NovelToon NovelToon
PENGUASA LANGIT

PENGUASA LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kultivasi Modern / Perperangan / Action / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: DANA SUPRIYA

Anugrah adalah anak laki-laki yang miskin dengan kehidupan yang pas pasan dari ayah yang kenah PHK dan akhirnya menjadi pengemudi becak Mesin sedangkan ibunya sudah lama meninggalkannya sejak dia Sekolah Dasar. Kehidupan serba susah membuat dirinya terus di ejek dan di bully oleh kawan-kawan sekolahnya apalagi ketika dapat beasiswa bersekolah di sekolah elit di kotanya hingga caci maki bahkan bully terus dia terima dan dia terima dengan kuat dengan pembuktian dia tidak gampang menyerah hingga suatu hari semuanya berubah ketika dia tanpa sadar di bawa ke alam astral yang mempertemukan dengan arwah ibunya yang membuka takbir siapa dirinya sesungguhnya yang memiliki kemampuan luar biasa sebagai penguasa langit yang di takuti semua orang namun kehidupan belum berhenti ketika dia harus membuktikan jatih dirinya dan mengangkat martabat keluarganya dengan segala pembuktian kemampuannya, sanggupkah Anugrah membuktikan dirinya? Sanggup kah Anugrah mengangkat Martabat keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANA SUPRIYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Sahabat

Anugrah yang tadinya tubuh terdorong dan mau terjatuh, kini berusaha untuk tetap fokus agar tidak terjatuh walaupun tubuhnya tetap di tolak dan di dorong-dorong oleh anak kecil sebaya dengan dirinya ini

"Ada apa ini?, kenapa mereka seperti ini?"

Anugrah bicara dalam hati namun dia berusaha untuk menahan emosinya agar dia tetap tidak melawan karena dia tahu akan sulit rasanya, bila melawan mereka dengan segala resiko.yang akan dia hadapi.

Bisa jadi dia akan di anggap pembuat masalah dan di keluarkan dari sekolah ini, walaupun bukan dia yang membuat masalah. Tapi kata-kata orang miskin seperti dia jarang di dengar hingga semuanya akan berbalik memusuhi dirinya,

"Apa kau mau apa?, mau melawan!"

Kini terlihat orang-orang yang membully menantangnya untuk melawan tapi apa yang bisa dia lakukan sedangkan usia dia baru 12 tahun belum bisa memikirkan apa yang harus dia lakukan dalam situasi seperti ini. Kecuali menerimanya dengan pasrah dan bertahan ditambah kondisi kehidupannya dari ekonomi sulit ayahnya saat ini

"Sabar Anugrah"

Hanya inilah kata-kata yang memotivasi dirinya untuk tetap bertahan sedangkan anak laki-laki yang mendorong ini terus saja bicara sambil mendorong-dorong tubuh Anugrah

"Jawab pertanyaan ku atau kau akan ku Ajar"

"Ajar saja dia Mirza atau aku saja yang mengajar dia!"

"Iya Mirza"

Anak laki-laki yang mendorong-dorong tubuh Anugrah ini melihat kedua kawan-kawannya yang meminta dia untuk mengajar Anugrah hingga dia pun semangat mau mengarahkan tangannya untuk memukul Anugrah

"Ya kau ternyata diam saja, kau tidak bisa di kasih hati jadi terimalah ini"

"Wush"

Pukulan ini sangat keras dan bisa dipastikan akan mengenai pipih Anugrah atau kepalanya hingga Anugrah hanya bisa memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit yang mungkin akan mengenai wajah atau kepalanya

"Tap"

Anugrah sudah pasrah dengan apa yang terjadi padanya namun dia heran kenapa tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.

"Kenapa tidak terasa apa-apa padaku?"

Anugrah berpikir ada apa dengan dirinya padahal suara pukulan itu sangat keras begitu juga dengan kawan-kawannya Mirza yang merasa pukulan Mirza tidak mungkin akan meleset.

"Habislah kau!"

Mirza sendiri begitu yakin kalau pukulannya akan membuat Anugrah akan terjatuh karena saking kuatnya apalagi dia dari Sekolah Dasar sudah berlatih bela diri Karate yang melatih pukulannya terarah namun kini dia merasa ada sebuah tangan yang menahan pukulannya

"Sharp"

"Ini.......Kau!,"

Mirza terkejut ketika pukulannya dia tidak mengenai pipi ataupun kepala dari Anugrah namun ditahan oleh seseorang yang mau rasanya dia pukulkan juga

"Tapi dia....... Azka"

Mirza melihat siapa orang yang menahan pukulannya hingga pukulannya tidak mengenai kepala Anugrah namun dia tidak berani marah sebagaimana yang dia inginkan sebelumnya

"Gawat, kenapa dia membelanya?"

Anak sebaya Anugrah ini heran ketika tangannya ditahan dan dipegang kuat oleh anak laki-laki yang dia panggil Azka ini karena dia tahu kalau Azka adalah anak direktur bahkan anak CEO atau Chief Executive Officer tempat perusahaan papanya berkerja.

Dalam situasi ini Mirza hanya diam ketika Azka bicara kepada dirinya dan kedua kawannya yang sama-sama pernah satu sekolah di Yayasan Perguruan Mandiri di Sekolah Dasar ini bersama Azka jadi mereka tahu benar tentang siapa Azka

"Ya kau mau apa?, apa mau memukul ku juga"

Anak laki-laki yang menahan pukulan dari Mirza ini memutar tangan dari Mirza hingga Mirza menjerit

"Adu du du ampun Ka Ka"

Azka langsung melepaskan putaran tangannya ketika melihat Mirza kesakitan dan langsung menarik tangannya

"Pergi kalian dari sini!, atau kalian bertiga akan ku minta papa ku untuk di keluarkan dari sekolah ini"

"Iya ya Ka, kami pergi"

Mirza dan kedua kawanya langsung pergi meninggalkan tempat ini menuju lapangan sekolah SMP Mandiri untuk upacara pembukaan pembelajaran dan penerimaan siswa baru sedangkan Anugrah yang tadinya sudah pasrah dan memejamkan matanya.

Dia langsung terkejut ketika dia membuka matanya kalau ada orang yang menyelamatkan dirinya hingga dia melihat anak laki-laki tampan yang menyelamatkan dirinya ini untuk mengucapkan terimakasih padanya

"Terimakasih ya, kamu sudah tolong aku"

"Oh iya sama-sama, kamu siswa baru di SMP Mandiri ini kan"

"Iya aku sekolah di SMP Mandiri Ini, nama ku Anugrah"

"Kita sama, nama ku Azka dan kita sama-sama di SMP Mandiri ini dan kita jadi sahabat ya"

"Apa sahabat?"

Anugrah terdiam sejenak ketika mendengar kata sahabat di ucapkan oleh orang yang sudah menolongnya hingga dia mengulangnya lagi

"Sahabat?"

"Iya sahabat, aku akan jadi teman baikmu begitu juga dengan dirimu akan jadi teman baik ku, kita saling cerita dan berbagi suka mau pun duka"

Anugrah masih terdiam dan belum berani mengiyakan kata-kata orang yang sudah menyelamatkan dirinya dari gangguan anak sebayanya karena dia masih berpikir kalau semua ini hanya mimpi di siang bolong apalagi dia dulunya di jauhi oleh kawan-kawannya dan banyak orang tidak mau berkawan dengan dirinya tapi kini ada orang yang minta bersahabat dengan dirinya hingga matanya berkaca-kaca

"Benarkah ini?"

"Iya benar Nugrah, kita bersahabat ya"

"Iy iya ya kita ber sa ha bat"

Anugrah menjawab dengan keraguannya hingga dia bicara terbata-bata sedangkan Azka tersenyum sambil menjabat tangan Anugrah

"Mulai sekarang tidak akan ada orang yang berani mengganggumu tapi kalau berani maka mereka akan berhadapan dengan diriku"

Anugrah dengan perasaan tidak percaya hanya bisa mengangguk tanpa terasa air mata berlinang di matanya ketika Azka mengajak untuk jalan bersama menuju lapangan upacara pembukaan pembelajaran dan penyambutan siswa-siswi baru

"Kita baris di sana, sepertinya itu kelompok barisan siswa-siswi baru"

"Iya"

Anugrah hanya bisa mengiyakan dengan satu kata karena sebenarnya dia tidak paham dengan sistim upacara seperti ini karena berbeda waktu ketika Sekolah Dasar dulu atau mungkin dia saja yang tidak tahu mengenai hal ini hingga saat ini dia hanya mengiyakan kata-kata Azka yang kelihatan sudah paham

"Ok kita di sini saja"

"Iya"

Anugrah tetap hanya bisa mengatakan iya kepada Azka yang sudah paham dengan apa yang harus dilakukan sedangkan siswa-siswi baru melihat kehadiran Azka dan Anugrah seperti ingin langsung komentar dan berbisik karena mereka berdua memiliki wajah tampan

"Tampannya?"

"Iya seperti anak artis"

"benar-benar"

Mereka terus berbisik namun Anugrah dan Azka punya penampilan berbeda dari keduanya hingga begitu terlihat penampilan Azka dari sepatu, tas dan jam tangan high class alias sangat-sangat mahal yang harganya selangit sedangkan Anugrah memakai sepatu hitam yang sudah bolong ujungnya hingga terlihat ujung jari kaki Anugrah yang memakai kaus kaki sedangkan tasnya hanya tas sandang yang terbuat dari bekas celana yang dibuat jadi tas

"Siapa mereka?"

"Iya ya, wajah mereka begitu tampan tapi yang satu ini......."

Para cewek dari siswi baru saling berbisik namun berhenti berbisik ketika melihat penampilan Anugrah yang tampil dengan serba kekurangan namun ada juga yang kelepasan bicara

"Ih dia orang miskin, lihat saja sepatu dan tasnya"

"Iya ya kenapa bisa sekolah di tempat ini ya?"

"Bikin malu sekolah kita saja"

"Cih wajah bolehlah tapi miskin"

Anugrah yang mendengar kata-kata itu walaupun pelan tapi tetap terdengar hingga dia langsung menundukan kepalanya

"Aku ini......."

1
Perjuangan 123
sangat keren
Rahmad Jelianda
cerita ny makin lama makin seru ya lanjutkan bab berikutnya 👍
nailah anisa
lanjutt, gaperna bosen sm setiap bab nya/Bye-Bye/
Sakina Anggraini
wah keren sekali di tunggu ya bab berikut nya
ibnu
keren👍
auraa cantika
makin lama makinn seruu aja cerita nyaaa❕lanjutkannn authorrr😈
Ani Suryani
anugrah harus belajar silat juga
Raudhati Meifa
wah makin seru aja ceritanya, ga sabar buat nunggu bab selanjutnya👍
Nando 0803
Cerita ini penuh pesan moral dan inspirasi
👍👍👍
Asa Napit
Lanjutkan ceritanya, kami menunggu bab berikutnya! 🔥
Juni Warti
cerita nya sangat bagus dan menarik 😍 lanjutt kan bab selanjutnya 💪
nayra aulia
cerita ini penuh pesan moral dan inspirasi ditunggu kelanjutannya👍🏻👍🏻
zahirahalim Halim
bab ini terasa seru beda dari bab yang lain makin ga sabar untuk menunggu kelanjutannya 👍👍
Muhammad Syah revaldo
ceritanya semakin seruhh, jadi ga sabar buat nunggu bab selanjutnya
Chimpanzini Menolak Hiatus!
belum paham maksud kalimat ini. anugerah sendiri yang menabung, tapi dia tidak ingat bawah dirinya sendiri menabung? 🤔🤔
Chimpanzini Menolak Hiatus!
angga siapa thor? typo kah?
Jing_Jing22
Suara apa itu???
Wida_Ast Jcy
Saran thor ada beberapa dibab ini ditemukan paragraf nya panjang panjang dech mungkin lebih baik dibuat jadi dua begitu. 🙏🙏
🦊 Ara Aurora 🦊
Jangan lah kau Anugrah diam2 bae tuh dibully oleh mereka, Jangan kau mau di bully Anugrah /Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
🦊 Ara Aurora 🦊
Yg pembully Anugrah itu pasti punya masalah dengan kehidupannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!