NovelToon NovelToon
Maaf , Aku Pergi

Maaf , Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

"Kak, hari ini jadikan pulang bareng?"
"Nggak bisa, Viona lagi sakit Gue harus segera bawah dia pulang."
"Kak, boleh nggak kerumah, Aku takut Kak."
"Imlie bisa nggak, nggak usah manja Gue lagi jagain Viona di rumah sakit. Lo sendiri dulu aja ya. Kan ada pembantu Sayang. Ingat! Jangan begadang ya."
"Hiks.. Aku juga sakit Kak. Tapi mengapa dia yang selalu menjadi prioritasmu."
Anak pembawa sial, Saya nyesal udah lahirin Kamu. Kenapa bukan Kamu saja yang mati hah?"
"Ck, anak sialan. Saya muak lihat Kamu."
"Mati aja sana Li, nggak guna juga. Papa sama Mama aja udah nggak anggap Lo anak."
"Mimpi apa Gue. Punya Adik berhati busuk kayak Lo."
"Aku memang gadis pembawa sial. Aku tidak pantas hidup. Tapi, tidak pantaskah Aku mendapatkan pelukan kasih sayang itu? Hahaha siapa juga yang akan memeluk gadis pembawa sial seperti Aku."
kisah ini tentang seorang gadis yang dengan ikhlas menerima segalah kebencian yang di berikan kepadanya. ingin tahu kelanjutannya yang penasaran bisa langsung baca🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Happy reading<<<<<<<

<

 

"Cantik." celetuknya membuat Aryan menatapnya.

"Siapa?" tanya Aryan.

"Ada deh Bos, Gebetan baru. Abis ini Gue mau nembak dia ah. Cinta pandangan pertama gitu Lo. Gue memang Cowok brengsek dan

playboy, tapi pilihan terakhir Gue, bakal Gue cari cewek baik baik kaya dia." ujarnya dan kembali bermain basket sedangkan Aryan tak pusing. Tidak tau saja yang di bicarakan temannya itu adalah gadisnya.

Aryan kembali mencetak poin

"WOW!! AR LO THE BEST.." teriak Viona heboh.

"Ck, heboh banget ya. Ceweknya ketua Blackxabir ya?" tanya seorang gadis.

"Kagak tau." jawab temannya.

"Lo, kok kagak tau sih. Itu kan ketua cowok Lo masa kagak tau

sih." ujar temannya.

"Ya, Gue kagak tau dan nggak mau peduli." jawabnya santai.

Sedangkan Imlie hanya diam mendengarnya. Tidak tau saja Aryan sedang menatapnya intens.

"Ini cewek Gue. Nggak kasih semangat.. Malah bengong doang." batin Aryan kesal sendiri dan menatap Viona yang meneriaki namanya heboh.

"Lucu." batin Aryan terkekeh pelan.

Tak lama dari latihan basketnya selesai dengan cepat para Pria mendekati gadis gadisnya

mereka untuk meminta air minum.

"Thank's baby."

"Makasih Sayang."

Seperti itulah ucapan para Pria yang di berikan air minum oleh cewek mereka. Sedangkan Imlie berniat berdiri bersiap agar Aryan mendekatinya. Tapi, nihil Aryan malah berhenti di depan Viona. Dan dengan celat Viona memberikan air minum untuk Aryan dan mengusap keringat di dahi dan leher Aryan menggunakan handuk kecilnya.

Imlie menatap handuk dan air minum itu kemudian hendak membuangnya. Karena kesal sendiri.

"Eh, cantikkk.... Kenapa mau di buang? Buat Gue aja gimana? Kebetulan Gue kagak punya cewek nih." ujar Pria itu.

"Terserah." jawab Imlie.

"Thanks ya. Eh, btw nama Lo siapa?" tanyanya mengikuti langkah Imlie yang hendak pergi.

"Nggak usah sok asik." jawab Imlie.

"Dih, judes banget sih. Tapi, Gue suka." ujar Pria itu dan menarik tangan Imlie.

"HUUUUU.. GASKAN BROO.. PESONA PLAYBOY MEMANG NGGAK KALENG KALENG. SAT

SET SET LANGSUNG 'SAYANG'." teriak teman temannya sedangkan Aryan yang sedang asyik dengan Viona langsung menatap ke sumber suara.

Tapi, tidak melihat jelas apa yang terjadi karena teman temannya yang merengumuni kejadian di depan sana.

"Ck, jangan buka kartu dong kalian." teriak Pria itu pada teman temannya.

"Jangan dengerin mereka, Gue memang play boy tapi kalau Gue jadian sama Lo. Gue janji bakal insaf." ujarnya.

"Nggak minat." jawab Imlie

singkat dan membuat Pria itu semakin gencar mendekati Imlie yang sangat berbeda dari kebanyakan wanita.

"GUE SUKA SAMA LO... MAU NGGAK LO JADI CEWEK GUE IMLIEE... IYA NAMA LO IMLIE KAN?" teriak Pria itu karena tadi sempat membaca namanya Imlie di papan namanya.

Degh

Sedangkan Aryan yang tadi sempat tidak pusing lagi karena tak tau apa yang terjadi sebenarnya. Langsung saja berjalan ke depan mendengar nama sang kekasih di sebut.

"Iya Gue Imlie, tapi sorry Gue nggak mau terima Lo." jawab Imlie jengah.

"Memangnya kemapa? Apa Lo udah punya cowok?" tanya Pria itu lagi.

"Nggak ada." jawab Imlie santai tidak sadar jika Aryan sedang menatapnya.

"Nggak punya pacar?" batin Aryan.

"Nggak ada, terus alasannya kenapa Lo nolaknya Gue? Tampan udah tajir dari lahir. Soal prestasi ya gitu gitu aja sih. Tapi, insyaallah cocok lah buat cewek cantik dan menurut Gue sempurnah kaya Lo."

ujar Pria itu.

"Nggak ada." jawab Imlie dan berniat pergi tapi lagi lagi di tahan oleh Pria itu. Dan.....

Bugh bugh

"Berani sekalih Lo sentuh gadis Gue, hah?" marah Aryan menatap nyalang temannya itu.

"Hah? Gadis Gue? Bukannya ceweknya Bos buat Viona?" tanya Pria itu setelah meringis.

"Nggak." jawab Aryan singkat.

"Yang benar Bos?" tanyanya lagi menyulut kemarahan Aryan dan kembali melayangkan satu pukulan di wajah temannya itu.

"Tapi kenapa dia bilangnya kagak punya cowok? Dan Viona? Gue kirain Ceweknya Bos." ujarnya berani.

"Sialan.."

"Lo, pergi menjauh dulu kalau nggak mau masuk rumah sakit." ujar Ravel.

"Sudah Bro.." ujar Xavier, Aryan pun menoleh ke arah Imlie yang hanya diam dengan wajah santai.

"Ikut Gue." ujar Aryan menarik tangannya Imlie.

"Ck, buat apa lagi sih." lirih Imlie dan mengikuti langkah kakinya Aryan menuju ruang pribadinya Aryan di sekolah itu.

Brak

"Maksud Lo apa ngaku kalau

belum punya Cowok, hah?" bentak

Aryan.

"Nggak ada." jawab Imlie malas.

"Ooh, jadi sekarang Lo merasa

masih single gitu, sehingga

membiarkan banyak laki laki

brengsek di luar sana buat dekatin

Lo, hah?" bentak Aryan memegang

kedua bahu Imlie kuat membuat

Imlie meringis.

"Jawab b*ngsat." teriak Aryan di

depan wajahnya Imlie.

"Nggak juga." balas Imlie santai

membuat Aryan semakin emosi.

"Lo benar benar ya.. Gue harus

kasih Lo tanda biar Lo nggak

menganggap diri Lo singel lagi,

setelah ini ingat dengan baik." ujar

Aryan dan menangkup wajah Imlie

dan.....

"Eh, K-ak m-au ng-apain?"

tanya Imlie gugup. Tapi Aryan tidak

menggubrisnya.

Grep

"Kak, jangan kaya gini. Aku

mohon... Aku nggak mau Kak."

dengan cepat Imlie langsung

memeluk Aryan takut Aryan

menciumnya.

"Imlie, jangan membantah Gue

harus kasih Lo pelajaran" ujar

Aryan dan berniat melepaskan

dekapan Imlie itu tapi Imlie

memeluknya dengan erat.

"Nggak, Gue nggak mau.

Walaupun hanya ciuman." batin

Imlie.

"Imlie." geram Aryan.

"Maaf Kak, Aku minta maaf.

Jangan ya Kak, Aku mohon."

mohon Imlie yang sudah

mengeluarkan tangisannya. Dan

Aryan jadi luluh.

"Baiklah!! Tapi, ingat.. Jangan

ulangi lagi." ujar Aryan entah

kenapa emosinya suka berkurang

jika di peluk gadisnya.

Imlie hanya mengangguk

dalam pelukan Aryan.

"Shuuut.. Sudah ya.. Sorry Gue

nggak bakal melakukannya tanpa

sepertujuan Lo." bisik Aryan dan

mendekap Imlie menyalurkan

kasih sayangnya. Akhirnya Imlie

tanang.

Imlie selalu merutuki dirinya

karena terlalu lemah jika di

hadapan Aryan. Apa karena Aryan

sudah tau semua masalah dalam

hidupnya? Termasuk perlakukan

keluarganya. Jadi, Imlie merasa

ketergantungan sama Pria ini

walaupun sudah di sakiti berulang

kali..

"Naik." ujar Aryan.

"AR." panggil Viona dan berlari

ke arah Imlie dan Aryan.

"Terus, Gue pulangnya sama

siapa dong Ar?" tanya Viona.

"Hari ini Kamu bareng Mio

dulu ya. Aku mau antar Imlie

pulang." ujar Aryan lembut dan

mengusap kepalanya Viona.

"Jangan lama lama ya Ar.

Soalnya kan Kamu tau Mama sama

Papa Aku masih di luar kota. Aku

takut sendiri di rumah Ar." ujar

Viona.

"Ya, tapi kalau pulang jangan

lupa makan ya. Nanti Aku akan ke

rumah." ujar Aryan tanpa

memikirkan perasaan Imlie.

"Mampus Lo Imlie. Gue lebih

utama dari pada Lo." batin Viona.

Setelah itu Aryan dan Imlie

mulai meninggalkan sekolah

dengan motor besar itu.

"Ck, Imlie.. Peluk Gue." ujar

Aryan.

"Hm." jawab Imlie dan

melingkarkan tangannya memeluk

perutnya Aryan.

"Pintar." gumam Aryan

mengusap tangan gadisnya lembut

kemudian melajukan motornya

dengan cepat.

"Kak, boleh nggak. Kita ke

suatu tempat dulu, kaya danau gitu

kek." ujar Imlie di samping

telingannya Aryan.

"Lain kali aja ya Sayang! Gue

harus cepat ke rumahnya Viona dia

sendiri soalnya Lo ngertiin ya." ujar

Aryan.

"Oke." jawab Imlie singkat dan

Aryan tidak peka jika gadisnya ini

sedang kesal.

Bruum

"Makasih Kak." ujar Imlie

dengan wajah malas.

"Kenapa, hmm? Kenapa di

tekuk gitu wajahnya?" tanya Aryan

setelah melepaskan helm di kepala

gadisnya.

"Ck, pakai nanya lagi." batin

Imlie.

"Nggak cuman karena capek aja

Kak." bohong Imlie.

"Yaudah, masuk gih. Kalau ada

apa apa langsung telefon Gue ya."

ujar Aryan dan Imlie hanya

mengangguk.

Piiiiip

Suara klakson mobil langsung

menganggetkan Imlie yang sudah

melewati gerbang dia berbalik dan

melihat mobil Kakaknya. Alvian

dan Lolita nampak tertawa

bersama sama. Imlie dapat melihat

itu dari luar.

"Semoga kalian selalu bahagia

kaya gini." batin Imlie kemudian

melanjutkan langkahnya.

"Assalamualaikum." salam

Imlie setelah masuk ke dalam

rumah.

"Waalaikumsalam." kedua Pria

paru baya itu hanya menjawabnya

dalam hati. Imlie hanya menatap

senduh Mamanya yang sedang

memijit bahu Papanya yang sedang

mengetik di laptop.

"ASSALAMUALAIKUM WR.

WB. MAMA CANTIK DAN PAPA

TAMPAN." teriak Lolita heboh dan

seketika Imlie melihat raut wajah

ceria itu di wajah kedua orang

tuanya.

"Dek, pelan pelan dong

teriaknya." Peringat Alvian.

"Heheh iya. Maaf Kak." cengir

Lolita sok Imut. Imlie masih

terdiam melihat keluarga cemara

itu.

"Yasudah, gih ganti baju

Sayang.. Mama udah buatin

makanan kesukaan Kamu loh." ujar Melani mengecup kedua pipi

putrinya.

"Aaaaa makin Sayang deh sama

Mama.. Cup cup." dengan cepat

Lolita langsung mencium pipi

Mamanya dan memeluk sang

Mama.

"Loh, Papa nggak di cium nih?

Cuman Mama doang? Padahal tadi

Papa bantuin juga loh." ujar Pak

Mahen berpura pura cemberut.

"Iih, Papa kaya anaka kecil deh.

Sini.. Cup cup cup." Lolita langsung

mengecup pipi Papanya.

Imlie hanya menunduk dengan

senyuman getir kemudian

mengangkat kepalanya dan

matanya bertemu dengan

tatapannya Alvian yang sejak tadi

memperhatikannya.

Senyuman itu senyuman getir

tapi tersimpan senyuman tulus

karena melihat keluarganya

bahagia.

Dengan perlahan Imlie mundur

dan naik melewati tangga menuju

kamarnya. Alvian masih saja

menatap punggung rapuh itu.

"Imlie, ini definisi melihat

orang yang kita sayang bahagia.

Kita harus juga ikut bahagia

walaupun bukan kita alasannya

kebahagiaan itu." batin Imlie

kemudian masuk dan kembali

mengulangi pelajaran di sekolah

tadi.

Ya, Imlie adalah gadis

berprestasi di sekolah, tapi orang

tuanya saja yang tidak tau karena

mereka tidak peduli dengan Imlie.

Padahal Imlie berada di kelas IPA1

yaitu kelas unggulan dan setiap

tahun terus mendapatkan juara 1 di

kelas maupun umum.

Sedangkan Aryan awalnya dia

sekelas dengan Imlie, tapi karena

Viona yang hanya mampu berada di

kelas IPA 2. Maka, Aryan mengikuti

Viona karena untuk menjaga gadis

itu. Romantis bukan.....

Malam pun tiba Imlie menelfon

Aryan tapi tidak diangkat.

Ting

Kak Aryan<<<<<<<<

Picture

Imlie langsung membuka foto

itu dan itu adalah foto Aryan yang

tidur dengan kepala di

pangkuannya Viona.

"Ck, pasti ini Viona yang kirim,

sengaja banget buat mana manasin

Gue." kesal Imlie dan menyimpan

pesan itu. Kemudian menaruh

hpnya sembarangan.

"Aryan Cowok Gue apa si Viona

sih." batin Imlie frustasi.

1
Indah Puspia Sari
peran cewek terlalu bodoh kak,
Sari Nilam
mmg ada ya ibu kandung sejahat itu? kk2 dan ayahnya juga ?lha mendingan imlie ade kandungnya abian aja. sedihlah duanggap pemawa sial
Padang Lua
kapan ubdatenya
Aliya sofya Putri: sabar ya kak aku masih nyelesain novel aku yang berjudul Antara cinta atau balas dendam
total 1 replies
Aliya sofya Putri
maaf ya kak kalau novelnya kurang memuaskan
falea sezi
novel pret
falea sezi
novel jelek
falea sezi
novel apaanmenye menye gini
falea sezi
kabur jauhh anjing
falea sezi
pergi jauh oon
falea sezi
cwek lemah menye menye
falea sezi
pergi jauh imli trs cari krja gpp susah asal bahagia bebas dr manusia toxic
Thuty Natasya
seperti gk asing ceritanya🤭
Adek Denu
upp dong thor😍
Aliya sofya Putri: oke tapi jangan lupa like ya🙏🙏
total 1 replies
Nadia Ulfani
karakter ceweknya terlalu menye menye, gasuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!