NovelToon NovelToon
Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Putri Tersembunyi Sang Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Xu Natalia, wanita yang diam-diam mengangkat keluarga Li dari rakyat biasa menjadi bangsawan, justru dihina saat suaminya, Li Adrian, pulang dari perang membawa istri lain. Tanpa banyak kata, ia memilih bercerai dan pergi hanya dengan harga dirinya.

Tak ada yang tahu wanita yang mereka remehkan adalah putri kaisar dari negeri seberang sekaligus ahli pengobatan yang mampu mengubah takdir.

Bagaimanakah saat keluarga Li tahu identitas Natalia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan

“Crash!”

Suara keras menggema di paviliun yang sunyi itu. Sebuah kepala manusia baru saja terpisah dari tubuhnya, menggelinding di lantai marmer dengan jejak darah yang mengerikan.

Brugh!

Tubuh tanpa kepala itu ambruk, sementara bau darah segar memenuhi udara. Di tengah pemandangan itu, seorang pria berdiri tegak dengan pedang di tangannya, bilahnya masih meneteskan darah hangat.

“Lapor, Pangeran!” seru seseorang sambil berlutut hormat.

Pria yang dipanggil pangeran itu bahkan tidak menoleh. Wajahnya tetap dingin, tanpa ekspresi, seolah membunuh hanyalah hal biasa baginya, apalagi untuk seorang pengkhianat seperti di depannya itu.

Ia mengangkat sedikit pedangnya, lalu menyerahkannya pada pelayan pria di sampingnya.

“Bersihkan,” ucapnya singkat.

“Baik, Pangeran,” jawab pelayan itu cepat.

Di paviliun itu, tak ada satu pun pelayan wanita. Semua orang tahu alasannya, pangeran ini tidak mentolerir ambisi kotor.

Pernah ada seorang pelayan wanita yang mencoba merangkak naik ke tempat tidurnya. Keesokan harinya, tubuh wanita itu ditemukan tanpa kepala.

Pangeran itu melangkah pelan, jubah hitamnya menyapu lantai yang bernoda darah. Matanya yang sebelumnya redup kini mulai menunjukkan fokus, seolah penglihatannya perlahan kembali.

“Apa yang kau dapatkan?” tanyanya datar.

Seorang pria yang berlutut di hadapannya, tangan kanannya yang bernama Wu Reno langsung menjawab.

“Wanita itu bernama Li Natalia, Pangeran.” Wu Reno menunduk lebih dalam. “Istri dari Jenderal Li.”

Langkah sang pangeran terhenti. “Apa?” ucapnya pelan.

Untuk pertama kalinya, ada perubahan di wajahnya. Alisnya mengerut, sorot matanya mengeras.

“Dia … sudah menikah?” tanyanya dengan nada tak suka.

“Ya, Pangeran,” jawab tangan kanannya hati-hati. Namun ia ragu sejenak sebelum melanjutkan. “Tapi .…”

Tatapan pangeran langsung menajam. “Ada apa?”

Pria itu menelan ludah. “Terjadi masalah di Kediaman Jenderal Li.” Ia menarik napas sebelum berkata lebih lanjut.

“Jenderal Li membawa seorang wanita hamil dan mengangkatnya sebagai istri sah. Wanita itu dari keluarga bangsawan Gu.”

Suasana seketika menjadi dingin. “Sedangkan wanita bernama Natalia itu diturunkan menjadi selir.”

Tangan kanan itu semakin menunduk.n“Dia sering dihina oleh keluarga Li bahkan oleh suaminya sendiri, hanya karena ia seorang yatim piatu.”

Suasana berubah hening. Beberapa detik berlalu tanpa suara. Lalu senyum tipis terukir di bibir sang pangeran.

“Itu artinya …” ucapnya pelan. “aku masih punya kesempatan, bukan?”

Tangan kanannya langsung terkejut. Ia mengangkat wajahnya sedikit, menatap sang pangeran dengan ragu.

“Pangeran … maksud Anda .…” Tatapan pria itu semakin dalam, penuh arti. “Jangan bilang Anda ingin—”

Pangeran itu mengangguk tanpa ragu. “Tidak salah, bukan?” katanya santai. “Jika aku menjadikannya istriku.”

Ia berjalan perlahan, sorot matanya dingin namun penuh ketertarikan. “Dia sudah melihat tubuhku .…” Senyumnya semakin tipis. “bahkan menyentuhnya.”

Langkahnya berhenti. “Jadi dia harus bertanggung jawab.”

Tangan kanannya langsung menunduk dalam, tubuhnya sedikit gemetar. “Pangeran .…”

Wu Reno terdiam, ia tidak berani melanjutkan. Karena ia tahu keputusan pria di hadapannya tidak pernah bisa dibantah.

*

*

Di Paviliun Mawar milik Natalia, malam terasa sunyi dengan cahaya bulan yang masuk melalui celah jendela. Ia baru saja merebahkan tubuhnya, bersiap memejamkan mata setelah hari yang panjang.

Kritt!

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka perlahan dengan suara berderit pelan.

Natalia mengernyit. “Wulan?” panggilnya pelan. “Kau kah itu? Ada apa?”

Namun tidak ada jawaban. Langkah kaki terdengar semakin mendekat di dalam ruangan yang gelap itu. Natalia langsung bangkit dari peraduannya, matanya menajam penuh waspada.

Belum sempat ia bereaksi weseorang tiba-tiba memeluknya dari belakang.

Natalia terkejut. “Siapa—”

“Natalia .…” suara berat itu terdengar jelas di telinganya.

Ia langsung mengenali suara itu. “Andrian?” ucapnya kaget.

Pria itu mempererat pelukannya. “Layani aku malam ini.”

Sekejap, wajah Natalia berubah dingin. Ia langsung memberontak dan mendorong Andrian menjauh dengan keras. “Jangan pernah menyentuhku!”

Andrian terkekeh pelan, matanya menyipit. “Kenapa?” ucapnya santai. “Aku ini suamimu. Aku berhak atas tubuhmu.”

Tangan Natalia mengepal kuat. Jika dulu ia mungkin akan bahagia mendengar pria itu datang mencarinya. Namun sekarang perasaan itu sudah mati.

“Dulu, mungkin iya,” balas Natalia dingin. “Sekarang aku bahkan tidak sudi kau menyentuhku.”

Tatapan Andrian langsung berubah tajam. Harga dirinya terasa diinjak. Ia melangkah maju dan mencengkeram lengan Natalia dengan kasar.

“Kenapa?” bentaknya pelan. “Kau terlalu jual mahal, Natalia.” Cengkeramannya semakin kuat. “Padahal kau hanya wanita yang cacat.”

Nafas Natalia tertahan sesaat.

“Bahkan kalau kau melayaniku berkali-kali pun .…” lanjut Andrian dengan nada merendahkan, “kau tidak akan pernah hamil.”

Andrian menyeringai tipis. “Jadi terima saja. Harusnya kau bersyukur aku datang malam ini. Tidak seperti malam-malam sebelumnya, aku tak sudi menyentuhmu karena percuma juga, kau tak bisa melahirkan penerus untukku berbeda dengan Lilith yang langsung hamil.”

Mata Natalia bergetar sesaat tapu detik berikutnya.

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi Andrian. “Jaga mulutmu, Andrian!” bentak Natalia tajam.

Andrian hanya mendengus, seolah tak peduli. Hasratnya sudah menguasai akal sehatnya. Awalnya ia ke kamar Lilith, tapi wanita hamil itu justru menolaknya dengan alasan capek. Akhirnya Andrian yang tidak tahan, lamgsung ke kamar Natalia.

Andrian kembali maju dan mencoba mencium Natalia. Namun Natalia dengan sigap mengangkat kakinya dan menendang tepat ke selangkangan Andrian.

Bugh!

“Ugh!” Andrian langsung tersungkur, mengerang kesakitan.

Natalia berdiri tegak, menatapnya dengan dingin. Ia tak menyangka selama ini pria itu menganggap dirinya mandul.

“Dari mana kau mendapatkan omong kosong itu?” gumamnya pelan.

Namun Andrian tidak menyerah. Dengan wajah menahan sakit, ia kembali bangkit dan menerjang Natalia.

“Berani sekali kau melawanku!” geramnya.

Ia memeluk Natalia paksa, mencoba mencium wanita itu lagi. Namun kali ini kilatan dingin melintas di jari Natalia.

Sebuah jarum halus langsung menusuk leher Andrian.

Jleb!

Sekejap tubuh pria itu membeku. Matanya membelalak, napasnya tercekat.

“Apa … yang kau lakukan .…” suaranya terbata.

Natalia hanya menatapnya tanpa emosi. “Tenang saja,” ucapnya dingin. “Kau hanya tidak akan bisa bergerak untuk beberapa waktu.”

Brugh!

Tubuh Andrian langsung ambruk ke lantai, kaku tak berdaya.

Natalia menghela napas panjang, lalu dengan santai menyeret tubuh pria itu keluar dari paviliunnya. Gesekan tubuh dengan lantai terdengar kasar di tengah keheningan malam.

Sesampainya di luar, ua melepaskan tubuh Andrian begitu saja.

“Tidurlah di sini,” ucapnya datar. “Aku tidak sudi tidur dengan pria mata keranjang.”

Andrian hanya bisa menatap dengan mata melotot, penuh amarah dan keterkejutan, namun tak mampu bergerak sedikit pun.

Natalia berbalik tanpa menoleh lagi. Pintu paviliun ditutup dengan keras. Meninggalkan Andrian terbaring di luar, sendirian dalam keadaan tak berdaya.

Natalia menghela napasnya, ia tak menyangka mendapatkan kenyataan menyakitkan inj. Ternyata alasan Andrian tak pernah menyentuhnya karena mengira dirinya mandul.

Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini. Dan aakan aku balas!

1
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll
saniscara patriawuha.
enak tuh tongkol di bikin bekasam....
saniscara patriawuha.
gassddd....
zylla
ayo, usir mereka semua. aku suka keributan. 🤣🤣🤣
zylla
kaget kaaan. 🤣🤣🤣
sahabat pena
pangeran kedua sok2 an misterius padahal bucin akut tuh. wkwkwk 🤣🤣🤣
j4v4n3s w0m3n
lapar apa kelaparan pangeran 🤭🤭🤭🤭bikin malu aja😄😄😄
gina altira
senangnyaa triple up
Lyvia
suwun thor crazy upnya, matrehat sehat sllu thor 😄
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Korona ini
Maria Lina
makasih thor ud treeple up. y n bsk gimi lgi ya thor
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
sudah kere pun masih tak berpikir
itu siapa punya hak

hadeh dasar ya kko manusia serakah
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Dih ga sadar2 ni manusia
vj'z tri
gak yakin makan hanya sedikit /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
☠️⃝🖌️M⃤y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ya jelas beda dong kan yaaa
vj'z tri
/Chuckle//Chuckle//Chuckle/ gpp kok horang ganteng juga manusia bisa lapar juga /Facepalm/
vj'z tri
pepet teros kang jangan kasih kendor /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
🤣🤣 Tambah laper juga itu /Facepalm/
Osie
wu reno g usah kepo..org kepo cpt matii🤣🤣🤣
Osie
jiiiaahh sampah merasa tuan muda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!