Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35.
"Dek, ini minum dulu," ucap Ivan sembari menyerahkan gelas yang berisi air putih.
Dengan tangan yang terlihat gemetar, Renata pun menerima segelas air putih pemberian suaminya. Tapi dia hanya meminumnya sedikit saja, karena tenggorokannya terasa kelu.
Sulit sekali untuk menelan banyak banyak air putih itu.
Akhirnya setelah beberapa menit berlalu, Renata tampak sedikit tenang.
Ivan yang melihat istrinya sudah lebih tenang, akhirnya memilih untuk bertanya pada istrinya itu sekali lagi.
"Memangnya kamu itu mimpi apa Dek? Kenapa bisa sampai terisak seperti sekarang ini? Apa mimpimu itu begitu menyakitkan Dek?" Pertanyaan Ivan pun langsung memberondong banyak pada istrinya.
"Mas ingat Esther gak? Sahabat baikku yang berteman denganku semenjak aku masih kecil."
Ucapan istrinya bagaikan sebuah hantaman yang mengenai dadanya Ivan. Sebuah hantaman yang sungguh menyesakkan dadanya.
Bahkan Ivan merasa dirinya tidak bisa mengambil nafas sama sekali, karena jantungnya tiba tiba terasa berhenti berdetak.
Renata yang melihat ekspresi tak terduga yang di tunjukan oleh suaminya pun nampak bingung.
Tapi Ivan yang melihat istrinya memandangnya dengan tatapan bingung pun, akhirnya buru buru mengubah ekspresinya agar bisa tenang kembali.
"Me - memangnya kenapa Dek? Kenapa dengan Esther? Bukankah sahabatmu itu sudah lama sekali tidak main ke rumah ini."
Ivan benar benar terlihat gugup sekarang ini, bahkan dia berkata pada istrinya dengan nada suara yang terdengar terbata bata.
"Aku itu memimpikannya, jika Esther itu hamil. Dan apakah Mas tahu, siapa ayah dari bayi yang di kandung oleh Esther?" tanya Renata sembari menatap bola mata suaminya itu dengan sangat lekat.
Rasanya Ivan sudah tidak dapat lagi berkata kata, dia pun bisa menebak apa yang ada di dalam mimpi istrinya. Yang membuat istrinya itu sampai terisak di alam nyata.
Ivan hanya menjawab ucapan istrinya itu dengan menggeleng gelengkan kepalanya. Walaupun dia itu bisa menebak apa yang akan di ucapkan oleh istrinya itu selanjutnya. Tapi Ivan masih berusaha untuk tetap berpikir positif.
"Esther itu mengandung anakmu Mas, walaupun hanya sebuah mimpi. Tapi itu sangatlah menyakitkan, karena ikatan suci pernikahan yang selama ini aku jalani. Harus di balas dengan sebuah penghianatan yang di lakukan oleh suami dan juga sahabatku. Memang aku akui, Esther lebih cantik dan badannya lebih berisi. Tapi aku tidak pernah ingin ikut campur dalam urusan pribadinya, ntah dia jadi simpanan siapa? Karena beberapa tapa bulan yang lalu. Esther itu menjadi simpanan boss PT Arta jaya, dan apakah Mas tahu? Istri nya boss PT Arta jaya itu melabraknya. Selama beberapa tahun ini, aku itu tahu. Jika Esther menjadi simpanan para boss besar, dengan banyaknya wanita wanita kaya yang melabraknya.
Bukanya aku itu tidak perduli dengan sahabat ku sendiri. Tapi itu urusan pribadinya dan jujur aku itu tidak mau ikut campur, tapi mengenai menikam pernikahanku. Yang notabene aku yang selama ini menjadi sahabatnya --" Renata benar benar merasa tidak sanggup untuk sekedar melanjutkan ucapannya. Karena ini terlalu sakit.
Ivan hanya diam mematung, tiba tiba rasa sesal dan juga rasa bersalah sekarang ini menghampiri dirinya.
Dan Ivan baru tahu, ternyata Esther bukan hanya menghancurkan pernikahannya. Tapi dia juga menghancurkan pernikahan pernikahan orang lain.
"Mas .. kok malah diem sih! Mas dengerin penjelasan aku gak sih!" gerutu Renata karena suaminya itu malah diam mematung.
"Eh maaf Dek."
"Mas kenapa? Setelah mendengar ceritaku kok malah jadi bingung. Maaf jika Mas itu mengira aku lebay, hanya diselingkuhi saja lewat mimpi nangis nangis sampai seperti itu. Tapi memang fakta Mas, hatiku rasanya hancur bagikan di tusuk tusuk sembilu. Sangat sakit saat mengetahui suami yang aku cintai malah menjalin kasih dengan orang lain. Bahkan rasanya aku juga ingin mati, sampai jika hal itu terjadi!"
"Hus, dek kok bicara mati mati segala!"
"Aku kan hanya bilang rasanya Mas, rasanya ... tapi aku yakin Mas gak mungkin tega menyelingkuhi aku," ucap Renata dengan wajah yang terlihat yakin.
dikasih teguran bukannya sadar, tapi malah menyalahkan 😡😤
seperti Api yg melahap apa yg ada👍