NovelToon NovelToon
Hiraeth

Hiraeth

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di sebuah mansion megah di perbukitan Bel-Air, nama Leonor Kaia hanyalah sebuah bisikan yang memudar, sebuah kesalahan statistik dalam silsilah keluarga Gonzales yang terobsesi dengan Anak Laki-laki.

"Kau lihat dia, Leonor?" suara dingin itu menghentikan langkah Leonor di bordes tangga.
Sang Ayah, David Gonzales berdiri di sana, menyesap wiskinya. Pria itu adalah pengusaha terkaya nomor empat di Los Angeles, namun di mata Leonor, dia hanyalah pria tua yang jiwanya telah membusuk oleh patriarki.

"Ethan adalah masa depan perusahaan. Dia adalah apa yang seharusnya kau jadikan cermin."

David Gonzales tidak pernah memanggilnya putriku. Baginya, Leonor adalah pengingat akan kegagalan kedua. Setelah istri pertamanya hanya memberikan seorang anak perempuan, David mengira menikahi "gadis miskin yang dia pungut" begitu istilah kejam keluarga besarnya, akan memberinya keberuntungan berbeda. Namun, Leonor lahir. Seorang bayi perempuan dengan mata yang terlalu mirip ibunya, lembut, namun tajam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#13

Seminggu berlalu seperti kabut yang dingin bagi Edgar Martinez. Proyek kolaborasi besar itu akhirnya rampung, dan hasilnya tidak kurang dari sebuah maha karya. Visi desain Leonor yang dipadukan dengan strategi finansial Edgar menciptakan sebuah rencana bisnis yang disebut-sebut oleh dewan profesor sebagai yang terbaik dalam sejarah fakultas.

Namun, di tengah kesuksesan yang memuaskan itu, ada keheningan yang menyiksa.

Selama tujuh hari penuh, Edgar tidak lagi melempar sindiran. Ia tidak lagi tertawa remeh atau memamerkan kekuasaannya. Edgar bekerja dalam diam, hanya berbicara ketika benar-benar diperlukan untuk kepentingan proyek. Ia merasa seperti berjalan di atas kulit telur setiap kali berada di dekat Leonor. Tatapan mata Leonor yang hancur saat insiden mobil itu terus terbayang di benaknya, menghantui setiap malamnya yang kini tidak lagi tenang.

Leonor sendiri berubah menjadi tembok es. Ia mengerjakan bagiannya dengan presisi yang menakutkan, namun ia memperlakukan Edgar seolah-olah pria itu adalah udara—transparan dan tidak berarti.

Sore itu, setelah presentasi akhir yang mendapat standing ovation, Leonor langsung mengemas barang-barangnya. Tanpa jabat tangan keberhasilan, tanpa perayaan bersama tim, ia melangkah keluar dari gedung kampus.

Edgar berdiri di lobi, memperhatikan punggung Leonor yang menjauh. Ia masuk ke dalam mobilnya, namun tidak menyalakan mesin. Dari kejauhan, ia melihat Leonor berjalan menuju halte bus di ujung blok.

Biasanya, Edgar akan melesat pergi dengan suara mesin yang meraung, memamerkan kemewahannya pada dunia. Tapi sore ini, ia mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan, menjaga jarak yang cukup jauh agar tidak terlihat. Ia mengikuti Leonor layaknya seorang penjaga bayangan.

Ia melihat Leonor berdiri di tengah kerumunan orang yang kelelahan, memeluk tas sketsanya erat-erat. Gadis itu tampak sangat kecil dan rapuh di tengah hiruk-pikuk kota yang keras. Edgar hanya bisa memperhatikan dari dalam kabin mobilnya yang kedap suara dan ber-AC dingin, sementara Leonor harus berdesakan di bawah terik matahari yang mulai memudar.

Saat bus besar itu datang, Edgar memperhatikan hingga Leonor masuk dan bus itu menghilang di tikungan. Rasa bersalah di dadanya semakin menghimpit. Ucapan Leonor seminggu lalu terus bergema, "Aku bahkan tidak diharapkan untuk lahir."

Edgar merasa seperti monster. Ia dibesarkan dengan kasih sayang yang berlimpah, namun ia menggunakan kelebihannya untuk menginjak seseorang yang sudah hancur oleh hidupnya sendiri.

Edgar tidak bisa menahannya lagi. Ia menginjak pedal gas, mendahului bus tersebut dan memarkir mobilnya di dekat halte tempat Leonor biasa turun, sebuah kawasan yang jauh dari kemewahan Bel-Air, tempat di mana Leonor harus berjalan kaki cukup jauh menuju mansion ayahnya.

Saat bus berhenti dan Leonor turun, langkahnya terhenti. Ia melihat Edgar berdiri di samping mobilnya yang mengkilap, tampak sangat asing di lingkungan kelas menengah tersebut.

Edgar tidak menunggu. Ia langsung melangkah menghampiri Leonor sebelum gadis itu sempat berbalik pergi.

"Leonor," panggilnya, suaranya tidak lagi berat dan sombong. Suara itu terdengar penuh keraguan.

Leonor berhenti, namun tidak menatapnya. "Apalagi, Edgar? Proyek kita sudah selesai. Kita sudah tidak punya urusan lagi."

"Aku ingin bicara," ucap Edgar cepat. "Hanya berdua. Sebentar saja."

Leonor akhirnya menoleh. Wajahnya tampak datar, tanpa emosi, sebuah tatapan yang menurut Edgar jauh lebih menyakitkan daripada kemarahan. "Bicaralah. Aku tidak punya waktu banyak untuk mendengarkan lelucon barumu."

Edgar menarik napas panjang, mencoba mengatur debar jantungnya yang tidak beraturan, sesuatu yang tidak pernah terjadi bahkan saat ia harus melakukan presentasi di depan dewan direksi MTZ Group.

"Tentang kejadian seminggu yang lalu... tentang mobil itu, dan tentang kata-kata Clark..." Edgar menjeda, matanya menatap langsung ke dalam mata Leonor yang jernih.

"Aku sangat menyesal. Aku benar-benar minta maaf, Leonor. Aku tahu kata-kata tidak bisa menghapus ketakutanmu, tapi aku bersumpah, aku tidak bermaksud menganggap nyawamu sebagai mainan."

Edgar merendahkan suaranya, tampak tulus dan hancur di saat yang bersamaan. "Aku baru menyadari betapa jahatnya aku padamu. Kau berjuang keras untuk hidupmu, sementara aku hanya memikirkan egoku sendiri. Tolong, maafkan aku."

Keheningan menyelimuti mereka berdua di pinggir jalan yang berdebu itu. Leonor menatap Edgar selama beberapa detik yang terasa seperti selamanya. Ia melihat seorang Edgar Martinez yang telanjang tanpa kesombongan, tanpa topeng pewaris takhta.

"Aku memaafkanmu, Edgar," jawab Leonor singkat.

Edgar merasa beban di dadanya sedikit terangkat. "Sungguh?"

"Ya," Leonor mengangguk sekali, namun matanya tetap dingin dan berjarak. "Aku memaafkanmu karena aku tidak ingin menyimpan dendam yang hanya akan membebani langkahku. Tapi itu tidak mengubah apa pun. Maafmu sudah kuterima, tapi bukan berarti kita menjadi teman. Bukan berarti kau bisa masuk kembali ke dalam hidupku."

Senyum kecil yang sempat muncul di sudut bibir Edgar langsung menghilang. Kata maaf dari Leonor terasa seperti formalitas yang kering. Tidak ada kehangatan, tidak ada pengampunan yang memulihkan hubungan.

"Leonor, aku—"

"Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan, Edgar," potong Leonor. "Kau sudah meminta maaf dan aku sudah menjawab. Sekarang, kembalilah ke duniamu yang mewah. Biarkan aku kembali ke duniaku yang buruk, di mana aku harus berjuang setiap harinya."

Leonor mulai melangkah pergi, meninggalkan Edgar yang berdiri mematung di halte bus yang mulai gelap.

Edgar merasa hatinya seperti diremas. Ia menyadari bahwa memenangkan maaf dari Leonor tidak semudah memenangkan kesepakatan bisnis. Kata-kata "Aku memaafkanmu" dari Leonor justru terdengar seperti sebuah vonis bahwa bagi gadis itu, Edgar sudah tidak lagi eksis.

Ia baru sadar bahwa Leonor benar-benar sedang menjalankan sumpahnya. Leonor tidak lagi berteriak atau membenci secara terang-terangan. Leonor memberikan pengampunan yang paling menyakitkan: pengabaian total.

Edgar berdiri di sana, memperhatikan punggung Leonor yang perlahan menghilang di kegelapan lorong menuju mansion Gonzales. Ia merasa kalah. Untuk pertama kalinya, Edgar Martinez menginginkan sesuatu yang tidak bisa ia beli dengan uang: kesempatan kedua untuk benar-benar dilihat oleh mata yang kini lebih dingin dari es itu.

"Ini bukan akhir, Leonor," bisik Edgar pada angin malam. "Aku akan melakukan apa pun agar kata maafmu itu terdengar tulus suatu hari nanti."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Triana Oktafiani
Ga bisa berkata2 lagi, semua karyamu luarrrrr biasa 👍
ros 🍂: Ma'aciww, Terharu kak😍
total 1 replies
Dian Erawati
👍👍👍❤️
Dian Erawati
👍👍👍💞
Dian Erawati
👍👍👍/Heart/
Amiera Syaqilla
artistik💕🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!