NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASALAH PENGANTAR DAN SOLUSI CEPAT

Karena semua staf sedang melayani, Key segera mengangkat telepon itu. "Hallo, Kak. Kami dari Sweety Bakery, ada yang bisa kami bantu?" suaranya terdengar profesional namun hangat.

Di seberang sana, suara seorang wanita terdengar cukup tergesa-gesa dan tegas. "Iya, Kak, saya dari PT Gemilang. Kami butuh kue untuk meeting penting jam 12 siang ini. Orderannya sudah saya kirim lewat WhatsApp, tolong diproses segera ya."

Jantung Key berdegup sedikit. Jam 12? Itu artinya hanya tersisa waktu kurang dari dua jam! Tapi sebagai manajer, ia terlatih untuk tidak panik. "Oh baik, Kak. Tenang saja, orderan akan kami kirim sebelum jam 12. Terima kasih sudah mempercayai kami," jawabnya meyakinkan.

Segera setelah menutup telepon, Key membuka ponselnya. Pesanan masuk. Jumlahnya lumayan besar, terdiri dari berbagai macam kue tart mini dan paket snack yang elegan. Ini adalah klien penting.

"Tim, ayo gerak cepat! Kita ada pesanan kilat dari PT Gemilang, harus selesai dan dikirim sebelum jam 12!" serunya memberikan instruksi.

Semua orang bergerak bagaikan satu tim yang solid. Dapur bekerja ekstra cepat, dekorator menyiapkan hiasan, dan packing dilakukan dengan sangat hati-hati. Namun, tepat saat semua kue sudah siap dimasukkan ke dalam kotak cantik, masalah baru muncul.

Semuanya sudah siap. Kotak-kotak kue telah tertata rapi, diikat dengan pita emas yang memberikan kesan mewah dan eksklusif. Namun, wajah salah satu koordinator pengiriman terlihat pucat dan panik saat menghampiri Key.

"Bu... Maaf sekali. Ini masalah besar," katanya terbata-bata.

"Ada apa, Mas Budi?" tanya Key tenang, meski hatinya mulai was-was.

"Semua driver kita sedang ada di luar dan mengantar pesanan jauh. Yang lainya juga sedang macet di jalan. Tidak ada satupun yang bisa kami kirimkan sekarang. Padahal ini harus sampai sebelum jam 12," jelasnya dengan napas tersengal.

Key menoleh ke arah jam dinding. Jarum panjang sudah menunjukkan pukul 11.15. Waktu semakin sempit. Jika pesanan terlambat, reputasi toko bisa rusak, dan kerja sama yang mungkin terjadi di masa depan bisa gagal sebelum dimulai.

Pikiran Key berputar cepat. Ia memikirkan opsi-opsi yang ada. Memanggil ojek pengiriman? Risikonya terlalu besar, kue bisa hancur atau tidak terawat. Menunggu driver kembali? Mustahil, waktunya tidak cukup.

"Hmm..." Key mengerutkan kening sejenak, lalu matanya berbinar menemukan ide. "Kalau begitu, biar saya saja yang antar."

"Tapi Bu Key, mobil Ibu kan masih di bengkel?" tanya Budi heran.

Key tersenyum tipis, penuh keyakinan. "Iya, tapi coba saya telepon dulu siapa tahu sudah beres."

Ia segera mengambil ponselnya dan menekan nomor bengkel. Nada semba terdengar beberapa kali sebelum akhirnya terangkat.

"Halo, selamat pagi Bengkel Jaya Mandiri."

"Selamat pagi, Pak. Saya Key, pemilik mobil sedan hitam yang tadi malam dititipkan. Apakah sudah selesai diservis?" suaranya penuh harap.

"Oh, Ibu Key! Kebetulan sekali, barusan kelar dites mesinnya. Sudah siap jalan mulus," jawab mekanik itu dengan nada bersahabat.

Key menghela napas panjang, rasa lega luar biasa menyelimuti dadanya. "Alhamdulillah! Pak, tolong bantu saya sekali ini. Bisa tidak mobilnya diantar langsung ke tempat kerja saya sekarang? Saya butuh sangat segera."

"Bisa, Bu. Bisa. Kirim saja lokasinya lewat WhatsApp, nanti anak saya yang antar sekarang juga."

"Terima kasih banyak, Pak! Saya tunggu ya."

Tak sampai 15 menit kemudian, mobil hitam kesayangannya sudah terparkir rapi di depan toko. Key segera memeriksa kondisi mobil, menyalakan mesin, dan mendengar suara mesin yang halus terdengar nyaman. Sementara itu, staf sudah membawa keluar kotak-kotak pesanan.

"Baik, ini alamat lengkapnya dan nomor yang bisa dihubungi," kata staf sambil menyerahkan secarik kertas.

"Oke, saya berangkat sekarang. Tolong jaga toko baik-baik ya!" seru Key sambil masuk ke dalam mobil.

Mesin menderu halus, dan mobil melaju meninggalkan halaman toko. Perjalanan menuju gedung PT Gemilang sebenarnya tidak terlalu jauh, estimasinya hanya sekitar 20 menit. Key mengemudi dengan tenang namun pasti. Namun, takdir seolah ingin menguji ketenangannya hari ini.

Tiba-tiba, langit yang tadi cerah mendadak berubah warna menjadi abu-abu gelap dalam sekejap. Angin mulai bertiup kencang menggoyangkan pepohonan. Dan tak lama kemudian, tetes-tetes air mulai jatuh. Awalnya pelan, lalu semakin lama semakin deras hingga menjadi hujan lebat yang membasahi seluruh kota.

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!