NovelToon NovelToon
Glitz And Glamour

Glitz And Glamour

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Percintaan Konglomerat / Fantasi Wanita / Berondong / Playboy / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di jagat hiburan, nama Leonard Abelano bukan sekadar aktor, dia adalah jaminan rating. Setiap drama yang dibintanginya pasti menyentuh angka dua digit. Leo, begitu publik memanggilnya, punya segalanya: struktur wajah yang dipahat sempurna, status pewaris takhta bisnis Abelano Group, dan sebuah reputasi yang membuatnya dijuluki "Duta Kokop Nasional."

Bagi penonton, cara Leo mencium lawan mainnya adalah seni. Namun bagi Claire Odette Aimo, itu adalah ancaman kesehatan masyarakat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Atmosfer

Suasana yang tadinya mencekam seperti akan terjadi perang dunia ketiga mendadak hening seketika.

Grandfather Riccardo yang sudah siap mengangkat tongkatnya untuk memukul Sean, tiba-tiba mematung.

"Kakek... stop," suara Eleanor terdengar lirih namun tegas dari balik punggung Sean.

Gadis itu maju perlahan, memegang lengan Sean yang masih tegang. "Jangan marahi Sean. Eleanor... Eleanor juga mencintai Sean."

Mendengar pengakuan itu, wajah Grandfather Riccardo yang tadinya merah padam perlahan berubah.

Beliau menatap cucu kesayangannya dengan tatapan tak percaya, lalu beralih menatap Sean yang tampak sama kagetnya dengan semua orang di ruangan itu.

Grandfather Riccardo menghela napas panjang, bahunya yang tegang perlahan merosot. Ia menurunkan tongkatnya dan menyandarkannya ke lantai dengan bunyi tuk yang pelan.

"Kamu... mencintai bocah mulut beracun ini, Eleanor?" tanya sang Kakek dengan nada yang jauh lebih lembut, meski masih ada sisa ketegasan di sana.

Eleanor mengangguk pelan, wajahnya tertunduk malu namun jemarinya menggenggam erat tangan Sean.

"Dia memang gila dan kasar, Kek. Tapi malam ini dia membuktikan kalau dia nggak seburuk rumor itu. Dia jujur sama Eleanor."

Mommy Claire, yang sejak tadi menahan napas di ambang pintu, akhirnya bisa menghembuskan napas lega.

Ia menyandarkan tubuhnya ke bingkai pintu, menatap putranya dengan senyum tipis yang penuh arti. Sepertinya rencana kenekatan Sean membuahkan hasil yang tak terduga.

Grandfather Riccardo berdeham keras, mencoba mengembalikan wibawanya sebagai kepala keluarga Riccardo yang disegani.

"Baiklah," ucap beliau sambil menatap Sean dengan tajam.

"Kalau memang cucuku bilang begitu, aku tidak akan menyeretmu ke kantor polisi malam ini, Sean Manuel."

Sean mendongak, matanya yang tadi penuh ketakutan kini kembali bersinar. "Terima kasih, Sir."

"Tapi jangan senang dulu!" potong Grandfather Riccardo cepat. "Karena kalian sudah tertangkap basah di atas ranjang, meskipun baru sekadar ciuman nama keluarga Riccardo harus tetap dijaga. Aku tidak mau ada rumor lagi soal malam panjang atau apa pun itu."

Beliau menoleh ke arah Claire. "Claire, sampaikan pada Ayahmu. Besok pagi, keluarga Aimo harus datang secara resmi ke mansion ini. Kita akan membicarakan pertunangan mereka. Aku tidak mau cucuku hanya jadi bahan ulasan jujur di media sosial tanpa ikatan yang jelas."

Sean tertegun. Pertunangan? Di usianya yang baru 17 tahun? Ia melirik ke arah Eleanor yang juga tampak sangat terkejut. Namun, bukannya merasa terbebani, Sean justru merasakan kebahagiaan yang membuncah di dadanya. Ia menarik tangan Eleanor dan mengecup punggung tangannya di depan semua orang.

"Dengan senang hati, Sir. Saya akan pastikan seluruh Manhattan tahu kalau Eleanor Riccardo adalah milik saya, dan tidak ada satu tangan pun yang boleh menyentuhnya selain saya," ucap Sean dengan seringai sombongnya yang khas, tapi kali ini penuh dengan rasa tulus.

Eleanor hanya bisa menyembunyikan wajahnya di bahu Sean, merasa sangat malu sekaligus lega karena drama pria mulut beracun ini berakhir dengan akhir yang tak terduga.

Keesokan paginya, Manhattan tidak lagi dihebohkan oleh video tamparan, melainkan oleh sebuah foto resmi yang dirilis oleh tim humas Aimo dan Riccardo.

Foto tersebut memperlihatkan tangan Sean yang besar menggenggam erat tangan mungil Eleanor, dengan sebuah cincin berlian emerald-cut yang melingkar cantik di jari manis Eleanor.

Media sosial dan situs berita artis langsung mengubah narasi mereka 180 derajat. Kesimpulan netizen benar-benar liar dan tak terduga, persis seperti yang diharapkan Sean.

@ManhattanSpotted:

"PLOT TWIST! 💍 Ternyata insiden lampu merah kemarin bukan pertengkaran karena model, melainkan drama pasangan yang sedang dimabuk cinta! Kabar burung mengatakan Sean Manuel sangat tidak sabar ingin mencium tunangannya sebelum pengumuman resmi, dan Eleanor—sang Dewi yang pemalu—merasa gemas hingga menamparnya di depan umum. So romantic, so toxic, so Aimo!"

@TheDailyNY:

"Pertunangan Abad Ini: Sean Manuel dan Eleanor Riccardo resmi bertunangan. Sumber terpercaya menyebutkan bahwa kemarahan Sean di jalanan adalah bentuk proteksi berlebihan karena ia tidak ingin ada satu pun mata yang menatap Eleanor sebelum mereka resmi diikat."

Suasana koridor NYIS mendadak sunyi saat Sean Manuel berjalan masuk dengan tangan yang tidak lepas merangkul pinggang Eleanor.

Sean sengaja berjalan lambat, seolah ingin memastikan setiap pasang mata melihat bahwa Eleanor kini memiliki stempel kepemilikan darinya.

Begitu sampai di tengah koridor, Sean berhenti. Ia sengaja mengangkat tangan Eleanor yang memakai cincin itu untuk membetulkan helai rambut Eleanor yang menutupi wajah.

Pantulan cahaya dari berlian itu membuat para siswi di sana menelan ludah karena iri.

"Denger ya semuanya," suara Sean menggelegar, dingin namun penuh kemenangan. "Rumor soal model itu sampah. Yang bener adalah... gue terlalu terobsesi sama tunangan gue sampai-sampai gue nggak bisa kontrol diri di lampu merah kemarin."

Begitu sampai di kursi mereka, Sean kembali menarik kursi Eleanor agar menempel pada kursinya. Ia duduk dengan kaki menyilang, terlihat sangat puas.

"Puas sekarang, Mrs. Manuel-to-be?" goda Sean sambil berbisik di telinga Eleanor.

Eleanor yang masih sedikit malu hanya bisa menatap cincin di jarinya.

"Lo bener-bener gila, Sean. Media jadi mikir kalau gue nampar Lo karena Lo maksa minta ciuman."

Sean tertawa rendah, suara tawa yang sangat renyah. "Ya emang kenyataannya gue haus ciuman Lo, kan? Lagian, narasi itu lebih bagus daripada orang mikir gue beneran tidur sama model. Sekarang semua orang tau kalau tangan gue cuma pernah mengukur satu orang... yaitu Lo."

Eleanor memukul lengan Sean dengan wajah memerah. "Sean! Setop bahas soal mengukur itu!"

Sean justru menangkap tangan Eleanor, mengecup jari yang melingkar cincin itu dengan lembut. "Nggak akan, Riccardo. Lo udah terjebak sama pria mulut beracun ini selamanya."

🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰😍😍

1
Retno Isusiloningtyas
happy ever after
Retno Isusiloningtyas
aku kok blm nerima undangannya yaaa🤭
ros 🍂: Ntar dikirimin ya kak undangannya 🤣
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
wow...
keren....
Retno Isusiloningtyas
seruuuuuu👍
Retno Isusiloningtyas
😍
Sweet Girl
Buktikan. Claire... dr pada mati penasaran.
Sweet Girl
Bwahahaha dibilang Duta Kokop.🤣
sasip
ngeri loh kalimat pernyataan leo: "satu²nya skenario yg ingin dipelajari sampe mati".. mantab jiwa.. 👍🏻🫣😉🤭😅
sasip
enggak nyangka ei.. novel sebagus ini masih sepi pembaca.. sy yg awalnya cuma iseng mampir gegara liat cover yg provokatif pun terhipnotis & kepengen baca terus, tapi sempetin mampir deh buat memberi semangat othor keren.. 👍🏻 TOP pake banged.. lanjut ya thor.. 🫶🏻💪🏻🫰🏻
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampirr😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!