengar hal itu kaisar hanya menganggukkan kepalanya tanda ia faham. Sekarang dia merasa lega setelah mendengar penjelasan Penasihat Mu. Tapi di sisi lain Kaisar Wei Lhuo juga merasa khawatir, karena jika semua benar berarti wilayahnya akan menjadi arena pertumpahan darah.
semoga utk cerita2 lain penulis bisa insaf 🤣🤣🤣
kasian Thor membuat cerita seperti ini 🤣🤣🤣
katanya belajar dan mencontoh Kho Ping Ho,,,, jaaaaauuuuhhh thor