NovelToon NovelToon
DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Pernikahan kami sempurna. Harta, takhta, dan sepasang anak kembar yang rupawan telah kami miliki. Sebagai sesama pemilik perusahaan, aku dan Mas Hanif adalah definisi pasangan ideal di mata dunia.

​Namun, kesempurnaan itu runtuh saat Mas Hanif meminta izin untuk menikah lagi. Didukung oleh ibu mertuaku, seorang wanita polos datang dan mengaku siap berjuang dari bawah bersamanya.

​Dunia mengira aku akan mengamuk. Nyatanya, di balik anggunnya hijabku, aku justru tersenyum tenang. Aku mengiyakan, bahkan mengantarnya langsung ke pelaminan maduku.

​Mereka pikir aku pasrah? Salah besar.

​Sebelum melepasnya, sebuah perjanjian gono-gini rahasia telah kutandatangani bersama Mas Hanif. Lewat strategi bisnis yang rapi, perlahan akan kutarik semua aset dan kejayaan yang menyokongnya selama ini.

​Katanya siap berjuang dari bawah? Silakan nikmati perjuangan itu tanpa sepeser pun sisa hartaku. Selamat datang di skenario dendam manisku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DENDAM MANIS ISTRI YANG DIMADU

​Deru mesin mobil SUV hitam besar milik Tian membelah jalanan kota yang mulai merayap padat oleh kendaraan kaum urban di pagi hari. Di dalam kabin mobil yang kedap suara itu, atmosfer mendadak terasa begitu dingin dan mencekam bukan karena pendingin ruangan yang disetel terlalu rendah, melainkan karena aura kaku yang dipancarkan oleh sang pengemudi.

​Ini adalah kali pertama dalam hidup Hanum berada di dalam satu ruangan yang sempit dan tertutup hanya berdua saja dengan Tian. Selama bertahun-tahun menjadi bagian dari keluarga besar itu, interaksi mereka bisa dihitung dengan jari. Mereka hanya bertemu saat acara makan malam keluarga atau perayaan hari besar, dan itu pun Tian selalu memilih untuk duduk di sudut ruangan, menjauh dari hiruk-pikuk dan hanya berbicara seperlunya.

​Sebenarnya, tadi subuh Hanum sudah berniat untuk pergi ke hotel menggunakan mobilnya sendiri yang dikemudikan oleh sopir pribadinya. Dia tidak ingin merepotkan siapa pun, terlebih pria sekaku Tian. Namun, niat itu langsung dipatahkan secara mutlak melalui sambungan telepon oleh Papa mertuanya. Pria paruh baya itu melarang keras Hanum menyetir sendiri atau pergi sendirian, dan dengan tegas memerintahkan Tian untuk menjemputnya langsung di depan teras rumah. Di keluarga ini, perintah sang papa adalah hukum yang tidak bisa dibantah, bahkan oleh Tian sekalipun.

​Hanum melirik sekilas dari sudut matanya ke arah pria yang duduk di balik kemudi. Profil samping wajah Tian tampak begitu tegas, lurus menatap ke depan tanpa niat untuk menoleh sedikit pun. Kedua tangannya yang kekar mencengkeram setir mobil dengan santai namun mantap. Rahangnya yang kokoh tampak mengeras, dan bibirnya terkatung rapat, membentuk satu garis lurus yang seolah memberi sinyal tegas Jangan ajak aku bicara.

​Melihat pemandangan itu, Hanum hanya bisa menghela napas panjang di dalam hati. Dia benar-benar bisa merasakan secara langsung mengapa di kalangan kolega bisnis maupun keluarga besar, Tian dijuluki sebagai Tuan Dingin atau sosok monster yang tak tersentuh. Karisma intimidasi yang keluar dari tubuh pria itu begitu kuat, sanggup membuat siapa saja yang duduk di sampingnya merasa tertekan dan salah tingkah.

​Namun, di tengah kecanggungan yang merayap itu, satu hal yang selalu membuat Hanum bingung dan penasaran adalah transformasi sikap Tian jika sudah berhadapan dengan kedua anak kembarnya, Kayla dan Kenzie. Jujur, Hanum sering kali dibuat terheran-heran. Bagaimana bisa seorang laki-laki yang terkenal sangat pendiam, dingin, kaku dan seolah tidak punya hati seperti Tian, bisa seketika berubah melunak menjadi sosok yang jauh lebih hangat dan sangat protektif saat berkumpul dengan si kembar?

​Hanum masih ingat betul bagaimana mata tajam yang biasanya menusuk itu bisa memancarkan binar jenaka saat mendengarkan cerita tidak masuk akal dari Kenzie tentang mainan robotnya atau bagaimana tangan kekar yang sanggup menghancurkan karier bisnis lawan dalam sekejap itu bisa dengan begitu lembut dan sabar merapikan jepitan rambut Kayla yang miring. Bagi Tian, kedua keponakan tirinya yang tidak sedarah itu seolah-olah menjadi sebuah garis merah suci di dalam hidupnya sebuah wilayah terlarang yang tidak boleh disakiti atau disentuh oleh kejahatan siapa pun di dunia ini, bahkan termasuk oleh ayah kandung mereka sendiri, Hanif.

​Apa yang sebenarnya dipikirkan oleh laki-laki ini? batin Hanum bertanya-tanya, tenggelam ke dalam lamunannya sendiri sambil menatap kosong ke arah kaca jendela samping yang menampilkan deretan ruko yang bergerak cepat.

​Ciiittt...

​Lamunan Hanum seketika buyar ketika tubuhnya sedikit terdorong ke depan akibat mobil yang melambat dengan halus, sebelum akhirnya berhenti total di bahu jalan. Hanum mengerutkan keningnya, mengerjapkan mata beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya kembali. Dia menoleh ke arah depan, mengira mereka sudah sampai di hotel tempat Papa mertuanya menginap.

Namun, dugaannya salah besar. Di luar sana, bangunan yang berdiri megah bukanlah sebuah lobi hotel bintang lima, melainkan sebuah ruko berdesain klasik Eropa yang sangat familier di ingatan Hanum.

​Sebelum Hanum sempat membuka mulut untuk bertanya, Tian sudah bergerak lebih cepat. Tanpa berbicara sepatah kata pun bahkan tanpa menatap atau memberi kode sedikit pun pada Hanum pria itu langsung mematikan mesin mobil, melepas sabuk pengamannya dan melangkah keluar dari pintu kemudi.

​Hanum hanya bisa melongo di tempat duduknya, menatap punggung tegap Tian yang berjalan cepat menyeberangi trotoar dan mendorong pintu kaca ruko tersebut hingga terdengar denting bel kecil dari kejauhan.

​Hanum memperhatikan papan nama besar yang tergantung di atas ruko tersebut dengan saksama. Kepingan kesadarannya barulah terkumpul utuh. Le Petit Plaisir Patisserie.

​Jantung Hanum berdesir halus. Dia baru sadar bahwa toko kue yang baru saja dimasuki oleh Tian adalah toko kue premium langganan Hanum sendiri. Toko kue itu adalah tempat di mana Hanum selalu memesan camilan dan kue kering khusus untuk kedua anak kembarnya setiap akhir pekan. Kue-kue di sana terkenal dengan bahan organik dan rendah gula, sangat cocok untuk konsumsi Kayla dan Kenzie yang memiliki pencernaan cukup sensitif.

​Bagaimana Kak Tian bisa tahu toko kue ini? pikir Hanum tak habis pikir. Rasa bingungnya kian bertambah. Selama ini, Tian berada di luar negeri, dan Hanum tidak pernah sekalipun menceritakan atau mengirimkan pesan kepada Tian mengenai detail kecil seperti toko kue langganan anak-anaknya. Satu-satunya kemungkinan adalah Tian diam-diam mencari tahu sendiri atau dia sengaja memperhatikan setiap detail kecil yang disukai oleh keponakan kembarnya itu melalui laporan orang-orang kepercayaannya.

​Hanum terus memperhatikan dari dalam kaca mobil yang gelap. Di dalam toko yang bernuansa hangat itu, sosok Tian terlihat sangat kontras dan mencolok. Tubuh tinggi atletisnya yang dibalut kemeja biru dongker mahal berdiri tegak di depan etalase kaca, sementara seorang pelayan toko tampak membungkuk hormat berkali-kali dengan wajah yang agak tegang sepertinya juga ikut terintimidasi oleh wajah kaku Tian. Pria itu menunjuk beberapa menu dengan gerakan tangan yang efisien, lalu mengeluarkan kartu kredit hitamnya untuk melakukan pembayaran tanpa banyak drama.

​Tidak butuh waktu lama, sekitar lima menit kemudian, pintu kaca toko kue itu kembali terbuka. Tian keluar dari dalam toko dengan langkah kaki yang lebar dan mantap. Dan sesuai dengan dugaan serta insting keibuan Hanum, di tangan kanan Tian kini sudah bertengger sebuah kantong kertas berlogo toko kue tersebut dengan ukuran yang cukup besar.

​Tian membuka pintu kemudi, memasukkan tubuh tegapnya kembali ke dalam kabin mobil, lalu meletakkan kantong kertas tersebut di jok kursi belakang dengan sangat hati-hati, memastikan agar kotak di dalamnya tidak terguncang atau rusak. Aroma harum dari mentega premium dan vanila segar seketika menyeruak, memenuhi rongga dada di dalam mobil, sedikit mencairkan atmosfer dingin yang sempat pekat tadi.

​Setelah memastikan barang bawaannya aman, Tian kembali memasang sabuk pengamannya dengan gerakan tenang. Dia memutar kunci kontak, menyalakan kembali mesin SUV besarnya, bersiap untuk melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.

​Hanum yang menyaksikan seluruh rangkaian kejadian itu dari awal hingga akhir tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. Di tengah keheningan yang kembali merayap, wanita anggun itu memberanikan diri untuk membuka suara.

​"Kak Tian..." panggil Hanum lembut, suaranya terdengar sangat kontras dengan kesunyian kabin.

​Tian tidak menyahut dengan kata-kata, namun dia melirik sekilas dari sudut matanya, memberi tanda bahwa dia mendengarkan.

​"Itu... kue untuk Kayla dan Kenzie, ya?" tanya Hanum sambil menunjuk pelan ke arah jok belakang dengan dagunya. Sebuah senyuman tulus tak bisa disembunyikan dari wajah cantiknya. "Kakak tahu dari mana kalau mereka berdua sangat suka croissant cokelat dan macaron dari toko itu? Padahal aku seingatku tidak pernah menceritakannya pada Kakak."

​Tian diam selama beberapa detik, memutar kemudi dengan satu tangan untuk membawa mobil kembali masuk ke dalam lajur jalan raya utama. Wajahnya tetap datar, kaku, tanpa ekspresi manis sedikit pun seolah-olah pertanyaan Hanum barusan hanyalah angin lalu.

​"Anak-anakmu itu berisik jika sedang lapar," jawab Tian akhirnya dengan nada suara yang sangat lempeng, dingin, dan sarat akan gengsi khasnya. "Kemarin malam di hotel, mereka terus-menerus merengek menyebut nama toko kue itu sampai membuat telinga saya sakit. Daripada saya harus mendengar tangisan mereka sepanjang hari ini, lebih baik saya membelinya sekarang sebelum menjemput mereka."

​Mendengar jawaban yang terdengar ketus namun sebenarnya penuh perhatian itu, Hanum tidak bisa menahan diri untuk tidak terkekeh pelan. Dia tahu betul bahwa kalimat membuat telinga saya sakit hanyalah topeng atau alasan yang sengaja dibuat oleh Tian untuk menutupi rasa sayangnya yang teramat besar kepada si kembar. Jika Tian benar-benar terganggu dengan suara Kayla dan Kenzie, dia tidak akan sudi repot-repot menghentikan mobilnya di pagi hari yang sibuk ini hanya untuk mengantre di sebuah toko kue.

​"Terima kasih banyak ya, Kak," ucap Hanum tulus, tatapan matanya melembut menatap profil samping Tuan Dingin di sampingnya. "Meskipun Kakak selalu bicara ketus, aku tahu Kak Tian sangat menyayangi mereka berdua. Ketulusan Kakak dan Papa mengobati banyak rasa sakit di hati aku hari ini."

​Tian tidak membalas ucapan terima kasih itu. Dia hanya terus menatap lurus ke depan, fokus membelah jalanan kota yang menuju ke arah hotel. Namun, jika Hanum memperhatikan dengan lebih jeli, cengkeraman tangan Tian di setir mobil tampak sedikit mengendur dan sudut bibirnya yang kaku itu sempat berkedut tipis selama sepersekian detik sebuah respons tersembunyi dari seorang pria dingin yang egonya baru saja disentuh oleh ketulusan seorang ibu.

Badai di dalam rumah tangga Hanum memang belum usai, namun di dalam mobil itu, Hanum sadar bahwa dia tidak akan pernah berjalan sendirian lagi.

1
sunaryati jarum
Semoga prosesnya cepat sesuai harapan
Noey Aprilia
Reader aja ikutn jngkel tau ga....
blng aja pgn d tmani mkn gt,ga ush ngeles sna sni....gengsi aja d gdein.....🙄🙄🙄
Arin
Salah lawan nih......Hanif dimiskinkan semiskin miskinnya😁😁😁
Muft Smoker
gengsiny jgn byk2 kak tian ,, nnti org gx kebagian ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
kalo mau ngajak makan bareng lngsung aj ngomong ,, gx usah gengsi gtuuu🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
meski kaku Dan dingiin ,, tp tian sosok laki2 yg tanggung jawab ,,
Noey Aprilia
Iye...iye....
Yg gengsiny stnggi gunung.....kt tau lh kl situ holang kaya,ya kali kelaparan.....🤣🤣🤣....
Ma Em
Ternyata Hanif dan Bu Rahma itu sebenarnya dulunya orang miskin namun setelah menikah lagi Bu Rahma diangkat derajat dan jadi orang kaya dan terhormat dan kelakuannya jadi sombong dan sekarang Hanif dan Bu Rahma kembali ke awal lagi , semoga Hanum berjodoh dgn Tian karena Tian sdh menyayangi anak2 Hanum .
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Noey Aprilia
Mau heran,tp gtulh knytaannya....
bkannya bruntung pnya istri cntik,mndiri,kaya raya pula...d tmbh kluarga yg mau nrima dia...
ni mlah ngelunjak...d kira dnia bkln kiamat kali kl hanum ga sm dia....
ccckkk.....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,

udh emnk si hanif ,, seharusny tnggal di tempat yg skrang ,, gx cocok dy tnggal di rumah mewaah ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Heni Setiyaningsih
sat set 😍😍
Noor hidayati
anak anak hanum itu umur 9th apa 5th,kok tingkahnya kayak masih balita,kalau 9th kan berarti sudah kelas 3 SD
Noor hidayati
kembar telat itu apa ya,apa sama dengan kembar tidak identik
Himna Mohamad
good kkk
Muft Smoker
udh kak ,, hanum ma tian aj ,, meski kaku , dingiin , bak kulkas 100 pintu ,, tp Dari sikap ny dy begitu menghargai hanum , menyayangi si kembar ,, udh pas tuh jd bpa Dan suami idaman 👍👍👍😁😁😁😁
Muft Smoker
waah ad apa niih ,, tian klo suka jgn lama2 di pendam ,, takut keburu jdii Batu ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
susi ana
apakah nantinya Tian akan bersama Hanum?
aku setuju banget klo mereka bersatu, biar Hanif semakin merana....
semangat thor, ceritanya bagus banget
blcak areng: makasih kakak🙏🙏
total 1 replies
Noey Aprilia
Mngknkh sbnrnya tian udh ska hanum dr dlu,cma dia mngalah dmi yg onoh???
Dr kulkas 6 pntu,jd cair kl sm ponakannya....
Noey Aprilia: Gabut.....🤣🤣🤣
total 2 replies
cinta semu 2
Hanif u sengaja gali lubang buat kematian u sendiri🤭
cinta semu 2
hanum kecerdasan u mampu membuat Hanif gila...🤣🤣🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!