NovelToon NovelToon
Ibuku Selingkuhan Suamiku

Ibuku Selingkuhan Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: rafizqi

“Dikhianati suami, ditikam ibu sendiri… masihkah ada tempat bagi Andin untuk bahagia?”

Andin, seorang wanita sederhana, menikah dengan Raka—pria miskin yang dulu ia tolong di jalan. Hidup mereka memang pas-pasan, namun Andin bahagia.

Namun kebahagiaan itu berubah menjadi neraka saat ibunya, Ratna—mantan wanita malam—datang dan tinggal bersama mereka. Andin menerima ibunya dengan hati terbuka, tak tahu bahwa kehadiran itu adalah awal dari kehancurannya sendiri.

Saat Andin mengandung anak pertamanya, Raka dan Ratna diam-diam berselingkuh.

Mampukah Andin menghadapi kenyataan di depannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Keesokan harinya, Ratna menatap Andin yang duduk di ruang tamu dengan perut besar. Andin nampak kesulitan walau hanya sekedar duduk.

“Din, biar Ibu bantu di toko, ya? Kamu udah nggak bisa kerja berat lagi,” ucapnya dengan nada lembut.

Andin menatap ragu. “Ibu yakin bisa? Itu pekerjaan capek, lho buk.”

Ratna tersenyum meyakinkan. “Tenang saja. Ibu dulu juga pernah kerja di dapur hotel, tahu cara bikin kue. Lagi pula, dari pada ibu nganggur di rumah, lebih baik bantu kamu sama Raka" ujarnya.

Raka, yang baru keluar dari kamar, langsung menyahut, “Bagus tuh, Din. Ibu bisa bantu sementara kamu istirahat. Lagipula, di toko sedang membutuhkan tenaga karena toko sedang ramai minggu-minggu ini”

Andin akhirnya mengangguk. “Baiklah. Tapi hati-hati, ya, Bu.”

---

Keduanya pun pergi bersama. Raka berpamitan kepada Andin. Tak lupa dia mencium perut Andin dengan penuh kasih sayang.

"Hati-hati dirumah ya. Jaga anak kita. Aku pergi dulu" ujarnya berpamitan.

"Hemm. Kalian juga hati-hati" seru Andin tersenyum penuh harap.

Raka melambaikan tangan. Ratna mengikuti dari belakang dan masuk ke mobil.

Sesampainya disana. Toko kue itu ramai seperti biasa. Raka sibuk di kasir, melayani pelanggan yang datang silih berganti. Sementara di dapur, Ratna langsung menarik perhatian para karyawan wanita dengan kecekatan tangannya.

Adonan kue, oven, dan aroma vanila memenuhi ruangan.

“Wah, Bu Ratna hebat banget,” puji salah satu karyawan.

Ratna hanya tersenyum sambil mengaduk adonan. “Sudah biasa, Sayang. Dulu pekerjaan Ibu memang begini.”

Raka yang lewat sempat memperhatikan dari balik pintu dapur. Ia memperhatikan bagaimana Ratna begitu mahir membuat kue di dapur. Keringat menetes, nampak mempesona. Raka tanpa sengaja menelan salivanya. Hasratnya terasa tertantang dengan kemolekan tubuh Ratna. Cara Ratna bergerak, bicaranya yang seksi dengan pesona yang menggoda membuatnya terpaku.

Ada sesuatu dalam diri wanita itu—entah pesona atau aura kuat yang tak bisa ia abaikan.

Ia segera menunduk dan kembali ke kasir.

Ratna menatap punggung Raka. Ia tersenyum miring seolah menyadari bahwa Raka memperhatikan nya sejak tadi.

"Apa-apaan aku ini? Itu ibu mertua sendiri…" pikir Raka sambil menatap kosong

Namun perasaan itu tidak hilang.

Justru semakin ia menepis pikiran itu, semakin hatinya seolah menginginkan Ratna.

Raka kembali menoleh kesisi dapur. Jiwanya seakan bergejolak, menolak untuk tidak memperhatikan Ratna.

---

Sore itu, saat bahan tepung habis, Ratna berjalan ke gudang untuk mengambil stok baru. Raknya tinggi, dan ia harus menjinjit untuk meraihnya.

“Ah… berat juga,” gumamnya pelan.

Tiba-tiba, rak kayu itu goyah.

“Bu, hati-hati!” suara Raka terdengar dari arah pintu. Ia berlari cepat, menahan tubuh Ratna, dan sebelah tangannya menopang rak agar tidak menimpa Ratna.

Ratna terkejut, tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan, tapi tangan Raka sudah lebih dulu memegang pinggangnya, menahan agar tidak jatuh.

Beberapa detik mereka terdiam. Nafas keduanya saling beradu.

Tatapan mereka bertemu, dan suasana tiba-tiba menjadi canggung.

Raka lagi-lagi terpesona. Pakaian terbuka dengan belahan dada yang putih terekspos begitu dekat. membuat Raka menelan ludah.

Raka memiringkan kepala dan menyentuh bibir Ratna dengan lembut. Ciuman itu seperti madu yang manis, membuat Ratna merasa hangat dan nyaman.

Aroma parfumnya yang harum membuat Ratna merasa seperti di dalam surga. Ketika bibirnya menyentuh bibir menantunya itu, Ratna merasa seperti api yang membara, membuatnya menginginkan lebih dari pada ciuman.

Keduanya nampak menikmati.

Tiba-tiba, pintu terbuka. Sementara seorang masuk.

Aksi keduanya tak bertahan lama. Ratna melepaskan ciumannya.

"ehh maaf" Ratih merasa salah tingkah. Jelas dia melihat keduanya berciuman di gudang. Wajahnya memerah, lalu pergi dari sana.

Ratna tersenyum samar, matanya tajam menatap wajah Raka yang tampak gugup.

“Terima kasih, Nak… kalau bukan kamu, mungkin Ibu sudah jatuh,” bisiknya pelan, nyaris seperti godaan.

Raka segera melepaskan tangannya, melangkah mundur cepat. “Saya… saya cuma nggak mau Ibu terluka. Itu saja.” Ucapnya. lalu pergi

Ratna menatap punggung Raka yang menjauh, bibirnya membentuk senyum samar yang sulit ditebak.

“Baiklah, Nak,” katanya lirih, suaranya mengandung nada misterius.

“Tapi kamu memang lelaki yang cepat tanggap…”

Raka berhenti sejenak, tapi tidak menoleh. Ia hanya menarik napas dalam, lalu keluar dari gudang dengan perasaan yang aneh—campuran bersalah dan bingung.

Dan di balik tumpukan tepung, Ratna berdiri diam sambil tersenyum miring.

Tatapannya dalam, tajam, seolah menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa terima kasih.

.

.

.

Bersambung.

1
Dewi Sri
Sebenernya cerita nya bagus, tp sampai di bab ini sy bingung dari mana raka punya uang byk??
Yumma Proling
Baru Skli ini saya baca novel pemeran utama nya lemah n tolol 🤦
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh, masa penjahatnya jatuh ke jurang tdk diperiksa dan dicari, terus yg sdh dipenjara bisa melarikan diri seenaknya
Nina Rochaeny
wkt nikah sm Raka di KUA,knp sekarang dpn pendeta
Rafizqi: ( IG: @Rafizqi0202): iyakah kk 🤣🤣
author nya kurang fokus nmpak nya akn direvisi nnti kk 🙏
total 1 replies
fitriani
emang gila si raka itu anak sendiri d jual....
fitriani
kyknya kak othor lupa deh tadi kan si ratih sama petugas dinas sosial datangnya pagi eh d akhir bab malah nulisnya sore....
fitriani
nah makan dah tuh andin hasil ketololan lu.... skr hidup lu bnr2 dlm bahaya krn ketololan lu itu
fitriani
astaga andin tolol lu udah bnr2 gak ada obat.... dahlah makan tuh racun emak lu
fitriani
hans walaupun lu cinta mati k andin tapi kl dy tolol gitu pergi aja hans selamatin harga diri lu.....
fitriani
1 kata bwt andin.... tololllllll mau aja jatuh dilubang yg sama....
fitriani
hadeh si mak🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️ydh mak gpp bermimpi dulu aja biar emak bahagia walaupun nanti kenyataan akan berbeda dgn mimpi emak
fitriani
gak si ratna gak si raka ada aja akal liciknya bwt manfaatin andin
fitriani
gila y si raka tega jual anaknya sendiri dan dgn santainya bilang k andin kl anaknya udah meninggal.... bnr2 gak waras ini si raka😡😡😡😡😡😡
fitriani
mau bikin drama apa lagi ini si emak peak ini😏😏😏😏😏😏
fitriani
bnr bgt yg paling susah itu perang melawan taruma diri kita sendiri krn penyelesaian nya gak segampang yg terlihat
fitriani
modar kowe raka.... makan tuh kebohongan🤪🤪🤪🤪🤪🤪
fitriani
eh kadal buntung lu pikir cara licik gitu mempan bwt andin??? gak y krn andin yg skr bujkan andin yg dulu..... andin yg skr adalah andin yg mempan sama trik2 kotor kyk gitu.... dasar kadal buntung lu raka😡😡😡😡😡😡
fitriani
y Allah aku sampe gemeteran bacanya bnr2 y si raka ini😡😡😡😡
fitriani
raka itu definisi laki2 menjijikan... mokondo😡😡😡😡😡😡
Siti Maulidah
ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!