NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

.

.

.

Chapter Sebelumnya :

"*Brengsek..." umpat Melvin saat merasakan sakit pada perutnya karena tinju yang diberikan oleh laki-laki di hadapannya itu.

Membuat tubuhnya terhuyung ke belakang, dan menjatuhkan dompet di kantongnya ke bawah, sehingga koin-koin emas di dalamnya berjatuhan dan menggelinding ke sana-kemari, mengelilingi sepatu hitamnya yang mengkilap*.

***

Melihat koin-koin emasnya yang berjatuhan, membuat Melvin langsung memungut uangnya tersebut dengan umpatan-umpatan elegan dalam bahasa asing yang keluar dari bibirnya.

Para gerombolan Exile Land yang sejak tadi memperhatikan koin-koin emas yang berjatuhan itu, dengan hasrat dan nafsu menggebu. Koin-koin itu seperti magnet yang menyeret mereka untuk mendekat. Dan membuat mereka dengan sekejap melupakan tujuan awal mereka yang ingin melecehkan Bella.

Menyadari bahwa para gerombolan pengacau itu mulai mendekatinya, membuat Melvin yang sedang membungkuk mengumpulkan koinnya menyeringai. 'Dapat kau...'

Sedangkan para anggota geng Exile Land itu mulai berjalan serempak seperti sekawanan serigala kelaparan, mendekati Duke of Rostown tersebut dengan senyum lebar penuh kelicikt menghiasi wajah mereka. Seakan-akan telah menemukan seorang mangsa yang cukup mudah untuk ditaklukkan dalam genggaman mereka.

Menyadari dengan hal apa yang akan terjadi selanjutnya dengan pria tampan itu, membuat Bella langsung berseru keras, mencoba untuk memperingati sang Duke. "Tuan, menjauhlah!"

Mengetahui jika pria itu tak menyadari peringatannya, membuat Bella ingin menghampirinya. Namun, secara bersamaan lengannya langsung ditahan oleh Kate, pelayannya.

"Nona, Apakah Anda sudah gila? Ayo, lebih baik sekarang kita cepat pergi dari sini." kata Kate yang langsung menarik tangannya untuk berlari menuju mobil mereka.

"Tapi, kita harus menolong pria itu." bentak Bella mencoba melepaskan tarikan pelayannya di pergelangan tangannya. "Atau mereka dapat membunuh pria konyol itu." sambungnya.

"Itu bukan urusan kita, Nona. Lebih baik kita cepat masuk ke mobil dan pergi dari tempat ini, sebelum mereka menyadarinya." kata Kate tanpa melepaskan tarikannya pada tangan Nona Mudanya itu.

Mendengar perkataan pelayannya membuat jantung Bella berdegup kencang dan seraya berkata. "Emas itu, kita hanya perlu membiarkan mereka mengambilnya. Lalu kita bisa menyelamatkan pria itu dan membawanya bersama kita ke mobil."

"Jangan bertindak bodoh, Nona! lebih baik sekarang Anda masuk ke dalam mobil, Nona." kata Kate, sambil membawa Bella masuk ke dalam mobil, dan lalu mengikutinya masuk.

"Ayo, sekarang cepat nyalakan mobilnya dan pergi dari tempat ini!" perintah Kate pada Wilson, yang langsung dibalas sebuah anggukan oleh pria itu.

"Kenapa kau menyuruhnya menjalankan mobilnya? Ayolah Kate, biarkan kita menolong pria itu, dan membawanya pergi bersama kita." bujuk Bella pada pelayannya.

"Apa yang Anda pikirkan, Nona? Jika kita membawa pria gila itu bersama kita, itu dapat membuat reputasi Anda semakin hancur, Nona." kata Kate memperingati nona mudanya yang mulai keras kepala. "Apalagi pria itu baru saja keluar dari sebuah tempat... yang tak layak untuk disebut." sambungnya.

"Tapi, kita harus membantunya dari gerombolan pengacau itu!"

"Kita datang ke tempat ini hanya untuk membantu anak-anak, Nona. Anda tahu bahwa kita tak mungkin untuk membantu semua orang, termasuk pria mabuk itu. Saya mohon jangan membuat nyawa kita semua terbunuh ditempat ini, Nona."

Mendengarnya membuat Bella langsung memandangi pelayannya itu yang masih dalam keadaan ketakutan, dan mulai sadar bahwa mungkin keegoisannya itu mungkin dapat mempertaruhkan kedua nyawa orang kepercayaan keluarganya itu.

"Dia mungkin akan baik-baik saja, Nona." Sahut supirnya, Wilson yang sejak tadi diam mendengarkan perdebatan antara kedua wanita itu.

"Lagipula jika ia dalam keadaan mabuk, walaupun mungkin ia akan dipukuli oleh beberapa orang, ia pasti tak akan merasakan sakitnya, Nona." kata Wilson mencoba menenangkan nona mudanya itu, yang terlihat khawatir oleh seseorang yang ia yakini seorang pria yang sedang mabuk.

Mendengar perkataan dari supirnya itu, mau tak mau membuat perasaan Bella sedikit tenang dan mencoba untuk melihat kearah kaca belakang mobil yang masih memperlihatkan bayangan pria itu yang sekarang berada di samping tembok sebuah club, dengan senyuman culas di wajahnya, sembari membanting botol minuman di tangannya ke tembok untuk di jadikan senjata tajam bergerigi.

"Lagipula saya yakin dia bisa mengurus dirinya sendiri, Nona. Selain itu, mungkin ini akan menjadi pelajaran baginya untuk tidak pergi ke tempat ini dan mencari masalah dengan orang-orang yang ada disini." gumam Kate.

"Kau benar." kata Bella menyetujui apa yang dikatakan oleh pelayannya itu. Lagipula, hanya bangsawan pemalas dengan gelar tinggi yang keluar dari sebuah club saat pagi menjelang siang, dan berteriak-teriak meminta macam-macam kepada orang tak dikenal saat mabuk.

'Laki-laki itu sungguh gila.' batin Bella.

"Lebih baik sekarang kita langsung pulang, Nona. Jika tidak Ayah Anda tidak akan memaafkan saya, apabila terjadi sesuatu pada Anda."

"Baiklah, kalau begitu." kata Bella mengangguk dengan ragu-ragu kepada Wilson. "Tapi, kita harus bergegas mencari petugas keamanan untuk menolong pria itu."

"Itu pasti, Nona." kata Wilson, kemudian melajukan mobil yang membawa mereka dengan cepat keluar dari daerah tersebut.

Untuk terakhir kalinya, Bella mencoba untuk mengintip keadaan pria itu lewat kaca jendela belakang mobilnya. Awalnya Bella kira laki-laki itu yang akan terluka cukup parah, tapi apa yang dia lihat kini malah sebaliknya. Pria itu yang malah yang menghancurkan para gerombolan tersebut.

Pria itu memukul rahang salah satu anggota gerombolan itu, dan kemudian berbalik meloncat tinggi dan menendang dada dua anggota gerombolan lainnya, dalam satu gerakan sekaligus. lalu, saat kakinya menyentuh tanah, ia pun langsung menyodok perut salah satu lainnya yang mencoba menyergapnya dari belakang, dan kemudian meninjunya searah dengan jarum jam, menjatuhkan orang itu dengan pukulan kecil. Pria itu dengan tenang dan penuh teknik, menjatuhkan satu per satu anggota gerombolan itu tanpa ada tanda-tanda bahwa ia sedang mabuk.

Rasa kagum seketika mencuat dalam benak Bella terhadap apa yang dilakukan oleh pria itu. Menghantarkan sebuah perasaan aneh yang menggelitik dadanya.

'Itu semua sebuah muslihat, ternyata pria itu tidak mabuk! ia hanya menolongnya dengan berpura-pura untuk mengalihkan perhatian gerombolan itu darinya.' Itulah satu hal yang langsung terpikirkan oleh Bella tentang saat ini.

Ternyata pria itu sejak awal mencoba untuk menolongnya dan itu membuatnya semakin takjub dengan semua yang dilakukan pria itu.

Tapi, dalam sekejap raut wajah Bella langsung berubah menjadi pucat, saat melihat para gerombolan itu memanggil kawanannya untuk membantunya dan membuat pria itu terkepung.

"Wilson, lebih cepat. sekarang pria itu dalam bahaya." kata Bella meminta supirnya itu untuk melajukan mobil mereka agar lebih cepat.

"Baik, Nona. Sebentar lagi kita akan sampai di pos penjaga di daerah Sround." kata Wilson yang lalu semakin melajukan mobilnya mendekati salah satu pos di daerah Sround yang cukup dekat dari Exile Land.

***

1
Reilient
ditunggu lanjutannya
Rei_983
lanjutin
Ocean Blue
lanjutin ceritanya
Rose Ocean
lanjutin ceritanya kak
Reha Hambali
lanjutin ceritanya thorr
Riha Zaria
lanjutin ceritanya thor
Reezahra
lanjutin thorr
Zariava
lanjutin thor
Reatha
lanjut thorr
Reazara
lanjutin kak
Zahira
lanjutin thor
Zahra
lanjutin kak
Ria08
lanjut kak
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!