NovelToon NovelToon
Nafkah 500 Ribu Yang Selalu Diungkit

Nafkah 500 Ribu Yang Selalu Diungkit

Status: tamat
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:75.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Ayu wulandari yang berusia dua puluh empat tahun ,ia sudah menikah dengan Aris seorang meneger disebuah perusahaan ,setiap bulan ia hanya mendapatkan nafkah 500 ribu untuk kebutuhan rumah tangganya dan itupun selalu Diungkit oleh suami dan mertuanya ,bagaimana Ayu berjuang untuk keluarganya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kesabaran ,dan rencana

Kirana bergegas ke dapur, menyeduh kopi hitam pekat untuk Bu Widya,tepat seperti yang selalu diminta: tanpa gula, pahit seperti sikapnya.

Tangannya masih gemetar, tapi ia menahan napas, memaksa diri untuk tidak menangis lagi. Air mata tak akan mengembalikan uang itu. Air mata tak akan membuat Aris berhenti berbohong. Air mata hanya membuatnya terlihat lemah,dan lemah adalah satu-satunya hal yang tak boleh ia tunjukkan di rumah ini.

Saat ia menyerahkan cangkir itu, Bu Widya bahkan tak menoleh. Matanya sibuk menatap layar ponsel, jari-jarinya menggesek-gesek dengan cepat. Namun, begitu Kirana hendak pergi, suara itu datang,tajam, menghakimi, dan penuh sandiwara.

“Eh, jangan kabur dulu! Kamu pikir ibu ini cuma hiasan? Duduk!”

Kirana menuruti. Ia duduk di ujung kursi, punggung tegak, napas tertahan.

"Kamu itu sebagai istri jangan terlalu banyak menuntut ,kamu sebagai istri harus bisa mengatur keuangan ,jangan boros ,suami kerja itu capek ,jadi kamu jangan seenaknya saja ." ucap ibu mertuanya dengan nada sinis , seolah - olah sedang menasehati ,padahal itu hanya untuk menjatuhkannya .Kirana hanya diam ,didalam hatinya sudah penuh ,dia masih berusaha sabar ,sampai nanti batas kesabarannya habis ,dia saat ini masih akan berusaha menjadi istri yang baik demi putra semata wayangnya .

“Tahu nggak, Aris itu baik banget sama kamu,” kata Bu Widya sambil menatapnya dengan pandangan seolah sedang memberi amal. “Lima ratus ribu sebulan! Itu uang banyak, lho! Di kampung sana, cukup buat hidup mewah. Tapi kamu? Masih aja kelihatan,dekil , kurus, rumah berantakan,dan anak kayak nggak makan. Emang beneran nggak bisa ngatur atau pura-pura doang?”

Kirana menunduk. Ia tahu ini bukan pertanyaan. Ini hukuman.di salam hatinya ia berkata : (" Bagaimana mau merawat diri ,untuk makan sehari hari saja kurang ,dan untuk menghemat ,aku sering puasa .")

“Uang itu buat makan sebulan, Bu…” jawabnya pelan,dengan rasa penuh didalam dada

“Ya iyalah buat makan! Tapi kamu boros! Aku tahu, perempuan kampung kaya kamu itu suka belanja receh,baju murah, jajanan, pulsa,nggak mikir ke depan. Kalau aku yang pegang, semua rapi. Tapi Aris ngotot kasih ke kamu. Padahal, dia sudah kasih lebih dari cukup!”

Kalimat terakhir itu diucapkan seolah Aris adalah pahlawan dermawan, bukan suami yang diam-diam mengirim transferan jutaan rupiah ke wanita lain.

Belum selesai di situ, Aris muncul dari kamar mandi, handuk melingkar di lehernya. Ia duduk di samping ibunya, mata masih setengah terpejam karena baru bangun.

“Ngomongin apa, Bu?” tanyanya sambil mengambil koran.

“Ngomongin istrimu yang nggak bisa hargai nafkah. Lima ratus ribu, yang kamu beri ! Itu uang banyak. Tapi lihat dia,masih kelihatan kayak orang susah.”

Aris mendengus. “Ya iyalah. Aku aja nggak ngerti, dulu kenapa sampe nikah sama dia. Sekarang harus tanggung terus.”

Kirana menahan napas. Tubuhnya kaku. Kalimat itu bukan baru,ia sudah mendengarnya berkali-kali, tapi kali ini terasa lebih menusuk karena ia tahu Aris berbohong. Ia tahu ia bukan beban. Ia tahu justru dialah yang menanggung,dengan diam, dengan kerja keras, dengan air mata yang disembunyikan.

“Kalau kamu nggak suka, tinggal cerai aja,” kata Bu Widya sambil tertawa kecil, seolah itu lelucon biasa. “Tapi jangan lupa, anaknya tetap di sini. Anak nggak boleh ikut ibu yang nggak bisa jaga diri.”

Kirana menggigit bibir dalam-dalam. Gio. Anaknya yang baru saja mulai bisa mengucap “Mama” dengan suara lirih. Ia tak bisa kehilangan Gio.

“Nggak usah cerai,” kata Aris sambil mengunyah roti.“Dia masih berguna. Masak, bersih-bersih, urus anak. Yang penting nurut. Tapi kalau mulai rewel, baru kita pertimbangkan.”

Mereka berbicara seolah Kirana bukan manusia,hanya benda yang bisa dipakai, dikritik, lalu dibuang. Dan selalu, selalu, mereka kembali pada angka itu: (lima ratus ribu)

Seolah itu hadiah surgawi. Seolah itu cukup untuk hidup di kota besar. Seolah Kirana tidak tahu harga beras, susu, listrik, dan air bersih. Seolah ia tidak tahu betapa sulitnya mencari tambahan uang sambil berpura-pura tidak capek, tidak lapar, dan tidak sedih.

----

Beberapa hari kemudian, Aris membawa teman kantornya makan siang di rumah—entah untuk pamer atau sekadar cari tempat,gratis. Kirana dipaksa memasak nasi, ayam goreng, sambal, dan es jeruk,semua dengan uangnya sendiri, tentu saja.

Saat makan, salah satu temannya berkata, “Mas Aris memang dermawan ya. Sudah kasih nafkah lima ratus ribu per bulan, masih mau ajak makan bareng lagi.”

Aris tersenyum bangga. “Ya, aku emang nggak pelit,Asal istri nurut, aku kasih cukup.”

Kirana, yang sedang menggoreng tempe di dapur, hampir menjatuhkan wajan. *Cukup?* Ia baru saja menghabiskan tiga hari upahnya sebagai buruh pasar hanya untuk beli ayam itu. Dan sekarang, mereka bicara seolah ini kemurahan hati luar biasa.

Sore harinya, setelah tamu pergi, Aris marah-marah lagi.

“Kok piring nggak langsung dicuci? Kamu pikir tamuku datang buat lihat dapur kotor? Dan kenapa ayamnya kurang gurih? Aku bayar lima ratus ribu, bukan buat masakan ala warung kaki lima!”

Kirana hanya mengangguk, mencuci piring sambil menahan isak. Di benaknya, ia membayangkan wajah Gio yang sedang tertawa pagi tadi,itu satu-satunya alasan ia masih bertahan.

Namun, tekadnya semakin mengeras. Ia diam bukan karena takut. Ia diam karena sedang menabung,bukan hanya uang, tapi bukti, keberanian dan rencana.

Malam itu, saat semua tidur, Kirana kembali membuka buku catatannya. Di samping kolom pengeluaran, ia menambahkan satu baris baru:

#“Hari ke-5: Aris transfer Rp2.500.000 ke seseorang ,dan Aku lihat dari notifikasi. Sedangkan uangku buat susu Gio. Uangnya buat tas wanita lain.”#

Di bawahnya, ia tulis dengan tinta merah:

#" Aku akan kerja keras . Aku akan bawa Gio pergi dari sini. Dan suatu hari, aku akan berdiri di depan mereka,bukan sebagai pembantu, tapi sebagai perempuan yang mereka tak pernah layani.

Kirana melihat kearah Aris yang sedang tidur dengan lelapnya di atas ranjang ,sedangkan ia dan gio anaknya tidur dibawah ,dengan beralaskan tikar lantai yang tipis ,Karena Aris tidak mau seranjang dengannya ,kecuali saat Aris membutuhkan Kirana untuk melayaninya ,Terkadang Kirana merasa ia hanya sebagai alat pemuas nafsunya saja .

"Aku harus berjuang ,aku harus bekerja keras untuk bisa lepas dari ini semua ." Gumamnya ,

Kirana akan terus bekerja keras ,ia tidak mau mengandalkan uang lima ratus ribu pemberian Aris ,

Karena baginya lima ratus ribu bukan kemurahan hati. Itu penghinaan yang dibungkus kata “nafkah”. Dan Kirana,perempuan yang mereka anggap lemah,akan membuktikan bahwa harga dirinya tak diukur dari uang suami, tapi dari keberaniannya bangkit.

Dan kali ini, ia tak akan lagi menangis Ia akan menulis rencananya dengan tinta yang tak bisa dihapus.

1
Omah Tien
petgi aja gapain bertahan sdh di hn gt
MayAyunda: masih sabar kak😁
total 1 replies
Maryani Maryani
gmn nasib dapur kirana..gmn nasin mantan mertua sombongnya
MayAyunda: dapur Kirana off dulu kak ..meretua sombong buang kelaut kak😁😁🙏
total 1 replies
Anonim
Aneh tadi katanya punya uang 3 juta lah sekarang g punya uang kek mana sih thor cerita nya
MayAyunda: he he
total 1 replies
ceuceu
Ini kirana udah ga dapet orderan catering?
bukan nya rame ya cateringnya tiap hari ada orderan,kenapa jadi ke jahit catering ngilang
MayAyunda: sudah menikah kak suruh jadi ibu rumah tangga aja 🤭😁😁
total 1 replies
ceuceu
Pas pergi di tas ada uang 3jt sama 800,kenapa di ruko sisa uang cuma buat makan 2 hati?
MayAyunda: he..he
total 1 replies
ceuceu
Gaji pembantu aj ga 500.
iini buat masak beli susu mana cukup,ibunya aris ga pernah belanja kebutuhan dapur apa
MayAyunda: iya kak😄
total 1 replies
Wiwik Susilowati
usaha cateringny kirana gmn?
MayAyunda: sudah off kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
kapok loe Wid.... sukanya nyolot Mulu. udah tua nek, perbanyak ibadah, bukan perbanyak nyari kekurangan orang lain. nyari aj tuh kekurangan Tante, perbaiki biar hasilnya prima kayak tampilan nenek Widya 🤭
MayAyunda: he he ..betul kak
total 1 replies
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
buang aja kelaut suami model gini. lima ratus ribu sebulan dapat apa?
MayAyunda: he he 😁🙏
total 1 replies
🔵 🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
cih suami macam ini yang bikin naik darah. di pikir kita pembantu
MayAyunda: iya kak ..😁
total 1 replies
Nanik Arifin
gaji buta ?? klo gaji pembantu yg ngerjain semua pekerjaan berapa ? gaji pengasuh anak kamu berapa ? ganti materiil & non materiil karena hamilin anak gadis orang berapa ? punya otak dipakai dong.... jangan ky binatang, sekedar punya otak doang, g bisa mikir
fatmiatun sahono: terlalu extrim ya...sebulan 500 rb...
total 2 replies
Nanik Arifin
500 RB buat makan ayam goreng bareng teman dirumah kan, Ris ? katamu bayar 500 rb buat bayar makan ayam yg kurang gurih dirumah. berarti buat belanja sebulan blm ada duitnya. kan yg 500 kemarin. kasih buat belanja sebulan SDH buat jamu teman ?
MayAyunda: he he
total 2 replies
Wanita Aries
aw aw mulai menggombal si arka
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Wanita Aries
makin seru
MayAyunda: terimkasih kak baca ceritaku yang lain kak 🙏
total 1 replies
Wanita Aries
ya ampun 3thn menghadapi toxic
MayAyunda: sangat sabar ya kak 😄
total 1 replies
Wanita Aries
mantap
akhirnya keluar jg dari rmh tangga neraka
Wanita Aries
nah gtu dong jgn jd bodoh trus
Wanita Aries
suka karyamu thor gk ngebosenin
MayAyunda: terimkasih kak🙏
total 1 replies
Wanita Aries
ya ampun ngasih istri cm 500rb aja bangga bgt
Wanita Aries
dasar laki bajigur
MayAyunda: he he
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!