NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Varo tersenyum sinis, tapi kali ini senyumnya tidak sampai ke mata. Ia merasa jijik yang mendalam. Sentuhan Viona terasa seperti jaring laba-laba yang lengket. Instingnya berteriak untuk menjauh. Ia menatap Cia, yang juga sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Ia tahu, Cia tidak akan suka jika ia meladeni Viona.

Dengan gerakan cepat, Varo menarik tangannya, menghindari sentuhan Viona. Lalu ia mundur selangkah, menjaga jarak. "Maaf, lo bukanlah level gue!" jawabnya dingin, nadanya meremehkan. Ia sengaja menekankan kata "Gue," menunjukkan bahwa penolakan itu bersifat pribadi. Ia menatap Viona lurus ke mata, tanpa sedikit pun menunjukkan rasa simpati.

Viona terkejut. Ia tidak menyangka Varo akan menolaknya secara terang-terangan. Biasanya, para lelaki akan terpesona dengan pesonanya dan bertekuk lutut di hadapannya. Harga dirinya terluka parah. Wajahnya memerah karena malu sekaligus marah, matanya berkilat penuh benci. "Kau akan menyesalinya," desisnya, suaranya bergetar karena amarah. Tangannya terkepal kuat di sisi badannya, berusaha menahan emosi yang semakin meledak-ledak.

Cia menyeringai, menikmati kekesalan Viona. Ia merasa puas melihat Viona mati kutu. "Sepertinya pesona lo tidak mempan padanya," ejeknya, suaranya sinis dan menusuk. Ia sengaja menekan kata "pesona lo," merendahkan Viona di depan semua orang.

Viona berbalik menghadap Cia, amarahnya memuncak. Ia merasa dipermalukan dan diremehkan dalam waktu bersamaan. "Lo diam saja, anak baru! Lo tidak tahu dengan siapa lo berurusan!" bentaknya, jarinya menunjuk wajah Cia dengan gemetar. Ia melotot, siap menerkam Cia namun, Ia sadar Cia bukanlah lawan yang sepadan dengannya.

Cia tertawa sinis. "Gue tidak peduli siapa lo. Yang gue tahu, lo adalah seorang gadis manja yang bersembunyi di balik kekuasaan orang tua!"

"Berani sekali kau!" Viona mengangkat tangannya tinggi-tinggi, hendak menampar Cia dengan sekuat tenaga. Ia ingin memberikan pelajaran kepada Cia agar tahu siapa yang berkuasa di sekolah ini.

Dengan gerakan cepat dan refleks yang terlatih, Cia menepis tangan Viona sebelum sempat menyentuh wajahnya. Tamparan itu meleset, hanya menyisakan desiran angin yang dingin. Cia memegang erat pergelangan tangan Viona, mencengkeramnya dengan kuat.

"Jangan pernah menyentuh gue," desis Cia, suaranya rendah dan berbahaya. Matanya berkilat marah, memancarkan aura yang menakutkan.

Viona terkejut. Ia tidak menyangka Cia akan melawan dengan begitu cepat dan agresif. Ia berusaha melepaskan diri, tapi cengkeraman Cia terlalu kuat. Ia merasa takut. Biasanya, ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Tapi kali ini kalah telak.

"Lo benar-benar mencari masalah," gerutunya, mencoba menutupi rasa takutnya. Ia menatap Cia dengan tatapan benci.

"Mungkin," balas Cia, mengangkat bahunya dengan acuh tak acuh. "Atau mungkin, kalian yang mencari masalah dengan gue." Ia tersenyum sinis, menantang Viona dan para kacungnya. Ia merasa senang bisa membuat Viona ketakutan.

Suasana semakin tegang. Murid-murid lain mulai berkerumun, membentuk lingkaran di sekitar mereka. Mereka berbisik-bisik, menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Beberapa dari mereka merekam kejadian itu dengan ponsel mereka.

Varo berdiri di samping Cia, siap melindungi adiknya jika Viona dan kelompoknya bertindak lebih jauh. Ia mengepalkan tangannya, bersiap untuk bertarung. Ia tahu bahwa tidak akan membiarkan Cia terluka.

Viona menatap Varo dan Cia bergantian. Ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengalahkan mereka berdua, terutama dengan dukungan Varo yang selalu siaga. Ia harus mencari cara lain untuk membalas dendam, cara yang lebih licik dan menyakitkan. Ia mengulum senyum tipis, merencanakan sesuatu yang jahat.

"Baiklah," ucap Viona, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ia melepaskan diri dari cengkeraman Cia dengan kasar.

"Gue tidak ingin membuat keributan di sini. Tapi ingat, ini belum selesai. Lo akan menyesal telah berurusan dengan gue," ancamnya, lalu berbalik dan pergi bersama tiga sahabatnya, meninggalkan Cia dan Varo di tengah kerumunan. Langkahnya cepat dan penuh amarah.

Cia mendengus sinis. "Gue tidak takut sama lo!" gumamnya, menatap punggung Viona yang menjauh. Ia mengepalkan tangannya, merasakan adrenalin masih mengalir dalam darahnya. Ia merasa puas bisa membuat Viona mundur.

Varo menghela napas lega. Ia merangkul Cia dengan erat, memastikan adiknya baik-baik saja. "Lo baik-baik saja?" tanyanya, menatap Cia dengan khawatir. Ia memeriksa tubuh Cia, mencari tanda-tanda luka.

Cia mengangguk, meskipun sedikit kesal dengan perhatian berlebihan Varo. "Gue baik-baik saja. Gue bisa mengatasi mereka," jawabnya, mencoba meyakinkan Varo dan dirinya sendiri. Ia melepaskan diri dari pelukan Varo, merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian.

"Gue tahu," balas Varo, tetapi nadanya menunjukkan keraguan. Ia tahu temperamen Cia bisa membuatnya kesulitan. "Tapi tetaplah berhati-hati. Mereka bisa melakukan apa saja," lanjutnya, mengingatkan Cia tentang potensi bahaya. Ia tahu Viona gadis yang licik dan tidak segan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.

Cia mengangguk paham, kali ini lebih pelan. Ia tahu Varo benar. Ia harus waspada. Ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Viona dan kelompoknya. Ia merasakan firasat buruk.

"Ayo, kita pergi dari sini," ajak Varo, menarik Cia menjauh dari kerumunan yang masih berbisik-bisik. Ia merasa tidak nyaman dengan tatapan penasaran dan penilaian yang ditujukan pada mereka. Ia ingin menjauhkan Cia dari lingkungan yang berpotensi berbahaya ini.

Mereka berjalan menuju kantin, mencari tempat yang lebih tenang dan pribadi. Mereka membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, mengumpulkan pikiran, dan merencanakan langkah selanjutnya.

Di kantin, mereka memesan minuman dan duduk di meja yang kosong di sudut ruangan. Suasana di kantin cukup ramai, tetapi mereka berhasil menemukan tempat yang relatif tenang. Mereka terdiam, memikirkan apa yang baru saja terjadi.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Varo, memecah keheningan yang canggung. Ia menatap Cia, menunggu jawabannya. Ia tahu bahwa Cia memiliki rencana sendiri.

Cia mengangkat bahunya, menunjukkan ketidakpastian. "Gue tidak tahu. Tapi Gue tidak akan membiarkan mereka bertindak semaunya," jawabnya, nadanya penuh tekad. Ia menatap lurus ke depan, matanya berkilat marah.

"Gue tahu," balas Varo, tetapi suaranya lirih. "Tapi kita harus berhati-hati. Kita tidak tahu apa yang mereka rencanakan," ulangnya, menekankan pentingnya kewaspadaan. Ia khawatir Cia akan bertindak gegabah dan membahayakan diri sendiri.

"Gue punya firasat buruk tentang ini," gumam Cia, menatap cangkir minumannya dengan tatapan kosong. Ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Gue juga," balas Varo, merasakan hal yang sama. "Sepertinya, misi kita tak semudah yang kita pikirkan!"

Bersambung ...

1
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!