NovelToon NovelToon
Immortal Legacy

Immortal Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di Era Keruntuhan Surga, langit terbelah dan hujan darah mengubah dunia fana menjadi neraka. Para dewa telah kehilangan keseimbangan, melepaskan Bencana yang meruntuhkan sekte-sekte agung dan melahirkan Yao Aberasi pembawa maut.

Zeng Niu adalah seorang bocah desa dengan akar spiritual sampah. Ia tidak memiliki guru yang bijaksana, tidak ada klan besar yang melindunginya, dan takdir tidak memberinya keajaiban. Ketika hujan darah membasahi desanya dan mengubah segalanya menjadi monster buas, Zeng Niu harus menyaksikan seluruh penduduk desa, termasuk orang tuanya, dikoyak hingga tak bersisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Pencurian Takdir di Tengah Badai (Bagian 2)

Lautan mayat di kawah Ngarai Guntur terus bertambah. Bau tembaga dari darah segar mengalahkan bau belerang dan petir. Di atas langit, Tetua Jian Kuang dan para master dari Sekte Iblis Darah masih bertarung dengan gila, melepaskan teknik-teknik penghancur yang membuat dinding tebing berjatuhan.

Zeng Niu berhenti tepat di batas kawah. Angin yang membawa serpihan Qi tajam menyayat kulitnya, namun Penempatan Tubuh miliknya menahan itu semua seolah hanya sapuan lidi.

Ia menoleh ke belakang, menatap Bao Tuo yang merangkak di antara celah batu dengan wajah bermandikan keringat dingin.

"Gendut. Berikan cincinnya," ucap Zeng Niu. Suaranya rendah, namun memiliki getaran otoritas yang baru lahir setelah ia menembus Pengumpulan Qi Tahap 1.

Bao Tuo tidak membantah. Dengan tangan gemetar, ia merogoh balik jubah kotornya dan menarik kalung rami yang menggantungkan tiga Cincin Ruang Penyimpanan milik kultivator Foundation Establishment yang tewas sebelumnya.

"S-Saudara Niu... apa kau benar-benar akan maju ke sana?" isak Bao Tuo sambil menyerahkan cincin itu. "M-masuk ke sana sama dengan masuk ke mulut naga!"

Zeng Niu menerima cincin itu. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini ia tidak perlu memaksanya dengan kekuatan fisik. Ia mengalirkan setitik Qi merah kehitaman dari Dantiannya yang baru terbentuk.

Wush.

Segel ruang pada cincin itu merespons dengan patuh. Sebagai pemilik Dantian yang ditempa dari energi murni bencana, Qi milik Zeng Niu terasa sangat berat dan dominan. Ia merogoh ke dalam ruang hampa di dalam cincin tersebut dan menarik keluar dua lembar kertas kuning berukir tinta perak yang memancarkan pendar cahaya redup.

Jimat Teleportasi Jarak Pendek (Seratus Tombak).

Zeng Niu menyelipkan satu jimat ke dalam lipatan bajunya yang paling dalam, dan menggenggam satu lagi di tangan kanannya.

"Dengarkan aku," desis Zeng Niu, menatap Bao Tuo dan Lin Xiaoyu secara bergantian. "Saat aku melangkah ke pusat kawah, semua mata akan tertuju padaku. Begitu fluktuasi Qi dari master Golden Core turun untuk menghancurkanku, jangan menoleh. Lari ke arah gua di sisi barat yang sudah kita tandai sebelumnya."

"Tuan Pembunuh, kau tidak akan benar-benar mencoba mencabut pedang itu, kan?" Lin Xiaoyu bertanya dengan suara yang kehilangan nada liciknya. Matanya yang biasanya penuh tipu daya kini membelalak karena ketakutan yang nyata. "Master sekte saja mati jadi abu! Kau baru Tahap Satu!"

Zeng Niu tidak menjawab. Ia hanya menatap pedang hitam keunguan yang tertancap di tengah lautan darah itu. Ia tidak mencari kematian, ia mencari jalan keluar. Tapi ia tahu, di dunia di mana Langit telah runtuh, tidak ada tempat yang aman bagi mereka yang tidak memiliki "tulang punggung" yang kuat.

"Aku tidak mencoba mencabutnya," guman Zeng Niu, matanya berkilat liar. "Aku akan menjadikannya alasan untuk kita menghilang."

Tanpa membuang waktu lagi, Zeng Niu meledakkan Qi di kakinya.

BUM!

Tanah di bawah kakinya retak. Ia melesat masuk ke dalam kawah layaknya bayangan merah yang membelah kabut darah.

Kehadirannya seketika tertangkap oleh indera spiritual para master di atas langit. Jian Kuang, yang sedang menangkis serangan pedang darah, menunduk dengan mata menyipit.

"Murid Luar? Berani-beraninya seekor semut mendekati Pedang Kaisar?!" raung seorang Tetua dari Sekte Pedang Langit yang berada di pinggiran kawah. Ia mengayunkan lengan bajunya, melepaskan sebuah bilah cahaya Qi yang mampu membelah gunung kecil.

Zeng Niu merasakan maut mendekat dari atas. Tekanan itu membuat Dantiannya bergetar hebat.

Namun, tepat sebelum bilah cahaya itu memotong tubuhnya, Zeng Niu menghantamkan tangannya ke tanah di depan Pedang hitam keunguan tersebut. Ia tidak menyentuh pedangnya, tapi ia melepaskan seluruh Qi merah kehitamannya energi yang berasal dari mutasi dan penderitaan langsung ke area Domain Petir di sekitar pedang tersebut.

CRAAAAACK—!!!

Pedang Petir Penghakiman itu merespons! Seolah merasa dihina oleh energi "kotor" dan "cacat" milik Zeng Niu, roh pedang di dalamnya meledakkan pertahanan otomatisnya.

Petir ungu raksasa meledak dari bilah pedang, membentuk pilar cahaya yang menembus awan hitam. Gelombang kejut petir itu menghantam bilah cahaya Tetua Sekte Pedang Langit hingga hancur berkeping-keping, dan memaksa para master di langit mundur ribuan meter karena takut akan pembalasan senjata dewa tersebut.

"Sekarang!"

Di tengah cahaya ungu yang membutakan mata dan gemuruh yang meruntuhkan tebing, Zeng Niu meremas jimat teleportasi di tangannya.

Sreett!

Ruang di sekitar Zeng Niu melengkung. Tubuhnya terhisap ke dalam pusaran cahaya perak.

Sesaat sebelum ia menghilang sepenuhnya, ia melihat puluhan master sekte menerjang masuk ke dalam kawah yang baru saja meledak itu, berteriak gila karena mengira pedang tersebut telah "melemah" atau "bereaksi" terhadap seseorang.

Mereka akan menemukan kawah kosong yang dipenuhi amukan petir, namun sang pemuda fana yang memicu ledakan itu sudah tidak ada di sana.

Syuuuuut!

Zeng Niu muncul kembali di sebuah hutan pinus yang sunyi, berjarak ratusan tombak dari pinggiran Ngarai Guntur. Ia terhuyung, memuntahkan seteguk darah karena efek tarikan ruang yang kasar pada tubuh Tahap Satunya.

Tak lama, dua sosok lain muncul dari balik semak-semak dengan napas tersengal-sengal. Bao Tuo dan Lin Xiaoyu berhasil melarikan diri di tengah kekacauan yang diciptakan Zeng Niu.

"K-Kita selamat?" Bao Tuo jatuh terduduk, memegangi jantungnya yang seolah mau melompat keluar.

Zeng Niu berdiri tegak, menghapus darah di bibirnya. Ia melihat ke arah Ngarai Guntur di kejauhan, di mana pilar petir ungu masih menyala terang, menarik semua perhatian faksi besar di benua utara ke sana.

"Untuk saat ini," jawab Zeng Niu dingin. "Simpan cincin itu baik-baik, Gendut. Mulai hari ini, kita adalah buronan yang tidak memiliki nama."

1
saniscara patriawuha.
cepat ambil pedang yang kabur dari mang zhao xuan,,,
.
absen Thor
Sang_Imajinasi: siap lanjutkan
total 1 replies
eka suci
si gendut SDN gadis ilusi di ajak ngga🤔
eka suci
paling brutal woy🤭
Xiao Bar
lnjut
Xiao Bar
ada kaitan nya kah ini? pedang Zhao xuan
Xiao Bar
ngeri 💪
eka suci
ini perpaduan Shen yu yg merangkak dari nol juga Zhao xuan yg di yg di hinggapi jiwa licik dan arogan 👍
eka suci
Lei Ling kau itu nasibnya ngga lebih baik dari kakek gu yg dulu bersemayam di Zhao xuan😄
saniscara patriawuha.
lanjutttt keunnnnn....
i
jangan kendor
i
gas niu
k
gasss
k
lanjut thor😍
p
lanjut thor👍
1
lanjut kan thor👍
eka suci
MC mu semuanya di luar nurul😄 lanjutkan 💪
p: kwkwk
total 1 replies
eka suci
pedang nya masuk cincin kah🤔
saniscara patriawuha.
gasssds keunnnnn...
eka suci
pedang yg angkuh 😄 takut Zhao xuan tapi nyari pewaris 😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!