apa yang akan terjadi jika kamu bangun dari tidur mu , tiba tiba sudah memiliki suami yang begitu menolak mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jangan akting lagi
Thalia hanya diam. Ia seperti tersesat dalam rimba kata-kata yang diucapkan Nana.
Meski bahasa yang mereka gunakan hampir sama, ada jeda makna yang tak mampu ia terjemahi
Ia merasa seperti turis di dalam tubuh nya sendiri.
"Tha!" panggil Nana lagi, mencoba menarik kesadaran sahabatnya itu.
"Tha... Tha siapa, maaf mungkin kakak salah orang?" tanya Thalia dengan sorot mata yang bingung. "Nama saya Xiao Mei. Semua orang memanggil saya Mei Mei... saya anak bungsu dari Xu Xiao Lan." jelas Thalia
Nana mendengus, tawa hambar lolos dari bibirnya. "Ya ampun, ni anak amnesia beneran enggak sih Lancar banget kayak udah di-briefing sutradara. Lo itu baru bangun dari koma , Tha! Jangan ngadi-ngadi deh! Masa iya amnesia malah ganti nama sendiri" gerutunya. Ia masih berharap ini hanyalah salah satu prank konyol yang sering mereka lakukan saat di kampus, Untuk menghilangkan kebosanan .
"Maaf... mungkin Kakak salah orang," ucap Thalia lagi ,suaranya bergetar karena rasa takut yang mulai menjalar.
Nana melipat tangan di depan dada, menatap Thalia tajam. "Oke, sekarang gue tanya serius. Nama lo siapa?"
"Xiao Mei," jawabnya gugup, nyaris menciut di bawah tatapan Nana.
"Sok banget lo ganti nama! Gue tahu lo memang keturunan Tionghoa, tapi lo sendiri yang bilang darah Tionghoa-mu sudah luntur. Lo nggak tahu Mandarin sepatah kata pun, Tha! Udah deh, akting lo kurang bagus, bayarannya masih rendah," cerocos Nana panjang lebar. Ia tak menyadari bahwa setiap kata yang ia lontarkan hanya membuat Thalia semakin merasa asing.
"Senior mau lo kibulin?" imbuhnya lagi dengan nada sinis yang sebenarnya menutupi rasa takutnya akan kenyataan.
"Kak... Mei Mei haus," suara Thalia semakin tenggelam. Ia tidak mengerti mengapa wanita di depannya ini begitu marah. Ia hanya merasa kerongkongannya kering dan jiwanya letih.
"Ya ampun, Tha! Kita seumuran! Berhenti panggil Kakak!" Nana meraih botol air mineral, membuka segelnya dengan sentakan kasar karena emosi yang meluap.
" kak ini air apa " tanya Thalia saat air kemasan itu diserahkan kepada nya
" Tha , udah jangan akting lagi , dari sini aja Lo ketauan bohong nya, orang amnesia hanya lupa sama nama orang dan kejadian bukan enggak tahu itu air apa "
"tapi ,Mei Mei beneran tidak tahu ini air apa kak "
" ssstt,dan ingat jangan panggil gue kakak,kok Lo ngeyel sih Tha , udah minum aja itu air bukan racun" ketika Thalia mengarah kan botol ke mulut nya Nana teringat kalau sahabatnya itu belum boleh minum sebelum dokter memeriksa nya,
Baru setelah ingat ia juga menyadari kalau kamar yang di tempati sahabatnya adalah ruang VIP,maka ia bisa memanggil para nakes tanpa harus keluar ruangan.
▪️▪️▪️▪️
Setelah pemeriksaan, Thalia memang seperti orang yang baru bangun tidur semua berfungsi dengan normal hanya saja ingatan nya yang bermasalah , jadi ia bisa minum air secara langsung.
"oh iya gue belum kasih tahu keadaan Lo yang udah sadar gini ke keluarga laki Lo" ucap Nana seraya meletakkan botol kemasan ke atas meja sebelum mengetik pesan pada mertua sahabat nya itu tentang keadaan Thalia terkini.
" minum nya udah ini" ucap Nana setelah memberikan informasi kepada keluarga sahabat nya itu
" iya kak , terima kasih" ucap Thalia lirih
" Tha jangan panggil gue kakak Napa risih gua dengar nya udah beberapa kali gue ngomong nya " imbuh Nana
" lalu mei mei harus panggil kakak apa "tanya Thalia yang di jawab helaan nafas oleh Nana
" lo beneran amnesia enggak sih Tha , dokter bilang semua nya udah normal masa ingat Lo masih belum balik sih "tanya Nana frustasi
" mei mei enggak tahu"
"Lo beneran enggak ingat sama gue, gue pulang aja deh ,lo tunggu suami lo aja, mertua lo udah gue kabarin barusan tapi mereka lagi keluar kota katanya laki Lo yang akan jemput Lo " ucap Nana mengalah dia enggak mau kalau pagi pagi bisa darah tinggi jika terus meladeni sahabat nya itu yang sekarang berubah seperti orang lain
Nana tau kalau suami Thalia akan datang karena mertua sahabat nya sempat membalas pesan yang di kirim kan oleh Nana saat thalia belum sadar,
dan mereka bilang Cavin (suami Thalia) akan pulang hari ini dari luar kota, Nana juga sudah memberi tahu kalau thalia juga sudah sadar setelah dokter selesai memeriksa .
sebenarnya Nana tahu seperti apa rumah tangga yang di alami oleh sahabatnya itu namun dia tidak bisa ikut campur.selama ini sahabat nya hanya mengeluh karena suami dan keluarga nya yang cuek pada nya. bukan nya tidak bertanggung jawab mereka masih ingat kalau thalia adalah anggota baru di keluarga nya.
"kakak " panggil Thalia lirih menghentikan Nana yang hendak membuka pintu kamar
"gue mau pulang, tunggu suami lo aja kalau lo beneran mau pulang hari ini"