sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khodam kyai loreng
Laluna terlambat sepuluh menit sampai di tempat kejadian perkara, dan tentu saja itu membuat rekan kerjanya uring uring an karena Laluna sudah berkali kali di hubungi tak ada jawaban.
"Kemana saja sih wak, Eike hubungi dari tadi nggak diangkat, takut nya ye mampus di gondol Wewe gombel". Gerutu si Dandy, lelaki berparas ayu dengan muka glowing nya itu, nggak tahu makhluk apa ini, secantik ini semulus ini memakai baju Hem lengkap dengan dasinya dan celana bahan dengan jas mahalnya tetapi memakai sepatu high heels, sungguh membingungkan orang jaman sekarang mau keren dan tampil beda malah kelihatan sekali aneh nya.
"Apa sih lu prut, tadi gue sempet kenalan sama cowok ganteng banget tahu, lu pasti kesengsem lihat penampilannya". Goda Laluna dengan menyebut kata 'ganteng' yang di buat buat hingga membuat Dandy penasaran.
"Ih mau dong kapan kapan di kenalin, siapa namanya?" tanya genit si Dandy sambil mengerlingkan kan matanya dengan bulu mata palsunya ke genitan. Laluna tertawa ngakak dan menyebut nama lelaki yang di temuinya tadi, "namanya Fadly orang turki kayaknya ". Jawab Laluna dan Dandy menyebut nama "Dandy dan Fadly,cocok banget". selorohnya membuat Luna mencibir, hanya dengan begini si Dandy tidak akan marah lagi dan sebagian besar tugasnya diambil alih oleh lelaki cantik ini yang sebenarnya sangat cerdas dan cekatan hanya saja mungkin salah pergaulan.
Mudah sekali cara Laluna membuat sang partner kerjanya tak marah lagi, kemudian keduanya fokus pada pekerjaan nya, setelah semua bukti terkumpul mereka kemudian membuat narasi cerita dan kronologi, berita tentang seorang istri muda yang di mutilasi oleh istri tua dengan menyewa pembunuh bayaran, semua pelaku sudah tertangkap dan sudah di tangani oleh yang berwajib, tugas Laluna dan Dandy hanya menyampaikan berita, selanjutnya selesai untuk hari ini, Laluna kemudian kembali ke kantor dan menunggu tugas liputan selanjutnya.
Sebenarnya Dandy masih sepupu dari dokter Najwa, karena antara dokter Najwa dan Laluna bersahabat dekat maka ketika kantornya membutuhkan tenaga untuk berpartner dengannya dia mengusulkan pada atasannya untuk merekrut Dandy jadi koleganya, sekaligus yang menangani semua urusan Laluna termasuk mencari dan memberi informasi jika ada pertandingan bela diri termasuk tinju.
Dan ketika mereka sedang santai makan siang yang telat karena makan siang nya di jam empat sore, dengan gayanya yang kocak dan centil Dandy memberi tahu Laluna bahwa malam Minggu ini ada pertandingan tinju yang diadakan oleh suatu perusahaan besar dan hadiahnya tak main main, sebuah mobil.
Meskipun Laluna sudah mempunyai mobil walau tidak mewah tapi hadiah mobil jaguar I PACE itu nilainya kurang lebih tiga miliar an, Laluna sumringah, dia tidak melihat dulu harus lawan siapa, siapapun tak masalah yang penting dia harus ikut, kalah menang itu urusan nanti meski harus nyawa taruhannya.
"Yakin kamu mau ikut pertandingan ini, sistemnya kali ini siapa yang mampu bertahan dia yang menang, jadi tidak hanya menghadapi satu musuh, jika masih ada lawan harus siap melawan". Tanya Dandy kali ini dengan kata kata yang serius, jadi terlihat dia adalah seorang laki laki, tidak di buat buat seperti sebelumnya
"Namanya juga petarung prut, harus siap segalanya harus siap mengambil resiko meskipun harus nyawa taruhannya". Jawab Laluna tegas yang kadang memanggil Dandy dengan sebutan ciprut.
"Ntar kalau gue menang, gue beliin tas yang lu impikan". Lanjut Laluna, Dandy sangat sumringah dengan wajah girangnya.
"Bener Lun, Hermes hijau tua itu, ah tapi itu harganya kan lebih dari delapan ratus lima puluh juta, nggak enak ah, sementara lu yang babak belur gue yang nikmati hasilnya, nggak ah". Si Dandy jual mahal.
"Beneran nggak mau nih, kalau nggak mau ntar hadiahnya ku berikan dokter Najwa lho". Goda Laluna.
"Hmmm mau sih, tetapi...". jawab Dandy.
"mau nggak". Bentak Laluna dan Dandy yang memang latah itu melompat lompat dengan jawaban....
"mau mau mau".
Laluna mencibirkan bibir tipisnya yang jarang ter poles lipstik paling juga lips balm, beda dengan Dandy yang selalu make lips mate dengan tebal dan terang, dunia yang semakin aneh.
Laluna pulang dengan diantar Dandy, biasanya dia pulang jam tujuh malam sudah sampai tapi karena keasyikan ngobrol dan membahas pertandingan tadi hingga jam sepuluh dia baru sampai rumah.
"Kamu nggak masuk dulu, ngopi atau nge mie?" tanya Laluna.
"Enggak ah ntar di marahi mami kalau pulang telat, telingaku hampir putus tiap hari di jewer jika telat pulang". jawab Dandy.
"Ih dasar anak mami, pasti mami mu menunggui sampai kamu makan malam dan di suapin, manja banget". Ledek Luna sementara si Dandy hanya senyum kecut tanpa menjawab lalu melajukan mobilnya pulang ke rumah, takut sekali dia jika mami nya sampai marah.
Laluna masuk ke apartemen nya, dia ucap salam dulu sebelum masuk rumah seperti yang diajarkan oleh suaminya dokter Najwa, dokter Kemal Shihab, "jika kita baru pulang bepergian dan ingin masuk rumah yang saat ini kosong hendaknya ucap salam dulu, biar jin yang muslim yang menjawab sedangkan setan kafir akan lari tunggang langgang karena kepanasan".
"assalamualaikum". Ucap Laluna, tentu saja tak ada jawaban, dan di jawab pula sama dia "waalaikumsalam".
Tapi setelah masuk dan menyalakan lampu Laluna seperti mendengar langkah kaki seseorang, seperti langkah yang di seret, "siapa dia atau apakah itu". Gumamnya.
Laluna bergerak kearah suara itu dan seperti nya suara dari dalam ruang yang dijadikan mushola oleh Luna, biasanya jika ada waktu dokter kemal dan dokter Najwa akan membahas dan membimbing siapapun yang mau mempelajari Islam di ruangan ini, dengan pelan Luna mencoba meraih saklar lampu di ruangan yang remang remang itu sebelum lampu berhasil di nyalakan Laluna mendengar aum an seekor harimau, ataukah suara apa ini karena Laluna belum pernah selama hidupnya bertatapan langsung dengan binatang buas, atau babi, babi ngepet yang mau mencuri uang di rumahnya?.
Laluna menoleh ke samping kanan, di lihatnya makhluk tinggi loreng duduk anteng di karpet ruangan itu, apakah ini?, pertanyaannya bukan siapakah ini tetapi apakah ini, karena di lihatnya makhluk itu berbadan manusia dan berkepala harimau dengan ikat kepala khas batik Jawa atau di sebut udeng.
"cucuku, maaf aku mengejutkan kan mu, kini saat nya aki memenuhi permintaan kakek buyutmu untuk mendampingi mu karena mereka makin dekat untuk menghabisi keluargamu dan melenyapkan keturunan dari ayahmu, saat nya Pring se dapur itu musnah karena sudah tidak ada lagi yang akan di korbankan oleh orang tuamu, dan satu satunya tinggal kamu maka mereka para iblis laknat itu memburu mu, kamu butuh bantuan". Ucapan dari aki yang separuh manusia berbulu loreng dengan putih itu sungguh membuat Laluna ketakutan, belum lagi hilang takutnya karena kehadiran jin itu tapi cerita dirinya yang di buru oleh siluman peliharaan orang tuanya membuatnya nya makin takut.
"aki ini siapa". Pertanyaan itu akhirnya keluar dari bibir mungil Laluna.
"Panggil saja aku kyai loreng, aku khodam dari buyutmu dan kini aku harus mendampingi mu untuk melenyapkan kebatilan". Jawab si kyai loreng, kemudian dia jadi asap dan masuk ke ubun ubun Laluna, kemudian Laluna pingsan.
@@$@@