NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Happy reading<<<<<<<<

<<

Tuuuuuut

"Ck, Viona lagi Viona lagi." marah Imlie pelan. Ya, tadi Imlie dan Aryan sudah baikan. Karena Imlie tidak bisa marah terlalu lama. Pasti dia akan langsung memaafkan Pria itu.

"Ck, kenapa sih. Gue harus cinta sama Pria itu." gumam Imlie.

"Ya, karena Lo goblok." ujar Alvian yang berjalan di samping adiknya dan Imlie hanya menundukan kepalanya.

Drret

"Iya Dek?" Alvian yang mendapatkan telpon dari lolita langsung saja mengangkatnya. Suaranya begitu lembut beda saat berbiacara dengan Imlie tadi, ketus, dingin, dan menusuk.

"............"

"Oke, Kakak tunggu di parikan ya Dek." ujar Alvian. Kemudian kembali menaruh hpnya. Kemudian berjalan meninggalkan Imlie. Imlie hanya tersenyum getir.

Kemudian berjalan searah dengan Kakaknya karena memang sama menuju ke arah parkiran.

"Yasudah deh, Gue nungguin Emina sama wardah di pakrikan aja." ujar Imlie setelah mengirim pesan pada sahabatnya.

"HALO KAKAK, NUNGGUNYA UDAH LAMA YA?" teriak Lolita penuh keceriaan dan bersemangat. langsung mengalihkan atensi Imlie yang berada di depannya.

Bugh

"Sssh, Awwww."

"Eh, sorry Li. Gue kagak lihat tadi.. Sini Gue bantuin." ujar Lolita sok sokan peduli pada Imlie di depan Alvian.

"Nggak usah." ujar Imlie menepis tangannya Lolita pelan, karena tadi sedikit kesal Jelas jelas Lolita melihatnya tapi malah berbohong.

"Sssh.. Li, sakit." ringis Lolita berbohong.

"IMLIE, LO APA APAAN SIH. JANGAN KASAR DONG SAMA ADEK GUE. UDAH SYUKUR ADEK GUE MAU BANTUIN LO." bentak Alvian sehingga menjadi pusat perhatian beberapa siswa/siswi yang berada di sekitaran parkiran.

"Ya Allah punya Kakak gini amat, yang satunya tukang drama dan yang satunya mau aja di bohongi. Sabar nasib anak buangan." batin Imlie.

"Maaf Kak, tadi Saya cuman pelan tepis tangannya." jawab Imlie.

"KALAU LO TEPISNYA PELAN. TERUS KENAPA SAMPAI TANGAN ADEK GUE BERDARAH, HAH?" bentak Alvian lagi. sedangkan Lolita tersenyum tipis karena sudah berhasil melukai tangannya diam diam.

"Wih, kenapa tuh. Kok Imlie di bentak gitu ya."

"Kayanya dia gangguin Lolita deh Adiknya Kak Alvian."

"Berani banget ya dia gangguin anak dari keluarga kaya."

"Iya ya, apalagi Papanya Kak Alvian sama Lolita itu juga termasuk orang yang memberi

donasi besar di sekolah ini juga."

"Wah, cari masalah sih."

"Emangnya Si Imlie ini siapa sih. Dari keluarga kaya juga bukan..ck, dasar miskwin mentang mentang gangguin anak orang kaya."

"Cih, memang seperti itu adab anak beasiswa." kali ini sahabatnya Viona yang berbicara.

Imlie hanya diam mendengar perkataan mereka, Lolita yang mendengar itu tersenyum tipis. Sedangkan Alvian pun tak peduli.

"Maaf, Saya permisi." ujar Imlie.

"BERANINYA LO MELANGKAH, GUE BAKAL KASIH

PELAJARAN BUAT LO." bentak Alvian.

"Tapi Kak, tadi dia duluan yang menabrak Saya. Saya pun hanya menepis tangannya dengan pelan." ujar Imlie membela diri karena sudah malas.

"Minta maaf sama Adek Gue sekarang." perintah Alvian.

"Aku juga Adik Kakak, Kak." batin Imlie menatap wajah Kakaknya dengan senduh. Alvian hanya menatap dalam diam melihat sorot mata senduh itu.

"Baik Kak." lirih Imlie dan berjalan menuju Lolita.

"Ta, Gue minta maaf." ujar Imlie.

"Nggak Papa Li, Gue maklumi kok, Tadi itu Lo cuman emosi karena Gue udah nabrak Lo. Dan Gue juga mau minta maaf juga. Maafin Gue juga ya." ujar Lolita. Sungguh wanita rubah.

"Kan, teman kita itu baik." ujar temannya Lolita.

"Iya ya, nggak nyangka Gue Lolita memang selalu baik."

Mendengar pujian itu Lolita di buat terbang setinggi langit.

"Lain kali sampai Gue lihat Lo kaya gitu lagi. Jangan salahin Gue buat Lo di keluarkan dari sekolah ini." tekan Alvian.

langsung memeluk Imlie dengan penuh kasih sayang. Ya, memang mereka sudah tau tentang hidup pelik Imlie selama ini, tapi Imlie meminta mereka untuk merahasiakan.

"Kalau mau nangis, nggak papa kok baby. Anjelin siap menampung kesedihannmu." ujar Anjelina.

"Ck, makasih baby ku, sekalian tolong nampung hingus cair juga ya. Hehheh." jawab Imlie bercanda lagi.

"Hahaha." mereka bertiga pun tertawa pelan.

Saat sampai di parkiran Imlie pun di bonceng Anjelina /Yoyo karena kemauan pria feminim itu.

"Ayo, kita berangkat baby Lili. Cuuuusssss." teriak mereka. Ya, Wardah dan Emina walaupun orang kaya mereka suka ke sekolah dengan motor. Mereka tidak seperti orang kaya pada umumnya yang nggak mau panas panasan.

"Ayooo."

"Guys!! Jangan pulang dulu ya. Kita ke mana dulu aja." teriak Emina di atas motor.

"Wah!! Ideh bagus tuh.. Gimana Li, Anjelina? Mau kan?" tanya Wardah.

"Kayanya ide yang bagus deh. Oke deh." jawab Imlie.

"Walaupun pulang pulang nanti di marahin nggak papa deh.

Gue malas ketemu Kak Loli." batin Imlie kemudian mereka berhenti di depan minimarket yang di depan sana ada Mol besar. Dengan tulisan Alveric yang terpampang indah.

"Eh, tapi orang tua kalian nggak marah kan?" tanya Imlie.

"Kan mereka lagi perjalanan bisnis Sayang." ujar Wardah. Ya, memang Emina maupun Wardah orang tua mereka sama sama pergi perjalanan bisnis. Sedangkan Anjelina / Yoyo dia sudah minta izin pada orang tuanya.

"Ayo, kita beli cemilan yang banyak bestie biar makin happy hari kita." ujar Emina dan berlari duluan seperti anak kecil. Mereka pun terkekeh melihat tingkah lucu

sahabat mereka itu.

Saat sedang asyik memilih cemilan. Imlie terdiam melihat Aryan dan Viona yang sedang berdiri di depan rak softex.

"Ar, Gue mau yang ini aja. Soalnya sekalian hilangi nyeri juga." ujar Viona manja. Matanya tak sengaja menatap Imlie dan semakin membuat Imlie cemburu.

"Imlie, sadar diri deh. Aryan itu milik Gue." batin Viona.

"Yasudah, kita ambil yang banyak aja ya. Aku takut kalau tiba tiba datang bulan. Kamu bakal keteran kaya gini." ujar Aryan. Mereka seperti pasangan kekasih saja.

"Makasih Ar, Kamu perhatian banget." ujar Viona.

"Santai aja Vi. Kita kan sahabatan." jawab Aryan membuat Viona kesal sendiri.

Sedangkan Imlie kembali memilih berbagai macam cemilan.

"Kayanya Gue harus siapin juga deh buat Imlie." batin Aryan dan mengambil beberapa lagi. Kemudian pindah ke rak minuman dan mengambil minuman kiranti.

"Loh, kok banyak banget sih Ar?" tanya Viona.

"Ooh, ini sekalian buat Cewek Aku juga." jawab Aryan membuat Viona semakin muak.

"IMLIE, MY BABY.. KAMU DI MANA SIH. LAMA AMAT DAH." teriak Yoyo seenak jidat.

"Maaf Kak, jangan teriak teriak ya Kak." ujar karyawan di situ.

"Eh, maaf Mbak. Keceplosan.. Mbak lihat Anak Gue nggak? Yang mukanya imut, baby gitu." tanya Yoyo belum sadar keberadaan Aryan dan Viona.

"Maaf, di sini banyak orang Kak. Jadi Saya tidak tau." jawab karyawan tersebut. Karena Yoyo tidak menyebutkan ciri ciri Imlie dengan baik.

"Ya Allah, Mbak.. Itu loh yang mirip Gue." ujar Yoyo.

Plak

"Heh, anak anak, Siapa anak Lo, kaya Lili mau aja punya Bapake kaya Lo." ujar Emina yang baru datang.

"Maaf mbak, atas gangguan teman Saya ini. Dia orangnya suka rada rada stres dikit." ujar Emina dan mbak itu mengangguk dan pergi sambil menahan tawa.

"Emi, Kamu kenapa sih hina Anjelina yang panipurna gini. Pokoknya Aku bakal lapir ke Anak Aku ya." ujar Anjelina.

"Lah, di mana mana anak yang mengadu ke bapaknya. Ini malah Bapaknya yang mau mengandu ke anaknya. Hehhehe." ujar Emina dan mengikuti Yoyo untuk mencari Imlie karena Wardah sedang

menunggu di kursi.

"Imlie? Dia di sini?" batin Aryan.

"Eh, Vi.. Kamu duluan ke kasir ya. Nanti Aku susul." ujar Aryan.

"Kenapa? Mau kemana Ar?" tanya Viona yang sudah tau jawabannya.

"Imlie." jawab Aryan setelah mengusap kepalanya Viona kemudian pergi mencari Imlie.

"Hmm,,, yang mana ya! Kayanya yang ini enak deh." gumam Imlie dan berjinjit untuk mengambil coklat batang.

"**Ck, tinggi banget lagi. Andai saja Gue pergi barang Yoyo pasti langsung di ambil nih. Secarah kan

dia tinggi." batin Imlie.

"Ck, tinggi banget." lirih Imlie.

"Makanya tinggi itu ke atas bukan ke samping sayang." bisik Aryan yang datang secara tiba tiba dan mengangkat Imlie. Itu membuat Imlie terkejut.

"Ya Allah, Kak. Hampir... aja, datang itu kasih aba aba kek. Biar Aku nggak jantungan gini." omel Imlie.

"Maaf Sayang." jawab Aryan dan merapikan rambut Imlie.

"Ke sini bareng sahabat, hmm?" tanya Aryan menatap Imlie lembut dan intens.

"Iy-a Kak, tapi kok Kakak tau?" tanya Imlie.

"Tadi lihat di depan. Yuk! Ke sana tadi di cariin.

Tapi, kalau ada yang mau di beli lagi, Gue bantuin ya." ujar Aryan.

"Iy-a deh Kak." jawab Imlie karena dia masih mengambil sedikit cemilan.

"Kenapa gugup gitu Li? Sampai keringatan." tanya Aryan sembari mengusap keningnya Impie yang berkeringat.

"Nggak Kak, ini efek kaget doang kok. Yadudah ayo lanjut lagi." ujar Imlie menarik tangannya Aryan.

"**Udah lama pacaran tapi tingkahnya masih malu malu, bikin Gue semakin gemes sama nih

cewek." ujar Aryan dan di dengar Imlie.

"Iya, dan lama pacaran, sikap Kakak nggak berubah terus memprioritaskan Viona." batin Imlie.

"Eh, jangan.. Itu sangat pedas yang ini aja." ujar Aryan karena Imlie mau mengambil makaroni pedas level tinggi.

"Tapi, Kak aku suka yang ini Kak." jawab Imlie cemberut.

"Nurut Sayang." jawab Aryan dan mengecup kening Imlie lembut. Membuat Pipi Imlie memerah salting.

"Heheh lucu." ujar Aryan sedangkan Viona yang mengikuti Aryan di buat cemburu bukan main.

"Sialan, awas aja Lo Imlie." batin Viona.

"Eh, Ar.. Ternyata Kamu di sini? Aku tungguin loh dari tadi." ujar Viona dan menggandeng tangan Aryan manja. Aryan pun tidak protes sehingga itulah yang membuat Imlie sakit hati.

"Hai, Li.. Gue gabung nggak papa kan?" tanya Viona membuat Imlie memutar malas matanya.

"Nggak." ketus Imlie.

"Imlie." tegur Aryan.

"Terserah, lagian kalian juga pergi bareng kan. Jadi, pulangnya juga harus bareng. Yasudah Aku ke

sana ya Kak. Teman teman udah pada nungguin." ujar Imlie dan berjalan cepat.

"Yasudah, bareng ke depan." ujar Aryan yang berniat menggenggam tangannya Imlie. Tapi, Imlie langsung menghindar membuat Aryan geram.

"Imli......

"Sssh, perut Aku nyeri banget." drama Viona lagi.

"Gimana sakit banget? Mau Aku gendong?" tanya Aryan. Imlie dapat melihat tatapan khawatir yang sangat jelas.

"Nggak papa Kok Ar. Yang penting Aku gandeng tangan Kamu aja biar jaga keseimbangan tubuh

Aku." ujar Viona dan Aryan mengangguk.

"Sayang.. Sini." ujar Aryan pada Imlie yang tadi terdiam.

"Nggak, maaf Aku duluan Kak." ujar Imlie dan pergi diikuti Aryan dan Viona.

"Romantis banget ya mereka." bisik para pengunjung lain.

"Iya, sangat serasi."

Tidak di sekolah, di luar yang di puji Viona terus. Terus dirinya yang sebagai pacarnya Aryan? Tidak cocok kah?

Mereka sampai di kasir bersama sama sedangkan Emina dan Yoyo baru saja datang. Mereka yang ingin mengomeli Imlie tapi

langsung menahan emosi melihat kedekatan Aryan dan Viona.

"Ck, cewek gatel." lirih Emina.

"Cih, nggak tau malu banget.." batin Wardah.

"Dih, ternyata ada ulat keket nih. Hai ulat keket." sapa Yoyo.

"Sialan." lirih Viona.

"Anjel." tegur Imlie pelan.

"Ya Allah, sungguh baik sekalih hati anak Aku ini." ujar Imlie kemudian melirik Viona dan Aryan tajam.

"Sayang, biar Gue yang bayarin ya." ujar Aryan.

"Eh, nggak usah Kak." tolak Imlie.

"Sorry ya Aryan, kita bukan orang miskwin kita nggak mau yang gratis gratisan karena itu murahan." jawab Wardah secara tak langsung menyindir Viona.

"Ck, sialan." batin Viona yang merasa tersindir.

"Wardah, berani sekalih Lo ngomong kaya gitu sama Ar. Nggak ada sopan sopannya." ujar Viona tapi Aryan tidak fokus ke dia. Hanya fokus memperhatikan Imlie.

"Biarin, emang gue peduli." jawab Wardah.

"Makasih ya Kak." jawab Imlie males dan Aryan mengangguk.

"Lain kali nanti bareng Gue ya. Nih, tadi Gue juga sempat beli ini

buat Lo." ujar Aryan memberikan plastik putih berisi softex dan minuman kiranti. Kemudian hendak mengusap kepalanya Imlie tapi Imlie menghindar membuat Aryan kembali menggeram kesal karena di tolak dua kali.

"Imlie." desis Aryan tajam dan Imlie menunduk.

"Ikut Gue." ujar Aryan tak tahan lagi di cuekin gadisnya.

"Apa sih Kak. Kak jangan tarik tarik sakit." ujar Imlie.

"Eh, Aryan teman Gue mau di bawah ke mana." ujar Emina.

"Jangan ikut campur." ujar Aryan. Untung saja di bagian kasir tak banyak orang.

"Nggak bisa itu dong. Kalau Lo apa apain teman kita gimana." marah Wardah.

"Ingat! Dia cewek Gue. Gue berhak atas dirinya. Dan Gue nggak bakal apa apain dia." jawab Aryan dingin dan Imlie mengangguk pelan pada Sahabatnya.

"Ck, awas aja kalau di apa apain anak perawan Gue Aryan." ujar Yoyo.

"Ar, terus Aku......

"Kamu pulang duluan, nanti Gue suruh supir jemput." jawab Aryan yang masih menggenggam tangan Imlie.

"Tapi, Aku nggak ma.....

"Diam." tegas Aryan dan pergi

membawa Imlie.

"Kak, kita mau kemana? Aku mau jalan jalan sama teman Aku Kak. Kita udah janjian." ujar Imlie.

"Shuuut diam.." tekan Aryan di setiap kata katanya.

"Tapi, tangan Aku sakit." ujar Imlie.

"Makanya nurut." ujar Aryan dan memasangkan helm di kepala gadisnya.

"Naik." perintah Aryan.

"Kak, Aku udah janj....

"Naik."

"Tapi.."

"NAIK KAFINA, atau mau gue

gendong?" bentak Aryan. Membuat Imlie kaget.

"Naik." Perintah Aryan lagi dan Imlie menurut.

"Good baby girl." gumam Aryan.

"Peluk."

"Nggak."

"Peluk."

"Nggak."

"Peluk, atau......

"Ck, pemaksaan." gumam Imlie setelah memeluk perut sixpacknya Aryan. Karena takut dengan ancamannya Aryan.

"Pintar." ujar Aryan dan

menuntun tangan Imlie untuk menguatkan pelukannya.

Imlie hanya diam di bawah oleh Aryan walaupun dalam hati dia nampak was was takut di hukum Aryan.

"Kak, kalau mau hukum Aku mending jangan hari ini dulu deh Kak." teriak Imlie di samping telinganya Aryan.

"Kenapa, hmm?"

"Ya, malas aja."

"Yasudah, nggak bakal di hukum. Tapi temani Gue di apart ya." ujar Aryan.

"Hah? Buat apa Kak? Nggak, Aku nggak mau Kak." ujar Imlie.

"Jangan berfikir macam macam. Gue cuman mau tidur di pangkuan Lo sambil di elus kepalanya. Memanganya salah Gue manja manja ke gadis Gue sendiri, hmm?" jawab Aryan.

"Oke deh, tapi jangan lama." ujar Imlie. Dan Aryan tak menjawab hanya fokus mengendarai motornya sambil mengelus punggung tangan Imlie di perutnya.

"Gue tau Lo lagi cemburu Sayang. Jadi, Gue haru kaya gini biar Lo nggak menjauh dari Gue. Salah sendiri cemburu sama Viona gadis yang udah Gue anggap Adek Gue. Apapun yang terjadi Lo hanya milik Gue. Gue nggak bakal lepasin Lo." batin Aryan.

Padahal tak tau sikapnya ini sangat membuat Imlie muak dengan terus memprioritaskan Viona. Apalagi kadang kadang juga mempermalukan Imlie. Apa pantas di sebut sebuah cinta indah?

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!