NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: MENGHANCURKAN EMPAT PELINDUNG DEWA

Ancaman Pelindung Timur bergema keras di tengah pelataran Vila Puncak.

Tekanan aura gabungan dari empat praktisi Ranah Raja Spiritual tingkat puncak membuat rumput di sekeliling Reno hangus terbakar.

Alya yang melihat dari kejauhan balik jendela lantai dua langsung mencengkeram tirai dengan erat.

'Reno... tolong selamat,' batin Alya berdoa dengan dada berdebar kencang.

Reno berdiri di tengah kepungan empat sosok jubah putih itu dengan wajah santai tanpa ekspresi.

Dia bahkan sempat mengorek telinganya pelan seolah teriakan Pelindung Timur hanyalah angin lalu.

"Lu tadi ngomong apa? Serahkan Sutra Naga Kuno dan nyawa istri gue?" tanya Reno dengan senyum tipis sinis.

Pelindung Barat melangkah maju, memegang sepasang belati emas yang memancarkan energi pembunuh.

"Jangan banyak bacot, Pemuda Sombong! Lu pikir bisa selamat setelah mengacaukan wilayah kami?!" bentak Pelindung Barat murka.

"Di mata Istana Dewa Perkasa, lu cuma serangga yang kebetulan dapet keberuntungan!" tambah Pelindung Selatan mengejek.

Reno bersedekap dada, menatap empat orang itu bergantian dengan pandangan malas.

"Istana Dewa Perkasa? Nama doang keren, tapi bringsutnya keroyokan," cibir Reno tertawa mengejek.

'Sialan! Nih orang bener-bener minta dirobek mulutnya!' batin Pelindung Utara membara penuh amarah.

"Serang bersama! Penggal kepalanya!" komando Pelindung Timur lantang.

Brakkkk!

Empat Pelindung Dewa melompat serentak dari empat arah angin, meluncur bagaikan empat meteor putih yang mematikan.

Pelindung Timur melayangkan pukulan beracun, Pelindung Barat menebaskan belati emasnya, sementara Pelindung Selatan dan Utara mengincar kaki serta jantung Reno.

Gerakan mereka begitu cepat hingga menciptakan ribuan bayangan pedang dan cakar di udara.

*Wusss! Wusss! Wusss!*

Para penjaga Grup Naga Hitam yang mengawasi dari jauh memucat ketakutan melihat gempuran dahsyat tersebut.

Namun, Reno masih berdiri tegak di tempatnya.

Mata Reno mendadak berkilat keemasan saat energi batin Sutra Naga Kuno bangun dari kedalamannya.

"Teknik Naga Kuno: Pelindung Emas Abadi!" pukas Reno dingin.

Brakkkk!

Kubah cahaya emas murni melingkupi tubuh Reno seketika, memancarkan tekanan ilahi yang sangat kuat.

*Pranggg! Pranggg! Pranggg!*

Semua serangan mematikan dari Empat Pelindung Dewa menghantam kubah emas itu secara bersamaan.

Namun, alih-alih menembus pertahanan Reno, senjata dan pukulan mereka justru memantul keras!

Deggg...!

Empat Pelindung Dewa terbelalak lebar, tangan mereka mati rasa seketika akibat gelombang kejut balasan.

"A-Apa?! Pertahanan apa ini?! Kok bisa serbuan empat Raja Spiritual nggak ngefek sedikit pun?!" jerit Pelindung Timur histeris.

"Sekarang giliran gue," pukas Reno dengan suara berat yang mengintimidasi.

Reno mengepalkan tangan kanannya, menghentakkan kakinya ke atas tanah marmer pelataran.

Brakkkk!

Gelombang energi naga emas meledak keluar bagaikan gunung berapi yang meletus dahsyat.

*Boommm!*

"Guaaarkkk!"

Empat Pelindung Dewa memuntahkan darah segar secara bersamaan di udara saat gelombang kejut menghantam dada mereka.

Tubuh mereka terpental keras sejauh puluhan meter, menabrak tembok benteng vila hingga roboh berantakan.

Pelindung Barat tersungkur di tanah dengan belati emasnya yang patah menjadi dua.

Pelindung Selatan dan Utara tergeletak tak berdaya dengan tulang-tulang tangan yang retak parah.

Pelindung Timur merangkak bangkit dengan susah payah, wajahnya yang dulu anggun kini bersimbah darah dan debu.

Dia menatap Reno dengan tatapan ketakutan yang belum pernah dirasakannya seumur hidup.

"K-Kekuatan ini... Ini bukan Ranah Raja Spiritual..." ringis Pelindung Timur dengan suara gemetaran hebat.

"L-Lu... Lu sudah mencapai Ranah Kaisar Spiritual?!" jerit Pelindung Timur penuh trauma mendalam.

Reno melangkah menghampiri Pelindung Timur, berdiri tepat di atas tubuhnya yang bersimbah darah.

"Istana Dewa Perkasa lu itu terlalu lama menguasai negeri ini sampai lupa ada naga yang sedang tidur," pukas Reno dingin.

Reno menginjak dada Pelindung Timur secara perlahan.

*Crakkk!*

Suara tulang dada retak terdengar nyaring di tengah kesunyian pelataran.

"Arghhhh! Ampun! Ampun, Tuan Agung!" jerit Pelindung Timur histeris sambil membenturkan kepalanya ke tanah.

Tiga Pelindung Dewa lainnya ikut merangkak pasrah, membuang seluruh harga diri organisasi tertinggi mereka.

"A-Kami mengaku kalah! Tolong ampu-ni nyawa kami!" ratap Pelindung Barat menangis ketakutan.

Reno menarik kembali kakinya, menatap empat penguasa Istana Dewa Perkasa itu dengan pandangan jijik.

"Bagas!" panggil Reno santai.

Bagas melangkah keluar dari balik pintu vila, membungkuk penuh hormat.

"Siap, Tuan Muda!" jawab Bagas sigap.

"Patahkan seluruh kultivasi empat orang ini, lalu kirim mereka kembali ke markas pusat Istana Dewa Perkasa di Ibu Kota," perintah Reno tegas.

"Baik, Tuan Muda! Pelaksanaan akan segera dilakukan!" sahut Bagas tanpa ragu.

Pelindung Timur terbelalak histeris mendengar nasib kultivasinya yang akan dihancurkan total.

"T-Tidak! Jangan hancurkan kultivasi kami!" jerit Pelindung Timur meratap.

Namun Bagas bersama pasukan elit Naga Hitam langsung menyeret empat orang itu tanpa ampun.

Reno membalikkan badan, melangkah masuk ke dalam vila untuk menemui Alya.

Alya langsung berlari menghampiri Reno dan memeluk suaminya dengan erat.

"Reno! Kamu beneran nggak apa-apa?" tanya Alya khawatir sambil memeriksa tubuh Reno.

"Nggak apa-apa kok, sayang. Sudah bersih semuanya," jawab Reno tersenyum manis membalas pelukan Alya.

Di saat yang sama, tiga hari kemudian di Ibu Kota Negara.

Markas Pusat Istana Dewa Perkasa mendadak gempar luar biasa.

Empat Pelindung Dewa dilempar di depan gerbang utama dalam kondisi kultivasi hancur total dan tubuh cacat permanen.

Sebuah surat bertulisan tinta emas menempel di dada Pelindung Timur.

Tetua Agung Istana Dewa Perkasa mengambil surat tersebut dengan tangan gemetaran murka.

Dia membaca kalimat singkat yang tertulis di dalam surat tersebut:

*"Jika Istana Dewa Perkasa masih berani menyentuh kota gue atau istri gue, minggu depan markas kalian bakal gue ratakan dengan tanah. - Reno Wijaya."*

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!