NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Wakil Ketua yang Terjebak Modis

Arazka kembali ke markas ALVEGAR dengan wajah ditekuk. Kekalahan cepatnya di depan kantor guru, meskipun hanya masalah siapa yang masuk ruangan Pak Bima lebih dulu, terasa seperti kekalahan besar baginya. Apalagi dikalahkan oleh Maura yang dibantu Fanila si bar-bar dan Kinara si polos.

"Gila, Ketua loe kalah sama beauty and the beast," goda Miko sambil tertawa terbahak-bahak. Beauty merujuk pada Kinara, dan beast pada Fanila.

"Diem, Ko. Atau loe gue suruh lari keliling lapangan sepuluh kali," ancam Arazka dingin.

"Santai, Arazka," ujar Rangga, wakil ketua yang selalu tenang. Dia sedang membaca laporan keuangan untuk acara charity yang akan mereka selenggarakan—proyek yang ternyata bentrok dengan proposal amal Maura. "Kita kalah start doang. Tapi urusan bisnis, kita gak bisa kalah. Ini demi nama baik ALVEGAR."

"Gue tahu," kata Arazka. "Tapi gue paling gak suka kalau urusan gue dihalangi cewek itu."

Sementara di kantin, Yasmin sibuk mengedit foto OOTD-nya (Outfit Of The Day) untuk diunggah ke media sosial. Di sebelahnya, Fanila masih mendengus kesal mengingat wajah Arazka yang menyebalkan.

"Untung gue dorong tuh lord kulkas! Kalau enggak, gagal proposal kita, Maur," kata Fanila sambil menyeruput es tehnya.

"Gue berterima kasih banget, Nila. Loe emang penyelamat," ujar Maura.

"Eh, Yasmin, tumben loe diem banget? Gak sibuk scroll baju baru?" goda Maura.

Yasmin mengangkat wajahnya. "Gue lagi mikirin. Loe pada sadar gak sih? Rangga itu gantengnya kelewatan, tapi dia kayak patung Gucci yang gak boleh disentuh. Dingin banget!"

Fanila langsung mencibir. "Cie, Yasmin naksir sama kutub utara kedua? Rangga itu sama aja kayak Arazka, toxic!"

"Bukan naksir! Tapi... dia tuh perfect banget. Rambutnya rapi, style-nya classy walau irit ngomong. Dia tuh definisi cowok mahal!" bela Yasmin, matanya berbinar memikirkan Rangga.

Kinara, yang lagi-lagi menyimak sambil makan, menyenggol lengan Maura. "Maura, katanya Kak Rangga itu pasangannya Kak Yasmin ya?"

Maura mengangguk. "Itu cuma gosip. Tapi cocok sih. Sama-sama berkelas, walau Rangga gak ada senyum-senyumnya."

Tak lama kemudian, sebuah bayangan tinggi jatuh di meja mereka. Rangga Ananta Bumi berdiri di sana, dengan polo shirt hitam dan celana bahan yang membuatnya terlihat seperti model.

Semua cewek langsung tegang. Apalagi Yasmin, yang tadi membicarakan Rangga.

Rangga menatap lurus ke arah Maura. "Gue butuh ngobrol sebentar sama loe. Soal proposal yang tadi."

Maura mengerutkan kening. "Kenapa? Loe mau ngancam gue biar mundur?"

"Gak usah drama. Ini urusan charity yang tujuannya sama. Kita punya data yang lebih kuat, loe punya koneksi. Kita kerjasama aja. Daripada berantem gak jelas." Suara Rangga datar, profesional, dan sangat dingin.

"Kerja sama? Sama ALVEGAR?" Maura skeptis.

"Atau loe mau proyek loe gue hancurin?" balas Rangga, ancamannya tersampaikan tanpa perlu meninggikan suara.

"Sialan!" desis Maura. "Oke, deal. Tapi jangan harap gue tunduk sama loe!"

Rangga mengangguk tipis, lalu berbalik pergi.

Namun, baru dua langkah, BRUK!

Miko Ardiyanto yang berlari sambil bercanda dengan Asean dari belakang, tidak sengaja menabrak Fanila yang sedang berdiri. Es teh Fanila yang masih setengah gelas langsung tumpah ke baju Miko.

Fanila terkejut, lalu matanya langsung melotot. "MIKO ARDIYANTO! Loe buta ya?!"

Miko menghentikan tawanya. Wajahnya yang humoris langsung pucat. Dia tahu, cewek bar-bar yang satu ini adalah lawan yang harus dihindari.

"Waduh, sorry banget, Nila! Sumpah gue gak sengaja!" Miko panik. Bajunya yang kena tumpahan teh jadi lengket.

"GAK SENGAAAJA?! Loe liat baju gue! Basah semua, Anjir! Loe pikir baju gue laundry-nya gratis?!" Fanila sudah siap mengambil posisi kuda-kuda.

Yasmin dan Kinara langsung menahan Fanila. Sementara Asean yang baru datang, langsung menahan Miko.

"Sabar, Fanila! Loe mau ngajak berantem lagi?" tegur Asean.

"Dia yang mulai!" teriak Fanila, menunjuk Miko dengan tangan bergetar.

Miko yang takut melihat kegalakan Fanila, langsung pasang wajah memelas. "Gini deh, gue ganti baju loe. Gue beliin yang baru. Atau gue beliin yang sama persis deh. Please, jangan bar-bar!"

Fanila menghela napas kasar. "Gak usah! Ganti aja es teh gue! Loe beliin gue batagor lagi. Dan loe harus janji, JAUH-JAUH dari gue! Loe itu absurd dan bikin pusing!"

Miko langsung berseri. "Siap! Batagor double deh! Sepuluh porsi juga gue jabanin!"

Sambil Miko terburu-buru memesan makanan, Rangga yang tadi baru berbalik, melihat ke arah Yasmin. Yasmin menatap Rangga. Ada keheningan yang singkat di antara mereka.

"Loe gak apa-apa?" tanya Rangga pada Yasmin, suaranya pelan dan dingin, tapi ada perhatian terselip di sana.

Yasmin tersenyum tipis, blushing tipis. "Gue gak apa-apa, Rangga. Baju gue gak kena."

Rangga mengangguk sekilas, lalu berbalik pergi, meninggalkan Yasmin dengan hati yang berdebar.

Sementara di lorong kantor guru, Maura baru saja keluar. Arazka sudah menunggu di ujung lorong, bersandar di dinding.

"Gimana? Gol?" tanya Arazka, suaranya seperti selalu meremehkan.

"Gol. Dan loe ketinggalan, Tuan Sempurna," balas Maura bangga.

"Cuma kalah start. Tapi gue udah dapet info, loe butuh supporter buat acara itu. Kita kerjasama," kata Arazka, mengulangi kata-kata Rangga.

"Gak perlu. Loe pikir gue gak bisa sendiri?" tantang Maura.

"Bukan gak bisa. Tapi gak efisien. Loe musuh gue, Maura. Tapi di sini, gue cuma lihat peluang. Loe butuh kekuatan ALVEGAR di belakang loe, biar gak ada yang berani ganggu proyek loe," ujar Arazka, mendekat selangkah. Matanya yang dingin menatap intens ke mata Maura. "Atau loe takut kalau kita sering ketemu, loe malah jatuh cinta sama gue?"

Wajah Maura memerah, entah karena marah atau gugup. "Mimpi! Loe itu toxic! Sebaiknya loe urus aja bisnis keluarga loe! Jauhin gue!"

Arazka hanya menyeringai, ganteng dan berbahaya. "Terlambat. Kita sudah terikat, Maura. Work together, fight together."

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!