NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:300
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

"Kak! kamu mengatai Mama lebay, nggak sopan tau." kesal Mama Shinta.

"Iya maaf yah Ma! jadi boleh yah Kakak ingin langsung istirahat, soalnya cape banget nih Ma." sahut Ardan.

"Ck.jadi sekarang kamu malah mengusir Mama nih, kamu kan belum cerita apapun pada Mama Kak." kesal Mama Shinta.

"Udah yah Mama ku yang cantik besok saja ceritanya, soalnya Kakak sudah ingin istirahat nih Ma." rayu Ardan.

"Hmm baiklah." pasrah Mama Shinta.

Ketika Mama Shinta sudah keluar dari kamar Ardan pun mengirimkan alamat Bibi Siti sebagai Rumahnya, karena belum banyak orang yang tau kalau Ardan itu adalah anak dari orang kaya, setelah selesai mengirimkan alamatnya Ardan pun merebahkan tubuhnya ke kasur dan langsung tidur.

.

.

Keesokan Pagi

Setelah sarapan pagi bersama selesai kini Keluarga pun berkumpul di ruang tengah karena ada yang ingin di bicarakan oleh Ardan

"Pa sesuai dengan kesepakatan kita waktu itu aku tidak ingin di bebani lagi dan aku ingin keluar dari rumah ini untuk bisa hidup mandiri di luar, tolong jangan pernah mengingkari janji Papa waktu itu." ucap Ardan.

"Kesepakatan yang mana yah Kak." sahut Papa Samuel.

"Ayolah Pa!! jangan pura-pura lupa begitu." ucap Ardan.

"Ini ada apa sih, kenapa kalian berdua berdebat seperti ini?" tanya Mama Shinta.

"Ma tanyakan saja pada Papa yah dan untuk papa jangan berpura-pura pikun deh." jawab Ardan.

"Iya Papa ingat kok." ucap Papa Samuel.

"Ya udah!! Kakak ingin pergi dulu..." pamit Ardan terpotong.

"Eh mau kemana kamu, inget janji kamu yang semalem yah Kak." potong Mama Shinta.

"Sudahlah Ma! lupakan saja, lagian ceritanya juga sungguh sangat membosankan, ya udah Assalamualaikum." pamit Ardan.

"Waalaikumsalam."

Ardan pun keluar dari Rumah dengan berjalan sedikit cepat, setelah tadi mencium punggung tangan kedua orangtuanya.

"Memang Papa punya kesepakatan apa dengan si Kakak sih, kok Mama tidak tau?" tanya Mama Shinta.

"Jadi begini ceritanya Ma...

Flashback On

"Ada apa yah Pa!! sampai-sampai meminta Paman Deni untuk menjemput ku?" tanya Ardan.

"Papa mau minta kamu pergi keluar kota di sana cabang Perusahaan Papa ada sedikit masalah,sekalian kamu bereskan masalahnya karena Papa sendiri tidak bisa untuk pergi ke sana." jawab Papa Samuel.

"Ya ampun Pa!! aku kan sudah bilang tidak ingin ikut campur dengan masalah Perusahaan Papa, karena aku ingin memulai sendiri dari nol." ucap Ardan.

"Papa tau tentang itu Nak!! tapi untuk kali ini tolong bantu Papa yah, setelah kamu bisa menyelesaikan masalahnya nanti terserah kamu kalau kamu maunya seperti itu." sahut Papa Samuel.

"Semoga saja setelah kamu mengurus Perusahaan cabang di sana, kamu akan tertarik untuk mengurus Perusahaan, karena cuma kamu satu-satunya harapan Papa." batin Papa Samuel.

Ardan pun terdiam karena memikirkan permintaan dari sang Papa, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Ardan pun memutuskan untuk menyanggupinya.

"Baiklah kalau begitu Pa!! Aku akan secepatnya pergi dan membereskan masalahnya, tapi ingat yah Pa setelah ini aku tidak akan mau lagi membantu, kecuali dari hatiku sendiri ingin membantu." ucap Ardan.

"Baiklah Papa akan mengingat itu." sahut Papa Samuel.

Flashback Off

"Jadi begitu ceritanya Ma!! Papa mengira setelah dari sana si Kakak akan mau untuk mengurus Perusahaan Papa, eh!! tak di sangka ternyata si Kakak malah tetap dengan pendiriannya itu." ucap Papa Samuel.

"Ternyata Papa belum mengenal juga dengan watak si Kakak entah nurun dari siapa watak yang keras kepala itu, perasaan Mama tidak sekeras itu deh ya udah Mama lanjutin ke dapur yah Pa." sahut Mama Shinta.

Mama Shinta pun melangkah menuju ke dapur untuk melanjutkan aktivitas keseharian yang sebagai Ibu Rumah tangga.

"Si Mama nggak sadar diri, tentu saja wataknya itu mirip dengan kamu Ma." gerutu Papa Samuel.

"Papaaaa!! Mama dengar yah." teriak Mama Shinta dari dapur.

"Astaga aku lupa pendengaran si Mama kan begitu tajam." ucap Papa Samuel.

.

.

Di Kontrakan

Ardan yang baru saja sampai di Kontrakan nya ketika ingin langsung masuk kamar tiba-tiba ada dua temannya yang menyapa yaitu Hendra dan Budi.

"Hey Ar!! kemana saja nih baru keliatan?" tanya Budi.

"Kan dari luar kota baru semalam sampe." jawab Ardan.

"Hah! semalam kan gerbangnya terkunci, terus kamu tidur dimana?" kaget Budi seraya bertanya.

"Ya aku tau tentang itu mangkanya semalam tidak langsung kesini, semalam aku tidur di Rumah teman." jawab Ardan.

"Oh ternyata seperti itu!! oh iya gimana kabar Saudara kamu, apa dia sudah sembuh?" tanya Hendra.

Ya kenapa temannya bertanya seperti itu karena Ardan bilangnya ingin menggantikan kerjaan Saudara nya yang sedang sakit untuk sementara waktu.

"Alhamdulillah sudah lebih baik, mangkanya aku langsung kesini." jawab Ardan.

"Baguslah kalau sudah baikan mah, jadi sekarang kamu pengangguran lagi dong Ar." ucap Budi.

"Iya Benar!! aku nanti siang akan cari kerja." sahut Ardan.

"Tenang saja Ar!! kamu sekarang ikut aku ke tempat kerja di sana sedang membutuhkan orang, katanya ingin menambah pegawai karena semakin hari Restorannya semakin ramai pelanggan." ucap Hendra.

"Baiklah aku akan ikut denganmu, aku ganti baju dulu yah biar sedikit rapi." sahut Ardan.

"Ya udah sana cepat yah." ucap Hendra.

"Ah iya apa persyaratannya yang harus aku bawa?" tanya Ardan.

"Karena kamu aku yang bawa jadi cukup bawa Ktp saja kok." jawab Hendra.

Setelah lima menit berganti pakaian, Ardan pun langsung pergi bersama Hendra menuju ke Restoran tempat kerjanya Hendra.

Hanya butuh beberapa menit saja sudah sampai karena memang lokasi Restoran dekat dengan Kontrakan, Hendra pun langsung mengajak Ardan ke ruangan Manager untuk menemui Managernya.

Ardan pun masuk sendiri tanpa di temani oleh Hendra dan setelah menjawab beberapa pertanyaan dari sang Manager yang bernama Citra kini Ardan pun resmi di terima tapi baru besok mulai kerjanya.

.

.

Di Tempat Lain

Ada seorang Ibu yang sedang membersihkan halaman Rumahnya, tiba-tiba di hampiri oleh seorang Perempuan Berhijab bernama Zahra.

"Assalamualaikum Bu! apa bener ini Rumahnya Ardan." ucap Zahra.

"Waalaikumsalam Neng!! iya bener, ada apa yah Neng." sahut Bi Siti.

Ya Ibu tersebut adalah Bi Siti karena sudah terbiasa kalau ada orang yang mencari Ardan pasti akan mencarinya ke Rumahnya jadi Bibi Siti pun sudah tidak kaget lagi.

"Oh tenang saja Bu!! tidak ada apa-apa kok, cuman ingin mengantarkan Jas yang kemaren di pinjamkan padaku, ini jas nya Bu." ucap Zahra sambil memberikan Jas ke Bi Siti

"Oh begitu!! baiklah Ibu terima yah Neng dan terimakasih karena Neng sudah repot-repot anterin ke sini, oh iya kalau Ibu boleh tau Neng ini siapanya Bang Ardan?" sahut Bi Siti sambil menerima Jas seraya bertanya.

"Tidak repot sama sekali kok Bu dan saya bukan siapa siapanya Ardan, ya udah saya pamit yah Bu assalamualaikum." pamit Zahra.

"Baiklah Neng! Waalaikumsalam." sahut Bi Siti.

Setelah kepergian Perempuan Berhijab yang bernama Zahra itu Bi Siti pun melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda karena kedatangan tamu.

Sedangkan orang yang tadi di bicarakan oleh kedua Perempuan berbeda generasi kini berada di Rumah temannya yang sudah di anggap sebagai Keluarga sendiri.

Bersambung

~ *See You Next* ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!