Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebenarnya apa yang sudah terjadi
Pria yang sedang menikmati cerutu nya. langsung melangkah maju ke arah Lea. tuan Alexander! itu mencekal tangan kanan Lea.
membuat semua orang, ketar-ketir karena mereka tahu, akan seperti apa akhirnya.
" Bajingan, lepaskan tangan ku.? " galak Lea, pada pria! yang tak ia kenali itu.
Tuan Alexander, tidak menggubris perkataan dari istrinya itu. dia sibuk mengamati wajah cantik alami istri kecilnya itu. Yang benar-benar nampak berbeda, dari biasanya. belum lagi tiba-tiba berani menaikan suaranya menatapnya tajam, dan berbicara kasar. Wanita yang selalu ia acuhkan di anggap bodoh dan lemah serta penakut itu.
tiba-tiba berubah drastis, Setelah bangun dari tidur panjangnya.
" Kamu tuli. atau apa? Ku bilang lepaskan tangan ku? " Lea semakin kesal. Karena pria itu hanya diam saja. Tidak mau melepaskan tangannya.
Semua orang semakin berkeringat, dingin. dan ngeri-ngeri sedap Saat mendengar perkataan dari sang nyonya, yang bicara kasar dan buruk, Lihatlah sekarang wajah sang tuannya! nampak 2 kali lebih menakutkan setelah mendengar ucapan dari istrinya itu.
Di karenakan pria itu, tak kunjung melepaskan tangannya. Lea berusaha menghentakkan tangannya, dengan kuat. Namun yang terjadi di berikutnya membuat Lea, melotot tajam. Bukan hanya Lea melainkan semua orang yang ada di situ, ketika sang tuan mengangkat tubuhnya ke pundak, seperti karung beras. Dan segera membawanya Menuju ke arah lift.
" Kamu, brengsek. Turunkan aku? " teriak Lea tidak lupa ia memukul-mukul, pundak pria itu. Dengan sekuat tenaganya.
Plak~
Matanya, terbelalak kaget' dan membulat. Karena pria itu! baru saja memukuli pantatnya. Meskipun Lea hidup di dunia yang gelap gulita, dan di sekitarnya banyak pria hidung belang. Akan tetapi mereka tidak pernah berani melakukan itu kepadanya, dan pria yang tidak ia kenali ini membuat Lea merasa sudah di lecehkan.
" Beraninya, kamu bertingkah kurang ajar. kepada seorang perempuan! Akan ku bunuh kamu? " amuk nya lagi.
Plak~
Alih-alih menangkapi Lea, tuan Alexander! itu kembali memukuli pantat Lea. Tapi kali ini cukup kencang, membuat Lea meringis kesakitan.
" Apa mimpi, senyata ini? Aku merasa tubuh asing ini, semakin sakit! " batin Lea.
Mereka berdua, tiba di lantai atas tuan Alexander! melangkah lebar menuju kamar istrinya. Dia membuka pintunya dengan cara menendangnya kuat-kuat.
Brak~
Ia tidak menghiraukan istrinya, yang terus-menerus, melawan dan mengamuk.
Tap~ tap~ tap...
Bruk...!
" Aaahh... "
Ringisan itu terdengar, dari mulut mungil istrinya. Kala dia melemparkan tubuh istrinya! ke atas ranjang, tanpa berperasaan.
" Sialan, kena----! " Lea langsung protes.
" Diam. lah " teriak tuan Alexander itu. Tanpa aba-aba dia, langsung mengarahkan pistolnya. ke dahi istrinya, yang kini terdiam sambil menatapnya tajam.
Seketika ruangan itu, hening mencekam. beberapa saat kemudian Juan, dan dokter. kepala pelayan, serta beberapa pelayan lainnya! ikut menyusul masuk. Betapa kagetnya, mereka saat melihat tuannya itu. ingin menembakkan pelurunya, di dahi istrinya.
" Kamu, pikir aku takut. dengan ini? " mata Lea menggelap. Membuat sang tuan! semakin memejamkan, matanya.
" Kamu, menantang ku? " suara tuan Alexander! terdengar sangat, menyeramkan.
" Tuan,---! " tegur Juan. ia sangat ngeri apa lagi sang nyonya, tiba-tiba berani melawan. dan menantang tuannya, padahal musuhnya sendiri! belum tentu seberani itu. Kepada tuan-nya.
Tuan Alexander, langsung menurunkan pistolnya. lalu mengantongi kembali, pistol kesayangannya itu. Dia berbalik dan memberi isyarat agar dokternya! segera memeriksa istrinya.
" Apa dosa, ku begitu banyak? Sampai aku di berikan halusinasi. yang menjengkelkan begini? " ucap lea, dengan raut binggung dan kesal. Sungguh ia tidak tahu kenapa jadi begini mana Lea! juga tidak ingat apa-apa.
Semua orang, yang ada di dalam kamar itu. tidak kalah binggung, Saat mendengar perkataan dari Lea.
Dokter mulai mendekat, untuk memeriksa Lea. Meskipun wanita itu sesekali melotot. dan bicara ketus, saat dokternya! tidak sengaja menyentuh kulitnya. Untung saja kali ini dokternya, tidak mendapatkan tendangan maut dari wanita itu, coba kalau iya dokternya sudah pasti mengalami trauma berat.
Tuan Alexander! menyesap cerutunya sesekali, melirik ke arah istrinya, yang mulutnya sedang komat-kamit. dia yakin bahwa istrinya itu, sedang mengumpat dan mengutuki dirinya. Di karenakan sudah merasa cukup lama, di dalam kamar istrinya, tuan Alexander! segera pergi dari kamar istrinya.
" Ini aneh, sekali bagaimana mungkin nyonya. bisa bersikap, seperti ini? " celetuk Juan, yang kemudian ikut menyusul tuannya itu.
" Tuan. " ucap Juan, dengan hati-hati.
" Kamu. merasakan itu juga? " tuan Alexander! bertanya dengan suara bariton nya.
Pria tampan yang gagah itu, ia sedang berdiri di samping jendela, kamar pribadinya. sepasang mata elangnya! tanpa berkedip, menatap kota Russia. sambil bersedekap tangannya, di dada. Pikirannya melayang, ke sana-kemari.
" Iya tuan, apa mungkin nyonya. saat ini mengalami amnesia? Tapi nyonya, juga terus-menerus mengatakan, bahwa nyonya sedang berhalusinasi! dan mimpi? " ucap Juan, yang juga sudah tidak bisa menahan rasa herannya.
Mereka tahu betul bahwa wanita, yang menjadi istri dari tuan nya itu. Biasanya bersikap penuh kelembutan, penurut dan pemalu, serta cendrung menghindar interaksi. tapi apa sekarang, wanita itu nampak sangat berbeda dari biasanya, mengamuk, mengumpat! dan berbicara kasar. Serta melawan, dan menantang. hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
" Temui, dokter Aron. Dan bawa dia ke ruang kerja ku? Setelah selesai memeriksa nya! " tuan Alexander! memerintah. Dia juga tidak tahu kenapa istri bodohnya itu, banyak tingkah, Dan membuat kepalanya pusing.
" Baik, tuan.! " Juan, membungkukkan hormat.
lalu segera pergi, dari kamar pribadi tuan-nya.
" Carlin, apa yang sudah terjadi dengan mu.? "
Gumamnya. Ia meraba bahunya, yang beberapa waktu lalu baru saja di pukuli oleh istrinya itu, Padahal wanita itu baru saja siuman dari tidur panjangnya. Meskipun begitu ia merasa sedikit sakit, dari pukulan tangan mungil istrinya Di Detik berikutnya dia tersenyum masam.
" Perempuan, bodoh itu. pasti sengaja bertingkat seperti itu! untuk menarik perhatian dari ku. Cih drama yang sangat mengesankan. " simpulnya.
Dia memilih pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Padahal awalnya dia akan pergi ke kota lain untuk mengecek project nya, siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya malah jadi seperti ini.
*****
Lea menatap, langit-langit kamarnya. Dengan perasaan campur aduk, wanita yang memiliki kesabaran setipis tisu itu. Masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi kepadanya.
" Ini bukan mimpi, atau pun halusinasi! Ini benar-benar nyata! tapi... mengapa begini! " batinnya.
" Nyonya, tidurlah ini sudah larut malam. ? "
lamunan Lea buyar dia menoleh ke arah wanita muda, yang memakai pakaian serba hitam sebatas lutut dan rambutnya yang di sanggul rapih. wanita muda itu bernama Kelly. Ia mengatakan bahwa ia adalah pelayan pribadinya Carlin.
" Kamu.! " Lea terdiam sejenak, dia harus berpikir dulu. apa yang ingin dia katakan setelah memangil Kelly.
" Ya nyonya,! Apakah anda perlu sesuatu sebelum istirahat.? " sahut Kelly dengan cepat.
" Cubit. aku! "
Permintaan itu membuat Kelly menegakkan tubuhnya, ia mengerjap beberapa kali takut dia salah dengar.
" Maksud nyonya.----"
" Cepat cubit aku, sebelum aku mematahkan tangan mu? " ucap Lea galak.
" Ta-tapi nyonya---!"
Dengan tubuh gemetar Kelly, mendekat ke arah Lea yang sudah melotot tajam. Tangannya kelly bergetar hebat. Ini sungguh tidak sopan sekali, tapi Kelly tidak bisa membantah. Karna takut dengan sosok nyonya baru nya itu.
" Yang keras Kelly.! " bentak Lea ia malah merasa tangannya di colek, alih-alih di cubit.
Mata Kelly sudah memerah menahan tangisnya, padahal dia sudah mencubit nyonya-nya dengan cukup keras tadi tapi apa sekarang nyonya nya, malah minta di cubit lagi.
" Sss. "
" Ma-maaf nyonya, maaf atas kelancangan saya. " ucap Kelly kemudian bersujud di lantai.
Mata Lea melebar saat melihat, apa yang
Kelly lakukan. " Pergi, aku mau tidur! "
Kelly nampak enggan meninggalkan sang nyonya sendirian di kamarnya. tapi lagi lagi dia tidak tahan melihat tatapan tajam dari sang nyonya, dengan berat hati dia keluar dari kamar sang nyonya.
" Cubitan tadi itu nyata.! " gumam Lea sambil mengacak-acak rambutnya, Matanya menatap bekas cubitan Kelly. yang membekas.
" Tapi kenapa aku bisa begini? Suara dan tubuh ini bukan milik ku. Apa yang sudah terjadi dengan ku? " lanjutnya kemudian menghela nafas kasar. Lea melirik ke arah angkat jam yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Lea memutuskan untuk turun dari ranjangnya dan segera mencari kamar mandi. Karena dia butuh kaca untuk melihat wajah barunya lagi
Dia berharap bahwa saat ini dia benar-benar sedang bermimpi, dan berhalusinasi. Ia ingin memastikannya sekali lagi.
" Yang mana kamar mandi? " gumamnya menatap dua pintu besar, yang berlapis emas.
Akhirnya dia memilih membuka, salah satu dari pintu itu.
Klik...!
" Wow, Oh my God. ~~"
Matanya berbinar saat melihat isi di dalamnya, yang mewah dan elegan. Serta luas dan harum.
" Sekaya apa pria itu, Bahkan kamar mandi pun semewah ini.? CK apa sih ah iya cermin! " ucapnya seorang diri.
Lea mematung di tempatnya, saat melihat rambut panjang hitam dan bergelombang. Kulit putih bersih tapi pucat. Alis tebal, mata berwarna biru laut, hidung mancung sempurna. Tubuhnya mungil serta jemari yang lentik. Lea akui bahwa wanita itu memang cantik alami, meskipun tanpa me kaup Sedikitpun.
" Kok bisa aku jadi begini? " ucapnya dengan nada tidak terima. Meskipun pemilik tubuh itu cantik, dan suaranya yang lembut. Tetap saja Lea tidak terima, apa lagi wanita itu begitu mungil dan menyedihkan serta dengan baju pajama pink, yang melekat di tubuhnya.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA