NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:449
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Pagi - pagi sekali, Rumah sakit tempat Agatha bekerja sudah mulai disibukan dengan persiapan urikkes bagi anggota tentara mulai dari perwira sampai tamtama.

"Selamat pagi dokter Agatha."

"Selamat pagi kapten" Semenjak Agatha di plonco oleh mentornya ini, Agatha mencari informasi tentang, siapa mentornya. Dan dia tahu nama mentornya Kapten Jefry Xaverius Wibowo. Seorang atlet renang nasional.

"Kapan pertandingan se asia?"

"Siap kapten, masih bulan depan lagi."

"Kapan TC?"

"Siap minggu depan komandan."

"Good luck ya."

"Siap terima kasih."

Rekan - rekan perwira Jefry sedang mengoda lettingnya karena sedang berbicara dengan dokter Agatha.

"Dok, kalau lama dan menyusahkan suntik keram aja dok." Agatha hanya tersenyum.

"Mana berani dia suntik saya. Bahaya kalau saya balik menyuntiknya." Semua tertawa, Agatha sudah mukanya merah karena malu. "Dasar otak mesum" Agatha bergumal dalam hatinya.

"Dokter Agatha sebentar bisa makan siang bersama? Saya hanya mengingat janjinya dokter." Agatha sadar bahwa dia perna berjanji kepada kapten Jefry waktu memberikan ijin kepada ketiga dokter yang ijin karena ada urusan yang harus mereka kerjakan. Jefry tidak akan menagih kepada kedua rekan dokter Agatha, yang dikejar hanya Agatha karena ada maksud tertentu. Agatha tersenyum kepada kapten Jefry.

"Siap kapten. Sampai ketemu di kantin."

"Nomor kontak kamu." Agatha langsung memberikan nomornya kepada kapten Jefry.

"Hanya satu nomor kan?"

"Maksud kapten?"

"Siapa tahu, ada satu buat siapa, satu lagi buat siapa."

"Hanya satu kapten."

"Oke terima kasih dokter. Saya tunggu di kantin jam makan siang." Sambil memberi kode jari orang sedang telephone.

Pukul dua belas siang handphone Agatha berbunyi ada telephone masuk dari nomor baru.

"Hallo dokter, aku sudah di kantin rumah sakit." Agatha tahu bahwa itu suara kapten Jefry. "Jangan lupa disimpan nomor ku."

"Siap kapten." Agatha tersenyum. Hal itu disaksikan oleh ners diruangan IGD tempat dia bertugas. Agatah langsung menuju ke kantin. Dipojok ruangan sudah ada seorang tentara duduk menunggu seseorang, dan Agatha tahu bahwa itu adalah Kapten Jefry.

"Selamat siang Kapten."

"Bisa ngak sih kalau ngak formil panggil nama aja."

"Ngak sopan kapten. Entar akunya jungkir balik lagi." Jefry tertawa. "Karena ini janji saya maka Kapten bisa pesan apa yang mau kapten makan."

"Bisa ngak panggil Jefry atau mas atau mas Jefry."

"Aku ngak enak...." Jefry sudah memasang muka memohonnya kepada Jefry. "Mas."

"Oke, mas aja."

Mereka pun makan siang bersama sambil bercerita soal kegiatan Sea Games dan persiapan pertandingan voli se asia di Jakarta. Banyak hal yang mereka bahas semua masih bersifat umum belum ada hal yang bersifat pribadi.

"Kalau besok saya nonton kamu bertanding bisa ngak?" Agatha tersenyum.

"Bisa dong mas, suport dari masyarakat sangat dibutuhkan." Jefry tersenyum.

"Kirim jadwal tanding ya." Agatha hanya memberi kode oke dengan jari tangannya karena dia harus buru - buru ke ruangan IGD ada pasien darurat. Jefry tertawa.

Jefry bersama lettingnya beberapa masih menunggu hasil dari urikkes sebelum mereka kembali ke markas mereka.

Sejak pertemuan itu mereka jadi sering saling berhubungan via media sosial, apa yang di posting Agatha selalu direspon oleh Jefry. Begitu sebaliknya.

Dokter Agatha sudah dua minggu tidak dirumah sakit. Hari ini Jefry mengantar anggotanya yang sakit berobat dirumah sakit. Namun para ners di IGD menyampaikan bahwa dokter Agatha sedang TC untuk persiapan bertanding.

"Aku dirumah sakit. Kok ngak kasih tahu kalau sudah TC." Agatha sedikit kaget. Pikiran dan hatinya sinkron bertanya "emang kamu siapanya aku, ngak wajib aku beritahukan." Dia tertawa. Hal itu menyebabkan Daniel timnas putra yang suka sama Agatha merasa heran.

"Siapa sya? Kok tertawa sendiri."

"Kepo deh mas."

Daniel tersenyum kepada Agatha. Daniel sekarang sadar, bahwa sebagai abdi negara dia tidak bisa mengapai hati seorang Letnan dua kesehatan Dokter Agatha Anastasya karena sebagai anggota polisi dia hanya seorang bintara sedangkan Agatha seorang perwira angkatan laut.

"Nyerah Dan?" salah satu rekan atlit menyadarkan dirinya.

"Kalau mencintainya jelas, ngak nyerah. Tapi memang apes aku, ngak tahu kalau dia akan ikut perwira karier."

"Semangat. Jangan melunturkan semangatmu."

"Tenang bro, aman." Sebagai seter di tim membuat Daniel harus konsentrasi penuh. Dia tidak mau pikirannya merusak semangat timnya.

Dua hari kegiatan akbar ini akan digelar. Latihan tim putra dan putri sudah sangat maksimal. Dihari terakhir mereka merenggangkan otot mereka agar besok bisa tampil maksimal. Semua Atlit sudah beristirahat cepat.

Saat ini Agatha sedang telepon bersama mama dan papanya, biasa Agatha selalu memohon doa dari kedua orangtuanya. Ketika sambungan dengan mama dan papanya terputus, kembali lagi suara handphone Agatha berdering. Tertulis nama Kapten Jefry di layar handphonenya.

"Selamat malam dek."

"Selamat malam mas Jefry." Agatha dan Jefry berbicara sangat seru, Daniel mendengar semua pembicaraan Agatha. Dia hendak memberi kebutuhan mereka, dan Daniel yang menawarkan diri mengantarkan barang tersebut buat Agatha.

"Dek sibuk ya??"

"Sebentar ya mas, ada teman." Agatha menjeda pembicaraannya dengan Jefry dan meladeni Daniel temanya.

"Gimana mas Dan?"

"Aku bawa ini kelengkapan kamu buat besok."

"oooo iya, terima kasih ya mas."

"Oke. Jangan terlalu lama ngobrol diluar,cepat tidur besok harus fit." Semua pembicaraan Daniel dan Agatha didengar langsung oleh Jefry. Dan Jefry tahu, bahwa Daniel ini mengejar Agatha. Dari lettingnya sesama AKABRI, yang juga masuk dalam atlit timnas voli. Hanya dia perwira angkatan darat.

Selama satu minggu ini terjadi pertandingan yang keren disajikan oleh tim - tim voli dari berbagai negara, sehingga gedung olah raga tempat berlangsungnya even akbar ini selalu penuh. Dan tim Indonesia putra dan putri masuk ke babak final masing - masing melawan tim bola voli dari kamboja dan korea. Kemarin tim putra menang tipis melawan kamboja.

Hari ini tim bola voli putri yang bertanding melawan korea. Dan keberuntungan belum berpihak kepada mereka, kejar - kejar point terjadi. Serangan demi serangan dari kedua tim mewarnai pertandingan. Kekecewaan tampak dari tim putri, namun tim putra memberi semangat. Kesedihan terlihat dari muka mereka ketika menerima juara runer up. Namun hati mereka terhibur setika Agatha Anastasya dipilih oleh federasi persekutuan bola voli dunia memberikan atlit terbaik pada pertandingan ini. Tampak semua bersukacita.

"Selamat adek." Daniel yang berada di lapangan bersama atlit lain pun mengendong Agatha. Ada raut kecemburuan tergurat dimuka Jefry yang melihat itu.

Namun ketika penyerahan tropi dan hadiah selesai bagi Agatha, Jefry yang punya koneksi dengan panitia memberikan hadiah bunga tulip segar berwarna putih. Semua penonton bersorak. Agatha bagaikan orang yang terhipnotis menerima bunga dan pelukan. Semua atlit voli tahu siapa itu Jefry Xaverius Wibowo, atlit renang.

"Selamat dokter Agatha."

"Terima kasih mas kapten."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!