NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Naga Bumi: Jejak Darah Di Tanah Majapahit

Pendekar Pedang Naga Bumi: Jejak Darah Di Tanah Majapahit

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan / Penyelamat
Popularitas:342
Nilai: 5
Nama Author: Zaenal 1992

Lin Feng, pendekar tampan berilmu tinggi, menjadi buronan kekaisaran setelah difitnah membunuh seorang pejabat oleh Menteri Wei Zhong. Padahal, pembunuhan itu dilakukan Wei Zhong untuk melenyapkan bukti korupsi besar miliknya. Menjadi kambing hitam dalam konspirasi politik, Lin Feng melarikan diri melintasi samudra hingga ke jantung Kerajaan Majapahit.
​Di tanah Jawa, Lin Feng berusaha menyembunyikan identitasnya di bawah bayang-bayang kejayaan Wilwatikta. Namun, kaki tangan Wei Zhong terus memburunya hingga ke Nusantara. Kini, sang "Pedang Pualam" harus bertarung di negeri asing, memadukan ilmu pedang timur dengan kearifan lokal demi membersihkan namanya dan menuntut keadilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaenal 1992, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bentrokan Dua Kekuatan Raksasa, aji Brajamusti vs Zhua Tai

Deburan air Sungai Brantas seolah membeku saat hawa dingin yang mematikan mulai menyelimuti tubuh Lin Feng. Ia menyadari bahwa jika ia terus bertahan dengan pedang, ia akan segera binasa oleh hantaman hawa panas Aji Brajamusti. Gajah Mada bukanlah lawan yang bisa dikalahkan dengan sekadar teknik halus.

​Dengan gerakan yang menyakitkan untuk dilihat, Lin Feng memutar pergelangan tangannya dan menyarungkan pedang tipisnya kembali ke dalam kain kumal. Matanya yang secerah bintang kini meredup, digantikan oleh kilatan predator yang haus darah. Jarinya menekuk, membentuk cengkeraman serupa cakar elang yang siap merobek mangsa.

​"Maafkan aku, Patih Gajah Mada," suara Lin Feng terdengar parau, bergetar dengan energi gelap. "Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan jurus ini, tapi kau memaksaku. Terimalah... Zhua Tai!"

​Gajah Mada tidak gentar. Tubuhnya yang kekar diselimuti aura keemasan yang membara. Dengan teriakan yang menggetarkan hutan, ia melayangkan pukulan Brajamusti. Udara di sekitar kepalan tangannya memadat, menciptakan tekanan yang sanggup merobohkan tembok benteng.

​Zhua Tai vs Brajamusti: Saat kepalan Gajah Mada menghantam udara, Lin Feng tidak menghindar sepenuhnya. Ia meluncur seperti ular, menyelinap di bawah ketiak sang Mahapatih. Tangannya yang mengeras seperti baja langsung mencengkeram sendi siku Gajah Mada.

​Kerusakan Fatal: Terdengar suara krak yang mengerikan. Teknik Zhua Tai bekerja bukan dengan kekuatan pukul, melainkan dengan tekanan pada titik saraf dan jaringan. Jaringan otot lengan sang Mahapatih seolah terpilin keluar dari tempatnya.

​Serangan Balik: Namun, Gajah Mada adalah legenda hidup. Meski sikunya retak, tangan kirinya yang bebas menghantam bahu Lin Feng. Pukulan seberat gunung itu membuat tulang selangka Lin Feng nyaris remuk, memaksanya memuntahkan darah segar.

​Pertarungan berlanjut dengan kecepatan yang sulit diikuti mata manusia. Lin Feng bergerak dengan keganasan yang tak terlihat sebelumnya. Jari-jarinya menyambar ruas-ruas jari Gajah Mada, menghancurkan sendi-sendi kecil dengan bunyi gemeretak yang memilukan. Ia menyerang persendian vital di leher, mencoba memutus aliran oksigen dan menghancurkan otot leher sang Patih.

​Gajah Mada terengah, namun semangatnya tak padam. Ia mengumpulkan sisa seluruh tenaganya ke dalam satu serangan pamungkas. Pukulan Brajamusti terakhirnya menghantam dada Lin Feng tepat saat Lin Feng melakukan cengkeraman penghancur pada sendi bahu sang Patih.

​Lin Feng merasa paru-parunya meledak. Kekuatan Brajamusti benar-benar melampaui logika; itu adalah energi murni dari bumi Jawa. Dalam keadaan kritis, Lin Feng tahu ia tidak bisa menang tanpa membunuh, dan ia tidak ingin membunuh orang yang hanya membela kehormatan negaranya.

​Dengan satu sisa tenaga terakhir, Lin Feng memutar tubuhnya di udara dan melayangkan tendangan kilat tepat ke arah dada Gajah Mada yang sedang terbuka.

​DUAK!

​Hantaman kaki Lin Feng telak mengenai sasaran. Gajah Mada, yang sendi-sendinya sudah rusak parah akibat teknik Zhua Tai, kehilangan keseimbangan dan tersungkur ke tanah di atas dedaunan kering.

​Lin Feng mendarat dengan tidak stabil, darah terus mengalir dari sudut bibirnya. Ia melihat sang Mahapatih berusaha bangkit meski tangan dan sendinya sudah tidak bisa lagi digunakan untuk bertarung. Pasukan Bhayangkara yang melihat pemimpin mereka jatuh segera merapat untuk melindungi Gajah Mada.

​"Cukup untuk hari ini," bisik Lin Feng lemah.

​Menggunakan sisa Qì-nya yang menipis, ia menghentakkan kaki. Tubuhnya melesat ke atas pohon jati yang menjulang tinggi. Dengan teknik peringan tubuh Awan Surgawi, ia melompat dari satu dahan ke dahan lainnya dengan gerakan siluman yang hanya dimiliki oleh para ninja atau pendekar tingkat tinggi.

​Ia menghilang di kegelapan Hutan Tarik, meninggalkan para prajurit yang tertegun dan seorang Mahapatih yang menatap kepergiannya dengan sisa-sisa amarah dan rasa hormat yang tersembunyi. Lin Feng kini adalah buronan yang terluka parah, sendirian di tanah asing, sementara bayang-bayang para pembunuh dari daratan Tiongkok masih terus mengintai dalam kegelapan.

1
anggita
like iklan👍👆 moga novelnya lancar jaya.
anggita
ilmu Tiongkok vs Nusantara Jawa🔥
anggita
ada cerita sejarahnya juga... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!