NovelToon NovelToon
Dewa Abadi

Dewa Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Misteri
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di dunia kultivasi yang kejam dan tak berbelas kasih, takdir mengikat dua jiwa dari dunia yang sepenuhnya berbeda: Zeng Niu, seorang pemuda berdarah dingin dari kelas bawah yang mewarisi Dao Bencana dan Petir Hukuman Langit, serta Zhao Ying, putri dari Tiran Ketiadaan Surga Atas yang jatuh ke dunia fana dengan kultivasi yang tersegel.

Terdampar di Benua Selatan yang dipenuhi kabut dan kutukan, keduanya harus bertahan hidup dari buruan ahli Nascent Soul dari Suku Li Kuno. Perjalanan berdarah melintasi Hutan Seratus Ribu Gunung Siluman hingga ke gelapnya Kota Reruntuhan Tanpa Tuan memaksa Zeng Niu untuk terus mendobrak batas fisiknya demi menjadi perisai bagi sang dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Permintaan Sang Dewi

Udara di dalam gua raksasa Puncak Langit Utama terasa membeku. Pernyataan Tetua Xuan Ji jatuh layaknya palu godam tak kasatmata yang menghantam nalar.

Wakil Kepala Akademi, Tetua Agung Gui Huan, adalah sang pengkhianat yang menanamkan Kutukan Darah Pembusuk Jiwa.

Mata Zhao Ying yang tenang kini memancarkan kilatan es yang mematikan. "Jika Anda sudah tahu Gui Huan adalah pelakunya, mengapa Anda memilih untuk diam dan mengurung diri, Kepala Akademi? Dengan kekuatan Nascent Soul Puncak yang Anda miliki, Anda bisa saja membunuhnya saat itu juga!"

Xuan Ji tertawa getir, tawanya bergema hampa di dinding gua yang basah. Pria tua itu menggelengkan kepalanya perlahan.

"Membunuhnya? Tetua Zhao, kutukan ini ditanamkan tepat di titik kelemahan Inti Jiwaku saat aku sedang menyalurkan seluruh kekuatanku untuk menyegel dimensi," ucap Xuan Ji, menatap genangan air spiritual yang kini tercemar racun hitam di sekelilingnya. "Jika aku memaksakan diri untuk bertarung melawannya, Inti Jiwaku akan hancur seketika."

Xuan Ji menghela napas panjang, menatap jauh ke luar gua seolah bisa melihat seluruh ibukota. "Lebih dari itu, faksi Gui Huan telah mengakar kuat di Pelataran Dalam. Jika aku membongkar pengkhianatannya tanpa kekuatan penuh untuk menumpasnya, perang saudara akan meletus. Akademi Jiannan akan hancur dari dalam. Dan saat pertahanan kita runtuh, Sekte Iblis Darah dan Sekte Pedang Langit yang sudah lama mengincar wilayah kita akan masuk menyapu bersih segalanya. Ribuan nyawa murid tak berdosa akan menjadi korban."

Kepala Akademi itu menundukkan wajahnya yang lelah. "Karena itulah, aku memilih untuk berpura-pura melakukan meditasi tertutup. Ini adalah satu-satunya cara untuk mengulur waktu, mencegah kehancuran sekte, sambil mati-matian menggunakan formasi gua ini untuk menekan racun iblis tersebut. Namun... waktuku tidak banyak lagi."

Zhao Ying terdiam, memahami beban luar biasa yang dipikul oleh pria tua ini. Sebagai seorang kultivator dari Surga Atas, ia memahami prinsip pengorbanan seorang pemimpin sekte.

"Kutukan Darah Pembusuk Jiwa adalah racun berunsur Yin yang sangat ekstrem dan kotor," gumam Zhao Ying menganalisis. "Ia memakan esensi kehidupan dan tidak bisa disembuhkan dengan pil penyembuh biasa. Namun, di bawah langit ini, segala hal yang ekstrem pasti memiliki penawarnya."

Zhao Ying menatap lurus ke arah Xuan Ji. "Jika ada kekuatan Yang absolut sebuah elemen petir murni yang mewakili penghakiman langit kutukan itu bisa dibakar habis dari dalam Inti Jiwa Anda tanpa merusak fondasinya. Kebetulan, saya tahu seseorang di akademi yang memiliki elemen tersebut."

Mendengar itu, senyum tipis yang hangat perlahan terukir di wajah pucat Xuan Ji. Pria tua itu membelai jenggot panjangnya.

"Orang tua ini memang sedang terluka, Tetua Zhao, tapi telingaku belum tuli dan persepsi spiritualku belum mati," kekeh Xuan Ji pelan. "Kilatan petir ungu yang mengoyak langit dari arah Paviliun Pedang Bayangan milik Mo Yin tadi... Niat Penghakiman yang begitu tiran hingga membuat pedang-pedang tua di akademi ini merintih ketakutan. Aku sudah menebaknya."

Mata Xuan Ji berbinar penuh harap. "Murid barbar yang selalu bermasalah dengan aturan itu, Zeng Niu... dia benar-benar telah kembali, bukan?"

"Benar. Kultivasinya telah pulih, dan petir surgawinya telah bangkit," jawab Zhao Ying. "Dia bisa menyembuhkan Anda."

"Luar biasa... Langit benar-benar belum ingin melihat Akademi Jiannan runtuh!" Xuan Ji mengepalkan tangannya dengan semangat yang baru menyala. Namun, raut wajahnya segera kembali serius. "Tapi kita tidak bisa melakukan proses penyembuhannya di sini."

Xuan Ji menunjuk ke arah segel pintu gua. "Gui Huan telah menempatkan mata-matanya di seluruh Puncak Langit Utama. Jika Zeng Niu menyalurkan petir surgawinya ke dalam tubuhku di sini, fluktuasi penghancuran racun itu pasti akan terdeteksi. Begitu Gui Huan tahu aku sedang disembuhkan, dia akan membuang semua topengnya dan langsung menyerang gua ini bersama para pemberontak!"

"Lalu, apa rencana Anda, Kepala Akademi?"

"Bawa Zeng Niu kepadaku malam ini juga," perintah Xuan Ji tegas. "Aku memiliki Artefak Penembus Ruang sekali pakai. Kami berdua akan pergi secara rahasia ke sebuah lembah tersembunyi di luar wilayah akademi untuk melakukan penyembuhan. Di sana, fluktuasi petirnya tidak akan terdeteksi oleh Gui Huan."

Xuan Ji menatap Zhao Ying dengan sorot mata memohon. "Namun, kepergianku akan meninggalkan kekosongan. Tetua Zhao, karena Gui Huan dan sekutunya tahu anda berada di ranah Nascent Soul Puncak, aku memintamu untuk tetap diam di akademi. Kehadiranmu akan menjadi pilar penahan. Selama kau berada di sini, Gui Huan tidak akan berani bertindak sembrono secara terbuka."

Zhao Ying mengangguk tanpa ragu. "Saya akan menahan akademi ini dari kehancuran. Namun, sebelum itu, bolehkah saya meminta satu hal?"

"Katakanlah. Selama itu ada di dalam perbendaharaan orang tua ini, aku akan memberikannya."

"Saya membutuhkan sebutir Pil Qi Tingkat Tiga," ucap Zhao Ying tenang.

Xuan Ji sedikit terkejut. Pil Qi Tingkat Tiga adalah pil spiritual tingkat bumi yang sangat berharga, biasanya digunakan oleh kultivator Golden Core untuk menembus kemacetan ranah. Mengapa seorang ahli setingkat Nascent Soul Puncak seperti Zhao Ying menginginkan pil level tersebut?

Namun, mengingat reputasi dan misteri yang selalu menyelimuti Dewi Es ini, Xuan Ji tidak banyak bertanya. Tanpa ragu, pria tua itu merogoh cincin penyimpanannya dan melemparkan sebuah botol giok kecil berwarna hijau kepada Zhao Ying.

"Ambillah. Itu adalah pil murni yang disuling dengan esensi embun pagi selama seratus tahun. Semoga bermanfaat bagimu," ucap Xuan Ji.

Zhao Ying menangkap botol giok itu. "Terima kasih, Kepala Akademi. Bertahanlah sebentar lagi."

Zhao Ying berbalik dan melangkah keluar dari gua. Saat pintu perunggu kembali tertutup di belakangnya, Zhao Ying menggenggam erat botol giok di tangannya.

Dengan energi dorongan dari pil ini, batin Zhao Ying, matanya memancarkan tekad kuat, aku bisa menembus sisa segel kutukan di Dantianku dan mengaktifkan Roda Bintang di dalam nadiku. Walau hanya sebentar, aku harus memulihkan sebagian kekuatan ku. Jika Zeng Niu bertarung untukku, maka aku akan menjadi langit yang melindunginya di benua fana ini.

Malam harinya, di Paviliun Pedang Bayangan.

Zeng Niu perlahan membuka matanya. Uap putih mengepul dari hidungnya saat ia mengakhiri meditasinya. Dantian barunya telah kembali stabil, dan energi petir di Lautan Kesadarannya sudah tenang.

Suara pintu kayu bergeser terdengar. Zhao Ying melangkah masuk ke dalam ruang rahasia, membawa keharuman teratai es yang selalu berhasil menenangkan insting buas Sang Algojo.

"Kondisimu sudah membaik?" tanya Zhao Ying lembut.

"Cukup untuk merobek kepala beberapa ahli Golden Core lagi," jawab Zeng Niu santai, memutar bahunya yang kaku. Ia menatap gadis itu. "Bagaimana keadaan di Puncak Langit Utama?"

Zhao Ying berjalan mendekat dan menceritakan secara singkat semua penemuannya. Pengkhianatan Gui Huan, racun iblis, dan permintaan rahasia Kepala Akademi.

"Kepala Akademi memintamu untuk menyembuhkannya malam ini juga, di luar wilayah akademi," tutup Zhao Ying. "Ini sangat berisiko, tapi ini satu-satunya cara untuk membersihkan akademi dari pengkhianat tanpa memicu perang saudara yang merugikan faksi ortodoks."

Zeng Niu menyeringai tipis. "Menyembuhkan orang tua sambil bersembunyi di hutan? Terdengar merepotkan, tapi demi menyingkirkan lalat bernama Gui Huan itu, aku akan melakukannya. Aku akan berangkat menemuinya sekarang."

Zeng Niu bangkit berdiri dan meraih gagang Pedang Penebas Tulang... yang ia lupakan sudah ditelan Lei Ling. Tangannya hanya menggenggam udara kosong. Pemuda itu mendengus pelan meratapi ketiadaan senjata fisiknya, lalu memperbaiki letak jubah hitamnya.

"Berhati-hatilah, Zeng Niu," bisik Zhao Ying, berdiri tepat di hadapannya.

"Kau juga. Jangan biarkan siapapun di akademi ini meremehkanmu saat aku pergi," balas Zeng Niu. Matanya mengunci tatapan Zhao Ying selama beberapa detik, saling menyampaikan kepercayaan tak terucapkan di antara mereka.

Zeng Niu berbalik, bersiap untuk melangkah keluar menggunakan teknik bayangannya menuju Puncak Langit Utama.

Namun, tepat saat kaki Zeng Niu menginjak ambang pintu ruang rahasia...

WUUUUUUUNG!

Sebuah dengungan yang luar biasa memekakkan telinga meledak di langit malam Ibukota Jiannan.

Seluruh daratan bergetar hebat. Pilar-pilar cahaya berwarna merah darah tiba-tiba melesat naik dari empat penjuru gerbang akademi, membentuk sebuah kubah formasi raksasa yang menutupi seluruh pegunungan spiritual hingga ke awan tertinggi!

Zeng Niu dan Zhao Ying seketika mendongak menatap langit dari jendela paviliun.

Di udara, sebuah proyeksi raksasa dari wajah Tetua Agung Gui Huan muncul. Suaranya yang mengandung penindasan menggema ke seluruh pelosok sekte, membangunkan ribuan murid dari tidur mereka.

"PERHATIAN SELURUH MURID DAN TETUA AKADEMI JIANNAN!" suara Gui Huan menggelegar kejam. "MATA-MATA DARI SEKTE IBLIS DARAH TELAH MENYUSUP KE DALAM SEKTE KITA! DEMI KEAMANAN, FORMASI PENGUNCI LANGIT TINGKAT TERTINGGI TELAH DIAKTIFKAN!"

Wajah proyeki Gui Huan tersenyum licik, matanya seolah menatap langsung ke arah Paviliun Pedang Bayangan.

"MULAI DETIK INI, TIDAK ADA SATU PUN NYAWA YANG DIIZINKAN KELUAR ATAU MASUK DARI AKADEMI! SELEKSI GARDA DEPAN AKAN DIMULAI BESOK PAGI! MEREKA YANG MENCOBA MENEMBUS FORMASI INI... AKAN DIEKSEKUSI DI TEMPAT TANPA PENGADILAN!"

Zeng Niu mengertakkan giginya, tinjunya mengepal erat hingga berbunyi gemeretak.

1
Rinaldi Sigar
lanjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
saniscara patriawuha.
gasddd polllll
Sang_Imajinasi: okehh🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
nahhh lohhhhh....
Arinto Ario Triharyanto
telan aja dulu pil nya, pengen tau efeknya gmn
Sang_Imajinasi: iyah 🤭🤭
total 2 replies
eka suci
pengumuman pengakuan 😥
Sang_Imajinasi: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣👍👍
eka suci
tenang ya niu sang putri menemani, walaupun perjalanan masih jauh untuk level fana udah out of the box🤭
🔴༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 6 gift ☕ Lanjut Crazy Up Thor 💪💪
Sang_Imajinasi: terimakasih mbah atta🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Sang_Imajinasi: siap🙏
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
eka suci
waahhhhh langsung menyalakan suar💪
eka suci
aku suka keributan kata Lei Ling 🤭
Arinto Ario Triharyanto
masih jauh dr level mertua nya, cuman arogan nya doang kocak
Sang_Imajinasi: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikatttt sudahhhhh.....
Sang_Imajinasi: gaspol
total 1 replies
saniscara patriawuha.
cincang cincang sudahhhh....
saniscara patriawuha.
gasssss polllllll....
Simon Semprul
sanggat menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!