NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERTEMU PANGERAN ARYA

Langit sudah gelap ketika tandu Aluna berhenti di gerbang besi hitam mengkilap itu, Terlihat horor sekaligus keren di mata Aluna.

Kediaman pangeran Arya. Tempatnya akan makan enak dengan ayam dan paha babi. Membayangkan saja sudah membuat air liur Aluna hampir tumpah.

Kediaman itu begitu sunyi, Tak ada suara jangkrik, Tak ada suara musik. Atau bahkan sekedar lentera untuk menyambutnya. Tetapi gadis itu sama sekali tak sadar, Begitu tak di sambutnya kedatangan dirinya.

Pintu terbuka...

"Turun." Perintah Juna dengan dingin.

Aluna turun dari tandu dengan bersusah payah mengangkat ujung hanfunya yang berat dengan hati-hati, Lalu. Menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Bau...bau ayam." Gumamnya Tersenyum polos.

Ia berjalan mengikuti Juna dengan wajah penasaran, Beberapa pelayan terlihat menunduk sunyi, Samar-samar ia mendengar beberapa pelayan berbisik.

"Itu dia gadis yang di kirim untuk mati."

Aluna yang mendengar, Hanya diam dan tak mengerti.

"Yang mulia, Silahkan anda ikut dengan bibi Wang." Juna menunduk sopan, Bibi wang mengajak Aluna menuju aula utama tempatnya melakukan ritual pernikahan.

Aluna memasuki aula yang semua dekorasinya berwarna merah, Wajahnya tersenyum polos. Warna merah semakin membuatnya lapar.

"Merah, Seperti ayam jago." Gumamnya.

Seorang prajurit masuk membawa seekor ayam jantan,

"Pangeran sedang sakit dan tidak bisa mengikuti Ritual pernikahan. Pangeran mengirimkan Ayam jantan kesayangannya untuk menemani anda." Ucap sang prajurit tersenyum sinis pada Aluna,

Tanpa berbicara, Aluna segera memeluk ayam itu, Hingga beberapa pelayan dan Juna merasa tak percaya.

"Dia benar-benar melakukannya?!" Bingung Juna.

Lalu, Pendeta mulai menjalankan ritualnya.

"Mulai Upacara pernikahan!"

Aluna bersujud.

" Sujud kepada langit dan bumi!"

Aluna kembali bersujud sambil memeluk erat ayam itu.

" Sujud kepada orang tua!"

Aluna sujud kembali...

"Aku tau dia gadis bodoh, Tetapi dia...benar-benar bodoh bukan?" Gumam Juna tak habis pikir.

Aluna hanya diam, Di balik tudung gadis itu tersenyum simpul, Menelan saliva-nya dengan kasar.

"Gemuk, Ayam ini sangat gemuk. Pasti enak." Pikir gadis itu.

***

Setelah upacara pernikahan selesai, Aluna di antarkan ke sebuah ruangan, Dengan kasur yang empuk. Di hadapannya, Terdapat meja yang di penuhi oleh hidangan. Biasanya itu disediakan oleh para pelayan jikalau pengantin merasa lapar.

Aluna menatap Satu ayam utuh yang telah di bakar, Di sebelahnya paha babi kecap dan nasi hangat, Dan beberapa sayur rebus. Tanpa ragu, Gadis itu menyantapnya tanpa melepas penutup wajahnya.

"Enak, Ini enak sekali." Gumamnya dengan bibir yang di penuhi sisa kecap.

Arya yang berpikir bahwa Aluna ternyata sama sekali tak gentar untuk tetap menjadi istrinya. Gadis itu pasti di berikan imbalan yang besar oleh putra mahkota. Semakin mengingat itu, Semakin membuatnya kesal.

"Di mana wanita itu?" Tanya Arya dengan dingin,

"Dia...ada di paviliun Barat tuan, Kamar pengantin kalian." Jawab Juna menahan nafasnya.

"Bawa aku ke sana." Perintah Arya, Juna mengangguk patuh.

Arya mendatangi paviliun Barat, Suasana begitu sunyi hanya bunyi sedikit air yang mengalir ke arah Kolam ikan yang berada di samping paviliun.

Arya membuka pintu dengan wajah dingin, Aluna yang sedang asik menyantap makanan tak menyadari kedatangan Arya. Gadis itu terlalu fokus ke pada makanan.

"Angkat tudung mu."

Aluna menghentikan makannya, Mulutnya masih terasa penuh dengan tulang ayam di tangan kanannya.

Melihat respon lambat Aluna, Arya segera menarik dan melempar penutup wajah itu dengan kasar, Aluna menatapnya dengan polos. Kedua pipinya mengembung menyimpan sisa makanan.

Sekejap, Nafas Arya tercekat.

Wajah itu...Terlalu cantik, Terlalu bersih.

Tidak seperti mata-mata.

Aluna salah paham, Ia pikir pangeran Arya marah karna ia memakan makanan miliknya, Tanpa bekerja terlebih dahulu.

"Maaf...aku...aku lapar." Gumamnya menunduk sambil memutar-mutar ibu jarinya. Arya menatap wajah Aluna dengan perasaan yang sulit di artikan.

"Apa kau tahu siapa aku?" Tanya Arya, Aluna menggeleng cepat.

"Tidak..." Jawabnya dengan mulut yang masih penuh.

"Aku Arya, Suami-mu." Aluna langsung menatap Arya dengan mata membulat, Ia menunduk hormat.

"Salam pangeran Arya." Ucapnya, Bukannya kesal. Pangeran Arya justru ingin tertawa. Gadis itu bahkan bukan seperti mata-mata, Lebih tepatnya seperti anak anjing yang basah kuyup.

"Apa tujuan-mu datang ke sini?" Tanya Arya, Pemuda itu bersandar pada kursi rodanya.

"Untuk makan ayam dan paha babi." Ucapnya spontan, Dan langsung terkejut menutup mulutnya dengan tangan.

"Maksudnya, Untuk bekerja giat." Sanggah Aluna dengan cepat.

Juna terlihat menahan nafasnya.

"Baiklah, Biasanya kau bekerja apa?" Tanya Arya, Ia duduk sambil menuangkan secangkir teh, Aluna tersenyum polos. Gadis itu kembali duduk tanpa rasa takut.

"Aku pintar membersihkan gudang, Mencari kayu bakar dan mencari ikan di sungai!" Ucapnya dengan wajah bahagia, Arya mengeryit heran.

Membersihkan gudang?

Mencari kayu bakar?

Dan mencari ikan?

Sebenarnya, Mengapa gadis itu tak merasa marah dan justru malah terlihat sangat bangga pada dirinya sendiri.

"Jika kau tak melakukan hal itu, Apa bisa?"

Aluna terdiam sesaat, Lalu menatap Arya dengan kedua mata yang murung.

"Apa pangeran tak mampu memberiku ayam dan paha babi setiap hari? Kalau begitu, Berikan saja aku makanan sisa pelayan. Aku bersedia melakukan apapun." Ucap Aluna dengan polos, Tanpa sadar. Arya mencengkram pegangan kursi rodanya.

Sebenarnya, Kehidupan seperti apa yang gadis itu alami. Hingga makanan sisa pun bersedia ia makan?.

"Di sini, Kau tidak usah berkerja. Aku tetap akan memberi-mu makan." Ucap Arya,

Binar di kedua mata gadis itu kembali menyala, Ia tanpa sadar mendekati pangeran Arya. "Benarkah, Aku boleh makan enak di sini?!" Teriaknya dengan bahagia.

"Tentu saja, Kau berbicara seolah-olah kediaman wangsa tak pernah memberimu makan." Sindir Arya.

"Tidak, Mereka selalu memberiku makan kok. Kata ibu. Aku boleh memakan makanan yang akan di buang. Itu adalah hadiah jika aku berhasil membersihkan gudang belakang. Lalu, Aku juga sering di ajari tata Krama, Jika tidak bisa aku akan di hukum berlutut 1 jam dan juga di cambuk."

Aluna tersenyum dan menyingkap hanfunya hingga paha, Terlihat luka cambuk yang belum kering itu memenuhi kulit putihnya. Dengkulnya pun terlihat lebam dan sedikit berdarah.

"Siapa yang telah melakukan ini?!" Tanya Arya dengan dingin.

"Bibi Yun, Dia bilang ini untuk mengajariku sebagai gadis bangsawan. Ibu juga bilang, Katanya jika aku melawan. Maka aku bukanlah gadis baik." Lanjutnya tersenyum polos.

Juna yang mendengar hal itu ikut merasa geram, Seorang nona sulung keluarga wangsa begitu terhina di dalam kediamannya sendiri. Dan yang lebih menyakitkan adalah...Gadis itu terlihat baik-baik saja, Meskipun setiap hari mendapatkan siksaan.

"Pangeran, Terima kasih sudah memberiku makanan enak hari ini. Pangeran orang yang baik." Bisik Aluna tersenyum manis.

Aluna adalah orang pertama yang mengatakan hal seperti itu padanya. Padahal awalnya ia ingin menyingkirkan gadis itu dari dalam kediamannya.

"Juna, Panggilkan tabib Ming." Perintah Arya, Juna mengangguk dan pergi dengan tergesa-gesa.

TBC

like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!