NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:67k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Emosi lagi

Pak Hardi menatap kepulangan sang istri yang baru dari kota itu, emosi sudah memuncak di dalam kepala karena dia sangat yakin bahwa Ningsih yang sudah membawa mayat Anisa pergi dari dalam rumah ini, entah dia bawa ke kota atau pergi ke tempat yang lain karena Pak Hardi begitu yakin bahwa hanya Ningsih saja yang bisa mengambil mayat Anisa dari dalam freezer itu.

Tidak ada orang lain lagi yang bisa melakukan hal tersebut karena yang memegang kunci hanya Ningsih dan dia tidak akan pernah memberi izin kepada orang lain untuk membuka freezer tersebut, jadi ketika mayat Anisa menghilang dari dalam sana maka jelas bahwa yang mengambil adalah Ningsih itu sendiri.

Entah dengan maksud tujuan apa namun yang jelas dia pasti berusaha keras untuk melakukan sesuatu agar keinginan yang ada di dalam diri dia bisa segera tercapai, Pak Hardi juga tidak paham dengan pemikiran Ningsih ini sehingga dia yang ada setiap hari semakin emosi saja.

Sebab pak Hardi sudah berpikir untuk menguburkan Anisa sendiri dengan cara dia sendiri juga agar mayat sang anak mendapat ketenangan, namun apa mau dikatakan karena rencana yang telah dia pikirkan secara matang tidak berhasil, bagaimana mungkin bisa berhasil karena mayat yang ada di dalam freezer itu sudah tidak ada lagi.

Kini Ningsih malah pulang dengan wajah tidak ada bersalah sama sekali sehingga Pak Hardi yang melihat tentu saja menjadi semakin emosi, padahal dia sudah berusaha untuk menetralkan diri agar tidak terbawa emosi yang begitu besar saat Ningsih sudah pulang ke rumah dan dia akan membicarakan masalah ini dengan baik.

Namun ketika melihat wajah Ningsih yang sama sekali tidak ada rasa bersalah itu maka pak Hardi menjadi semakin tidak karuan saja, ini rasanya Dia secepat mungkin membanting semua yang ada di dalam rumah tersebut agar Ningsih juga menyadari bahwa dirinya memiliki kuasa di dalam rumah ini dan tidak terus-menerus kena pijak.

"Kenapa kau menatap aku seperti itu?" Ningsih melirik kepada sang suami karena dia tahu bahwa pak Hardi menatap dia dengan tajam.

"Masih bisa kau bertanya dengan sangat enteng seperti itu?" pak Hardi langsung berdiri mendekati Ningsih.

"Ya namanya juga punya mulut maka pasti bisa aku bertanya kepada dirimu!" jawab Ningsih dengan ketus dan dia meletakkan semua barang di atas meja.

"Jangan bersandiwara lagi di hadapan aku, katakan saja di mana saat ini mayat Anisa!" bentak pak Hardi karena sudah terlanjur emosi.

"Kau bertanya kepada diriku tentang mayat Anisa?" Ningsih menoleh dan menatap sang suami yang sudah berwajah keras.

"Tidak perlu seperti itu lagi, Ningsih! aku tahu kau yang membawa mayat Anisa dari dalam freezer itu!" tuding pak Hardi secara langsung.

"Oh jadi ketika aku tidak ada kau membuka freezer itu juga dan berniat untuk menguburkan Anisa tadi malam?" Ningsih bertanya dengan senyum mengembang di wajah dia.

Ini bila Pak Hardi tidak berusaha mengendalikan emosi yang ada di dalam diri dia, maka tamparan keras pasti sudah melayang di wajah Ningsih Karena dia sudah terlanjur emosi dan Ningsih justru menguji kesabaran dengan sangat ekstra seperti itu sehingga siapa saja yang mendengar ucapan Ningsih pasti akan sangat emosi tidak terkendali.

"Kemana kau membawa pergi mayat Anisa saat ini?!" teriak pak Hardi yang sudah terlanjur emosi.

"Aku membawa dia ke sebuah tempat dan nanti kau juga pasti akan sangat terkejut setelah semua urusan selesai." Ningsih tersenyum.

"Ningsih, kau jangan semakin gila seperti ini." pak Hardi menarik tangan sang istri yang akan segera berlalu.

Ningsih mengibaskan tangan dia karena tidak mau bila sampai bertengkar lebih jauh dengan sang suami, sebab Dia telah memiliki rencana sendiri dan tidak ingin bila ada yang ikut campur dalam urusan itu, jadi dia akan mengurus semua masalah ini sendiri dan orang lain tidak perlu tahu tentang apa yang akan.

"Kau nanti pasti akan terkejut dengan apa yang aku lakukan ini dan juga pasti ada rasa syukur di dalam dirimu." Ningsih berkata sambil menyeduh teh panas.

"Aku sudah sangat terkejut dengan perbuatan yang ada di dalam dirimu ini, Ningsih!" geram pak Hardi.

"Ya sekarang tinggal bersiap saja untuk kejutan yang lebih baik." Ningsih berkata dengan nada cuek.

"Tidak, aku tidak akan menurut apa yang kau katakan lagi karena kau semakin hari semakin tidak karuan saja!" pak Hardi menggeleng dengan sangat keras.

"Loh emangnya selama ini kau bisa apa? kau selalu berdiri di bawah aku dan yang mengurus semua masalah dalam rumah ini adalah aku!" Ningsih berbalik dengan wajah tegang.

"Cukup sudah selama ini kau selalu merendahkan aku dan memandang aku hina, hanya karena aku berwajah buruk dan miskin sehingga kau bisa bersikap sesuka hati!" bentak pak Hardi sambil membanting piring.

"Miskin dan buruk rupa itu sebuah paket yang begitu buruk sekali, Anisa buruk rupa seperti itu karena kau." Bu Ningsih menjawab ucapan sang suami dengan begitu santai.

Pak Hardi berusaha mengendalikan emosi di dalam diri ini karena dia tidak mau bila sampai menampar wajah sang istri yang keras kepala itu, sebab bila dia menuruti apa yang terbersit di dalam hati ini maka akan langsung menampar begitu saja wajah bu Ningsih akibat wanita itu terus saja membantah dan mengatai dirinya dengan begitu pedas.

"Sebaik nya kau intropeksi diri dan menyadari kalau Anisa memiliki orang tua tampan maka dia tidak akan seperti itu." ujar Ningsih kembali.

"Aku akan berusaha keras untuk mencari mayat Anisa!" tekad pak Hardi segera berlalu.

"Ya silakan kau cari bila memang bisa, mayat apa yang sedang kau bicarakan ini." Ningsih tertawa sendirian di dapur.

Tidak peduli dengan sang suami yang sudah pergi begitu saja sambil membawa emosi besar karena berbicara dengan Ningsih tentu saja sangat menguras emosi, jadi pak Hardi memutuskan untuk cabut dari sana saat ini juga, dia akan berusaha untuk mencari mayat Anisa saat ini ada di mana.

"Cari bila kau memang mampu dan menemukan anak yang kau katai mayat itu." Bu Ningsih kembali tersenyum dan menyeruput teh tersebut dengan gaya yang begitu santai sekali.

Bahkan senyum wanita ini tidak pernah pudar dari wajah dia sehingga orang yang sempat melihat pasti akan bingung dengan bu Ningsih, tapi untung tidak ada orang di dalam rumah ini sehingga dia bisa santai seorang diri dan pak Hardi juga telah pergi membawa emosi yang begitu besar di dalam diri.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
Raffaza Direzky87
koswara kenapa gak ngmong aja, klo dapat tugas dari purnama untuk jaga kmpung juga
vania larasati
lanjut kak
Nurr Tika
ternyata member purnma yg bru ini punya kekuatan
ρυтяσ kang'typo✨
hadeh...jadi ingat sama Arya n Sam dulu🤣🤣🤣🤣dia pas barru ketemu pun gelud, siapa sangka mereka sekarang rukun toh walaupun sering debat
ρυтяσ kang'typo✨
wkwkwkwk... ketemu pocong gosong Digo, itu member Purnama yang baru 🥰
Tri Lestari
bisa di sucikan ngak sih Pur si Koswara,, lepas Pur dia benar calon menantu lho
Shinta Teja
kok Udin sih,Thor?! bukannya Digo ya🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
malah pada berantem wkwk. . gak tau aja kalian di bawah naungan yang sama 🤣
K & T K & T
mlm jg Bess..
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
Apriyanti
sadis jg ni pocong hitam🤣🤣
Ass Yfa
kayaknya..Koswara deh kalo nggk salah😄
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Betri Betmawati
pocong nanti kau kna marah SMA Kiara kau apakan itu si Digo,
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang
Nengsih Irawati
Hadeh malah berantem sih😌
tse
aduh Digo... pantas aja Kiara belum mau dinikahi sama kamu wong kamu ngelawan pocong gosong aja kalah telak gitu ko🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jeakawa loving❤️
potam alias pocong hitam aja gimana😄
Sabrina Qheyla Putrie
🤣🤣🤣
Chie
Lucu deh sidigo dan sipocong
MiilaaManurung
😂😂😂
Brina
ky na blm ksh nm deh tu pocong gosong atau aq yg lupa yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!