NovelToon NovelToon
Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Mo Yuuran, seorang permaisuri yang dikenal bengis dan kejam, pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, menjatuhkan Kaisar Zi Xuan dari tahtanya demi cinta butanya kepada Bo Wen. Ia rela mengorbankan segalanya, bahkan mengkhianati pria yang mencintainya dengan sepenuh jiwa.

Tapi kenyataan yang terungkap di akhir hidupnya jauh lebih kejam dari apa pun yang pernah ia lakukan.

Bo Wen, pria yang ia cintai mati-matian, ternyata bersekongkol dengan keluarganya sendiri, kakak dan orang tuanya untuk membunuhnya. Selama ini, Mo Yuuran hanyalah alat. Sebuah pion yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan Kaisar Zi Xuan, satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya, bahkan terobsesi.

Saat napas terakhirnya terenggut dalam pengkhianatan, penyesalan memenuhi hatinya. Tapi, takdir memberinya kesempatan kedua.

Mo Yuuran terbangun kembali di masa lalu sebelum semuanya hancur. Dengan ingatan akan kematian tragisnya, ia bersumpah untuk mengubah segalanya. Termasuk menjadi ibu tiri yang baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku akan datang

Mo Yuuran terdiam sejenak. Kata-kata itu menggema di kepalanya, seolah membuka bayangan masa lalu yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun.

Jika itu dirinya yang dulu mungkin ia memang tidak akan peduli. Bahkan mungkin akan menjadi orang pertama yang menyingkirkan mereka. Tapi kini, semuanya berbeda.

Perlahan, Mo Yuuran berbalik. Tatapannya tenang, namun jauh lebih dalam dari sebelumnya.

“Kalau aku yang dulu,” ucapnya pelan.

Semua orang tanpa sadar menahan napas.

“Aku mungkin akan setuju denganmu,” lanjutnya datar. “Hidup atau mati mereka tidak akan berarti apa-apa.”

Ibu Suri Daiyu menyeringai tipis, merasa ucapannya benar.

“Tapi sayangnya, aku bukan lagi orang yang sama.”

Mo Yuuran menatapnya lurus. Senyum Ibu Suri perlahan memudar.

Mo Yuuran melangkah mendekat satu langkah. “Aku tidak tahu dari mana keyakinanmu itu berasal,” katanya dingin, “tapi jangan pernah berpikir kau bisa menebak tujuanku.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara lebih rendah. “Aku memilih untuk peduli.”

Ruangan terasa semakin berat.

“Dan selama aku masih berdiri di istana ini,” tambahnya, “tak seorang pun akan menyentuh mereka tanpa membayar harga yang sama.”

Ibu Suri Daiyu mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras.

Mo Yuuran sedikit memiringkan kepala. “Jadi, jika menurutmu kita sama .…” ucapnya dingin.

Ia menatap lurus ke mata Ibu Suri. “Itu hanya karena kau tidak pernah benar-benar memahami siapa aku sekarang.”

Ibu Suri Daiyu menyipitkan mata. “Kau pikir kau bisa melindungi mereka selamanya?”

Mo Yuuran tersenyum tipis. “Tidak perlu selamanya.”

Ia sedikit mendekat, suaranya merendah dan tajam. “Cukup sampai mereka mampu melindungi diri mereka sendiri dan membalas semu orang yang meremehkan mereka.”

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Mo Yuuran lalu meluruskan tubuhnya. “Dan satu hal lagi, Ibu Suri,” katanya tanpa emosi.

“Aku tidak pernah berpura-pura.”

Tatapannya dingin, menusuk langsung ke arah wanita tua itu. “Aku hanya berubah sementara Anda tetap berada di tempat yang sama.”

Tanpa menunggu jawaban, Mo Yuuran berbalik dan melangkah pergi. Kali ini, tak ada yang berani menghentikannya.

Mo Yuuran menghela napas panjang begitu keluar dari paviliun Ibu Suri. Langkahnya tetap tenang, seolah tekanan barusan tidak berarti apa-apa baginya.

Di belakangnya, Xia Lu berjalan cepat mengikuti. “Permaisuri Anda benar-benar hebat tadi,” bisiknya kagum namun masih terdengar cemas.

Mo Yuuran melirik sekilas. “Hanya mengatakan yang seharusnya dikatakan.”

Xia Lu menggigit bibirnya. “Tapi bagaimana jika Ibu Suri membalas? Semua orang tahu beliau sangat berbahaya.”

Mo Yuuran berhenti sejenak, lalu menoleh. Tatapannya tenang, tapi dingin. “Aku jauh lebih berbahaya.”

Xia Lu langsung terdiam. Ia menunduk dalam, tak berani membantah lagi.

Tanpa menunggu, Mo Yuuran kembali melangkah. Tujuannya jelas, ke Paviliun Perak.

“Aku ingin melihat mereka,” ucapnya singkat.

Beberapa saat kemudian, ia tiba di paviliun tersebut. Namun begitu memasuki kamar utama, ia mengernyit.

“Tidak ada?” gumamnya pelan.

Xia Lu ikut melihat ke sekeliling. “Di sini sangat sepi, Yang Mulia.”

Mo Yuuran terdiam sejenak, lalu samar-samar terdengar suara dari arah belakang. Suara langkah, dan dentingan kayu saling beradu.

Ia langsung berbalik. “Di belakang.”

Tanpa ragu, Mo Yuuran berjalan menuju halaman belakang. Begitu melewati pintu, pemandangan di depannya membuat langkahnya melambat.

Zi Rui, Zi Cheng, dan Zi Xin tengah berlatih pedang kayu. Gerakan mereka masih belum sempurna, namun penuh kesungguhan.

“Hya!” seru Zi Rui sambil menyerang, wajahnya serius.

Ia benar-benar sudah sehat lagi.

Zi Cheng menahan serangan itu, sedikit terhuyung. “Jangan terlalu cepat!”

Zi Xin di samping mereka mencoba meniru, meski gerakannya masih kaku. “Seperti ini?”

Mo Yuuran berdiri diam, memperhatikan mereka. Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya.

Xia Lu yang berdiri di belakang ikut tersenyum kecil. “Mereka terlihat berbeda sekarang.”

Mo Yuuran tidak menjawab. Tatapannya tetap tertuju pada ketiga anak itu.

Ketiga pangeran itu terus berlatih tanpa menyadari kehadiran Mo Yuuran di tepi halaman. Pedang kayu mereka beradu cepat, namun gerakannya masih terlihat terburu-buru dan kurang terarah.

Zi Xin maju terlalu cepat, sementara Zi Rui salah mengayunkan serangan hingga terbuka lebar. Melihat itu, Mo Yuuran tanpa sadar melangkah mendekat.

“Langkahmu terlalu lebar,” ucapnya tenang. “Jika lawan lebih cepat, kalian sudah kalah sebelum sempat menyerang.”

Ketiganya langsung berhenti. Suara pedang kayu jatuh pelan ke tanah.

Mo Yuuran mengambil satu pedang kayu, lalu memperagakan dengan ringan. “Serang dari sudut ini,” katanya sambil bergerak cepat. “Tidak perlu kuat, yang penting tepat dan mematikan.”

Gerakannya sederhana, tapi tajam dan efisien.

Begitu suara itu dikenali, ekspresi Zi Cheng dan Zi Xin langsung berubah. Wajah yang tadi penuh semangat kini mengeras dingin.

“Kami tidak butuh diajari,” kata Zi Cheng datar.

Zi Xin menggenggam pedangnya erat. “Kami bisa belajar sendiri.”

Tanpa menunggu jawaban, keduanya berbalik dan pergi meninggalkan halaman.

Mo Yuuran terdiam sejenak. Ia hanya menghela napas pelan, tidak mencoba menghentikan mereka.

Suasana menjadi lebih sunyi. Hanya tersisa dirinya dan Zi Rui.

Anak itu menatapnya ragu, lalu perlahan tersenyum. “Permaisuri.”

Mo Yuuran menoleh, ekspresinya kembali lembut. “Bagaimana keadaanmu sekarang? Musim dingin seperti ini, harusnya kau mengenakan pakaian yang lebih tebal lagi.”

Zi Rui mengangguk cepat. “Demamnya sudah turun.”

Wajahnya tampak cerah, berbeda dari sebelumnya. “Obat yang Permaisuri berikan benar-benar bagus.” Ia tersenyum lebar. “Biasanya aku bisa demam sampai seminggu tapi kali ini hanya sehari.”

Mo Yuuran sedikit tertegun.

“Terima kasih, Permaisuri,” lanjut Zi Rui tulus. “Permaisuri orang pertama yang memberiku obat.”

Ucapan sederhana itu membuat hati Mo Yuuran terasa sesak. Ia menatap anak itu lebih lama dari biasanya.

Perlahan, ia berlutut agar sejajar dengan tinggi Zi Rui. Tangannya dengan lembut memegang lengan anak itu.

“Kalau butuh sesuatu, panggil aku.”

Zi Rui mengangguk, matanya berbinar. “Benarkah?”

Mo Yuuran mengangguk tipis. “Aku akan datang. Berteriaklah, maka aku akan datang.”

Zi Rui menatap mata Mo Yuuran lalu berkata “Janji?” Sambil mengangkat jari kelingkingnya.

“Janji.”

Mo Yuuran mengangkat jari kelingkingnya.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Sepertina sang kaisar emanh ngumpet di ruang kerjana
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bener apa yg dikatakan permaisuri Mo Yuuran kaisar Zi Xuan kl kamu hrs menyayangi ketiga pangeran karna mereka tdk bersalah 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
AA kaisar Zi Xuan gak th kejadian penyerangan pd ketiga pangeran ya kok gak nongol" 😏😏
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Mantaapp 🤣 kapok ga tuh si timun Suri 😏
ryuka
segitu cinta nya kaisar sma yuuran 😍😍😍😍😍
Dewi Anggraeni
Ditunggu Thor lanjutannya... Aku kasih hadiah kopi biar semangat nulisnya 💪👍
Ari Peny
mkch sdh up 👍👍👍
Paramitha Tikva
Kirain dibunuh sekalian
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kepala kak, bukan kelapa🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
akhirnya thor, update beberapa bab, aq kasih ☕ buat author, supaya semangat terus🫶
Tiara Bella
makasih Thor 3 babnya sehat selalu....
ismi
Aku...apa kak thor digantung sampai 2 hari lagi kita ketemu🤭🤭👃👃
💟노르 아스마💟
aahhhh...Mo Yuran🥹🥹🥹
ismi
semngat kak lekas sembuh 💪💪💪💪
Atik Kiswati
next....
Eka Haslinda
semoga Permaisuri Mo segera hamil... aaammmiiinnn
ismi
lanjut kak masak cuma satu bab,,nunggu up nya 2 hari 2alam
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍😋
Atik Kiswati
mantap......👍👍👍
💟노르 아스마💟
yakkkkk...gantung!!!!🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!