Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.
Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 - Bertemu Kemal
Sebelum pergi dari markas Joshua, Rangga tak lupa menceritakan pengejaran geng motor tadi.
"Tuh kan, pasti geng motor itu orang suruhan yang tak suka kau terlalu ikut campur dengan kasus Pak Alun," ungkap Joshua.
"Entahlah... Padahal aku sudah melakukannya diam-diam. Aku yakin nggak ada orang yang tahu." Rangga menghela nafasnya.
"Mulai sekarang kau sebaiknya berhati-hati. Orang terdekatmu juga patut kau curigai," ujar Joshua seraya menepuk pundak Rangga.
"Termasuk kau?" balas Rangga.
"Mungkin saja. Tapi kalau aku terbukti jadi pengkhianat, maka bunuh saja aku," sahut Joshua sambil terkekeh. Rangga lantas ikut tertawa kecil. Jelas itu hanyalah candaan bagi mereka.
Rangga melirik jam yang melingkar di tangannya. Sebentar lagi jam lima sore, dia ingat ada janji untuk bertemu dengan Kemal. Tanpa pikir panjang, Rangga segera pamit dari markas Joshua. Ia melaju dengan motornya.
Untung saja perjalanan Rangga kali ini tidak ada serangan geng motor lagi. Dia dan Kemal akan bertemu di sebuah cafe.
Dalam perjalanan, pikiran Rangga berkecamuk. Jika tadi dia penasaran dengan geng motor yang menyerangnya, kini dirinya penasaran terhadap apa yang dirahasiakan Dita. Wajah cantik perempuan tersebut seketika terbayang dalam pikirannya.
Setibanya di cafe, Rangga memilih tempat duduk dan memesan minuman. Karena merasa lumayan lapar, dirinya memutuskan juga memesan camilan.
Tak perlu menunggu lama, pesanan Rangga datang. Maka bersamaan itu pula, Kemal datang. Lelaki tersebut segera duduk di kursi seberang meja Rangga.
"Sudah lama menunggu? Maaf, aku terlambat. Tadi harus ngurus mahasiswa yang mau konsul," ujar Kemal ramah.
"Aku yang harusnya minta maaf, karena harus menyita waktumu," tanggap Rangga. "Kau mau pesan apa? Jangan pedulikan bayarannya," tawarnya.
"Aku pesan kopi saja. Cafein adalah energiku," sahut Kemal. Rangga lantas segera memesankannya kopi.
"Bolehkah aku menebak hal yang ingin kau bicarakan? Kau ingin menanyakan tentang Dita bukan?" ujar Kemal.
Rangga tersenyum dan mengangguk. "Pertama-tama, aku ingin bertanya, kapan kau bertemu dengan Kak Dita? Apa sudah lama?" cecarnya.
"Mungkin sekitar empat tahun yang lalu. Saat itu aku sangat membutuhkan pengasuh untuk menjaga Safea, dan Safea memilih Dita dari kandidat pengasuh yang lain," terang Kemal panjang lebar.
Kening Rangga mengernyit. Dia merasa ada yang ganjal. Dia sontak bertanya, "Tunggu dulu, kandidat?"
"Ya. Kandidat pengasuh. Apa yang membuatmu bingung?" Kemal jadi ikut mengerutkan dahi.
"Jadi saat Kak Dita jadi pengasuh Safea, kau jatuh cinta padanya dan menikahi Kak Dita?" Rangga mencoba menyimpulkan.
Mendengar itu, Kemal sempat terdiam. Namun tidak berlangsung lama, karena tawanya seketika pecah untuk sesaat.
Rangga tersenyum kecut. "Kenapa kau tertawa? Apa pertanyaanku lucu?"
"Tidak. Bukan begitu. Aku pikir kau salah paham."
"Salah paham?"
"Ya! Aku dan Dita nggak pernah menikah. Dia hanya wanita yang bekerja denganku untuk mengasuh Safea. Lagi pula, aku merasa tidak berniat menikah lagi setelah istriku meninggal. Aku sedang mengumpulkan uang yang banyak untuk masa tuaku." Kemal menjelaskan dengan serius.
Rangga membisu. Entah kenapa ada sedikit rasa lega dalam dirinya. Ternyata Dita masih belum menikah dengan siapapun setelah berpisah dengannya.
"Aku pikir kau suaminya Kak Dita. Kalian soalnya terlihat sangat serasi," ucap Rangga.
"Itulah yang dikatakan semua orang. Tapi aku dan Dita tidak pernah memiliki perasaan satu sama lain. Aku justru menganggapnya seperti adik yang harus aku jaga," sahut Kemal.
Rangga tersenyum sumringah. Namun itu hanya sesaat, karena dia kini sadar kalau Dita berbohong. Rangga hanya perlu mencari tahu alasan kenapa Dita sampai berbohong begitu.
"Maaf sebelumnya, Mas Kemal. Bolehkah aku bertanya, apakah Kak Dita pernah menceritakan masalahnya yang berkaitan denganku?" tanya Rangga.
udahlah gk mau aku jodoh"in lg,kumaha km we lah rangga rek dua" na ge teu nanaon,kesel
Untuk Dita & Astrid harus nyadar diri bahwa cinta tak harus memiliki & harus merelakan bahwa mereka berdua adalah masa lalu bukan masa depan Rangga & mereka berdua harus nyadar diri mereka gak bersih kelakuanya = Rangga 😄