NovelToon NovelToon
I Love You, Mas Kades

I Love You, Mas Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira Ramadhani

Niat hati menjalani KKN dengan tenang, Mikayla (25) malah mencatat skor buruk di hari pertama: memaki pria berjaket denim yang ternyata adalah Alvaro (30), sang Kepala Desa Asih yang dingin dan otoriter.
Bagi Mika, Alvaro adalah penghambat kelulusannya yang sangat menyebalkan. Bagi Alvaro, Mika hanyalah mahasiswi kota manja yang terlalu banyak bicara. Namun, di antara riset perairan dan debu jalanan desa, arus perasaan mulai mengalir di luar kendali. Di Desa Asih, mampukah Mika menaklukkan kerasnya hati Pak Kades, atau justru ia yang tenggelam dalam pesonanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Debu dari ban mobil Pak Hendra masih mengepul di udara jalanan tanah Desa Asih, meninggalkan perasaan lega yang luar biasa sekaligus ketegangan yang baru saja dimulai. Selama hampir dua jam, dosen bertangan dingin itu menguliti setiap detail teknis alat filter air mereka. Ia sempat berdiri di pinggir sungai dengan kacamata yang melorot, menatap tajam ke arah Mika dan anggota tim lainnya seolah sedang menginterogasi tersangka kasus kriminal.

Alvaro berdiri tak jauh dari sana, tangannya bersedekap, wajahnya kembali menjadi topeng porselen yang kaku dan tak terbaca. Ia hanya bicara saat Pak Hendra bertanya soal dukungan administratif desa. Selebihnya, ia hanya memperhatikan Mika dengan sorot mata yang sulit diartikan—bangga, khawatir, dan sesuatu yang jauh lebih dalam.

"Bagus. Selesaikan hari kalian yang tinggal 15 hari itu. Lalu pulang dengan nilai A+," ucap Pak Hendra sebelum akhirnya menjabat tangan Alvaro dan masuk ke dalam mobil.

Begitu mobil itu hilang di tikungan, Mika hampir saja jatuh terduduk kalau saja Arga tidak menahan bahunya. Napasnya yang sedari tadi tertahan akhirnya keluar dengan lega. Lima belas hari lagi. Hanya dua minggu tersisa sebelum ia harus meninggalkan desa ini.

Namun, ketenangan itu hanya bertahan lima detik. Siti segera mendekat, menyenggol lengan Mika dengan sikutnya, sementara Asia sudah berdiri di sisi lain dengan senyum penuh kemenangan.

"Jadi... 'King' lo itu siapa? King Nassar?" bisik Siti dengan nada mengejek yang sangat kentara. "Atau jangan-jangan King Kong yang semalem nemenin lo cari ular di hutan?"

Mika memutar bola matanya, wajahnya memanas bukan karena terik matahari, tapi karena rasa malu yang menjalar. "Apa sih! Berisik nanya-nanya mulu. Urusin aja tuh laporan masing-masing!"

Mika segera melangkah pergi, berusaha menghindari tatapan Alvaro yang masih berdiri di sana. Namun, ia bisa merasakan mata pria itu mengikutinya, sebuah tatapan yang seolah berkata bahwa urusan mereka belum selesai hari ini.

Malam harinya, suasana di posko terasa jauh lebih santai. Arga dan Asia sudah pergi ke balai desa untuk merapikan arsip, sementara Siti sudah tertidur pulas karena kelelahan setelah "perang" dengan dosen tadi pagi. Mika duduk di teras, menatap bulan sabit yang menggantung rendah.

Ponselnya bergetar.

King 💖💖: "Ke rumah dinas sekarang. Aku sudah siapkan 'hadiah' untuk nilai A+ kamu."

Mika menggigit bibir bawahnya. Ia menoleh ke arah dalam posko, memastikan Siti tidak bangun, lalu ia menyelinap keluar dengan langkah seringan kapas.

Begitu sampai di rumah Alvaro, pintu langsung terbuka seolah pria itu sudah menunggu di balik daun pintu sejak tadi. Alvaro menarik tangan Mika masuk dan mengunci pintu dengan satu gerakan cepat. Suasana di dalam rumah sangat sunyi, hanya ada suara detak jam dan harum aromaterapi yang menenangkan.

"Al, kamu nekat banget sih chat kayak gitu? Tadi hampir aja dibaca Siti!" protes Mika, meski ia langsung memeluk pinggang Alvaro dengan erat.

Alvaro terkekeh, suara tawa rendah yang selalu berhasil membuat lutut Mika lemas. Ia mengangkat dagu Mika, menatap mata gadis itu dengan intensitas yang meluap-luap. "Aku cuma nggak tahan nunggu besok buat meluk kamu. Kamu hebat tadi, Neng. Pak Hendra jarang banget kasih nilai A+ di depan muka mahasiswanya langsung."

Alvaro menunduk, mencium kening Mika dengan sangat lama. "Lima belas hari lagi, Mik. Aku mulai benci sama angka itu."

Alvaro membawa Mika ke area ruang tengah yang lebih privat. Ia mendudukkan Mika di atas meja kayu panjang yang permukaannya terasa dingin di kulit paha Mika yang tertutup celana pendek. Alvaro berdiri di antara kedua kaki Mika, tangannya merambat naik ke pinggang, menarik kaos Mika sedikit ke atas hingga ia bisa menyentuh kulit pinggang yang halus.

"Al..." bisik Mika, napasnya mulai tidak beraturan saat Alvaro mulai menciumi lehernya, tepat di atas noda yang tadi pagi ia tutupi dengan concealer.

"Kamu masih marah soal noda ini?" gumam Alvaro di sela kecupannya. Suaranya serak, penuh dengan gairah yang sudah ia tahan sepanjang hari di depan dosen dan warga.

"Tadi pagi hampir ketauan, Al. Kamu bener-bener nakal," rintih Mika sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alvaro, tangannya meremas rambut pendek pria itu.

Alvaro menarik diri sedikit, menatap Mika dengan pandangan predator yang lapar namun penuh kasih sayang. "Aku nggak peduli. Kalaupun ketauan, aku bakal bilang ke mereka kalau 'King' yang kamu simpan di ponsel itu memang punya kerajaan, dan kamu adalah satu-satunya orang yang berhak duduk di samping aku."

Sentuhan Alvaro menjadi lebih menuntut. Ia mengangkat Mika dengan mudah, membawa gadis itu ke dalam kamarnya yang beraroma kayu dan maskulin. Di bawah temaram lampu tidur, Alvaro melepaskan kemejanya, memperlihatkan tubuh atletisnya yang kokoh.

Mika menelan ludah, ia selalu terpesona dengan bagaimana sosok yang begitu kaku dan berwibawa di balai desa bisa berubah menjadi sosok yang begitu panas dan penuh damba di balik pintu tertutup.

Malam itu, di tengah hitungan mundur lima belas hari yang menyesakkan, mereka saling mencumbu dengan intensitas yang luar biasa. Setiap sentuhan Alvaro adalah cara untuk menandai bahwa Mika adalah miliknya, dan setiap lenguhan Mika adalah janji bahwa jarak Jakarta-Desa Asih tidak akan pernah bisa memisahkan mereka. Gairah itu meledak dalam keheningan malam desa, sebuah perayaan atas kemenangan kecil mereka hari ini, sekaligus doa agar waktu sudi berhenti sejenak agar mereka tidak perlu menghadapi hari perpisahan.

Pukul tiga pagi, Mika bersiap untuk kembali. Alvaro menemaninya sampai ke pintu depan, memeluknya dari belakang untuk waktu yang cukup lama.

"Hati-hati, Neng. Besok aku ke posko agak siang, ada undangan rapat kecamatan," ucap Alvaro sambil mencium pelipis Mika.

Mika mengangguk, ia menyelinap kembali ke posko dengan perasaan campur aduk. Namun, saat ia baru saja membuka pintu kamar, ia melihat Siti sudah duduk tegak di kasurnya dengan tangan melipat di dada.

"Lagi?" tanya Siti singkat.

Mika mematung. "Lagi apa? Gue abis... abis cari angin. Gerah banget dalem."

Siti menyalakan lampu ponselnya, mengarahkannya ke wajah Mika yang tampak kemerahan dan bibir yang sedikit bengkak. "Cari angin apa cari asupan dari sang 'King', Mik? Ngaku aja sih, gue sama Asia bukan orang bego."

Mika menarik napas panjang, ia duduk di samping Siti. "Gue bakal cerita. Tapi nggak sekarang. Nanti, kalau waktunya udah tepat."

Siti hanya mendengus, lalu kembali berbaring. "Terserah. Tapi inget, lima belas hari lagi kita cabut. Jangan sampe lo ketinggalan hati di sini terus jadi penunggu balai desa."

Mika terdiam, menatap langit-langit posko. Kata-kata Siti benar. Hatinya sudah tertinggal di sini, pada sosok kaku yang ia panggil 'King'. Dan ia tahu, lima belas hari ke depan akan menjadi waktu paling berat dalam hidupnya.

1
Chusnul Chotimah
itulah klo lagi kasmaran,dunia terasa hampa tanpa hadirnya...cuit..cuittt.alvaro sama Mika mau melepas rindu,,reader boleh tutup telinga tapi tak boleh tutup mata
yulia annisa
lanjut kaaaanbthooor
Lola Maulia
🥰🥰🥰🥰
Chusnul Chotimah
lanjut Thor,,semangat ya💪.
Chusnul Chotimah
mulai sedikit tersepona ya Mik sama mas kades🥰😄
Chusnul Chotimah
semangat Mik,tunjukin kamu bisa.taklukkan hati penguasa desa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!