NovelToon NovelToon
THE FORGOTTEN PAST

THE FORGOTTEN PAST

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Dark Romance
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Bagaimana jika kepingan masa lalu yang kamu lupakan tiba-tiba saja menarikmu kembali ke dalam pusaran kenangan yang pernah terjadi namun terlupakan?

Bagian dari masa lalu yang tidak hanya membuatmu merasa hangat dan lebih hidup tetapi juga membawamu kembali kepada sesuatu yang mengerikan.

Karina merasa bahwa hidupnya baik-baik saja sejak meninggalkan desa kecilnya, ditambah lagi karirnya sebagai penulis yang semakin hari semakin melonjak.

Namun ketika suatu hari mendatangi undangan di rumah besar Hugo Fuller, sang miliarder yang kaya raya namun misterius, membuat hidup Karina seketika berubah. Karina menyerahkan dirinya pada pria itu demi membebaskan seorang wanita menyedihkan. Ia tidak hanya di sentuh, namun juga merasa bahwa ia pernah melakukan hal yang sama meskipun selama dua puluh empat tahun hidupnya ia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun.

*
karya orisinal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Karina dan Tasya menoleh dan mendapati seorang pria muda berdiri bersandar di salah satu pintu. Di tangannya ada rokok yang nyaris tinggal puntungnya saja.

“Alam…” Tasya menghampiri pria itu, tampaknya saling kenal. Karina lihat mereka saling bertos ria.

“Karin, kenalin ini Alam, temanku selama belajar di universitas Khanda.” Kata Tasya memperkenalkan mereka berdua. Karina dan Alam saling berjabat tangan sambil menyebutkan nama masing-masing.

“Jadi, Alam, kamu sudah ke ruang makan?” Tanya Karina.

Alam mengangguk. “Ikut aku.”

Karina dan Tasya yang sejak tadi mencari ruang makan tapi tidak kunjung bertemu, akhirnya bisa tersenyum lega. Alam menuntun mereka berjalan keluar, ke halaman belakang melalui pintu dapur yang menghadap langsung ke halaman belakang yang luas.

“Kenapa keluar?” Tanya Tasya.

“Ruang makan ada di bangunan itu,” kata Alam menunjuk atap lonjong sebuah bangunan yang berdiri sendiri di belakang taman mawar.

“Rumor itu benar, Tuan Fuller memang aneh.” Ucap Tasya dan Karina mengangguk menyetujuinya.

Untuk sampai ke bangunan beratap lonjong itu, mereka hanya perlu berjalan di jalan kerikil panjang dan melewati air mancur.

“Selamat datang,” Sesampainya mereka di depan pintu, dua orang penjaga serempak menyambut dan membukakan pintu.

Karina melangkah hati-hati, melewati ambang pintu, ia bisa langsung melihat meja makan dipenuhi berbagai hidangan mewah kelas atas.

Di sana sudah ada empat orang, satu orang perempuan dewasa dan tiga orang pria. Diantara pria itu, satu pria paruh baya dan dua lainnya masih muda.

“Silahkan duduk,” Ranra menyiapkan tiga kursi lagi.

“Terima kasih,” Karina duduk di samping Tasya, lalu Alam duduk disampingnya. Jadi sekarang ia berada ditengah-tengah Tasya dan Alam.

Karina mengedarkan pandangannya, ia tidak melihat keberadaan sang Tuan rumah.

“Tuan Fuller sedang dalam perjalanan kemari,” kata Ranra seolah bisa membaca pikiran Karina.

Karina hanya tersenyum canggung.

“Hai semuanya, bagaimana kalau kita saling memperkenalkan diri?” Tawar Tasya pada semua orang.

“Dengar, Nak, saya kemari bukan untuk berkenalan dengan anak kecil sepertimu.” Dengus si pria paruh baya sinis.

“Mulut anda sepertinya sangat tajam ya, Pak tua. Hati-hati dengan perkataanmu.” Ujar Tasya tajam. Keduanya saling melotot.

Percikan ketidaksukaan itu tidak berlangsung lama, karena beberapa detik kemudian pintu terbuka lebar dan Hugo Fuller, si tuan rumah masuk dengan langkah tegas.

Semua orang memusatkan perhatian pada pria itu. Hugo Fuller masih berusia sekitar tiga puluhan, wajahnya tegas dan sorot matanya tajam. Dilihat secara sekilas jelas dia bukan orang yang dingin, tetapi juga bukan orang yang hangat. Dia berada diantara keduanya. Misterius dan tidak tertebak.

“Silahkan, Tuan.” Ranra menarik kursi, mempersilahkan Hugo untuk duduk dengan hormat.

“Hanya tujuh orang yang datang, Ranra?” Tanya Hugo, duduk di kursinya. Matanya menyapu tujuh orang yang sudah duduk di meja makan. “Bukankah saya mengirimkan undangan sepuluh? Kenapa hanya ada tujuh?”

“Menjawab, Tuan.” Ranra menundukkan kepala. “Tiga lainnya sepertinya tersesat dan tidak bisa datang tepat waktu.”

“Ekhm… Tuan Fuller, apakah kita harus menunggu mereka bertiga?” Tanya pria paruh baya tersenyum tipis.

“Menunggu?” Hugo mengangkat sebelah alisnya, kemudian mendengus. “Saya tidak suka menunggu. Kita makan sekarang, Ranra ambilkan makanan dan minuman untuk para tamu.” Perintahnya.

Ranra dengan sigap menjalankan perintah Tuannya, dia bertepuk tangan tujuh kali dan kemudian dari salah satu pintu keluar tujuh orang pelayan berpakaian hitam putih. Masing-masing dari mereka mengambilkan makanan untuk ketujuh tamu.

“Silahkan dimakan, kuharap selama makan tidak ada yang bersuara.” Kata Hugo melemparkan senyum tipis.

Karina memperhatikan pria itu lebih lama, dan benar dia pria yang sama dengan yang ada dalam mimpinya. Ia menunduk ke piring berisi daging bakar yang diambilkan salah satu pelayan. Selain daging bakar, juga ada telur rebus, mie dan sayuran.

Karina hanya menyendok telur bersama mie dan sayuran. Setelah mimpi mengerikan itu, ia tidak bernafsu untuk makan daging.

“Apakah dagingnya tidak enak Nona Joram?” Tanya Hugo, masih tersenyum dan entah kenapa Karina merasa senyum itu dingin dan tidak ramah.

“Maaf, saya sedang diet dan tidak makan daging.” Jawab Karina sambil mencoba tersenyum manis, meski ia merasa senyumnya kaku.

“Ah, begitu.” Hugo mengangguk mengerti, lantas menoleh pada Ranra. “Berikan Nona Joram makanan yang lebih sehat.”

Ranra mengangguk, kemudian menambahkan beberapa hidangan sayur ke piring Karina. “Ini cocok untuk anda yang sedang diet, Nona.”

Makan malam terus berlanjut, hingga ketika mendekati akhir makan malam, pintu terbuka. Seorang wanita seksi masuk, wajahnya merah dan penuh keringat. Dia pasti baru saja berlari.

“Maafkan aku sedikit terlambat.” Wanita itu membungkuk meminta maaf, dadanya terlihat jelas karena gaun merah ketatnya tidak cukup untuk menutupi sepenuhnya. Mata semua pria dalam ruangan itu langsung tertuju padanya.

“Dia benar-benar mampu,” bisik Tasya ke telinga Karina, maksudnya jelas untuk mengejek tindakan menggoda yang dilakukan oleh wanita itu.

“Eum… tapi tubuhnya memang bagus.” Karina balas berbisik, refleks menoleh ke Hugo dan dia satu-satunya yang tidak tertarik melihat wanita itu.

“Selamat datang Nona Linde,” Sapa Hugo dingin, dia berdiri pelan, teratur dan terkendali. Pria itu berjalan ke arah orang yang dia panggil sebagai Nona Linde. Itu bukan cara berjalan orang yang ingin menyambut tamu. Karina memegang tangan Tasya atas firasat buruk yang tiba-tiba datang kembali setelah beberapa saat lalu sempat hilang.

“Tuan Hug–”

Linde tidak sempat menyelesaikan kalimatnya, tangan besar Hugo meraih lehernya dan mematahkan batang leher itu hingga menimbulkan suara KREK yang nyaring dalam ruang makan.

“A-apa yang dia lakukan?” Tasya memucat, tidak hanya dia tetapi semua orang dalam ruang itu merasakan tengkuk mereka dingin. Hugo mematahkan leher wanita itu dengan mudah, seolah dia harus saja mematahkan sebatang lidi.

Jika Karina terlambat, apakah saat ini lehernya juga akan dipatahkan?

Tubuh Linde luruh ke lantai dengan kepala yang sudah patah, darahnya berceceran memenuhi lantai marmer.

“Saya tidak suka ada yang terlambat datang,” kata Hugo kembali ke kursinya, tersenyum tipis pada semua orang.

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Maya Sari
Sangat menarik,seru ceritanya,bikin penasarn.
Maya Sari
Ceritanya seru….apa ada kelanjutan nya kk?
Nda
apakah yg berdiri di seberang jln itu hugo
Nda
makin penasaran thor,jangan sampe karina ketahuan Hugo.
sudah brusaha utk keluar,Mlah harus balik lagi😩
Nda
double up donk thor🤭,makin penasaran😩
Nda
duhh.. makin penasaran,apa jgn² benar Hugo itu vampir
Nda
novelmu keren thor
Nda
ditunggu double up-nya thor
Nda
duh,tunggu kelanjutanya thor makin penasaran,apakah itu fto karina🤭
lisa_lalisa
duhh, makin penasaran 😞
Nda
sebenarnya Hugo manusia vampir atau kanibal
di tunggu double up-nya thor
Kevin
Next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!