NovelToon NovelToon
Rebel Hearts

Rebel Hearts

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Tamat
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Kau tahu apa masalahmu, Salena? Kau terlalu sibuk menjadi sempurna sampai lupa caranya menjadi manusia." — Zane Vance.
"Dan kau tahu apa masalahmu, Vance? Kau pikir dunia ini panggung sirkusmu hanya karena teman-teman bodohku memanggilmu Dewa. Dasar alay." — Salena Ashford

Zane Vance (21) pindah ke Islandia bukan untuk mencari musuh. Tapi saat di hari pertama dia sudah mendebat Salena Ashford—si putri konglomerat kampus yang kaku dan perfeksionis—perang dunia ketiga resmi dimulai.

Semua orang memuja Zane. Mereka memanggilnya "Dewa dari New York" karena pesonanya yang bad boy, dingin, dan Urakan Ganteng (ini kata teman Selena), kecuali Salena.
Namun, semakin keras Salena berusaha menendang Zane dari tahtanya, semakin ia terseret masuk ke dalam rahasia hidup cowok itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kejutan dikampus

Setelah kepergian Kharel yang meninggalkan aroma parfum menyengat dan sisa-sisa energi negatif di ruangan itu, Zane masih belum melepaskan pelukannya.

Salena bisa merasakan deru napas Zane yang tidak beraturan di pundaknya. "Dewa New York" yang terlihat tak terkalahkan di kampus itu kini tampak begitu rapuh, seolah-olah kata-kata Kharel tadi hampir saja meruntuhkan pondasi baru yang sedang ia bangun.

"Zane, lihat aku," ucap Salena lembut namun tegas. Ia melepaskan pelukan itu perlahan dan menangkup wajah Zane, memaksanya untuk menatap langsung ke matanya.

"Aku tahu dia bohong," lanjut Salena. "Aku melihat matanya saat dia bicara. Itu bukan mata wanita yang dicintai, itu mata wanita yang lapar akan kendali. Dia tidak memilikimu, Zane. Tidak dulu, dan tidak akan pernah sekarang."

Zane menghela napas panjang, sebuah beban berat seolah terangkat dari dadanya mendengar keyakinan di suara Salena.

"Dia gila, Salena. Dia menciptakan dunianya sendiri di mana semua orang adalah bidak caturnya. Dulu, aku hampir hancur karena mencoba menyelamatkan Phoenix dari dia, tapi Phoenix justru menganggap ku sebagai musuh. Itu adalah labirin yang tidak ada ujungnya."

Zane meraih tangan Salena yang ada di pipinya, mengecup telapak tangannya dengan khidmat. "Terima kasih sudah tidak percaya padanya. Jika kau ragu sedikit saja tadi, aku rasa aku benar-benar akan kehilangan kewarasanku."

Salena tersenyum miring. "Aku calon pengacara, Zane. Aku dibayar untuk membedah kebohongan. Dan Kharel? Dia adalah saksi yang sangat buruk."

Namun, di balik ketenangan itu, Salena tahu bahwa Kharel Renaud tidak akan terbang jauh-jauh dari New York hanya untuk menyerah setelah satu konfrontasi. Wanita seperti itu tidak mengenal kata 'kalah'.

Malam itu, mereka kembali ke tempat tidur, namun suasana telah berubah. Tidak ada lagi gairah yang meledak-ledak, melainkan rasa saling melindungi yang begitu dalam. Zane memeluk Salena seolah-olah gadis itu adalah satu-satunya garis pertahanannya dari kegelapan Manhattan.

Salena terbangun dengan perasaan waspada. Saat ia dan Zane berjalan memasuki koridor universitas, suasana terasa berbeda. Bisik-bisik mahasiswa terasa lebih tajam dari biasanya. Salena melihat beberapa orang memegang ponsel mereka, menatap ke arah mereka dengan pandangan antara takut dan kagum.

Zane merangkul bahu Salena, tatapannya dingin menantang siapa pun yang berani berbisik terlalu keras. Namun, langkah mereka terhenti tepat di depan papan pengumuman digital departemen hukum dan bisnis.

Di sana, tertera sebuah pengumuman resmi tentang "Program Pertukaran Mahasiswa Tamu Internasional".

Dan di urutan paling atas, lengkap dengan foto profil yang sangat cantik namun mematikan, terukir sebuah nama yang membuat darah Salena mendidih, Kharel Renaud – Business & Fashion Management, New York University.

"Dia tidak main-main," gumam Zane, suaranya kini terdengar sangat rendah dan berbahaya. "Dia benar-benar masuk ke ranahmu, Salena."

Tiba-tiba, dari arah perpustakaan, sosok Kharel muncul. Ia mengenakan setelan blazer merah menyala yang sangat kontras dengan lingkungan kampus yang tenang. Ia berjalan dengan dikawal oleh beberapa mahasiswa yang tampak sudah terpesona oleh pesona "sosialita New York"-nya.

Kharel berhenti tepat di depan Zane dan Salena. Ia melepas kacamata hitamnya, mengedipkan sebelah mata pada Zane, lalu menatap Salena dengan senyum kemenangan.

"Halo, teman sekelas," ucap Kharel dengan nada riang yang dibuat-buat. "Aku pikir, karena Zane sangat betah di sini, pasti ada sesuatu yang sangat menarik di universitas ini. Jadi, aku memutuskan untuk ikut belajar. Bukankah lebih menyenangkan jika kita sering bertemu?"

Salena melangkah maju satu langkah, berdiri di depan Zane. Ia tidak tampak terkejut. "Belajar, ya? Aku harap kau belajar dengan cepat, Kharel. Terutama tentang hukum pidana di Islandia. Karena di sini, menguntit dan melakukan pelecehan emosional bisa membawamu ke balik jeruji besi lebih cepat daripada kau bisa mengecat kuku-kukumu itu."

Pertarungan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Bukan lagi di apartemen pribadi, melainkan di bawah sorotan lampu universitas di mana reputasi adalah segalanya.

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰🥰

1
Xiao Lian Na ¿?
Aduh gaberani bacaa
falea sezi
suka deh g bertele tele g ribet q ksih hadiah
falea sezi
licik tp q suka andai feo pinter pasti dia g mati tragis sayang dia lemah entah niru siapa sifat goblok nya.. gk kayak katya yg badas
Xiao Lian Na ¿?
Baperrr😍
falea sezi
rencana sempurna
falea sezi
pdhl keluarganya zaen berpengaruh masak ngilangin benalu yg bunuh anak nya g bs lemah amat
falea sezi
phoenik goblok
falea sezi
Karel ini jalang bgt ya g bersukur dpet phoenik dan phoenik nya goblok kayak g ada cwek. lain aja
Epha Yusra
ceritanya bagus... berbeda...
Vina Vina
Sedihnyaaaa...../Sob/
falea sezi
Zane sebenarnya suka Karel. gk sih Thor
Anisa Muliana
padahal keluarga Vance berpengaruh di New York masak gk ada pembalasan utk si penabrak? kenapa rasanya kayak pasrah aja gtu..dan yg bergerak utk membalas malah Katiya..😌
Anisa Muliana
ditunggu update ceritanya thor..😁
Anisa Muliana
serius ceritanya seru thor😍 dan bikin deg"an bacanya Krn gk bisa nebak alurnya kyk gmna..
Anisa Muliana
sepertinya seru ceritanya thor😊
sakura
...
anggita
ikut dukung ng👍like sama iklan☝saja.
anggita
tato yg keren😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!