NovelToon NovelToon
Hasrat Liar CEO Arogan

Hasrat Liar CEO Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Nikahmuda
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"jangan om, aku masih perawan, "!! kata seorang gadis yang sudah berada di bawah kungkungan seorang laki laki tampan ,namun terlihat bagitu arogan.
"siapa yang menyuruhmu kesini ,"! sahut laki laki tersebut dengan suara yang terdengar paro, sambil menahan sesuatu yang sudah ingin meledak saat itu juga.
"om, jangan macam-macam atau aku tendang itu ular arab mu ya"!! ancam gadis tersebut yang masih mencoba mempertahan kan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 8

"Apa kamu mengingatku"! Tanya Devan sambil menarik sudut bibirnya sedikit .

" Dasar psikopat mesum,bisa bisanya aku bertemu dengan mu lagi".

Devan hanya tersenyum menatap Clara yang sudah mulai naik darah.

"Jadi berapa total nya "! Tanya Devan lagi sambil mengambil ponselnya di saku jasnya.

"75 ribu"! Jawab Clara acuh.

"QRIS"! Tanya Devan namun tatapnya masih tidak bisa berpaling dari gadis cantik di hadapannya.

"Haah,, mana aku tahu, kenapa tadi aku tidak tanya ya ,ckck"! Gumam Clara yang bingung harus menjawab apa,,bahkan dia tidak tahu jika caffe tersebut bisa membayar lewat QRIS.

"Nomor rekening mu saja". Kata Devan akhirnya.

"Ooh"! Sahut Clara langsung memberikan ponselnya untuk Devan bisa men scan nomor rek nya.

Tring .

Satu pesan masuk dari notif m-banking.

Mata Clara pun membulat sempurna saat nominal 1 juta yang terkirim di ponsel nya.

"Aku tidak punya kembalian untuk uang sebanyak ini"! Jelas Clara.

"Ambilah sebagai tips untukmu,dan sebagai ganti rugi karena kamu sudah mencium ku kemaren malam"! Kata Devan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Clara.

"Apa,anda pikir aku gadis apaan "! Sahut Clara tidak terima.

Devan pun melangkah mendekat dengan Clara yang berjalan mundur seiring dengan langkah Devan yang terus mendekat hingga tubuh clara terkunci pada dinding.

"Lalu jika dengan uang tidak bisa mengganti rugi ciuman mu,apa perlu aku menikahimu untuk mempertanggung jawabkan nya"!

Glek"!!

Mati kutu Clara di hadapan laki laki tampan yang sudah begitu dekat denganya.

Clara hanya mengedipkan matanya saat Devan kembali mendekat kan wajahnya.

Cup"!!

Satu sosoran mendarat tepat pada bibir Clara yang sedikit terbuka.

"Kalau kamu mau, aku akan menikahimu"! Bisik Devan setelah melepaskan ciuman tersebut.

Tidak bisa di pungkiri jika laki laki dewasa di hadapannya ini memang sangat tampan,sebagai gadis yang normal pastinya Clara juga terkagum kagum dengan sosok Devan ,meskipun Clara tidak mengenalnya.

Plak..

Satu tamparan mendarat tepat pada pipi putih Devan begitu saja.

"Kau gila ya"!! Pekik Clara sambil mendorong dada bidang Devan begitu saja.

Devan hanya menegankan tubuhnya dan menatap sambil tersenyum kepada Clara yang sudah emosi.

"Dasar psikopat mesum"! Kata Clara sebelum meninggalkan ruangan ceo tersebut.

Devan mengusap pipinya yang terasa hangat akibat tamparan dari Clara.

"Gadis yang menarik"!  Gumamnya sambil menatap punggung Clara yang sudah hilang di balik pintu.

" Baru kali ini ada seorang gadis yang berani menamparku,kamu harus menjadi miliku ,Clara"!

"Dasar CEO mesum,bisa bisa nya main sosor sosor tidak tahu aturan,memang dia pikir aku gadis apaan,awas saja jika ketemu lagi aku tendang burung di dalam kolornya itu biar sekalian tidak bisa berdiri,aaaarg"!  Geruntuh Clara mengucapkan sumpah serapahnya sambil mengusap usap bibirnya yang sudah di cium Devan untuk yang kedua kalinya.

"Waah,garang juga gadis ini,, bersiaplah boss sebentar lagi akan ada tendangan mematikan untuk anda"! Gumam Jo yang tak sengaja mendengar sumpah serapah yang clara ucapkan.

"Boss apa semua baik baik saja"! Tanya Jo yang kini sudah anda diruang CEO lagi .

"Buat gadis itu mencintaiku,jika perlu menggilai ku,Jo"!

Uhuk . Uhuk. Uhuk.

Seketika Jo tersedak ludahnya sendiri karena permintaan tidak masuk akan dari boss nya itu.

'apa anda yakin "!.

"Menurutmu ,apa aku kelihatan bercanda,".

"Tidak ,boss"! Sahut Jo seketika kepalanya berdenyut nyeri .

****

Tak..

Clara meletakan kunci motor begitu saja di atas meja kasir.

"Ada apa cla"! Tanya Tania yang melihat raut wajah di tekuk dari sang sahabat .

"Ckck,bisa bisanya aku mengantar makanan ke orang gila"! Celetuk Clara dengan nada kesal.

"Apa maksudnya,jangan aneh aneh,tuan Jonathan kau bilang gila". Sahut seorang yang memberikan tugas kepada Clara.

"Bukan hanya gila tapi juga mesum,cih kagak mau lagi aku suruh antar makanan di kantor itu"! Geruntuh clara kesal sambil melenggang pergi begitu saja menuju toilet.

"Berani sekali dia mencium ku 2 kali,meskipun sudah memberiku kompensasi tapi tetap saja aku kan bukan gadis murahan"! Oceh Clara sambil menggosok bibirnya.

Saat menetap dirinya pada pantulan cermin,seketika bayangan laki laki tampan yang sudah mencium nya pun melintas.

"Tampan sekali"! Gumam nya lirih entah sadar atau tidak.

Sore pun tiba,kini Clara beriringan pulang bersama Tania menuju kos nya.

"Cla,, memang apa sih yang sebenarnya terjadi"!

"Maksudnya "!

"Tentang ucapan mu tadi,apa terjadi apa apa saat kamu mengantar makanan"!

Seketika Clara menghentikan langkahnya,menghela nafas berat.

Clara"!! Panggil Tania lagi.

"Yaa,dia bukan hanya gila,tapi juga sudah mencuri ciumanku 2 kali"! Jawab Clara sambil membayangkan laki laki dewasa tadi.

"Benarkah"! Sahut Tania sambil menutup mulutnya dengan tangan.

Clara hanya mengangguk.

"Tampan tidak orang nya,cla"! Tanya Tania yang semakin heboh sendiri.

"Tampan sih tapi"!

"Gas Kuan laah"! Sahut Tania sambil memukuli lengan Clara .

"Kau sama gila nya dengan psikopat mesum itu"!

"Hei,tunggu , cla"! Teriak Tania saat Clara meninggalkannya begitu saja.

Beberapa saat setelah perdebatan kecil dengan Tania ,Clara sudah sampai ke dalam kosan nya,

Drrrt.drrrt.

baru saja akan masuk ke kamar mandi terlihat ponselnya bergetar.

Ryo"!! Gumam Clara saat melihat siapa yang menghubunginya.

"Hallo Ryo"! Sapa clara saat sudah menggeser tombol Hijau.

"Kak,, tolong ayah,ayah di bawa ke kantor polisi"! Kata Ryo sang keponakan dari seberang telpon sambil menangis'.

"Ibumu dimana"!

" Ibu ikut temenin ayah,kak ,tolong ayah kak,kasian ayah"! Ryo bicara sambil menangis tersedu sedu.

"Kamu tenang ,biar kakak telpon ibu mu dulu ya"!

"Iya kak"! Sahut Ryo lalu mematikan sambungan telpon.

Clara pun segera menghubungi bik Titin menanyakan kebenaranya ,namun sudah ke tiga kalinya bik Titin tidak menjawab panggilan tersebut,sepertinya bik Titin lupa membawa ponselnya sangking paniknya.

Clara pun memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan berniat menghubungi sang bibik setelahnya.

10 menit berlalu terlihat' Clara sudah nampak segar ,kembali Clara menatap layar ponselnya ,baru saja akan mengubungi sang bibik,ternyata bik Titin sudah terlebih dahulu menelpon nya.

"Hallo bik,ada apa dengan paman"! Tanya Clara saat sudah menggeser tombol hijau.

"Pamanmu cla,"! Bik Titin sudah menangis tersedu sedu sebelum melanjutkan ucapanya .

"Bik"!

"Pamanmu,di tangkap polisi karena tidak bisa membayar hutang". Jelas bik Titin .

"Apaa"! Clara semakin syok mendengar nya,bahkan Clara tidak tahu jika sang paman memiliki hutang.

"Berapa bik hutangnya"!

"Dulu paman meminjam di rentenir 5 juta,dan sekarang sudah menjadi 40 juta cla"!

Clara memutar otaknya ,dia hanya punya uang 10 juta saat ini lalu yang 30 juta kemana harus mencarinya.

"Bik,,bibik tenang saja ,Clara akan mengirimkan uang Clara ,siapa tahu bisa membantu sementara,beri Clara waktu 1 Minggu untuk mencari kurangnya"!

"Tapi cla,,kamu juga butuh uang itu untuk kuliah kamu, biar bibik jual rumah saja cla ,"!

Ucap bik Titin yang tak ingin membebani sang keponakan .

"Sudah bik,tidak apa apa,jangan jual rumah bil,tunggu 1 Minggu Clara pasti bisa dapat uang itu"! Kata Clara akhinya ,sebelum sambungan telpon tersebut terputus.

"Dimana aku harus mencari uang sebanyak itu"! Gumam Clara lirih sambil mengetuk ngetuk layar ponselnya yang sudah mati.

Clara pun membaringkan tubuhnya dengan pikiran yang sedang melayang entah kemana memikirkan uang 30 juta dalam waktu satu Minggu ,apakah mungkin akan bisa.

Disisih lain ,

"Boss ada kabar gembira"! Kata Jo yang saat ini sedang berada di apartemen milik Devan.

"Katakan "!.sahut Devan sambil memutar mutar gelas yang berisi anggur di tanganya.

"Paman nona Clara ditangkap polisi karena tidak bisa membayar hutang,jadi ini kesempatan untuk memanfaatkan masalah ini"! Jelas Jo.

Senyum tipis pun terukir indah pada wajah tampan Devan.

"Jadi menurutmu aku harus menjadi pahlawan kesiangan begitu"!

"Yaa,betul sekali, mungkin dengan cara itu nona Clara akan luluh dengan anda,bukan kah dia sangat susah di luluh kan ". Jelas Jo lagi ,yang sepertinya bulan ini akan dapat bonus berlipat lipat dari boss nya.

"Urus semuanya Jo"!

"Siap boss"! Sahut Jo dengan semangat ke 45.

Pagi pun tiba ,masih dengan rutinitas seperti biasa Clara dan Tania yang sudah siap dengan seragam caffe pagi itu.

"Cla ,apa semuanya baik baik saja"! Tanya Tania yang melihat raut murung dari sang sahabat.

Lagi lagi gadis cantik itu menghela nafas berat.

1
Ananda Fibrianti
lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!