NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga

Hari udah sore, emak udah bangun.

Genk rujak emaknya Amanda udah pada ngumpul di bangku bawah pohon belimbing.

Amanda habis mandi langsung masuk kamar nyusun buku buat besok sekolah, masak nasi buat ntar malam.

Emak sudah masak sop ceker sama oseng udang goreng sama kacang panjang di wajan.

Amanda mengambil pakaian dari jemuran, melipat pakaian.

setrika baju buat besok sekolah.

"Da.. Bantuin emak, angkat piring sama gelas dari depan" kata emak.

"Dapat arisan mak? " tanya Amanda.

"Kagak... " kata emak, langsung ke belakang mandi.

Emak nyanyi di kamar mandi nyanyi lagu jaman dulu, Amanda juga nggak tau apa lagunya.

Dari mulai lagu yang satu nyambung ke lagu satunya lagi kaya kaset medley di iringi suara air dari gayung.

"Makan dulu mak.. " kata Amanda.

Amanda dan Emak selesai makan malam.

"Mak... Emak nggak kangen sama bapak? " tiba-tiba nanya.

"Emak kangen omel'in Bapakmu, kenapa ninggalin kita dengan hutangnya yang banyak" kata emak sambil ngelus'in perut.

"Mak', kalo kita buka lapak ikan gimana? " kata Amanda.

"Modalnya gede... " emak ngibas'in tangannya.

"Tapi kan kita bisa ngutang dulu sama pelelangan kalo modal nggak cukup" kata Amanda.

"Emangnya lapak mana? " kata emak.

"Lapak di pasar mak, dekat bule jawa... " kata Amanda.

"Oh yang itu..h... " kata Emak, wajahnya ikut mikir..

" Besok manda tanya'in ya...mak... " kata Amanda lagi.

"Biar emak nggak kesana sini minta kerjaan kalo emak punya lapak sendiri" kata Amanda

"Emang punya duit berapa kita? "

"Manda belum tau mak... Manda ada tabungan" kata Amanda.

"Tabungan buat sekolah manda... bukan buat usaha" kata emak.

" Besok dah' mak, kita tanya dulu ya.. "kata Amanda.

**

Pagi-pagi Amanda udah berangkat ke pelelangan jam 1 subuh, balik ke rumah jam 3 mandi, sarapan ke sekolah lagi pakai motor listrik.

Selesai upacara, Amanda dipanggil Guru BK.

Pak Irwan, kepalanya plontos mirip kayak suaminya artis seorang CEO.

"Amanda, kamu tau kamu dipanggil kesini kenapa? " tanya Pak Irwan tegas dengan bahasa yang baik dan benar.

"Nggak tau pak.. " Amanda geleng kepala.

"Semester lalu kamu rangking 6, sekarang bapak lihat nilai kamu tambah merosot" kata Pak Irwan.

Amanda diam binggung jawab apa.

"Kamu ada masalah di rumah? " tanya Pak Irwan.

" Kalau masalah... Kayaknya hidup saya dari dulu juga banyak masalah pak" kata Amanda.

" Masalah B..U.." kata Amanda lagi.

"Apa itu BU? " Pak Irwan bingung.

"Butuh Uang, Pak" Amanda cengengesan.

"Amanda, saya sedang tidak bercanda! " Amanda gemetaran, eh Pak Irwan Guru BK Galak juga, kepalanya langsung bersinar kalo lagi emosi, dahinya kerut-kerut.

Amanda cuma bisa nunduk lihat jam tangan Pak Irwan, kayaknya mahal.

Kalau dia emosi kepala Amanda yang cuma satu ini digeplak, bisa benjol.

Cari aman Amanda mending diam aja.

"Kalau begitu kamu harus banyak belajar jangan cuma main" kata Pak Irwan.

"Baik, Pak"

Ada Ibu guru berhijab lewat, pakai kacamata.

" Eh, Amanda.. Kenapa dia Pak? " kata Ibu guru.

"Nilainya merosot bu... " kata Pak Irwan.

"Bapakmu belum balik juga Amanda? " tanya Ibu guru.

Jantung Amanda langsung mau jebol,

"Iya bu... " jawab Amanda.

Nggak berani ngomong nanti malah di marahin Pak Irwan lagi.

"Bapaknya Kabur dia Pak" kata Ibu guru.

"Kamu masih ngambil ikan di pelelangan juga? " tanya ibu guru.

"Iya bu" kata Amanda.

"Nah, apa saya bilang Pak, Amanda ini hidupnya kasihan banget, lho Pak" kata Ibu Guru.

Ibu Guru Berhijab yang belain Amanda di hadapan Pak Irwan.

Lagian banyak anak rengking lain yang lebih rendah, di pikiran Amanda kenapa Amanda yang di panggil.

"Ya sudah , kamu balik ke kelas, banyak belajar lagi" kata Pak Irwan.

Amanda mau berdiri dari tempat duduknya bahunya di tahan.

"Amanda ikut ya...studi tour ke Bandung" kata Ibu Guru Hijab.

"Eh... Gimana ya bu, sepertinya nggak bisa soalnya Amanda nggak punya uang buat biaya kesana" kata Amanda.

" Eh, jangan ngomong gitu minggu lalu Emak Amanda sudah transfer. Amanda harus ikut. Semangat ya Nak'ya... " kata Ibu guru.

Amanda sudah lemas keluar dari kantor guru, rasanya malas masuk kelas pasti ditanyain kenapa.

Kelas hening, Amanda duduk di bangku.

**

Istirahat Amanda minum susu kotak mini.

Duduk di tangga sekolah sambil nonton anak main bola, Ali paling bening kulitnya putih, badannya tinggi, wajahnya cakep...

Di sebelah duduk Rizal.

"Ngapain lo nda, dipanggil ke ruang BK? " kata Rizal ketawa.

" Gua rengking enam. Eh, gua malah dipanggil ke ruang BK. Emang apa salah gua coba nilai ulangan gua baru aja jelek, anak lain juga jelek kok gua dipanggil Pak Irwan" kata Amanda.

"Lah.. Pak Irwan sayang sama lo kali... " Rizal cekikikan.

Rizal melihat Amanda.

"Kenapa liat-liat" tanya Amanda melotot.

"Minuman susu, biasa es cekek" kata Rizal.

"Hih... " kata Amanda.

Masih fokus ke permainan Ali yang nggak bisa gol juga.

Parah.

"Nda.. Kabar tetangga lo gimana?" kata Rizal.

"Siapa? Nora!! Ya ampun, lo mau nanyain Nora" Amanda ketawa ngakak nyaring.

Mulut Amanda di bungkam Rizal.

Amanda baru ingat Nora kan pernah pacaran sama Rizal waktu SMP.

Amanda diam.

Bungkaman nya di lepas.

" Nora baik aja, mau nikah tuh, sama cowoknya, karyawannya bapaknya si Martin" kata Amanda.

"Lo, sedih ditinggal nikah? " tanya Amanda memandang Rizal.

"Ngaco.. Orang cuma nanya kok, lagian siapa kemaren malam minggu nenteng'in jagung bakar ketemu kucing" kata Rizal.

"Eh, jadi elo yang ketawain gua? malam mingguan gelap-gelapan magrib di gang!" kata Amanda.

Rizal kabur lari ke lapangan bola.

**

Amanda pulang sekolah, ngambil sepeda listriknya di parkiran.

Amanda bisa dengar teman ceweknya yang lain malas deketin Amanda soalnya bau badan Amanda bau ikan.

Amis...

Padahal Amanda udah mandi pakai parfum juga.

Amanda sedih banget di bilang gitu, sudah minum jamu mandi air sirih pakai parfum ke sekolah malah dibilang amis ikan.

**

Emak udah nungguin Amanda depan pintu rumah.

"Kok, muka anak emak cemberut?" tanya Emak.

Amanda cium tangan langsung masuk rumah.

Emak ngikutin dari belakang.

Amanda berbalik badan.

Emak kaget untung kaki emak ada rem cakram.

"Mak', Manda bau ya?" tanya Amanda.

"Iya bau." kata emak nutup hidung.

Amanda balik badan, kesal.

Masuk ke kamar mandi bunyi pintu seng sampai menggelegar.

"Amanda!!! Lo kira rumah kita banyak pintu cadangan" kata Emak teriak kaget.

Emak ngomel-ngomel lagi di luar.

**

"Makan dulu... " kata emak.

Amanda buka tudung nasi, ada oseng udang sisa kemaren.

Amanda makan nasi pakai tangan.

"Lo, kenapa nda', muka di tekuk gitu" kata emak.

"Emak daftarin Manda study tour ke bandung? " Tanya Amanda.

"Emak, kok nggak nanya manda dulu mau apa nggak?" kata Amanda.

"Emang kenapa? kan wajib" kata Emak.

"Mak, itu acara nggak wajib cuman buat yang mau-mau aja" kata Amanda.

" Emang uangnya bisa ditarik lagi yak?" gantian Emak yang bingung jadinya.

"Nggak tau?" kata Amanda.

Amanda kedapur ambil minum terus kedapur lagi cuci piring.

Selesai ngobrol lagi sama Emak.

"Tadi... Amanda sudah nanyain Bule Jawa, sewa lapaknya Tujuh Juta Lima Ratus setahun" kata Amanda.

"Mahal amat! " kata Emak.

"Emang yang murah dimana mak? Ini kan bak ikan, sama mesin pompa udah ada" kata Amanda.

"Oh, iya masih berani kalo gitu... yak" kata emak.

"Manda punya tabungan, gimana kalo bulan depan kita jualan ikan potong juga, nanti manda carikan ikan apa yang biasa banyak peminat" kata Amanda.

"Tapi kalo gitu emak full di lapak" kata Emak.

"Emak kan bebas aja, kalo ikannya habis bisa pulang, sabtu sama minggu Manda yang jualan di lapak, gimana? " kata Amanda.

"Ya... boleh dah, kita mulai usaha" kata Emak.

"Manda tau kita masih nanggung hutang bank bapak tiga puluh lima juta belum lunas, kita harus usaha mak.. Kalo nggak rumah kita diambil orang, kita tinggal dimana" kata Amanda.

"Manda... Emak minta maaf nak...ya..

Manda sudah susah gara-gara emak sama bapak" kata Emak.

"Udah mak, jangan dipikirin lagi... Kita semangat ya mak... " kata Amanda.

Emak mengangguk.

**

Di kamar Amanda meluk tabungan ATM helo kitty nya.

Memencet pin.

Brankas ATMnya terbuka.

Amanda ambil seperlunya buat sewa lapak pasar.

Supaya Emak bisa kerja tetap di lapak ikan potongnya sendiri.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!