NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:160.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Posisi riskan

Shanum masih menangkup dagunya di atas meja.

Naka benar-benar menjemputnya untuk pergi bersama, sesuai yang ia mau, seperti instruksinya, Naka menurunkan Shanum sebelum sekolah, meski sebelumnya mereka berdebat tentang titik penjemputan.

Ketika ia sampai ke sekolah dengan berjalan kaki, motor Naka memang sudah terparkir rapi sementara si empunya sudah sibuk entah di kelas atau berkeliaran di ruang OSIS.

Jemima masuk dan cukup terkejut melihat Shanum sudah di sekolah sebelum dirinya, biasanya jika tidak setelahnya mereka akan bersamaan, "widihhh jam berapa ke sekolah, tumben. Nginep ya?" kekehnya.

Shanum dan Jemima ikut menoleh saat Jihan datang ke kelas Shanum, "Num, sorry ganggu....kemaren hujan, aku lupa belum sempet ngeprint buat bahan rapat hari ini."

"Toko buku di depan sekolah belum buka." Keluhnya, "gimana ya?" ia bertanya.

"Oh ya udah, print-an punya sekolah aja, Ji..." Jemima mendorong kacamata sambil berucap santai.

Shanum tau ini tugas bersama sebagai sekertaris MPK, mau tak mau ia dan Jihan menyeru ruang tata usaha, ia membungkuk sopan ketika ijin pada guru tata usaha disana, menyampaikan maksud dan tujuannya, sampai dipersilahkan untuk menggunakan printer sekolah.

Kebiasaan Shanum yang memastikan terlebih dahulu sebelum melakukan, "Ji, udah Lo revisi kan salah kemaren?" tanya nya lagi saat berdiri setengah membungkuk di depan meja printer.

Diantara wanginya pinus ruangan tata usaha. Lemari loker dan rak-rak berisi berkas tertata rapi di sudut belakang memenuhi dinding ruangan berlater L. Bunyi suara kursi digeser, komputer menyala dan obrolan santai menjadi sapaan hangat ruang tata usaha.

"Revisi?" Jihan malah balik bertanya kebingungan.

"Kemaren gue suruh revisi poin ke 3, kan? Kata gue dihilangkan aja Ji...ganti sama OSIS memiliki agenda untuk mengundang beberapa organisasi sekolah lain untuk menjalin kerjasama..." Bahkan Shanum memperlihatkan ponselnya pada Jihan cukup berapi-api sebab gemas.

"Oh iya ya? Kok gue lupa kayanya, Num..." Jihan menggaruk kepalanya nyengir getir.

"Lah, Ji...gimana sih?" ada nada kecewa Shanum yang kemudian Jihan meminta maaf sebab kemarin ia cukup dibuat sibuk di rumah.

"Berarti mesti diganti dulu. Ruang MPK udah dibuka belum?"

Jihan menggeleng, "kunci di Canza sih yang pegang."

Shanum berdecak menekan keningnya, pagi-pagi sudah dibuat sibuk begini gara-gara kecerobohan Jihan.

"Kayanya Canza udah datang deh, tapi dia tuh seringnya nongkrong di ruang OSIS."

MPK periode 202X-202X

(Mala_Shanum) Nza, dimana?

(Canza) di hatimu, Num...😚

(Jemima Mima)dia sejenis penyakit hati, Num...soalnya nyempil di hati.

(Frizka freeze)kolesterol?

(Bayu Aji)😆 jin ivritts.

(Canza) ruang OSIS.

(Arjuna) kenapa cari Canza, Num?

(Mala Shanum) kunci ruang MPK Nza, ada yang mesti gue revisi, butuh laptop.

Namun tidak menunggu sampai Canza menyusul, sebab Shanum tau jika sudah nongkrong begitu Canza akan sulit sekali bergerak sementara ia dan Jihan sudah kepalang ijin di ruang TU.

Terpaksa, pagi-pagi ia sudah dibuat kesana kemari.

Ada Lutfi yang duduk bersila sambil mengerjakan PR, Canza dan Savero yang tengah duduk bersantai sambil makan nasi uduk. Siapa lagi tentu saja Naka yang melahap roti sandwich coklat sambil membaca beberapa lembar kertas.

Tidak hanya mereka, ada Jeevika dan Chika yang rupanya sedang mendiskusikan kertas di tangan Naka bersama ketos ini, "Num--num, ngapain?"

"Hay, sorry ganggu...mau ke Canza."

Canza sudah hampir merogoh isian tasnya disana, "masuk dulu Sha, Ji..." pinta Naka.

"Ngga apa-apa, thanks..." jawab Shanum.

"Cieee yang dari taman safari!" goda Chika menjeda kegiatannya bersama Naka dan Jeevika demi menyambut Shanum di gawang pintu.

"Ngapain ke taman safari sih, Num. Kaya anak TK...ngga ngajak lagi!" Chika justru sudah menarik tangan Shanum untuk masuk.

"lagi pengen ngunjungi eyang aja." Jawabnya membuat Savero tersedak nasi. Canza dan Lutfi tertawa sementara Naka diam.

Shanum melambai pada Jihan untuk ikut masuk.

"Lo nyari apaan sih Nza?" tanya Vero, "dalem banget dirogohnya."

"Ada ngga, Nza?" tanya Jihan.

"Bentar. Kemaren gue taro di tas kok." jawab Canza.

"Apaan?" tanya Chika.

"Kunci ruang MPK. Awas ilang Canza... anak-anak MPK mau masuk lewat mana ntar?" jawab dan tanya Shanum ikut melongokan isian tas Canza.

"Lewat jendela kaya ninja."

"Ninja apa maling?"

"Isi tas Lo apa sih, Nza? Dosa ya? Pake diubek-ubek segala begitu?" lagi Shanum sudah mencibir Canza.

"Mau ngapain sih, emangnya Num?" tanya Canza jadi hectic dan kesal sendiri hingga akhirnya ia menumpahkan seluruh isian tasnya.

Ada buku, alat tulis tanpa tempat pensil, tutup pulpen tanpa pulpennya, penggaris patah, kain slayer paskibra, beberapa lembar kertas folio yang telah terlipat dan kusut, ada juga Al Qur'an dan, parfum buku LKS serta topi paskibra.

Chika tertawa, "dekil banget anjirrr topinya. Belum Lo cuci berapa lama, Nza?"

"Dari pertama beli." Jawabnya ngasal membuat para perempuan bergidik termasuk Shanum.

Naka mendekat tanpa Shanum sadari.

"Ada butuh apa pagi-pagi ke ruang MPK, ngambil barang?" oceh Canza lagi.

"Gue mau revisi sih dibilangin, budeg ya?!"

"Disini aja kalo gitu, Sha. Butuh laptop kan? Pake aja punya OSIS dulu...biar Canza nyari barang ngga di buru-buru, kalo panik malah jadi ngga ketemu."

Shanum menoleh ke sumber suara sedikit terkejut sebab Naka telah ada di dekatnya.

"Lagian bukan dari kemaren-kemaren. Lo sibuk ngapain sih, Num?!"

"Gue yang salah sih, sorry...Shanum udah minta tolong gue, gue-nya lupa..." akui Jihan.

"Elah Ji...sibuk ngapain sih weekend sampe lupa?"

"Sibuk lah, namanya weekend ngga inget nugas, yang ada nyuci seragam, sepatu... saking sibuknya lupa tugas." Jawab Jihan.

"Lah, nyuci berapa jam sih paling..." Canza kembali bersuara sumbang.

"Positif aja kali Nza, Jihan nyuci seragam sama sepatu orang se-rt ya Ji?" tanya Lutfi membuat Chika dan Jeevika menghadiahinya dengan lemparan kertas gulung.

"Gimana Num, mau pake laptop OSIS aja?" tanya Jihan.

Savero mengangguk, "pake aja Num... Naka tuh ngga ngasih ijin kalo Arjuna yang pake, Lo mah sih ngga apa-apa, ya Ka?!"

Naka apresiasi kejujuran yang amat di luar nalar anak-anak OSIS ini.

Shanum menatap Naka yang telah bergerak mengambil laptopnya lalu menggiring Shanum untuk memakainya.

"Beneran ih? Baik banget kalian, makasih loh!"

Jeevika terkekeh, "ngga apa-apa kali, Num...emang pada dasarnya mah OSIS MPK baik-baik aja, cuma ketuanya aja yang kaya air dan minyak." akuinya tak membuat Naka bereaksi apapun, memang benar adanya. Sekali lagi para bawahannya adalah makhluk terjujur sedunia.

Shanum sudah mengambil duduk di depan meja rendah laptop, lalu memasukan flashdisk miliknya tadi.

"Ini gue tanya sekali lagi ya guys, bener kan kalian tuh ngundang OSIS sekolah lain?" tanya Shanum diangguki Naka.

Shanum mengangguk, "begini bahasa ketikannya berarti Ji." Bukan Jihan, melainkan Naka yang telah mendekat, hampir tak berjarak dan menempel.

"Coba gue liat, jangan sampe bikin Juna salah paham sama OSIS, Sha..."

Posisinya...Jihan---Shanum lalu ada Naka di samping kiri Shanum, "coba Lo scroll ke bawah poin-poinnya.." pinta Naka. Tidak. Jelas.. ia tidak menyuruh Shanum sebab, Naka sudah beranjak, berdiri di atas karpet dengan lututnya. Badannya merapat dari belakang Shanum seolah memeluk dan mengungkung Shanum, begitupun dengan tangan kanannya yang menyentuh area kursor benar-benar menyentuh punggung tangan Shanum, mengarahkan.

Mungkin Jihan tak fokus pada adegan in tim tepat di sampingnya itu sebab ia ikut fokus pada layar yang direvisi. Namun penghuni ruangan OSIS lainnya disana----mereka langsung terhenyak melihat Naka begitu.

"Yang ini, bisa lebih diperjelas lagi ngga, biar ngga salah paham nantinya...katanya diganti jadi *mengajak*..." ucap Naka, bahkan jakun Naka itu menyentuh rambut Shanum.

"An jing..." Canza yang mengumpat dan menggonggong.

Chika turut dibuat speechless, kejadian langka bahkan baru kali ini terjadi itu nyata di depan matanya....

Langkah beberapa orang terdengar lewat berlalu lalang, tapi diantara langkah-langkah itu ada langkah Pandu yang langsung terkejut mendapati itu, "Num--num, Ka, Lo berdua lagi pada ngapain?!"

Mereka menoleh ke arah sumber suara di gawang pintu, Shanum langsung mendongak sementara Naka menunduk, "Naka..."

"Bantuin revisi, kan?" lirih Naka beralasan dengan polosnya.

Chika makin dibuat membelalakan matanya sebab, posisi keduanya yang begitu justru seperti orang sedang berciu man.

.

.

.

.

1
El aisya
ealah bocil mau pangkuan juga
mommyanis
pokok e seru....best lah teh Shin 👍👍👍👍👍🤭
Elmaz
🤣🤣🤣🤣
mommyanis
apakah penampakkannya Naka sama dg penampakkan yg sekarang Num 🤔🤔🤔🤭🤭🤭
El aisya
wes pokoknya shanum kalo beli coklat fix ingatnya langsung sosoran Naka🤣🤣
mommyanis
nah kannnnn setannya ternyata ngumpet di dalam kolornya Naka 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Elmaz
iya ya apa kabar desti tuh.... bikinin crita dong teh ttg dia atau kita jodohin aja sama yahya.. 🤣🤣🤣
El aisya
eh eh eh ehhhh,,,, udah mulai nakal ya
mommyanis
kita bacain ayat kursi ato apa nich,takut setannya pada ngintip 😱😁
mommyanis
diarak pake sound horeg aja lah y,biar sampai pojokan dunia tau juga 😂😂😂
mommyanis
entah mengapa klo nyuci pake mesin cuci malah lebih lama selesainya dibandingkan dg nyuci manual alias ngucek pake tangan 🤔😁
deeRa
Astogeh, jujur sekali🤣🤣🤣🤣🤣
Anis Jmb
senyam senyum baca kisah mereka,,,🤭sweet ny naka😍
Visencia Alingga
kaaaaannnnnnn, ini bocah mulutnya los dollllll 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mommyanis
Naka teeinspirasi dr si rusa yg mo nyosor Shanum td kayaknya 😂😂😂😂
deeRa
Waduuhh 😅
Ray Aza
otakku knp mendadak traveling yak? 🤣🤣🤣🤣
Kh2103💙
Hadeuh....bang nesh anakmu tuh maen k**op aja... pengen cepet" dihalalin tuh.. sebelum kejadian kayak ortunya terjadi, mending jaga"...😊😊
Maria Kibtiyah
ya salam segala daleman di omongin🤭
Visencia Alingga
ujung2nya di pangku jg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!