Memiliki pasangan menjadi impian Citra selama ini, tidak menyangka laki-laki yang mengajak nikah selama 10 tahun memiliki niat buruk terhadap Citra. Apa yang akan dilakukan Citra untuk membalas dendam dan sakit hatinya terhadap suami tidak setia dan memanfaatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
Memandangi hamparan bunga-bunga yang sengaja Citra tanam supaya rumah baru yang dibelinya terlihat indah dan bertaburan bunga-bunga favoritnya.
Setelah puas memandangi tanaman hiasnya membuat Citra langsung masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu langsung buka laptop untuk menjalankan pekerjaan dari rumah karena belum waktunya Citra bekerja di kantor.
"Sebentar lagi kehancuran karir laki-laki sampah itu, ini babak awal apa dia bisa terima keputusan mendadak ini atau justru mencari masalah, suruh siapa bertingkah dan seenaknya memangnya aku akan terus menerus menjadi wanita bodoh yang bisa dibohongi dan dikhianati terus menerus enak saja." ucap Citra sambil cek laporan yang sudah dikirim sekretarisnya lewat email.
Rasanya ingin sekali langsung hancurkan Angga tapi Citra tidak ingin bersikap seenaknya yang akan membuat nama baiknya hancur dan akan dicap sebagai istri yang tega menurunkan jabatan suami dan membuat suaminya menjadi staff biasa, tentunya tidak ingin dianggap jelek sama semua karyawan lebih baik diam-diam menghancurkan suami dari pada terang-terangan tidak ingin dibully sama karyawan sendiri.
Melanjutkan pekerjaan sambil menikmati cemilan yang sudah dibeli asisten rumah tangga, untuk temani Citra selama mengerjakan pekerjaan kantor yang hari ini tidak terlalu banyak untuk dikerjakan.
**
Menggantikan tugas istri untuk menjaga anak karena Winda harus masak untuk sarapan pagi, rasanya bahagia sekali karena masih pagi sudah bermain sama anak sendiri.
"Sabar iya Nak, kita akan tinggal bertiga selamanya setelah Ayah berhasil mendapatkan harta itu, Ayah tidak mau kita hidup kekurangan karena tidak tega anak Ayah tidak merasakan kehidupan yang serba ada apapun yang kamu mau bisa Ayah berikan, Ayah janji tidak akan lama lagi kita hidup serba ada dan bisa tinggal bertiga selamanya." ucap Angga optimistis rencananya bisa berhasil, sudah merencanakan momentum yang pas untuk Citra bisa serahkan seluruh hartanya untuk dirinya apa lagi Angga punya kesempatan untuk menggantikan Citra memimpin perusahaan milik Citra karena dirinya suami Citra yang punya hak yang sama seperti Citra.
**
Kehidupan sederhana yang membuat Citra sudah terbiasa naik motor setiap bepergian, sengaja tidak bawa mobil supaya tidak ribet dan tidak kejebak macet jika pepergian sendirian.
"Sebentar lagi keadaan sendiri seperti ini akan saya alami setelah berpisah sama Angga, semakin yakin meninggalkan laki-laki itu setelah puas menghancurkan hidupnya, tinggal 2 jam lagi dia bakal kaget karena mendapatkan keputusan tiba-tiba dari HRD yang menurunkan jabatan Angga dari bendahara menjadi staff biasa, semua kemewahan yang diterimanya bakal sirna dan tidak sabar mendengar respon Angga nanti." ucap Citra setelah puas berdiam diri memandang jalan raya yang belum padat seperti di kota, jalan di pedesaan begitu renggang dan masih banyak pepohonan dan sawah yang menjadi sumber rezeki warga sekitar.
Menyalakan motor dan melanjutkan perjalanan keliling kampung, supaya tidak bosan seharian di rumah tidak melakukan apapun setelah selesai mengerjakan pekerjaan yang tadi dikirim sama sekretaris nya.
Kegiatan baru yang sangat menyenangkan jalan-jalan sejenak melupakan segala hal yang membuat hati sedih dan hancur, mencoba menikmati hidup sendiri dengan jalan-jalan sejujurnya tidak tahu mau kemana dan beli apa yang penting bisa jalan-jalan keliling kampung menikmati udara yang sejuk dan pemandangan yang mampu memanjakan mata dengan hamparan sawah masih ada dipinggir jalan dan juga pepohonan yang tinggi membuat suasa semakin memanjakan mata sejenak.