AK 47, senjata laras panjang yang kini diarahkannya pada leher suaminya.
"Tambah satu wanita lagi, bangunlah Harem hingga kamu kenyang oleh darah." Sebuah sindiran dari wanita yang tersenyum menyeringai.
Dirinya bereinkarnasi sebagai istri jahat dalam novel pria bertema sistem dan kiamat. Dengan ending kematian tragis.
Sedangkan suaminya hidup bahagia dengan 9 wanita cantik di haremnya.
Berusaha bersikap baik, tidak seperti dalam alur cerita novel. Berharap suaminya tidak akan membangun harem seperti dalam cerita novel.
Tapi tetap saja susu besar membuat pria ini tertarik, paha mulus menggetarkan hatinya.
Daripada menunggu kematian, lebih baik, dirinya menggunakan rudal balistik untuk menghancurkan suaminya.
Dalam dunia kiamat diantara hidup dan mati, dimana makanan adalah lebih berharga daripada emas. Hukum tidak berlaku lagi.
Dunia dimana dirinya dapat membantai pria ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Sudah jelas bukan aku menyukai langit yang terang, jika langit terlihat terang, maka tumbuhan dapat hidup dengan baik. Jika tumbuhan dapat hidup dengan baik, hewan juga dapat hidup dengan baik, begitu juga dengan---" kalimat Sarah di sela.
"Maka manusia dapat menghancurkannya kembali." Ren terlihat tersenyum padanya, memberikan sedikit potongan daging, diberikan kepada kucing peliharaannya."Terkadang manusia, tidak akan mengetahui rasa sakit, jika tidak pernah merasakannya."
"Kamu sendiri manusia, tapi kamu menempatkan manusia pada sudut yang jahat. Tidak semua manusia itu serakah, ada yang benar-benar peduli pada lingkungan." Kalimat yang diucapkan oleh Sarah, berdasarkan sudut pandangnya sendiri.
"Begitu? Maksudmu seperti manusia-manusia bodoh yang melemparkan bom nuklir sembarangan." Pertanyaan penuh senyuman dari Ren.
"Mereka tidak bodoh, mereka hanya sedang berperang. Mempertahankan ideologi mereka masing-masing." Itulah jawaban dari Sarah.
Ren hanya menghela napas, terdiam sejenak."Karena itu, manusia tidak akan pernah tahu rasa sakit jika tidak pernah merasakannya. Jika kiamat tidak pernah terjadi, tumbuhan masih berkembang dengan baik, hewan-hewan tidak bermutasi, mungkin mereka masih bisa tertawa sambil saling melemparkan bom nuklir. Di bumi yang rusak, ideologi yang mereka pertahankan tidak ada gunanya lagi. Yang tertinggal hanya makan atau dimakan, menjadikan manusia seperti hewan buas. Ya... itu mungkin sesuatu yang menyenangkan. Karena setelah itu, bukankah tidak ada yang berani memulai peperangan besar lagi. Mereka hanya akan sibuk memikirkan urusan perut mereka yang tidak terisi."
"Terkadang butuh tamparan untuk mendidik seorang anak menjadi lebih baik. Mungkin karena itu kiamat ini terjadi." Sebuah kalimat penuh senyuman yang membuat Sarah tertegun.
Benar! Semua ini diawali oleh perang nuklir, perang nuklir diawali oleh persengketaan lahan dan kepentingan politik. Bahkan jika kiamat ini berakhir, tidak ada yang akan berani memulai peperangan lagi.
"Terkadang aku menyukai pemikiranmu...koki..." Sarah menyumpal mulut pemuda itu dengan daging dengan daging.
"Aku bukan koki, aku adalah budakmu." kalimat dari Ren, mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya."Asalkan bisa makan dengan cukup itu sudah membuatku puas."
Hingga mungkin, aroma makanan yang mereka konsumsi, menyeruak. Membuat Ayu yang berada di luar sana, menghirup aromanya.
Wanita yang meninggalkan Kelvin bersama Sofia dan Rani, tiga orang yang tengah bersenang-senang menikmati makanan mereka.
Membuka pintu bungker, sedikit mengintip ke area bagian dalamnya. Terlihat Sarah dan seorang pemuda yang dibawanya, tengah mengkonsumsi daging.
Ayo menyipitkan matanya, wanita dengan rambut panjang lurus, bagian depan besar menggoda, tubuh yang begitu langsing dan indah itu kemudian melangkah pergi. Tujuannya? Tentu saja untuk mengadu kepada Kelvin. Karena stok makanan Sarah, harus menjadi milik mereka.
Ayu menunduk, dengan air mata yang bagaikan mengalir. Kemudian melangkah mendekati Kelvin.
"Kelvin..." ucapnya bergelayut begitu manja, dengan suara bagaikan anak kecil yang dibuat-buat.
"Kenapa? kamu tidak suka sosis panggang yang aku berikan? Atau lebih suka yang asli?" Kelvin mengedipkan sebelah matanya, tersenyum genit, mencolek dagu Ayu dengan jemari tangannya.
"Bukannya begitu, tapi Sarah diam-diam menyembunyikan makanan. Aku melihat dia dan pemuda itu memakan daging di dalam bunker. Bukankah kita satu kelompok, seharusnya Jika dia memiliki stok makanan, dari awal jangan meminta padamu. Seharusnya dia menyimpannya dalam ruangan penyimpanan milikmu. Kemudian mendapatkan makanan sesuai dengan pembagian yang dilakukan oleh Kelvin. Dia begitu curang dan jahat pada Kelvin..." Keluhnya mengadu.
"Sarah memiliki stok makanan? Berupa apa?" tanya Kelvin pada Ayu, mengepalkan tangannya. Benar! jika berhasil mengumpulkan makanan, seharusnya disimpan di dalam sistem ruangan penyimpanan miliknya agar tidak busuk. Lalu, dibagi berdasarkan bagian yang ditentukan olehnya.
"Daging! Aku melihat Sarah dan pria itu memakan daging. Padahal harga daging begitu mahal, aku saja tidak bisa sering-sering makan daging. Hanya bisa memakan sosis panggang yang kamu berikan. Bahkan terkadang hanya makan roti..." Ayu menunduk penuh kesedihan.
Begitu juga dengan Sofia yang mendekat."Benar Kelvin, aku dulunya seorang dokter. Jadi jika seseorang dalam kelompok kita sakit, aku dapat menyembuhkannya. Begitu juga dengan Sarah, suatu hari nanti jika dia sakit aku akan menyembuhkannya. Tapi sekarang dia bersikap seperti ini dengan menyimpan daging sendirian. Bukankah itu namanya tamak?"
"Iya, Aku adalah ahli mesin, jika persenjataan kalian rusak. Aku bisa diandalkan untuk memperbaiki. Tapi malah Sarah yang tidak bisa apa-apa, memakan daging sendirian. Itu namanya tidak adil." Rani terlihat merajuk.
Tiga orang wanita cantik dengan tubuh menggoda, dan ketiganya adalah miliknya. Dapat dikatakan istrinya, semua yang terbaik harus menjadi milik mereka.
"Aku akan pergi menemui Sarah." Kelvin bangkit pada akhirnya, mengecup Sofia dan Rani.
Tiga orang wanita yang saling membenci sejatinya. Tapi mereka harus menahan segalanya, karena tanpa kelvin yang memberikan makanan dan perlindungan mereka tidak akan bisa bertahan hidup di dunia kiamat ini.
Kelvin membuka pintu bunker. Benar saja! Sosok Sarah terlihat duduk di lantai membelakanginya, memakan daging dengan lahap bersama pemuda aneh bernama Ren Shiro.
Pemuda yang bertepuk tangan, perawakan Kelvin sejatinya, bertubuh tinggi besar cukup gagah, wajahnya lumayan rupawan, pria yang lumayan cerdas. Tapi begitu mudah tergoda oleh wanita, begitu mudah tertarik oleh susu yang besar.
Sarah menoleh padanya pada akhirnya.
"Kamu memiliki stok makanan, tapi tidak mau berbagi dengan kami?" sebuah pertanyaan penuh senyuman merendahkan dari Kelvin.
"Oh... ada anjing lewat yang meminta daging. Dia selalu menggonggong jika tidak mendapatkan makanan." Keluh Sarah pada Ren.
"Wah benar-benar hewan yang galak." gumam Ren.
"Sarah! Aku bicara padamu! Di mana kamu mendapatkan stok makanan ini!" bentak Kelvin menelan ludah. Aromanya begitu harum, sudah pasti makanan ini disiapkan dengan begitu baik. Berbeda dengan kaleng tuna yang menjadi stok makanan dalam sistemnya. Atau bahkan daging wagyu yang tidak bisa diolah oleh Kelvin, mengingat Kelvin tidak bisa memasak.
Sarah mengangkat sebelah alisnya."Ini daging manusia." dustanya penuh senyuman.
Hal yang membuat Kelvin mundur selangkah, jika ini daging manusia, itu mungkin wajar saja. Para hewan sudah terkontaminasi oleh radiasi nuklir, dirinya kerap memberikan Sarah makanan tidak memadai, terkadang hanya seiris tomat, yang dilemparkannya dari burger. Mungkin saja dia sudah sama seperti manusia-manusia lain di luar sana, memakan sesama manusia, karena kekurangan bahan makanan.
"Tidak! Itu jelas-jelas bukan daging manusia, daging manusia tidak memiliki ketebalan seperti itu. Daging manusia jauh lebih tipis, apalagi dengan adanya bencana kelaparan. Jujur saja, kamu mendapatkannya dari mana? Dan ini daging apa?" tanya Sofia mendesak, wanita cantik yang dulunya berprofesi sebagai dokter ini, sudah pasti mengetahui anatomi tubuh manusia.
"Daging ini, adalah mas kawin dari calon suami baruku. Benarkan Ren...?" Sarah berusaha keras untuk tersenyum, malas rasanya untuk menjawab. Jika ini adalah, daging beruang yang telah terkontaminasi radiasi nuklir. Dirinya juga tidak ingin Kelvin mengetahui, seorang Sarah telah menemukan harta berharga bernama Ren. Pria yang membuatnya dapat bebas berburu, dan memakan buruannya nanti.
"Suami baru!?"
Hayu Miau...terus provokasi Ren biar panas
up nya udah ada aja nih,thor.
Kamu kalau menilai suka sesukamu aja sih,Miau
Lempar nih...