NovelToon NovelToon
Penyesalanmu Mas

Penyesalanmu Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Berbaikan
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"

Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.

"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha tetap tenang

Runi memilih diam. Meskipun masih banyak pertanyaan yang ingin ia lontarkan, tetapi sadar sekali Yandra tidak menyukai setiap pertanyaan darinya.

"Ternyata sesakit ini kata-katanya. Hatiku mulai ragu untuk berharap... Ya, aku tidak boleh baperan ataupun berharap. Biarlah apa yang telah terjadi antara aku dan dia. Meskipun aku mencintainya, tetapi dengan sikapnya yang seperti ini, aku yakin tidak akan ada kebahagiaan nantinya meskipun dia menikahi aku," gumam Runi dalam hati.

Runi menghapus air matanya dan berusaha untuk tetap tegar. Ia tidak boleh cengeng dan mengemis cinta. Jika di tanya sakitkah hatinya? Tentu saja sangat sakit, tetapi ia tidak mau bila Yandra merasa terpaksa untuk menikahinya.

Yandra menurunkan Runi di persimpangan jalan masuk pasar. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir gadis itu. Bahkan ia enggan untuk meminta terimakasih pada Yandra. Hatinya terlanjur sakit dengan sikap dan juga ucapannya.

Yandra menghela nafas dalam. "Dasar keras kepala. Pasti dia merasa akulah yang bersalah. Padahal aku hanya tidak ingin membahas hal itu. Nggak tahu apa, otakku saat ini sedang riweh. Mana Mama pake maksa segala untuk menyambut kedatangan temannya," ujar lelaki itu sembari fokus mengemudi.

Runi melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Saat ini ia sudah tidak ingin lagi berharap pada lelaki yang telah merenggut kehormatannya. Ia hanya ingin fokus dengan harapan dan cita-cita. Yaitu ingin membahagiakan kedua orangtuanya. Tak ingin ayah dan ibu selalu menjadi kuli di kebun orang. Ia harus bisa membawa mereka keluar dari hidup yang serba kekurangan.

"Huuff... Akhirnya selesai juga belanja sebanyak ini. Apakah tamu Bu Emeli dari keluarga pejabat ya? Sampai segitunya di sambut oleh menu spesial. Ah entahlah, kenapa aku jadi kepo. Lebih baik sekarang aku segera pulang."

"Mbak Runi, apakah ini sudah semua belanjaannya?" Tanya Pak Iwan membuyarkan lamunannya.

"Ah ya, sudah Pak. Ini sudah semuanya," jawab Runi seraya membantu Pak Iwan memasukkan semua belanjaan kedalam bagasi mobil.

Sesampainya di rumah, Runi di bantu oleh Bik Sumi untuk mengeluarkan barang belanjaan tersebut.

"Bik, emangnya tamu Bu Emeli sangat spesial ya?" Tanya Runi masih penasaran.

"Iya Runi. Bu Angel adalah sahabat baik Bu Emeli. Dan Bu Angel adalah salah satu istri pejabat negara yang ada di kepulauan batam," jelas Bik Sumi.

"Oh begitu ya Bik." Runi manggut-manggut.

"Iya, Bu Angel juga memiliki seorang putri yang cantik banget. Dan Bibik dengar-dengar putrinya itu suka dengan Mas Yandra. Sehingga mereka sepakat untuk menjodohkan anak-anak mereka."

DEGH!

Jantung Runi berdegup kencang mendengar penuturan Bik Sumi. Kenapa ia masih saja gelisah mendengar Yandra akan di jodohkan dengan wanita lain? Ah dasar hatinya labil sekali.

"Nggak, aku nggak boleh baper seperti ini. Ayo sadar Runi, kamu bukan siapa-siapa. Dan kamu sama sekali tidak masuk hitungan. Ayo fokuslah dengan tujuanmu, yaitu untuk membahagiakan ayah dan ibu," batin gadis itu meyakinkan dirinya.

Runi menghela nafas dalam. Ia pasti bisa melewati ini semua. Mungkin ia harus berdamai dan memaafkan kesalahan lelaki itu, agar ia bisa menjalani hari-harinya dengan tenang. Mengikhlaskan apa yang pernah terjadi diantara mereka.

***

Hari yang di nanti sudah tiba. Pagi-pagi sekali nyonya Emeli dan Yandra sudah menunggu kedatangan Angel dan putrinya di bandara.

Sementara itu Runi dan Bik Sumi sedang sibuk di dapur. Mereka masak bermacam-macam menu yang di request oleh Nyonya Emeli.

"Runi, apakah kamu lihat ibuk?" Tanya Pak Saga saat berpapasan dengan Runi. Lelaki itu baru saja pulang dari kebun, setelah dua hari terkurung karena akses jalan belum bisa di lewati.

"Ah, Bu Emil dan mas Yandra belum pulang, Pak," jawab Runi jujur.

"Belum pulang? Emangnya mereka kemana?" Tanya lelaki itu menatap bingung.

"Emm, beliau ke bandara Pak. Jemput Bu Angel dan anaknya."

"Oh begitu ya. Tapi kok nggak ada kasih kabar saya. Yasudah, kalau begitu tolong buatkan saya kopi hitam dengan gula jagung."

"Baik, Pak."

Tuan Saga segera beranjak menuju ruang keluarga. Lelaki itu sebenarnya sangat lelah dan mengantuk, tetapi mengingat masih banyak laporan dari pabrik yang belum selesai ia koreksi.

"Ah Pak!" Panggil Runi membuat langkah lelaki baya itu terhenti.

"Ya?" Jawabnya seraya berbalik menghadap pada gadis itu.

"Maaf Pak, apakah Bapak bertemu dengan orangtua saya?"

"Ya, saya bertemu dengan kedua orangtuamu. Bahkan dua hari ini saya menginap di sana," jawab lelaki itu jujur. Meskipun di lahannya itu banyak rumah karyawannya, tetapi ia merasa dekat dengan Pak Ali dan Bu Siti. Tuan Saga sangat takjub dengan kegigihan mereka dalam bekerja. Bahkan ia lebih salut lagi saat mereka mengatakan sedang mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan Runi ke perguruan tinggi.

"Apakah Ibu dan ayah sehat, Pak?" Tanya Runi sangat merindukan mereka.

"Kamu tidak perlu khawatir Runi. Ayah dan ibumu Alhamdulillah sehat."

Runi mengangguk dan tersenyum lega. Sebenarnya ia ingin pulang, tetapi mengingat dirinya baru beberapa bulan bekerja di rumah itu. Merasa sungkan bicara pada mereka untuk minta izin.

"Terimakasih ya Pak. Kalau begitu saya izin ke dapur."

"Ya Runi. Nanti bawa kopinya ke ruang keluarga ya."

"Baik Pak." Runi gegas menuju dapur untuk menyeduh kopi sang majikan.

Setelah menghidangkan kopi untuk tuan Saga, Runi kembali membantu Bik Sumi di dapur. Tak berselang lama terdengar suara canda tawa yang cukup heboh dari luar. Sudah pasti itu adalah Bu Emeli dan sahabatnya. Namun, Runi tidak melihat Yandra ikut dengan mereka.

"Eh, Papa sudah pulang toh. Tadi Mama telpon nomor Papa tidak aktif," ucap wanita itu menghampiri suaminya.

"Iya, tadi lagi di jalan. Soalnya jaringan susah di sana," jawab tuan Saga seraya menutup laptopnya.

"Apa kabar Mas Saga?" Sapa Angel seraya mengulurkan tangannya.

"Ah, Alhamdulillah sehat. Kapan datang? Apakah Hendara tidak ikut?" Balas lelaki itu menyambut baik.

"Nggak Mas. Biasalah, jadwalnya sangat padat."

"Ya ya, namanya juga anggota dewan. Ayo silahkan duduk!"

"Loh, Yandra mana, Ma?" Tanya tuan Saga tak melihat putranya. Karena tadi katanya Yandra ikut ke bandara.

"Yandra dan Gracia lagi jalan-jalan Pa. Sepertinya mereka sedang pendekatan. Biar mereka bisa berjodoh," sahut nyonya Emeli.

Runi yang mendengar itu kembali hatinya ngilu. Rasanya ia sangat kesal dengan dirinya yang masih saja bawa perasaan. Sudah pasti Yandra akan memilih Gracia, karena dia lebih sempurna.

Semua hidangan sudah tersaji di meja makan. Runi memanggil sang majikan. Mereka bertiga segera menuju ruang makan.

"Ayo di nikmati, Say. Aku sengaja minta Bibik masak yang spesial untuk kamu dan Gracia," ucap Nyonya Emeli.

"Wah, kenapa kamu repot-repot Say. Aku jadi merasa sungkan," jawab Angel.

"Ihh, kenapa harus sungkan. Namanya ada sahabat yang datang jauh, tentunya akan aku sambut dengan baik. Ayo cobain!"

"Selamat pagi!" Seru seorang wanita tersenyum manis sembari mengapit lengan lelaki yang berjalan di sampingnya.

"Hei! Kalian kok udah pulang? Nggak jadi jalan-jalannya?" Sahut Nyonya Emeli.

Runi yang melihat pemandangan itu, hatinya terasa sakit dan cemburu. Namun, ia segera membuang rasa itu. Runi menguasai perasaannya agar tetap tenang. Ia tidak boleh terlihat menyedihkan.

Yandra membuka pegangan tangan Gracia di lengannya. Sejurus matanya menatap pada Runi.

Bersambung....

1
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
untung Vano punya alasan yang tepat biar tidak di curigai cuma kasian Yandra jadi bimbang memilih meninggalkan Runi atau tugasnya
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Vano, jujur aja pada keluargamu tentang kondisi Runi...
Naufal Affiq
kamu harus terang aja vano tentang penyakit vano,jadi orang tuamu dan yandra bisa ambil tindakan untuk selanjutnya
Deswita
🙏
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
kok menggantung bang😢
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
semoga Yandra tidak salah paham dengan saran vano
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
orang jadi curiga pada Vano padahal maksudnya baik , andai mereka tahu saki nya Runi
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
lahh malah bersambung thor bikin penasaran semoga Vano jujur mengenai kondisi Runi sebenernya
Naufal Affiq
kasih tau aja vano tentang penyakit runi,biar yandra bisa mengambil tindakan untuk pengobatan runi selanjut nya,biar pun itu kemungkinan sembuh untuk sehat,biar kamu tidak di salah kan vano,
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
bilang saja terus terang kalau memang penyakitnya tidak bisa diobati biar Yandra punya bnyk waktu untuk Runi disisa hidupnya
Deswita
🙏💪
Deswita
🙏🙏
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
ayayayaya
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
tamparan maut tuan saga pasti buat jantung keder kan wkwkwk
Naufal Affiq
lebih bagus tuan saga,biar si emeli itu sadar,dia itu berasal dari pembantu,biar dia paham arti hidup,belum tentu pilihan nya lebih bagus dari pada runi
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
akhirnya di talak😂😂😂
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
kamu sendiri tidak sadar sebelum jadi istri tuan Saga asal mu dari mana, hello🙄🙄🙄
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
syukurinn langsung ditalak sekalian bisa dilaporkan nich karena percobaan pembunuhan
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
mantap gak tuch sampe bolak balik ditamparnya🤭👍
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
Setuju, suka banget sama ketegasan papa Yandra untuk menceraikan Emeli 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!