NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Berbicara

Ketika Takdir Berbicara

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Perjodohan
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Hidup Zheana berubah di saat harus menggantikan sang Kakak menikah. Niken kabur di saat hari pernikahan dengan Khadafi.

Ibunya mengamuk dan malah menyalahkan Zheana atas apa yang terjadi. Zheana bahkan di maki dan di siksa ibunya, Khadafi yang tak tega melihat Zheana membawa dia pergi dari sana.

Mereka tinggal di Apartemen milik Khadafi yang sudah di persiapkan sebelumnya. Rupanya kelembutan Zheana mengubah hati Khadafi dan mulai mencintai istrinya. seperti yang di katakan Umi dan Abinya, jika ini adalah jalan Allah SWT untuk menunjukkan jodoh Khadafi.

Selama pernikahan tak semulus itu, karena ibunya Zheana masih terus membencinya. saat Zheana hamil, rupanya Niken kembali. Apakah Khadafi akan kembali kepada Niken?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zheana 22

Pintu lift berdentang halus ketika Khadafy melangkah keluar lebih dulu, meninggalkan keheningan apartemen yang mendadak terasa pekat. Di dalam kamar utama, Zheana menyandarkan dadanya pada daun pintu yang tertutup rapat, berusaha mengendalikan napasnya yang naik turun tak teratur.

Ia memandangi pantulan dirinya di cermin rias besar. Wajahnya berseri karena rona tipis, namun matanya memancarkan kebingungan yang membuncah.

'Kenapa Mas Khadafy melakukan semua ini?' batin Zheana, meremas tali tas kerjanya hingga jemarinya memutih.

Sikap Khadafy begitu kontradiktif dan sulit ditebak. Pria itu menolak memberikan kepastian tegas tentang masa depan mereka jika Niken kembali, namun di saat yang sama, ia bertindak begitu protektif. Ia melarang Zheana membeli kasur lipat, menolak gagasan bahwa pernikahan ini sekadar sandiwara, bahkan menyiapkan mobil dan sopir pribadi demi memastikan Zheana sampai di kantor dengan aman. Perhatian kecil yang bertolak belakang dengan ketegasan dinginnya itu membuat kepala Zheana makin pening.

Tepat lima menit kemudian, Zheana melangkah keluar dari unit apartemen dengan hati berdebar kencan. Di basement, seorang pria bersteril rapi dengan seragam pengemudi sudah berdiri menunggunya di samping sedan hitam mewah.

"Selamat pagi, Ibu Zheana. Saya Pak Mamat, diminta Pak Khadafy untuk mengantar Ibu ke kantor," sapa pengemudi itu penuh hormat seraya membukakan pintu belakang.

"Pagi, Pak... Eh, panggil Zhea saja, Pak Mamat. Saya cuma..."

Zheana menghentikan kalimatnya, menyadari bahwa Khadafy pasti sudah mewanti-wanti pengemudinya. Dengan canggung ia masuk dan duduk di kursi belakang, memandangi jalanan ibu kota yang mulai padat melalui kaca jendela yang gelap.

Setibanya di gedung jangkung Mumtaz Group, mobil berhenti tepat di area drop off Pintu Samping VIP, jalur yang sangat sepi dan jarang dilalui karyawan biasa.

"Terima kasih banyak ya, Pak Mamat," ucap Zheana lega, buru-buru keluar dan berjalan setengah berlari menuju area lift service karyawan agar tidak memancing perhatian.

Namun, ketenangan sementara itu runtuh begitu Zheana menginjakkan kaki di lantai 12, area divisi Marketing. Suasana kubikel yang biasanya riuh oleh ketukan papan ketik mendadak riuh oleh bisik-bisik yang tertahan.

"Pagi, Zhea!" sapa Arin, rekan sejawat sekaligus teman dekat Zheana di divisi marketing, yang langsung menarik kursi rodanya mendekati meja kerja Zheana.

"Pagi, Arin" sahut Zheana, berusaha tersenyum natural seraya menyalakan komputer kerjanya.

"Ada apa sih? Kok pada kasak-kusuk begitu dari tadi?"

Maya menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu memajukan tubuhnya dengan raut wajah penuh drama.

"Kamu nggak tahu, Zhea? Pak Khadafy... Pak CEO kita tercinta itu, pagi ini auranya makin horor! Tadi pas lewat lorong lobby, mukanya dingin banget kayak es kutub. Katanya sih, rencana pernikahan beliau dengan Mbak Niken yang model itumendadak berubah total!"

Deg.

Jantung Zheana serasa berhenti berdetak. Ia menunduk pura-pura merapikan tumpukan berkas di mejanya agar Arin tidak melihat perubahan raut wajahnya.

"Masa sih, Arin? Bukannya Pak Khadafy nggak pernah cerita soal pribadi ke kantor?"

"Ya emang! Tapi kan kabar burung di kalangan manajer udah bocor dari kemarin," bisik Arin makin seru.

"Katanya calonnya melarikan diri tepat sebelum akad! Gila nggak sih? Pria sempurna kayak Pak Khadafy ditinggal kabur! Tapi anehnya ya, pagi ini beliau tetap masuk kantor tepat waktu, tetap kelihatan tegas dan profesional. Benar-benar tegar banget... atau mungkin hatinya emang udah membeku?"

Zheana meremas pena di tangannya. Hatinya membeku? Tidak. Zheana tahu pasti bahwa di balik wajah dingin itu, ada jemari hangat yang semalam mengusap air matanya dan menenangkan ketakutannya. Kebingungan Zheana makin menjadi-jadi. Jika Khadafy sangat terluka oleh pengkhianatan Niken hingga seluruh kantor membicarakannya, mengapa pria itu bisa begitu tenang dan perhatian padanya di rumah? Apakah semua perhatian itu murni bentuk rasa tanggung jawab, ataukah Khadafy hanya sedang meluapkan kekecewaannya lewat pelarian baru?

"Zheana!"

Suara lantang Pak Bambang, Manajer Marketing, mendadak memotong lamunan Zheana. Pria setengah baya itu keluar dari ruangannya dengan membawa map tebal.

"Iya, Pak Bambang?" sahut Zheana refleks berdiri dari kursinya.

"Kamu bawa dokumen proposal kampanye produk baru ini ke lantai puncak sekarang," perintah Pak Bambang seraya menyerahkan map tersebut.

"Pak Khadafy minta revisi terakhir diserahkan langsung sebelum rapat direksi jam sepuluh. Cepat ya, jangan bikin beliau menunggu!"

"Saya yang antar ke ruangan Pak Khadafy, Pak?" tanyanya panik.

"Iya, siapa lagi? Arin lagi pegang laporan bulanan. Cepat naik!"

Dengan tangan gemetaran, Zheana menerima map tebal itu. Arin memberinya tatapan kasihan seraya berbisik,

"Hati-hati, Zhea... jangan sampai kena semprot Es Kutub."

Zheana melangkah menuju lift khusus eksekutif dengan dada bergemuruh. Setiap langkahnya terasa sangat berat. Ia membayangkan bagaimana harus bersikap profesional di hadapan pria yang baru beberapa jam lalu duduk bersamanya di meja makan apartemen, pria yang statusnya kini adalah suaminya.

Pintu lift terbuka di lantai teratas, lantai presdir yang sunyi, mewah, dan berkarpet tebal. Sekretaris Khadafy, Bu Siska, menyapa Zheana dengan senyum profesional.

"Mbak Zheana dari Marketing? Silakan langsung masuk, Pak Khadafy sudah menunggu di dalam."

"Baik, Bu. Terima kasih."

Zheana menarik napas panjang, merapikan blazer kerjanya, lalu mengetuk pintu kayu mahoni besar di hadapannya tiga kali.

"Masuk," sahut suara bariton dari dalam, suara yang amat dihafalnya.

Zheana mendorong pintu berat itu perlahan. Ruang kerja CEO Mumtaz Group begitu megah, dengan dinding kaca raksasa yang memperlihatkan pemandangan kota. Di balik meja kerja kayu yang luas, Khadafy duduk tegap dengan kemeja biru gelapnya yang tergulung rapi hingga siku. Kacamata berbingkai tipis bertengger di pangkal hidungnya, memberikan kesan makin tajam dan berwibawa.

Khadafy tidak mendongak saat pintu terbuka, jemarinya sibuk menandatangani beberapa berkas.

"Letakkan saja proposalnya di meja, nanti saya periksa."

Zheana melangkah pelan mendekati meja besar itu. Suasana hening yang penuh dominasi membuat nyali Zheana menciut. Ia meletakkan map itu dengan sangat hati-hati di tepi meja.

"Ini proposal revisinya, Pak Khadafy," ucap Zheana dengan nada formal yang sengaja dibuat-buat, berusaha menjaga jarak profesionalnya.

Mendengar panggilan 'Pak Khadafy' dengan intonasi kaku itu, gerak pena Khadafy seketika terhenti.

1
falea sezi
lemah menye menye🤣gk. suka karakter zhe
Fitria Syafei
nah ..nah ..kan ..posisi Zheana mau di tukar KK 🙄 KK cantik kereen 😍 kereen 🥰
Siti Kamisah Hasnul
plizz buat zheana jangan terlalu lemah thor....masa mudah kali diintimudasi sama direndahkan
Ambu Rinddiany Thea
jangan d dengerin suara suara ghoib ya zhea , tp dengerin apa kata hati dan suami kamu , lagian emak bapanya Khadafi jg kaga mau lah besanan dan punya mantu modela jenglot ma dajal.. mening kamu sok ngomong jujur ma suami kamu apa yg d omongin nene lampir tadi ..
Sri Angga
zheana terlalu cengeng Kadafi tidak punya ketegasan
sunaryati jarum
Emak nggak suka karakter Zhea yang lemah. Kamu tidak salah , bangkit dan lawan ibu tirimu. Kamu punya penghasilan sendiri,rumah yang di tempati nenek sihir dan Niken itu rumah ayahmu.Semoga Kadaffi menyusul dan melihat perlakuan mama Niken pada Zheana
Ade Chubi: author nya yg bikin Zhea lemah 😁😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Makin lama.kalian dekat, dan jadi suami istri seutuhnya.Kslian ini malah pacaran halal.Seperti putra emak, kenalan ,dilamar dan langsung dinikahi, pacarannya halal seperti harapan emak.
ryuka
aduuhhh khadafy semoga kamu cepwt tau klo zhea di tekan sma emak lampir
sunaryati jarum
Ya jelas beda,beda orang tua.Didikan Zhea dari bapaknya sesuai syariat agama yang diyakini.Lha Niken kan model yang terbiasa memamerkan tubuhny..
ryuka
bapak kamu juga kok lemah bgt sihh sma istri kurang sjar kaya gitu
ryuka
duuhhh zheeaaaa kamu tuhhh berharga jgn dengerin omongan mak lampir itu
sunaryati jarum
Kalian berjodoh Zhea ,terima perlakuan manis suamimu . Bersyukurlah kamu di rumah ayahmu diperlukan seperti pembantu sekarang kamu sedikit diratukan
Oma Gavin
zheana sekalian aja kamu manfaatkan khadafi sekarang kamu istri sah nya buat kamu hamil itu balas dendam tercantik buat bu irma biarkan keluarga khadafi yg menghadapi sikap bu irma dari pada kamu cuma dituduh lebih baik sekalian dimanfaatkan
ryuka
eaaaaaa... pelan pwlan tapi pasti ya khadafy 🤣🤭🤭🤭🤭🤭
Yam_zhie: iya atuh... 🤣
total 1 replies
nely_48
khadafy shok lah, zhea org baru sehari dekat sm dia malah zhea yg paling efort perhatian semua kebutuhan nya khadafy,, lah apa kabarnya niken yg pacaran 2th dia apa pernah nanyain makana kesukaan khadafy, paling jg klau tlp minta uang buat shoping
Ninik Sumarni
kak jangan pisahkan mereka
Fitria Syafei
wow mereka KK dan semoga kedepannya mereka selalu bersama dan bersatu 🫠 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 😍
Ambu Rinddiany Thea
hayoooh we bahas zheaaa ke bisi murka gera s Khadafi saking ku bosen ngabejaaan .. jalani we hela da s niken balik mah samemeh nepi k s khadafi ge , yeh emak2 netijen siap terjun payung terjun bebas ..🤭
Fitria Syafei
wow Khadafi 😍 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😘
ryuka
baguuussss.. keren aku suka thooorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!