NovelToon NovelToon
Reaksi Berantai Rendra:Sistem Auto Rich

Reaksi Berantai Rendra:Sistem Auto Rich

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: mhmmad riko

Rendra Wijaya (24 tahun) adalah definisi nyata dari pecundang urban. Bekerja belasan jam sehari sebagai kurir paket dengan sistem kemitraan yang mencekik, ia harus menerima kenyataan pahit: saldo m-banking yang tersisa Rp 14.500,-, cicilan motor menunggak, dan ancaman kelaparan di depan mata. Di titik terendah hidupnya saat diguyur hujan deras Jakarta, sebuah keajaiban fiksi ilmiah menghampirinya. Sebuah kecerdasan buatan misterius bernama Sistem Auto Rich mengikat jiwanya.

Mau tau kelanjutan nya yok simak....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mhmmad riko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 :Sang Pemilik Baru SCBD

Rendra berdiri di trotoar beton SCBD yang bersih, kontras dengan debu di gang kosannya dulu. Di depannya menjulang sebuah gedung perkantoran sepuluh lantai yang tampak kusam dan lesu di antara gedung-gedung kaca yang berkilau. Di lobi gedung itu terpasang spanduk besar yang setengah terlepas: "DIJUAL/DISEWAKAN - HUBUNGI KURATOR."

Gedung ini adalah Grahadi Kencana, sebuah aset yang terseret pailit akibat skandal korupsi manajemen sebelumnya. Rendra melirik panel sistemnya.

[ Target Terdeteksi: Gedung Grahadi Kencana ] [ Nilai Appraisal: Rp 48.500.000.000,- ] [ Sisa Waktu Misi: 10 jam 15 menit ]

Rendra merapikan jaket kurirnya yang sudah ia bersihkan seadanya. Meskipun fisiknya kini tegap dan tatapannya tajam berkat Body Reinforcement, penampilannya masih jauh dari kata "investor".

Ia melangkah masuk ke dalam lobi yang sunyi. Di meja resepsionis, seorang pria paruh baya dengan kemeja yang kusut tampak sedang membereskan berkas-berkas. Ia adalah Pak Heru, manajer operasional yang sedang menunggu surat pemecatan resminya.

"Maaf, Mas. Gedung ini sudah tutup. Tidak menerima pengantaran paket lagi," kata Pak Heru tanpa menoleh, mengira Rendra adalah kurir yang salah alamat.

"Saya ke sini bukan untuk antar paket, Pak," suara Rendra terdengar berat dan penuh percaya diri. "Saya ke sini untuk membeli gedung ini. Tunai."

Pak Heru menghentikan gerakannya. Ia mendongak, menatap Rendra dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu tertawa getir. "Mas, bercandanya jangan sekarang. Saya lagi pusing. Gedung ini aset pailit, harganya puluhan miliar. Bukan harga paket kilat."

Rendra tidak membalas dengan kata-kata. Ia mengeluarkan ponselnya—yang kini sudah ia ganti dengan model terbaru yang dibelinya di jalan tadi—lalu menunjukkan sebuah layar transaksi digital yang sudah disiapkan oleh Sistem.

Di layar itu tertera bukti dana jaminan sebesar Rp 50.000.000.000,- di bawah nama Rendra Wijaya dengan stempel digital Certified by Global Swiss Bank.

Pena di tangan Pak Heru jatuh ke lantai. "Ini... ini asli? Tapi bagaimana bisa?"

"Sistem birokrasi dan kurator biasanya lambat, Pak. Tapi saya punya pengacara digital yang sudah mengirimkan surat penawaran resmi ke kantor kurator sepuluh menit yang lalu," Rendra tersenyum tipis. "Saya ingin gedung ini bersih dalam dua jam. Semua hutang operasional, gaji karyawan yang tertunggak, dan biaya perawatan akan saya lunasi sekarang juga."

Langkah Pertama Sang Predator

Dalam waktu kurang dari tiga jam, suasana di Grahadi Kencana berubah total. Berkat bantuan Sistem yang meretas jalur birokrasi legal (melalui Ghost Firewall), proses akuisisi berjalan secepat kilat. Rendra kini duduk di kursi empuk ruang direktur di lantai teratas, menatap pemandangan Jakarta dari ketinggian.

Tiba-tiba, pintu ruangan itu didobrak terbuka.

Dua pria berjas hitam dari kedai kopi tadi masuk dengan wajah merah padam, diikuti oleh seorang pria tua berambut putih dengan setelan jas seharga ratusan juta rupiah. Inilah sosok dari The Black Shard.

"Siapa kau sebenarnya, anak muda?" tanya si pria tua itu. Suaranya tenang namun mengandung ancaman mematikan. "Nama saya adalah Barata. Di kota ini, tidak ada satu rupiah pun yang berpindah tangan tanpa sepengetahuan saya. Kau muncul dari antah berantah dan tiba-tiba membeli aset di wilayah saya?"

Rendra tidak berdiri dari kursinya. Ia hanya memutar kursi tersebut perlahan untuk menghadap Barata.

"Nama saya Rendra. Dan mulai hari ini, wilayah ini punya aturan baru," jawab Rendra santai.

Barata memberi isyarat pada dua pengawalnya untuk bergerak maju. "Uang bisa dibeli, tapi nyawa tidak. Kau pikir sistem enkripsimu bisa melindungimu dari peluru?"

Namun, sebelum kedua pengawal itu bisa mendekat, panel sistem Rendra berkedip biru.

[ Deteksi Ancaman Fisik: Tinggi ] [ Mengaktifkan Fitur Uji Coba: Pengawal Sistem - Phantom Guard (Durasi 5 Menit) ]

Tiba-tiba, dari bayangan di pojok ruangan, muncul dua sosok tinggi mengenakan setelan taktis hitam legam tanpa wajah yang terlihat. Mereka bergerak lebih cepat dari mata manusia bisa mengikuti. Dalam sekejap, kedua pengawal Barata sudah tersungkur di lantai dengan tangan terpelintir, sementara sebuah pisau taktis tipis sudah menempel di leher Barata.

Barata berkeringat dingin. Ia belum pernah melihat teknologi atau kemampuan seperti ini.

"Dengarkan baik-baik, Pak Barata," Rendra berdiri dan berjalan mendekat, menatap langsung ke mata pria tua itu. "Saya tidak tertarik dengan konsorsium kalian yang membosankan. Tapi jika kalian mencoba mengusik napas saya lagi... saya tidak hanya akan membeli aset kalian, saya akan menghapus nama kalian dari sejarah finansial dunia ini."

Rendra melambaikan tangan, dan sosok bayangan itu menghilang kembali ke dalam kegelapan seolah tidak pernah ada.

"Sekarang, keluar dari gedung saya. Saya punya banyak pekerjaan," usir Rendra.

Hasil Misi

Setelah Barata dan anak buahnya pergi dengan gemetar, panel sistem muncul dengan kembang api digital yang meriah.

[ MISI SELESAI: Counter-Attack: The First Investment ] [ Hadiah Berhasil Diklaim! ]

Peringkat Pengguna: Level 3 (Gelar: Jutawan Muda Berbahaya)

$$Rp 864.000.000 / hari$$

)

Aset Permanen: Gedung Grahadi Kencana (Ganti Nama?)

Fitur Baru: Insight Pasar (Melihat peluang bisnis yang akan meledak dalam 24 jam).

Rendra menghela napas panjang. Dari kurir dengan saldo Rp 14.500,- menjadi pemilik gedung di SCBD dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun, ia tahu ini baru permulaan. Di Level 3, tantangannya tidak lagi sekadar menghabiskan uang, tapi membangun sebuah kekaisaran.

"Sistem," panggil Rendra. "Ganti nama gedung ini menjadi RED-CHASE TOWER. Dan siapkan misi berikutnya. Gue baru mulai panas."

“Ding! Nama berhasil diubah. Menyiapkan Misi Level 3: 'Filantropi Berdarah'...”

1
Ven
aku harap dunia yang di tempatin adalah dunia bumi sama kek dunia nyata
Pur Yono
sudah bagus lanjut👍
Pur Yono
lanjut up
Pur Yono
jp
Pur Yono
suka dengan ceerita berlatar sistem
Hajir Pemburu
bagus dan menghibur,terlalu mudah mengalahkan pengguna sistem lain jadi kurang greget gitu thor.
Hajir Pemburu
semangat teruuuuuus thor
Aisyah Suyuti
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!