Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03. Permintaan Kartika
Mama Nurma mulai pusing melihat Kartika terus saja mondar mandir , kesana kemari.
" Tika....duduklah , kamu membuat Mama pusing tau !". tegur Mama Nur sambil memijit pelipisnya.
Kartika pun akhirnya mau duduk , tapi tetap saja gelisah.
" Kamu kenapa Tika ?".
" Aku takut Ma , di kantor Mas Bastian pasti akan bertemu dengan Aleta....aku....".
" Apa yang kamu takutkan , Bastian dan Aleta kan memang satu kantor , ya pasti akan bertemu lah , kamu ini kok aneh ".
" Bukan begitu Ma , aku takut Aleta merayu Mas Bas untuk kembali padanya ".
" Itu tidak akan terjadi , Bastian pasti akan menolak Aleta mentah - mentah , buktinya waktu jadi tunangannya Aleta, Bastian berselingkuh dengan kamu ".
Kartika terdiam, membenarkan ucapan Mama Nurma. " Tapi tetap saja aku khawatir Ma ".
" Bukankah Bastian berjanji akan menikahi kamu secepatnya Tik ?".
" Iya Ma , katanya empat atau lima bulan lagi ".
" Tidak, kenapa selama itu , percepat pernikahan kamu dengan Bastian, Tika......empat sampai lima bulan lagi bisa - bisa Bastian berubah pikiran ".
" Tapi ...apa alasanku untuk mempercepat pernikahan ini Ma..?".
Mama Nurma tersenyum miring, di otaknya sudah terlintas ide yang sangat cemerlang.
" Bilang saja kamu hamil Tik !".
" Hah....apa bisa Ma ?".
" Bisa ".
" Lalu nanti kalau dia tau aku tidak hamil bagaimana Ma ?".
" Itu urusan nanti Tik , yang penting kamu harus jadi Istrinya Bastian dulu , baru kita pikirkan solusinya......atau , nanti kita bisa buat kamu seolah - olah keguguran...bagaimana ?".
" Mama memang pintar ".
Mama Nurma tidak sadar , bukankah ucapan adalah do'a....bisa saja semua ucapannya akan menjadi kenyataan nantinya.
" Nanti malam kamu undang Bastian kemari , Mama akan siapkan makan malam spesial untuk menyambutnya, pokoknya rencana kita harus berhasil, kamu harus bisa mendapatkan Bastian , biar si Aleta tau rasa ".
Mata Kartika berbinar, ia juga merasa menang jika bisa mendapatkan Bastian, laki - laki yang di cintai adik tirinya itu .
Dengan merebut Bastian , Kartika berharap Aleta terpuruk, ia tidak suka , Aleta selalu unggul di atasnya.
" Ma....".
" Apalagi Tika ?".
" Itu.....kalau aku mau minta kamar yang di tempati Aleta bisa enggak Ma ?".
" Kemaren aku lihat ia mendatangkan ranjang yang bagus , itu pasti sangat mahal Ma...dan kasurnya juga , semua serba baru , aku menginginkannya Ma ". rengek Tika seperti anak kecil.
" Emmm ,kalau itu Mama tidak tau Tik ".
" Mama coba dong bujuk Leta , lagian kan sekarang hanya kita keluarganya , ancam saja Ma , aku rasa dia tidak akan sanggup untuk hidup sendirian tanpa kita ".
" Baiklah , Mama akan coba nanti , tapi Mama tidak janji ya Tik ".
" Assalamu'alaikum...". ucap Aleta , ia baru pulang dari pekerjaannya.
" Wa'alaikumussalam, itu dia pulang Ma ".
Kartika dan Mama Nurma berjalan ke depan hendak menemui Leta. Tapi Leta hanya berjalan lurus mengabaikan dua orang itu seakan tak kasat mata.
Mama Nurma tentu saja tersinggung dengan sikap Leta.
" Leta !!!!!". panggil Mama Nurma keras.
Leta berhenti , ia menengok ke arah Mama Nur dengan wajah datar , " Ada apa Tan ?". jawabnya , membuat Kartika dan Mama Nurma terkesiap.
" Tante?????". lirih Kartika.
" Apa maksud kamu, aku ini Mama kamu Ta , sangat tidak sopan sikap kamu tadi padaku ".
" Mama apanya , Tante itu Mamanya Mbak Tika bukan Mamaku ".
" Kamu !!!".
" Maaf Tan , aku lelah habis bekerja , aku mau istirahat ". ucap Leta lalu berlalu pergi.
" Sombong sekali, baru juga kerja sebagai pegawai rendahan saja sudah sok bergaya setinggi langit ". sungut Kartika .
Mereka berdua tidak tau posisi Aleta di kantor , yang mereka tau Aleta pegawai biasa , padahal posisi Aleta lebih tinggi dari Bastian.
Brak....Aleta menutup pintu dengan kesal , tidak lupa ia menguncinya kembali seperti saat dia pergi bekerja tadi pagi.
Ia tidak mau kecolongan , kamarnya di masuki oleh tikus got lagi. Kemaren ia sampai menguras isi tabungannya demi memperbaharui tempat tidur di kamarnya.
Aleta memang sengaja membeli ranjang dan kasur yang mahal harganya, untuk menbuat Kartika panas.
Aleta tau , menghamburkan uang itu tidak baik , apalagi niatnya buat memanasi seseorang , tapi biarlah sesekali ...itu juga ia anggap sebagai penghiburan bagi dirinya sendiri yang sedang terluka hatinya karena ulah orang- orang yang ia sayangi dengan sepenuh hati.
Malamnya , Aleta keluar kamar untuk makan malam. Ia tidak ke ruang makan , tapi ke depan rumah mengambil pesanan makanan dari kurir yang sudah ia pesan.
" Kenapa kamu pesan makanan Ta , Mama sudah masak banyak loh , nanti juga akan ada Bastian makan malam di sini ". Mama Nurma mendekati Leta yang sedang menikmati makan malamnya sendirian.
" Terima kasih , itu kan Tante siapkan buat calon menantunya Tante , jadi aku tidak berhak ikut memakannya , dan maaf , aku makan malam duluan ". ucap Leta lalu melanjutkan makannya.
" Mama kan masak buat kamu juga Ta ".
" Lain kali tidak perlu repot Tan , aku bisa mengurus diriku sendiri ".
" Leta....panggil Mama lagi ya sayang , Mama jadi seperti orang asing kalau kayak begini ". Mama Nurma terlihat sendu.
Aleta mendesah pelan, Kan memang kamu orang asing , aku bukan anak kandungmu , kamu orang luar yang di bawa sama Ayah masuk ke dalam rumahku...
Ucapnya dalam hati , ia lelah menjelaskan pada wanita paruh baya itu , seharusnya ia sadar sendiri , tak perlu di jelaskan pun kalau dirinya memang orang luar bagi Aleta.
Melihat Aleta tak menjawab, Mama Nurma membuang nafas kasar. " Leta , sebentar lagi Tika dan Bastian akan menikah , Mama harap kamu sudah benar - benar ikhlas "
Aleta mengangkat wajahnya , " Bukankah aku sudah bilang , ambil saja , aku ikhlas dunia akhirat....jadi tidak perlu membahas tentang hal ini lagi denganku , itu bukan hal penting bagiku Tan ".
" Oke kalau begitu , Mama pegang ucapan kamu ya Ta , oh ya satu lagi.....karena Tika akan menikah , dia membutuhkan kamar yang lebih luas , bisakah kamu memberikan kamar kamu untuk Kartika, Ta ?".
Brak....Leta menggebrak meja dengan kedua tangannya. " Tak cukupkah kalian mengambil Bastian dariku, lalu sekarang Mbak Tika juga mau kamar milikku ....jangan harap itu akan terjadi ". selera makan Leta jadi hilang , tapi ia paksakan untuk menghabiskannya agar tidak mubazir. ia ingin segera kembali ke kamarnya.
" Jangan egois apa Ta.....anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan kakak kamu ". Mama Nurma masih berharap meluluhkan hati Leta.
" Jika aku egois , aku sudah mengusir Tante dan Mbak Tika dari rumahku , jadi jangan coba- coba mengintimidasiku Tan , tidak akan mempan ".
Mulut Mama Nurma terkunci , tadinya ia akan mengancam Leta seperti yang sudah di rencanakannya bersama Kartika , tapi tiba- tiba ia kalah telak .
Mendengar Leta akan mengusirnya ia jadi takut, berarti Leta tidak takut hidup sendirian. Karena ia tau......rumah ini bukan miliknya.
Bersambung......